Anda di halaman 1dari 6

Muhammad Akmal Putera

2.4. Gaya Getaran pada Sistem Spring-Mass


Pada Gambar 2.6 menunjukan bahwa fondasi yang ideal memiliki sistem
sederhana pada spring-mass. Berat Fondasi ditunjukan dengan W dan Spring
ditunjukan dengan k. Gaya alternatif pada fondasi ditunjukan dengan
persamaan Q0 sin (t+ ). Persamaan yang dihubungkan dengan motion
dapat di sederhanakan sebagai berikut :

Maka masukan persamaan z = A1 sin (t+ ) sebagai solusi pada


persamaan (2.23) (A1 = konstan) hasil dari subsitusi persamaan 2.23 sebagai
berikut :

Gambar 2.6 Gaya getar pada sistem mass-spring

Solusi lainnya dari persamaan 2.23, sebagai berikut :

Jika sudah melakukan subsitusi persamaan diatas maka dapat dinyatakan


dengan gaya yang berkerja pada fungsi sistem getar atau vibratory system
( asumsikan ) maka :

1
Muhammad Akmal Putera

Atau

Bagaimanapun Q0/k = zs = Static Deflection. Jika salah satu 1/(1 w2/


w 2n ) sama dengan M [sama dengan magnification factor

atau A1/ (Q0/k)], sehingga persamaan 2.33 :

Variasi dari magnification factor yang terdapat di alam ditunjukan dengan M


yaitu jelasnya terdapat pada gambar 2.7a. Jika magnification factor
mendekati nilai tak terhingga digambarkan dengan /n = 1, hal itu disebut
dengan resonance condition.
Maka gunakanlah LHopitals rule,

Atau

2
Muhammad Akmal Putera

Gambar 2.7 Gaya getar pada sistem mass-spring : (a) variasi dari magnification
factor dengan /n ; (b) variasi dari displacement dengan waktu saat terjadi
resonansi = n.

Dimana zmax = maksimum displacement, jika nilai zmax displacement sudah


mencapai batas maka sangat berbahaya pada fondasi. Variasi alam terhadap
z/zs dengan perbandingan waktu terhadap kondisi resonansi dapat ditunjukan
dengan gambar 2.7.

Gaya Maksimum dalam bagian Subgrade Fondasi

Nilai gaya maksimum dan minimum dalam bagian subgrade fondasi


ditunjukan dengan waktu pencapaian pada amplitude yaitu nilainya
maksimum. Ketika m dan n = 1,2,3 ...

3
Muhammad Akmal Putera

Maka persamaan dapat di simplifikasi dengan cara sebagai berikut :

Jika ingin mencari nilai maksimum dari zmax , lakukan determinasi pada Gaya
dinamik sehingga menghasilkan persamaan sebagai berikut :

Jadi,

Sehingga terdapat nilai gaya pada subgrade diantara batas varian.

2.5. Getaran Bebas dengan Rendaman Viscous?


Dashpot merupakan bentukan dari cara meredam sebuah getaran pada tanah
dengan karakteristik tertentu, serta memiliki koefisien sama dengan c . Serta
memiliki 3 kriteria kondisi sebagai berikut :
1. Jika c/2m > k /m , bentukan dari bilangan negatif, dan digunakan
pada saat redaman berlebih atau overdamped.
2. Jika c/2m = k /m , r = - c/2m. digunakan pada saat kondisi
redaman kritis atau critical damping.
Maka :

3. Jika c/2m < k /m , akar persamaan sebagai berikut :

Pada kejadian underdamping, maka digunakan persamaan damping ratio ,


sebagai berikut :

- Untuk overdamped condition ( D > 1 ) maka ;

4
Muhammad Akmal Putera

Atau

Dari persamaan diatas dapat dihubungkan pada nilai variasi (z) dari
displacement yang terdapat pada gambar 2.8a.
Nilai konstan pada A3 dan A4 persamaan 2.52 menunjukan initial condition,
jika t = 0, displacement = z = z0 dan kecapatan = dz/dt = maka kondisi
batasnya dapat dihitung dengan persamaan berikut :

- Untuk critically damped condition ( D = 1 ) maka ;

- Untuk underdamped condition ( D < 1 ) maka ;

Dimana ;

Efek dari peredeman adalah merendahkan nilai getaran terhadap waktu. Maka
perlu dilakukan evaluasi dari merendahnya getaran terhadap waktu, dengan T
sebagai periode getaran, maka persamaan sebagai berikut :

Jika ratio dari redaman bernilai kecil maka persamaan sebagai berikut :

5
Muhammad Akmal Putera

Gambar 2.8 Getaran bebas pada sistem mass-spring-dashspot ; (a) overdamped


case ; (b) critically damped case ; (c) underdamped case