Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Pengumpulan Data
a. Identitas pasien
Nama : Tn J
Umur : 17th
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku : Bugis
Alamat : Dusun Sejahtera Kec. Sui Kakap
Pekerjaan : Tidak bekerja
Tanggal masuk : 27 Maret 2014
Tanggal pengkajian : 27 Maret 2014
Diagnosa medis : Skizofrenia paranoid
b. Identitas penanggung jawab
Nama : Tn F
Umur : 43th
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Hubungan dengan pasien : Orang tua pasien
2. Riwayat Kesehatan
a. Alasan masuk rumah sakit
Klien dibawa ke rumah sakit jiwa karena klien mengamuk,
menendang-nendang barang, menghadang kendaraan yang lewat,
tidak punya rasa takut, ngomel-ngomel terus.
b. Riwayat sebelum sakit
Klien menunjukkan tanda-tanda kelainan jiwa kurang lebih 1 tahun,
klien menunjukkan tanda-tanda yang tidak wajar, klien mengurung
diri, tidak mau berkomunikasi, aktivitas harian masih bisa dilakukan,
setelah diam lama, klien ngomel-ngomel sendiri, pernah dibawa ke
dokter spesialis kesehatan jiwa, minum obat tetapi tidak dikontrol lagi.
Kurang lebih 10 hari yang lalu pasien diam. Mengurung diri, aktivitas
masih seperti biasa. 3 hari yang lalu klien mengamuk, menendang-
nendang barang, menghadang kendaraan yang lewat, tidak punya rasa
takut, ngomel-ngomel terus. Pada usia 9 tahun, klien pernah dijewer
dan dimarahi gurunya karena tidak bisa menghafal doa Qunut.

3. Pemeriksaan Fisik
a. Tanda-tanda vital:
TD : 110/70 mmHg
N : 90 x/m
RR : 20 x/m
S : 37,5 oC
b. Keluhan fisik
Klien merasa badan panas dan gerah, wajah merah, gerakan dada naik
turun, mata menatap tajam melotot, klien terlihat marah ngomel-
ngomel terus, otot-otot tangan terlihat jelas. Klien difiksasi dengan
menggunakan kain di kedua tangannya.
4. Psikososial
a. Genogram

Keterangan :

: Laki-laki

: Laki-laki meninggal

: Perempuan

: Perempuan meninggal

: Pasien

: Tinggal dalam satu rumah


b. Konsep diri
1) Gambaran diri
Klien tidak bisa menilai dirinya.
2) Identitas diri
Klien seorang lelaki yang mempunyai sifat pendiam.
3) Peran diri
Klien sebagai anak pelajar kelas 2 SMP.
4) Ideal diri
Klien belum bisa menilai.
5) Harga diri
Klien belum bisa menilai.

5. Status Mental
a. Pembicaraan
Pembicaraan klien kacau, tidak terfokus dan kasar, pembicaraan klien
juga berpindah-pindah dari satu kalimat ke kalimat lain.
b. Aktivitas motorik
Klien menunjukkan gerakan hiperaktif, mondar-mandir.
c. Alam perasaan
Klien merasa gelisah dan khawatir dengan kondisinya sendiri yang
tidak diinginkan.
d. Afek
Afek klien tidak sesuai yaitu emosi yang tidsk sesuai atau
bertentangan dengan stimulus yang ada.
e. Proses pikir
Klien mengalami kehilangan asosiasi yang ditunjukkan dengan
pembicaraan klien yang tak ada hubungan antara satu kalimat dengan
kalimat lainnya dan klien tidak menyadarinya.
f. Tingkat kesadaran
Klien tampak bingung

g. Kemampuan penilaian
Klien mengalami penilaian bermakna yaitu tidak mampu mengambil
keputusan walaupun dibantu orang lain misalkan untuk memakai baju
saja klien harus dipaksa.

6. Kebutuhan Pasien
Klien mampu makan dan minum sendiri, klien mau mandi sendiri, klien
kadang juga bersih-bersih rumah dan membakar sampah. Klien tidur
hanya 5-6 jam sehari.

7. Mekanisme Koping
Klien biasanya diam atau menyendiri jika sudah tidak tahan biasanya
klien bicara teriak-teriak dan mengamuk.

8. Masalah Psikososial
Klien adalah anak pertama dan sudah pernah bekerja tetapi sekarang klien
sudah tidak bekerja lagi. Setelah bapaknya meninggal ekonomi keluarga
tidak ada yang bertanggung jawab, adik-adiknya masih pada sekolah.

9. Aspek Medik
Diagnosa medik : Skizofrenia paranoid
Terapi medik : CPZ 2 x 100 mg
TFP 2 x 5 mg
THP 2 x 2 mg
Analisa Data

NO. DATA FOKUS MASALAH


1. DS: - Resiko mencederai diri, orang
lain dan lingkungan.
- Keluarga mengatakan kurang lebih 3 bulan
sebelumnya klien bicara kacau dan teriak-teriak, klien - Perilaku kekerasan.
mengamuk jika keinginan tidak dipenuhi
- Klien membunuh ayahnya 1 bulan yang lalu
- Keluarga mengatakan klien biasanya diam atau
menyendiri jika sudah tidak tahan biasanya klien bicara
teriak-teriak dan mengamuk
- Klien memecahkan genteng, kaca enternit di tahanan
DO :
- Klien wajahnya merah, dada gerakan naik turun, mata
menatap tajam
- Klien menunjukkan gerakan kegelisahan, duduk
seperti tidak nyaman
- Klien tampak bingung, sering mondar mandir,
berteriak-teriak seperti ingin melukai orang.
C. Rencana Asuhan Keperawatan

D. E. F. DIAGNOSA G. INTERVENSI H. IMPLEMENTASI I. EVALUASI


O H KEPERAWATAN KEPERAWATAN KEPERAWATAN
A
R
I
/
T
G
L
J. K. N. Resiko mencederai diri, Q. Tujuan: 1. Membina hubungan saling percaya T. S :
R. Klien tidak
. K orang lain dan lingkungan dengan klien dan keluarga dengan
mencederai diri, orang lain - Klien mengatakan
a berhubungan dengan cara memperkenalkan diri.
dan lingkungan . memang dirinya harus
kekerasan/amuk.
m
S. Intervensi: 2. Memberikan lingkungan yang marah karena kondisinya
i O. DS:
aman bagi klien dengan mengajak - Klien mengatakan ingin
s - Bina hubungan saling percaya
L.- Keluarga mengatakan klien dan keluarga ke ruang periksa sembuh tidak minum obat
dengan klien dan keluarga.
2 kurang lebih 3 bulan - Beri lingkungan yang aman bagi dan menjauhkan benda-benda lagi karena uangnya bisa
sebelumnya klien bicara kacau tajam. untuk kebutuhan yang lain
dan teriak-teriak, klien klien. 3. Mengobservasi tingkah laku klien - Keluarga mengatakan
7
mengamuk jika keinginan - Beri kesempatan pada klien untuk terkait dengan perilaku kekerasan klien telah membunuh
/
tidak dipenuhi mengungkapkan perasaannya. dengan observasi. bapaknya.
3
/- Klien membunuh - Identifikasi penyebab perilaku 4. Mengidentifikasi bersama dengan U. O :
ayahnya 1 bulan yang lalu kekerasan klien. klien dan keluarga tentang - Muka klien merah,
1
4- Keluarga mengatakan - Observasi tingkah laku klien terkait penyebab perilaku kekerasan klien dada naik turun, mata
M. klien biasanya diam atau dengan perilaku kekerasan. dengan tehnik wawancara. melotot, muka menghadap
menyendiri jika sudah tidak - Kaji status mental yang terkait 5. Mengidentifikasi bersama klien kedepan terus
tahan biasanya klien bicara dengan perilaku kekerasan dan dan keluarga tentang cara untuk V. A :
teriak-teriak dan mengamuk periksa fisik klien. menyalurkan kemarahan sehingga - Perilaku kekerasan b.d
- Klien memecahkan - Diskusikan dengan keluarga tidak terjadi perilaku kekerasan. harga diri rendah
genteng, kaca enternit di tentang kondisi klien dirumah. 6. Memberikan pendidikan kesehatan W.P :
tahanan - Identifikasi pada klien dan keluarga pada keluarga tentang manfaat - Rawat inap
P. DO : tentang cara klien menyalurkan minum obat dan kontrol secara - Terapi sesuai dengan
- Klien wajahnya merah, kemarahan. rutin. advis dokter
dada gerakan naik turun, mata - Kolaborasi dengan dokter untuk 7. Mengkolaborasikan dengan dokter
menatap tajam pemberian terapi medik. untuk pemberian terapi dan
- Klien menunjukkan keputusan untuk rawat inap.
gerakan kegelisahan, duduk
seperti tidak nyaman
- Klien tampak bingung,
sering mondar mandir,
berteriak-teriak seperti ingin
melukai orang.
X.