Anda di halaman 1dari 30
Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ANALISA DAN SPECIFIC DENSITY, API GRAFITY , DISTILASI, ,FLASH POINT,COLOUR PRODUK
Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ANALISA DAN SPECIFIC DENSITY, API GRAFITY , DISTILASI, ,FLASH POINT,COLOUR PRODUK
Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ANALISA DAN SPECIFIC DENSITY, API GRAFITY , DISTILASI, ,FLASH POINT,COLOUR PRODUK

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

ANALISA DAN SPECIFIC DENSITY, API GRAFITY , DISTILASI, ,FLASH POINT,COLOUR PRODUK KEROSIN PT. PERTAMINA (PERSERO) RU II SUNGAI PAKNING

Oleh

Nama

: Nur Adhim Pangestu

NIS/NISN

: 24348/0000355653

Kelas

: XI Kimia Industri 1

PEMERINTAH KOTA PEKANBARU DINAS PENDIDIKAN KOTA PEKANBARU SMK NEGERI 2 PEKANBARU

2016/2017

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ANALISA DAN SPECIFIC DENSITY, API GRAFITY , DISTILASI, ,FLASH POINT,COLOUR PRODUK
KATA PENGANTAR Dengan rasa Syukur kehadiratALLAH SWT atas segala rahmat dan Karunia- Nya,akhirnya penulis dapat menyelasaikankegiatan

KATA PENGANTAR

Dengan rasa Syukur kehadiratALLAH SWT atas segala rahmat dan Karunia- Nya,akhirnya penulis dapat menyelasaikankegiatan praktek kerja lapangan (PKL) dan membuat laporan kegiatan PKL.Tujuan utama dari kerja lapangan ini adalah untuk memantapkan teori dan praktek yang telah dipelajari di SMK dan dapat diselesaikan serta diaplikasikan di lapangan.Laporan kerja lapangan ini merupakan tugas yang harus diselesaikan oleh sisiwa jurusan Teknik Kimia Industi SMKN 2 PEKANBARU. Dalam pembuatan laporan ini tak lupa saya menghaturkan sujud kepada orang tua saya yang telah banyak memberikan dorongan semangat dari awal hingga selesainya laporan ini.Tak lupa juga saya mengucapkan terima kash pada seluruh teman disekolah yang telah memberikan dorongan moril dan material serta informasi.Juga dengan segala hormat saya ucapkan banyak terima kasih kepada pembimbing sehingga kami dapat menerapkan ilmu yang diberikan pada kami.

KATA PENGANTAR Dengan rasa Syukur kehadiratALLAH SWT atas segala rahmat dan Karunia- Nya,akhirnya penulis dapat menyelasaikankegiatan

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… .. DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1.2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………… ..

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………….

  • 1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL)………………………………… .........................

  • 1.3 Jadwal Praktek Kerja Lapangan (PKL)……………………………………………… ...

BAB II LANDASAN TEORI

  • 2.1 Sejarah Kilang RU II Sei.Pakning…………………………………………………… ...

  • 2.2 Konfigurasi Kilang RU II Sei.Pakning…………………………………………………

  • 2.3 Struktur Organisasi……………………………………………………………………..

BAB III ISI

  • 3.1 Crude Destilation Unit……………………………………………………………….....

    • 3.1.1 Peralatan CDU ...……………………………………………………………………...

    • 3.1.2 Penjelasan Flow Diagram…………………………………………………………….

      • 3.2 Instalasion & Tank Yard……………………………………………………………….

  • 3.3 Utilities………………………………………………………………………………….

BAB IV Tugas Khusus

  • 4.1 Laboratorium……………………………………………………………………………

BAB V Kesimpulan dan Saran....................................................................................................

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… .. DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1.2

ii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam dunia pendidikan khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Para

BAB 1 PENDAHULUAN

  • 1.1 LATAR BELAKANG

Dalam

dunia

pendidikan

khususnya di Sekolah Menengah

Kejuruan (SMK) Para siswa dibekali oleh pelajaran khusus sesuai jurusan mereka masing-masing.Dalam memahami suatu ilmu tidak cukup hanya dengan teori saja tetapi jugadidukung dengan memperaktekkan teori yang telah didapat. Oleh karena itu Sekolah Menengah Kejuruan mengadakan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang akan dijalani para siswanya. Dengan demikian di sekolah para siswa dibekali teori-teori yang akan dipratekkan langsung saat menjalani program Praktek Kerja Lapangan. Dalam menjalani Praktek Kerja Lapangan para siswa akan melihat secara nyata apa-apa saja yang mereka pelajari secara teori seperti peralatan dan cara kerja. Dengan praktek langsung para siswa akan terjun langsung ke perusahaan-perusahaan sehingga akan menambah ilmu dan keterampilan mereka. Tidak hanya itu dengan adanya praktek kerja lapangan akan membentuk

krakter,mental dan ketangkasan mereka dalam dunia kerja. Dengan adanya program ini di harapkan setelah tamat dari sekolah, para siswa

sudah siap terjun lagsung kedunia kerja .Karena sudah dapat dipastikan para siswa ini tidak akan canggung lagi dan keterampilannya telah lebih terasah dibandingkan dengn para siswa yang belum berpengalaman mengikuti program Praktek Lapangan. Sekolah Menengah Kejurusan(SMK) Negeri 2 Pekanbaru juga mempunyai program Praktek Kerja Lapangan.Program ini di mulai ketika siswa SMKN 2Pekanbaru sudah menduduki bangku kelas dua.Tujunnya agar siswa lebih memahami teori yang diberikan di sekolah karena siswa akan melihat peralatan di dunia kerja secara langsung.

  • 1.2 TUJUAN

Adapun tujuan praktek kerja lapangan (PKL) adalah:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam dunia pendidikan khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Para
1. Mengetahui manfaat dalam mengikuti program praktek lapangan. 2. Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan
  • 1. Mengetahui manfaat dalam mengikuti program praktek lapangan.

  • 2. Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di SMKN 2

Pekanbaru.

  • 3. Menjadikan siswa lebih berkompetensi dalam bidangnya.

  • 4. Agar siswa lebih memahami peralatan yang ada di perusahaan-perusahaan.

1.3 JADWAL

Tabel.1.3 :JadwalKegiatan

1. Mengetahui manfaat dalam mengikuti program praktek lapangan. 2. Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan

Keterangan :

Kegiatan PRAKERIN di lakukan setiap hari Senin sampai dengan Jum’at pada pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB , pada hari Sabtu dan Minggu libur. PRAKERIN di mulai dari 03 Oktober s/d 31 Desember.

BAB II LANDASAN TEORI

1. Mengetahui manfaat dalam mengikuti program praktek lapangan. 2. Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan
2.1 Sejarah Kilang Pertamina RU II Sei. Pakning Kilang Sungai Pakning dengan kapasitas 50.000 barrel/hari mulai

2.1 Sejarah Kilang Pertamina RU II Sei. Pakning

Kilang

Sungai

Pakning

dengan

kapasitas

50.000

barrel/hari

mulai

dibangun tahun 1968 oleh Refining Associates Canada Ltd (REFICAN) diatas

tanah seluas 280 Ha mulai beroprasi bulan Desember 1969. Pada awal beroprasi,kapasitas pengolahannya baru mencapai 25.000 barrel/hari. Kilang minyak Sungai Pakning di bangun pada tahun 1968 oleh Refining Associates(CANADA) Ltd atau Refican dan selesai pada tahun 1969,dengan kapasitas desain 25 MBSD. Beberapa sejarah penting kilangSei Pakning.

  • 1. Penyerahan kilang dari pihak refican pada Pertamina tahun 1975.

  • 2. Peningktan kapasitas produksi menjadi 35 MBSD pada tahun 1977.

  • 3. Peningkatan kapasitas produksi menjadi 40 MBSD pada tahun 1980.

  • 4. Peningkatan kapasitas produksi menjadi 50 MBSD pada tahun 1982.

2.2Konfigurasi Kilang RU II SPK

Bahan

Baku

Kilang

Sungai

Pakning

berupa

minyak

mentah

(Crude Oil) yang terdiri dari :

  • 1. SLC (Sumatra Light Crude) atau Minas Crude

  • 2. LRK(Lirik Crude Oil)

  • 3. SPC(Selat Panjang Crude)

  • 4. BUCO(Banyu Urip Crude Oil)

  • 5. PDC(Pendalian crude oil)

PERMONO AVIANTO

Manager Production S. Pakning

Section Head HSE

SISWANTO

Kilang

KARSIDIANTO
KARSIDIANTO

Section Head Production

2.3. Struktur Organisasi

minyak Pertamina Sungai Pakning merupakan bagian dari kilang

minyak Pertamina RU ll Dumai/Sei Pakning yang bernaung dibawah

SR. SPV UTILITIES

SULTONI HARAHAP

Direktorat Hilir Pertamina Struktur Organisasi terdiri dari seksi-seksi yang

SR. SPV CDU ZULKIFLI GUCI
SR. SPV CDU
ZULKIFLI GUCI

menangani proses operasianal dan masaalah-masaalah yang berkaitan dengan

kegiatan kilang,untuk itu seksi-seksi memiliki wewenang dan tanggung jawab

dibidangnya masing-masing.

2.1 Sejarah Kilang Pertamina RU II Sei. Pakning Kilang Sungai Pakning dengan kapasitas 50.000 barrel/hari mulai

Officer Distribution BBM

DONNY

Sr. Supervisor General Affairs

Section HeadMaintenance Section Head Procurement TOTOK DWIARTO DASRIL SR. SPV IT&Y SPV LAB MARWAN AMAN SOLEH

Section HeadMaintenance

Section Head Procurement

TOTOK DWIARTO

 

DASRIL

 

SR. SPV IT&Y

SPV LAB

 

MARWAN

AMAN SOLEH RITONGA

 
Section HeadMaintenance Section Head Procurement TOTOK DWIARTO DASRIL SR. SPV IT&Y SPV LAB MARWAN AMAN SOLEH
 
Group Leader Reliability

Group Leader Reliability

 

AHMAD MAILAN

 
Section HeadMaintenance Section Head Procurement TOTOK DWIARTO DASRIL SR. SPV IT&Y SPV LAB MARWAN AMAN SOLEH

BAB III

ISI

3.1 Crude Destilation Unit (CDU)

Section HeadMaintenance Section Head Procurement TOTOK DWIARTO DASRIL SR. SPV IT&Y SPV LAB MARWAN AMAN SOLEH

CDU kilang Sungai Pakning

merupakan unit distilasi atmosferic yang

mengolah minyak mentah ( crude oil ) menjadi product jadi atau pun

Section HeadMaintenance Section Head Procurement TOTOK DWIARTO DASRIL SR. SPV IT&Y SPV LAB MARWAN AMAN SOLEH
setengah jadi secara fisika yang memisahkan minyak berdasarkan titik didihnya dari masing-masing fraksinya. Pada prisipnya proses

setengah jadi secara fisika yang memisahkan minyak berdasarkan titik didihnya dari masing-masing fraksinya. Pada prisipnya proses ini merupakan proses pemanasan (penguapan sebagian cairan ) dan pendinginan diikuti pemisahan.

3.1.1 Peralatan-Peralatan Crude Destilation Unit

1.kolom ditilasi 101 T-1

Kolom T-1 merupakan kolom utama tempat pemisahan minyak mentah menjadi komponen-komponennya. Kolom T-1 terdiri atas 24 tray yang berfungsi sebagai tempat kontak uap dan cairan.

  • 2. kolom stripping 101 T-2 A/B

kolom stripping steam digunakan untuk melucuti komponen ringan yang masih berada didalam product dengan media stripping steam. Kolom stripping steam T-2A/B memisahkan komponen ringan kerosene yang masuk kembali ke T-1.

  • 3. Kolom Stripping 101 T-3

Kolom stripping steam digunakan untuk melucuti komponen ringan naphta dan kerosene yang masih berada didalam product yang berasal dari Top T-1 menuju T-3 dengan media stripping steam. Kolom stripping steam T-3 memisahkan komponen ringan naphta dan kerosene. Naphta sebagian menjadi product dan sebagian sebagai reflux. Sedangkan dibottomnya berupa product kerosene.

  • 4. Heat Exchanger

Heat exchanger bersifat sebagai preheater untuk mengefesienkan pemanfaatan panas di CDU dengan mengambil panas dari sistem product CDU yang panas dan mempertemukan feed crude oil yang

akan masuk 101 -H-1/2/3/4.

setengah jadi secara fisika yang memisahkan minyak berdasarkan titik didihnya dari masing-masing fraksinya. Pada prisipnya proses
5. Condensor Kondensor berfungsi mengkondensasikan vapour/ uap hidrokarbon yang keluar dari T-3 menjadi liquid. Kondensor yang
  • 5. Condensor

Kondensor berfungsi mengkondensasikan vapour/ uap hidrokarbon yang keluar dari T-3 menjadi liquid. Kondensor yang ada di CDU, 101-E6A/B/C/D/E/F: mengkondensasikan vapour naphta dari top 101 T-3 sebelum masuk ke 101-D2.

  • 6. Cooler

Berfungsi

menurunkan

temperatur

product

yang

akan

dikirim ke tanki dengan waterwall.

media pendingin

fin

fan dan

sea water

&

  • 7. Steam Generator

Berfungsi menghasilkan saturated steam 50/150 psig. Steam

generator yang ada di CDU, 101-E5A/B/C: penghasil saturated steam 50/150 psig yang berguna sebagai stripping steam di kolom destilasi dan kolom stripping stream.

  • 8. Heater

101 H-1/2/3/4 berfungsi sebagai pemanas feed yang akan masuk kekolom 101 T-1 dengan temperatur outlate heater diatur 330°C

9.Pompa penggerak Pompa pompa pada CDU berfungsi memompakan feed, memompakan fuel oil, memopakan product, dan pompa reflux. Pompa yang ada di CDU adalahn 101-P1 A/B: pompa feed (berada di area IT&Y), 101-P2A/B: pompa product naphta dari 101-D3, 101- P3A/B: pompa product kerosene dari 101-T3, 101-P4A/B/C: product ADO dari 101 T2B, 101-P5A/B: pompa reflux ADO dari middle 101 T-1 kembali ke 101-T1, 101-P6A/B/C: pompa product residue bottom product dari 101-T1, 101-P7A/B: pompa reflux naphta dari 101-D4 ke overhead 101 T-1, 101-P8A/B/C: pompa draw off dari middle 101-T1 ke 101-T3 untuk reflux kerosene ke overhead 101-T1, 101-P9A/B: pompa fuel oil ke heater, 101-P10A/B: pompa kondensat dari 101-D6, 101-P11: pompa

5. Condensor Kondensor berfungsi mengkondensasikan vapour/ uap hidrokarbon yang keluar dari T-3 menjadi liquid. Kondensor yang
kondensat dari 101-D7, 101-P12: pompa buangan minyak/air dari bak penampungan ke separator, 101-P13A/B: pompa sealing oil

kondensat dari 101-D7, 101-P12: pompa buangan minyak/air dari bak penampungan ke separator, 101-P13A/B: pompa sealing oil ke 101- P6A/B/C, 101-P16A/B: pompa chemical system ( untuk filming ) dari drum injeksi ke 101-T1 dan 101-T3.

10.Instrument

Instrumentasi pengukuran proses merupakan bagian terpenting dalam suatu sistem pengendalian proses (sistem kontrol proses), khususnya dalam industri pengolahan migas.

3.1.2 Flow diagram

Crude dipompakan dengan pompa P1A/B dengan temperature ± 40 o C kemudian melewati E1A/B dimana crude masuk melalui tube dan didalam shell terdapat produk kerosene/reflux kerosene sebagai media pemanasnya kemudian melewati E2 dimana crude masuk melalui shell dan didalam tube terdapat produk ADO sebagai media pemanas kemudian melalui E3A/B/C/D/E/F dimana crude masuk melalui tube dan didalam shell terdapat produk LSWR sebagai media pemanasnya dan kemudian masuk ke D1(desalter) untuk menghilangkan kadar air dan garam mineral pada crude lalu crude masuk ke E3G/H/I/J melalui tube dan didalam shell terdapat produk LSWR sebagai media pemanas dengan temperature outletnya ±212 o C/215 o. Kemudian crude tersebut melewati HEATER/FURNACE(pemanas utama) H1/2/3/4 dengan fuel oil dan fuel gas dengan temperature out late 330 o C kemudian masuk ke kolom fraksinasi T1dengan menggunakan steam untuk mengangkat fraksi-fraksi ringan yang mempunyai 24 tingkatsebagai tempat pemisahan minyak bumi

kondensat dari 101-D7, 101-P12: pompa buangan minyak/air dari bak penampungan ke separator, 101-P13A/B: pompa sealing oil
berdasarkan titik didihnya menggunakan steam untuk mengangkat fraksi ringan ditop produk mulai menguap pada temperature 160

berdasarkan titik didihnya menggunakan steam untuk mengangkat fraksi ringan ditop produk mulai menguap pada temperature 160 o C,middle produk mulai menguap pada temperature 260 o C,dan bottom produk pada temperature 330 o C kemudian top produk masuk kolom fraksinasi T3 yang mempunyai 26 tingkat untuk memisahkan antara produk naptha dan kerosene, naphta akan menguap pada temperature 110 o C kemudian dilakukan pendinginan menggunakan cooler dan media pendinginnyafin fan yang akan masuk kedalam D-2. Pada D-2 Terjadi pemisahan, naphtha dan gas.yang akan masuk ke D-3 untuk kembali dilakukan pemisahan. Naphtha di pompakan dengan P2A/B untuk di dinginkan menggunakan Cooler (fin-fan) E7A/B dan kemudian masuk ke Tank Product. Produk kerosene yang berada pada middle T1 kemudian dipompakan oleh pompa P.8.A/B/C menuju T3 untuk dilakukan pemurnian ,dari bottom T3 produk kero ini dipompakan oleh P.3.A/B melewati E1B dan juga didingikan menggunakan Cooler(fin-fan) E9 kemudian masuk ke Tank

Product .produk ADO dari kolom stripper( T2B) dengan temperature 260 o C dipompakan oleh pompa P.4.A/B/C melewati E2 sebagai media pemanas untuk crude oil dan juga menurunkan temperature pada produk ADO kemudian didinginkan menggunakan cooler(fin fan ) E.7.A/B dan melewati E.4A dan kemudian masuk ke Tank Product . produk residue dari bottom T1 dengan temperature 330 o C dialirkan oleh pompa P.6.A/B/C ke E.3.A/B/C/D/E/F/G/H/I/J untuk menurunkan temperature produk residue dan juga sebagai media pemanas untuk crude oil,dan didinginkan dengan Box Cooler (E.10.A/B/C) kemudian masuk ke Tank Product.

berdasarkan titik didihnya menggunakan steam untuk mengangkat fraksi ringan ditop produk mulai menguap pada temperature 160
3.2 Instalation & Tank Yard (IT&Y) Dalam proses pengilangan minyak bumi di perlukan fasilitas penampungan,,perpipaan dan

3.2 Instalation & Tank Yard (IT&Y)

3.2 Instalation & Tank Yard (IT&Y) Dalam proses pengilangan minyak bumi di perlukan fasilitas penampungan,,perpipaan dan

Dalam proses pengilangan minyak bumi di perlukan fasilitas penampungan,,perpipaan dan sarana distribusi (pengapalan .Hal ini

bertujuan untuk kelancaran operasi penyaluran dan penimbunan . Di kilang Sungai Pakning sebagai pengelolanya adalah bagian ITY.Tugas- tugas bagian ini adalah:

  • 1. Menampung minyak mentah

  • 2. Mempersiapkan dan melayani kebutuhan crude oil untuk umpan CDU.

  • 3. Menampung produk-produk hasil pengolahan CDU.

  • 4. Menyalurkan dan melaksanakan pengapalan minyak produk.

  • 5. Mengembalikan minyak sludge dari separator ke tanki slop.\

3.2 Instalation & Tank Yard (IT&Y) Dalam proses pengilangan minyak bumi di perlukan fasilitas penampungan,,perpipaan dan
 Tabel Daftar Tangki

Tabel Daftar Tangki

 Tabel Daftar Tangki
3.3 Utilities

3.3 Utilities

3.3 Utilities
Utilities adalah sarana penunjangdalam proses pengolahan minyak menjadi produk-produknya. Produk yang di hasilkan di bagian Utilities
Utilities adalah sarana penunjangdalam proses pengolahan minyak menjadi produk-produknya. Produk yang di hasilkan di bagian Utilities
Utilities adalah sarana penunjangdalam proses pengolahan minyak menjadi produk-produknya. Produk yang di hasilkan di bagian Utilities
Utilities adalah sarana penunjangdalam proses pengolahan minyak menjadi produk-produknya. Produk yang di hasilkan di bagian Utilities

Utilities adalah sarana penunjangdalam proses pengolahan minyak menjadi produk-produknya. Produk yang di hasilkan di bagian Utilities selain untuk kepentingan dalam proses pengolahan minyak juga digunakan untuk kepentingan dilingkungan Pertamina Sungai Pakning. Secara Oprasional sarana dan fasilitas yang ada meliputi:

  • 1. Tersedia pembangkit tenaga listrik

  • 2. Ketel uap (Boiler)

  • 3. Tersedia air bersih

  • 4. Tersedia air pendingin

  • 5. Tersedia udara bertekanan

Utilities adalah sarana penunjangdalam proses pengolahan minyak menjadi produk-produknya. Produk yang di hasilkan di bagian Utilities
3.3.1 Peralatan-peralatan di Utilities A. Boiler Boiler merupakan alat pemanas feed yang berupa air untuk menghasilkan
  • 3.3.1 Peralatan-peralatan di Utilities

  • A. Boiler

Boiler merupakan alat pemanas feed yang berupa air untuk menghasilkan steam yang berguna bagi operasi kilang.

  • B. Compressore

Compressore

berfungsi

memampatkan

udara untuk

menghasilkan instrument air/udara kering dan plant air/udara basah

yang berguna produksi kilang.

  • C. Deaerator Dearator berfungsi sebagai pemanasan awal untuk meghilangkan kadar O 2 (oksigen) dalam feed air boiler yang dapat menyebabkan korosi.

  • D. Cooling Tower

Coling

tower

merupakan

alat

pendingin

air

yang

menggunakan udara yang dibantu dengan menggunakan Fan.

  • E. Clearator

Clearator

merupakan

alat yang

berfungsi

untuk

pengendapan flake fake yang ada terdapat di air.

  • F. Gas Turbine Generator dan Genset Emergency

Gas

Turbine

Generator

berfungsi

sebagai sebagai

pembangkit tenaga listrik yang berguna untuk menunjang operasi kilang dan perumahan. Genset emergency berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk keadaan emergency.

  • G. Trafo Distribusi Trafo distribusi merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam penyaluran tenaga listrik dari gardu distribusi ke konsumen.

    • 3.3.2 PreWater

PreWater adalah unit dan tahapan proses yang diperlukan untuk menyediakan air umpan boiler yang memenuhi standard spesifikasi yang diperlukan, mulai dari :

  • A. WIS (Water Intake Sungai Dayang)

3.3.1 Peralatan-peralatan di Utilities A. Boiler Boiler merupakan alat pemanas feed yang berupa air untuk menghasilkan
Sungai Dayang merupakan sumber Raw Water Intake (air baku) yang digunakan sebagai feed di Water Treatment

Sungai Dayang merupakan sumber Raw Water Intake (air

baku) yang digunakan sebagai feed di Water Treatment Plant. Adapun tahapan yang dilalui air water intake yaitu :

air dari Sungai secara gravity ke water pond melalui pintu air yang

telah di beri jaring kawat sebagai penyaring sampah.

  • B. WTP(Water Treatmen Plant) WTP merupakan unit pengolahan yang mengolah air dari Sungai Dayang yang mengandung suspended solid,komponen tinggi yangmenjadi air bersih sehinggga layak digunakan untuk kilang dan perumahan:

Adapun tahapan yang dilalui di WTP ini antara lain:

  • a) Raw Water Pond Merupaakan bak penampungan air baku yang berasal dari

Sungai Dayang.pada bak ini terjadi pengendapan lumpur.

  • b) Bak flokuator Dari Raw water Pond air dialirkan ke bak flokuator menggunakan pompa dan diinjeksikan 3 macam chemical yaitu Caustic Soda (NaOH),AlumuniumSulfat (Al2(SO4)3) dan Berdzerbon Untuk mengikat flok-flok menjadi gumpalan sehingga lebih mudah menguap.

  • c) Sedimentasi Air dari flokuator akan mengalir ke bak sarang tawon untuk

pengendapan .

  • d) Filter

Air dari sedimentris dialirkan ke filter untuk mendapatkan

air yang lebih bersih.

  • e) Clear Water Pond Dari filter,air bersih ditampung ke bak clear water pond untuk di alirkan ke WDcPAdapun Chemical yang harus di make up pada unit water Treatment Plant setiap 8 jam ,sebagai berikut:

Caustc Soda( NaOH) yang bertujuan untuk menaikan air menjadi 4-4,5.

pH

Sungai Dayang merupakan sumber Raw Water Intake (air baku) yang digunakan sebagai feed di Water Treatment
 Aluminium Sulfat (AL2(SO4)3) bertujuan untuk koagulasi  dan menurunkan impurities dalam air yang berupa padatan

Aluminium Sulfat (AL2(SO4)3) bertujuan untuk koagulasi

dan menurunkan impurities dalam air yang berupa padatan melayang. Berdzerbon /Dukem 890 bertujuan untuk mengikat padatan melayang sehingga mempermudah proses pengendapan.

  • C. WDCP(water Decolorizing Plant) Merupakan unit pengolahan air WTP dengan menaikkan pH dari 4,5 manjadi 7 mengunakan injeksi Caustic Soda. Adapun Tahapan yang dilalui di WDcP antara lain :

Clearator / Sedimentasi Air dari WTP sebelum masuk ke Clearator diinjeksikan chemical NaOH, sehingga pH air naik dari 4,5 ke 7,0

Bak Koagulasi Merupakan bak peampungan air dari clearator untuk proses pengendapan. Bak Jeruji Air dari bak koagulasi akan keluar dari bak jeruji shingga kotoran-kotoran kecil akan tersangkut di bak jeruji tersebut. Dari bak jeruji air dialirkan ke Sand Filter.

Sand Filter Intermediate Pond

 

Air

dari sand

filter

masuk ke intermediate pond / bak

penapungan sementara.

Vessel Dari intermediate pond air dialirkan ke vessel.Pada bak air

ini disaring lagi menggunakan campuran carbon aktif agar air benar benar bersih.

Bak Drinking Dari vessel air ditampung di bak drinking. Dari bak ini air

dialirkan ke Tanki, untuk feed cooling tower, perumahan, ke

 Aluminium Sulfat (AL2(SO4)3) bertujuan untuk koagulasi  dan menurunkan impurities dalam air yang berupa padatan
Kapal, Kilang dan BFW menggunakan pompa.Air Bersih ke perumahan di injeksikan kaporit bertujuaan sebagai Disinffectan /

Kapal, Kilang dan BFW menggunakan pompa.Air Bersih ke perumahan di injeksikan kaporit bertujuaan sebagai Disinffectan / membunuh bakteri dan lumut yang terkandung dalam air.

Disamping

ituWDcP

juga

menghasilkan

air

minum

untuk

perumahan menggunakan REVERSE OSMOSIS SYSTEM, yang memanfaatkan filter dan membrane khusus untuk penyulingan air.

  • D. BFW (Boiler Feed Water) Air dari WDcP dialirkan ke Tank-15 sebagai BFW. Kotoran yang ditemukan dalam boiler tergantung pada kualitas air umpan yang tidak diolah, Proses pengolahan yang digunakan dan prosedurpengoperasian Boiler. Sebagai aturan umum, semakin tinggi tekanan operasi boiler akan semakin besar sensitifitas terhadap kotoran.

  • E. Deaerator Gas-gas yang terkandung dalam air, seperti O 2 dan CO 2 yang dapat menimbulkan pengkaratan dihilangkan dengan menggunakan deaerator. Chemical yang dipakai di deaerator yaitu :

NaOH (Caustic Soda) untuk menaikkan pH BFW menjadi 9,5

Na 3 PO 4 12H 2 O (Trisodium Phospate) untukmelunakkan dan

mengikat unsur padat seperti logam Ca, Mg, Na. Tritak H-35 untuk mengikat dan menghilangkan kadar O 2 yang

terkandung dalam BFW Reitak M-8085 untuk menetralkan keasaman dalam air boiler

Kapal, Kilang dan BFW menggunakan pompa.Air Bersih ke perumahan di injeksikan kaporit bertujuaan sebagai Disinffectan /
4.1 Laboratorium BAB IV TUGAS KHUSUS

4.1 Laboratorium

BAB IV TUGAS KHUSUS

4.1 Laboratorium BAB IV TUGAS KHUSUS
4.1 Laboratorium BAB IV TUGAS KHUSUS
4.1 Laboratorium BAB IV TUGAS KHUSUS
Laboratorium Operasi Kilang adalah salah satu penunjang dalam industry perminyakan untuk memerikasa bahan baku dan produk.

Laboratorium Operasi Kilang adalah salah satu penunjang dalam industry perminyakan untuk memerikasa bahan baku dan produk. Laboratorium Operasi Kilang di Pertamina Sungai Pakning tugasnya meliputi :

  • 1. Analisa minyak mentah (Crude Oil) BS&W Untuk melihat kandungan SEDIMENT dan WATER dalam

crude oil.

  • 2. Analisa Produk-Produk CDU API Gravity 60 o F

Laboratorium Operasi Kilang adalah salah satu penunjang dalam industry perminyakan untuk memerikasa bahan baku dan produk.

Pengujian ini mencakup penentuan laboratorium menggunakan hydrometer kaca dalam hubungannya dengan serangkaian perhitungan dan pengkonversian nilai yang di hasilkan dari perhitungan tersebut.

Alat dan Bahan

linder 500 ml – 1000 ml

Hydrometer

Thermometer Fahrenheit

Prosedur Kerja

Persiapkan produk yang akan di analisa

Laboratorium Operasi Kilang adalah salah satu penunjang dalam industry perminyakan untuk memerikasa bahan baku dan produk.
 Masukkan produk ke dalam silinder 500 ml – 1000 ml  Masukkan alat hydrometer ke
 

Masukkan produk ke dalam silinder 500 ml – 1000 ml

Masukkan alat hydrometer ke dalam silinder yang sudah ada

produk tersebut Setelah itu masukkan thermometer

Kemudian lihat hydrometer sejajar dengan mata dan lihat suhu

Lalu di konversikan

Distilasi

 Masukkan produk ke dalam silinder 500 ml – 1000 ml  Masukkan alat hydrometer ke
Pengujian ini meliputi distiliasi produk minyak bumi dengan menggunakan alat laboratorium bets distilasi untuk menentukan kuantitatif
Pengujian ini meliputi distiliasi produk minyak bumi dengan menggunakan alat laboratorium bets distilasi untuk menentukan kuantitatif

Pengujian ini meliputi distiliasi produk minyak bumi dengan menggunakan alat laboratorium bets distilasi untuk menentukan kuantitatif

karakteristik rentang didih produk yang ada,

dengan cara pemanasan yang di

Pengujian ini meliputi distiliasi produk minyak bumi dengan menggunakan alat laboratorium bets distilasi untuk menentukan kuantitatif
hasilkan oleh alat distilasi tersebut produk menguap dan kembali menjadi fluida cair dengan warna yang lebih

hasilkan oleh alat distilasi tersebut produk menguap dan kembali menjadi fluida cair dengan warna yang lebih bagus.

Alat dan Bahan distilasi

Furnache

Silinder 100 ml

Flask 100 ml

Thermometer O C

Prosedur Kerja

Masukkan sample sebanyak 100 ml kedalamsilinder

Masukkanke flask distilasi 100 ml kedalamtemperatur.

Masukkanflask kealatdistilasi(pasangdenganbenar ) dan

letakkan silinder kosong ketempat penyalur. Hidupkan heater danatur regulator ,tunggusampai IBP tetesan

minyak pertama dan temperature catat hasilnya. 5% s/d 95%

dan end pointnya.

Flash Point

hasilkan oleh alat distilasi tersebut produk menguap dan kembali menjadi fluida cair dengan warna yang lebih
Temperatur saat bahan bakar akan menghasilkan api (terbakar) jika dikenai sumber api. Namun demikian, kondisi tersebut
Temperatur saat bahan bakar akan menghasilkan api (terbakar) jika dikenai sumber api. Namun demikian, kondisi tersebut

Temperatur saat bahan bakar akan menghasilkan api (terbakar) jika dikenai sumber api. Namun demikian, kondisi tersebut hanya bertahan beberapa saat saja. Setelah timbul api, maka api akan mati dalam waktu

Temperatur saat bahan bakar akan menghasilkan api (terbakar) jika dikenai sumber api. Namun demikian, kondisi tersebut
yang cepat, hal ini disebabkan karena kondisi tersebut belum cukup untuk membuat bahan bakar bereaksi untuk

yang cepat, hal ini disebabkan karena kondisi tersebut belum cukup untuk membuat bahan bakar bereaksi untuk menghasilkan api lagi (api yang kontinu). Dan flash point terbagi menjadi dua yaitu, flash point ABEL dan Pmcc. Flash point ABEL di gunakan untuk menganalisa produk KEROSENE (minyak tanah) sedangkan flash point Pmcc untuk produk ADO (solar) dan RESIDUE.

Alat dan Bahan

Abel Flash Point & PMCC Flash point

Thermometer F O & C O

Cup

Pemetik api

Prosedur Kerja

Flash point Pmcc

Isikan sampel kedalam mangkok sampai tanda batas yang ada

dalam mangkok. Temperatur mangkok dan sampel tidak boleh melebihi 17°C

dibawah flash pointperkiraan. Tempatkan mangkok pada alat, pasangkan thermometer dan

pengaduk, atur kenaikan panas 5 – 6°C /menit, pengadukan 90 - 120 rpm, diameter api 3.2 - 4.8 mm Arahkan api pencoba mulai dari 23 ±5°C dibawah flash point

perkiraan dengan interval 1°C, untuk flash point dibawah 110°C, dan interval 2°C untuk flash point diatas 110°C. mengarahkan api pencoba pengadukan dihentikan sesaat

Catat temperatur titik nyala, sewaktu ada penyambaran yang terang.

Flash point ABEL

On-kan power switch.

Letakkan cup yang berisi produk.

Buka kran gas dan hidupkan api pencoba.

Panaskan water bath dengan kenaikan suhu 2 - 2,5 °F / menit.

yang cepat, hal ini disebabkan karena kondisi tersebut belum cukup untuk membuat bahan bakar bereaksi untuk
 Lakukan analisa hingga didapat flash point-nya.  VISKOSITAS Untuk menentukan ukuran kekentalan suatu fluida yang

Lakukan analisa hingga didapat flash point-nya.

VISKOSITAS

 Lakukan analisa hingga didapat flash point-nya.  VISKOSITAS Untuk menentukan ukuran kekentalan suatu fluida yang

Untuk menentukan ukuran kekentalan suatu fluida yang menunjukkan besar kecilnya gesekan internal fluida. Viskositas fluida berhubungan dengan gaya

gesek antarlapisan fluida ketika satu lapisan bergerak melewati lapisan yang lain.

Tabel 4.1 Spesifikasi Lengkap Analisa Product

 Lakukan analisa hingga didapat flash point-nya.  VISKOSITAS Untuk menentukan ukuran kekentalan suatu fluida yang
BAB V Kesimpulan dan Saran
BAB V Kesimpulan dan Saran

BAB V Kesimpulan dan Saran

BAB V Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan  Kilang ini memiliki kapsitas 50.000 barrel/day  Jumlah tanki penampungan 22  Produk –produk

Kesimpulan

Kilang ini memiliki kapsitas 50.000 barrel/day Jumlah tanki penampungan 22 Produk –produk kilang RU II SPK (Naphtha,Kerosene,ADO,LSWR) PT.Pertamina (Persero) mengemban tugas negara untuk mengusahakan dan mengembangkan sumber daya alam minyak ,gas,dan panas bumi

,berdasarkan pada landasan UU No 22 Tahun 2001 dan PP No 31 Tahun

2003

Unit pengolahan (Refinery Unit)minyak dan gas bumi yang dikelola oleh pertamina terbagi atas 6 lokasi RU II Dumai dan Sei Pakning (RIAU) ,RU III Plaju dan Sungai Gerong (Sumatera Selatan),RU IV Cilacap (Jawa Tengah),RU V Balik Papan (Kalimantan Timur), RU VI Balongan (Jawa Tengah), RU VII Kasim(Papua Barat) RUII Sei Pakning di bangun pada tahun 1968 oleh Refining Associeter(canada) Ltd atau Refican dan selesai pada tahun 1969. API Gravity 60 o F berguna Untuk mengetahui kandungan air yang terdapat

 

dalam produk.

DISTILASI

berguna

untuk

menentukan kuantitatif dan karakteristik

rentang didih produk. FLASH POINT berguna untuk menentukan suhu dimana api menyala

dalam sekejap.

Saran

Saran kami untuk perusahaan ini,agar perusahaan ini lebih meningkatkan kedisiplinan kepada para pekerjanya,dan kami berharap pada tahun berikutnya

Kesimpulan  Kilang ini memiliki kapsitas 50.000 barrel/day  Jumlah tanki penampungan 22  Produk –produk
sekolah kami SMK N 2 PEKANBARU dapat PKL lagi di perusahaan ini,karena perusahaan ini termasuk perusahaan

sekolah kami SMK N 2 PEKANBARU dapat PKL lagi di perusahaan ini,karena perusahaan ini termasuk perusahaan yang cocok untuk jurusan kami yaitu jurusan teknik kimia industri,dan dengan adanya pertamina ini kami berharap jika kami lulus dari sekolah nanti kami dapat bekerja di perusahaan ini ,karena setidaknya kami sudah memiliki pembekalan bila bekerja disini. Sekian saran dari kami ,lebih dan kurangnya mohon maaf,dan kami mengucapkan terimaksih kepada para pembimbing yg telah mengajarkan kami selama tiga bulan ini.

.

sekolah kami SMK N 2 PEKANBARU dapat PKL lagi di perusahaan ini,karena perusahaan ini termasuk perusahaan