Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

MATERI MEDIKA DAN TERAPI

KLASIFIKASI TANAMAN

NAMA : RUTH GABRYELLA

STAMBUK : 13 15 097

KELAS : B PENGULANGAN

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI

STIFA-PELITA MAS

PALU

2016
BROTOWALI
(Tinospora crispa (L.) Hook F. & T)

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super divisi : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping du/dikotil)
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Ranunculales
Famili : Menispermaceae
Genus : Tinospora
Spesies : Tinospora crispa (L.) Hook F. & T

Deskripsi Tanaman

Tumbuh di daerah berketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Tumbuh merambat


dan hidup subur di daerah tropis. Berupa perdu memanjat, melingkar dan merambat
dengan akar tunggang. Tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking,
berbintil-bintil rapat dan tidak beraturan seperti batang sirih, lunak, berair, yang
rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai panjang (bisa mencapai 16 m), berbentuk
seperti jantung atau agak bundar seperti telur dengan ujung meruncing (lancip),
panjang 7-12 cm, lebar 5-10 cm. Bunga brotowali termasuk jenis bunga tidak
sempurna karena tidak memiliki bagian- bagian bunga yang lengkap dan berukuran
kecil. Termasuk bunga mejemuk tandan, letaknya menggantung. Bunga jantan
bertangkai pendek, mahkota berjumlah 3 helai, kelopak berjumlah 6 dan warna
bunga hijau muda atau putih kehijauan. Tanaman brotowali memiliki buah yang
berkumpul dalam tandan. Warna buahnya merah muda. Bratawali juga dapat
diperbanyak dengan stek.

Kandungan Kimia:

Tanaman ini kaya kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina
yang terkandung di akar dan batang) yang dipercaya mampu membunuh bakteri pada
luka, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin,
palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).

Kegunaan:
1. Membantu penyembuhan luka
Penggunaan brotowali dalam hal penyembuhan luka adalah dengan menumbuk
beberapa lembar daun brotowali lalu ditempelkan pada luka. Selain itu, mencuci luka
dengan rebusan batang brotowali juga dapat menyembuhkan luka.
2. Menyembuhkan penyakit kulit:
Tumbuk beberapa lembar daun brotowali, campur manfaat belerang dan manfaat
minyak kelapa ke dalam tumbukan. Lalu mengoleskan pada daerah yang terkena
scabies. Lakukanlah hal ini secara teratur
3. Mengobati diabetes
Cara pengobatannya adalah dengan rutin mengkonsumsi ramuan rebusan batang
brotowali, daun sambiloto, serta daun kumis kucing sebanyak 2 kali dalam sehari
untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
4. Menurunkan demam
Caranya adalah dengan mengkonsumsi hasil rebusan batang brotowali yang telah
dicampur dengan madu. Madu berfungsi untuk mengurangi rasa pahit dari air
rebusan tersebut.
5. Menyembuhkan sakit kuning (hepatitis)
Rutin mengkonsumsi gelas hasil rebusan batang brotowali yang telah ditambahkan
dengan madu. Lakukanlah hal ini sebanyak dua kali sehari.

TOMAT
(Solanum lycopersicum L.)

Klasifikasi:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus : Solanum
Spesies : Solanum lycopersicum L.

Deskripsi Tanaman:

Tumbuhan tomat memiliki 2 buah akar, si air tunggang yang menembus ke


dalam tanah sedangkan si akar sabut yang menyebar di permukaan tanah dangkal..
Selain itu batang tanaman tomat juga bisa dikatakan unik, batang ini bentuknya segi
empat hingga bulat. Batang yang berwarna hijau ini memiliki bulu lembut atau halus
dan di antaranya terdapat rambut kelenjar. Tanaman tomat juga memiliki bunga yang
ukurannya relatif kecil yaitu berdiameter sekitar 2 cm dan berwarna kuning.
Sedangkan kelopak bunganya berwarna hijau yang ada pada bagian pangkal bunga
berjumlah 5 buah. Ada juga mahkota bunga yang ada di dalam bunga tomat. Buah
yang dimiliki tanaman tomat sangat bervariasi karena mereka terbentuk karena
varietesnya. Daunnya juga berwarna hijau bertangkai dengan panjang sekitar 36
cm. Bentuknya oval, tepi daunnya bergerogi dan ada celah menyerip agak
melengkung ke dalam.

Kandungan Kimia:

Buah tomat mengandung banyak sekali gizi salah satunya adalah likopen. Likopen
adalah senyawa yang memberikan warna merah p[ada buah tomat, berperan sebagai
senyawa antioksidan, dapat mengurangi kolesterol dan juga dapat melindungi tubuh
dari kanker terutama kanker prostat pada pria. Zat pada tomat adalah protein, lemak,
vitamin ( A,B1, B2, B3, dan C), fosfor, kalsium, besi, kalium, atrium, serat dan air.

Kegunaan:

1. Mencerahkan kulit
siapkan satu atau dua potong tomat segar, iris ukuran cukup tebal. Gunakan tiap
irisan untuk menggosok wajah secara merata. Dalam seminggu lakukan rutin setiap
hari agar memberikan hasil maksimal, kulit tampak bersinar dan sehat.
2. Menghilangkan jerawat
Selain Vitamin A dan C, tomat juga mengandung banyak asam yang dapat
menghilangkan jerawat dan mengatasi kulit ruam kemerahan. Pada kondisi jerawat
yang kecil, Anda hanya perlu menggosokkan potongan tomat segar pada wajah atau
bisa juga dijadikan masker selama satu jam.
3. Mencegah kerusakan sel
Konsumsi setidaknya 16 miligram likopen yang terdapat dalam tomat setiap harinya.
Setelah makan siang, ganti minuman bersoda Anda dengan jus tomat yang lebih
menyehatkan.
4. Memutihkan kulit tubuh
Bersihkan kulit dengan membasuhnya dengan air. Campurkan 1 sendok teh oatmeal,
yoghurt, dan 2 sendok teh tomat yang sudah ditumbuk halus. Oleskan bahan
campuran pada wajah, leher, dan bagian kulit tubuh lain yang diinginkan. Diamkan
selama 20 menit sebelum dibersihkan.

BANDOTAN
(Ageratum conyzoides L.)

Klasifikasi:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum conyzoides L.
Deskripsi Tanaman:
Bandotan adalah herbal tahunan yang tumbuh sekitar 60 cm tinggi dan menghasilkan
bunga-bunga pink kecil di bagian atas batang berbulu nya. Daun bertangkai, letaknya
saling berhadapan dan bersilang (composite), helaian daun bulat telur dengan
pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi. Batang bulat berambut panjang,
jika menyentuh menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Bunga kecil berwarna
putih keunguan. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil.

Kandungan Kimia:
Bandotan mengandung senyawa bioaktif termasuk flavonoid, alkaloid, cumarins,
minyak esensial, chromenes, benzofurans, terpenoid dan tanin. Kandungan kimia
dari tanaman ini adalah asam amino, organacid, minyak terbang coumarin,
ageratochromene, friedelin, betasitosterol, stigmasterol, potassium chlorida.

Kegunaan:
1. Sakit telinga tengah akibat radang
Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras
dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4
kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.
2. Luka berdarah, bisul, eksim
Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus.
Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam
sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.
3. Bisul, borok
Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi
basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat
yang sakit, lalu balut dengan perban.
4. Rematik
Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal
nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai
bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur
kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan
selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali
sehari.
5. Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak karena memar
Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu
gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3
kali sehari.

KERSEN
(Muntingia calabura L.)

Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Trachebionta
Superdivision : Spermatophyta
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Subclass : Dilleniidae
Order : Malvales
Family : Elaeocarpaceace
Genus : Muntingia L.
Species : Muntingia calabura L.

Deskripsi Tanaman:

Kersen tergolong pohon kecil hingga sedang, tinggi mencapai 12 m, pohon


kebanyakan berupa perdu yang besar, batang kadang lurus, bebas cabang relative
penek, pangkal batang biasanya sedikit berbanir. Daun letak berseling mendatar,
bentuk lanset, ujung runcing, ukuran daun 1-4 x 4-14 cm, permukaan bawah berbulu.
Bunga dalam berkas berisi 1-3 kuntum, terletak di ketiak sebelah atas daun,
bertangkai panjang, berkelamin dua, mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik,
putih tipis, benangsari berjumlah banyak 10 sampai lebih 100 belai. Buah kersen
termasuk buah buni bertangkai, bentuk bulat, warna buah masak merah, diameter 1-
1,5 cm. Biji terdapat di dalam daging seperti pasir, dalam buah terdapat beberapa
ribu biji yang kecil.

Kandungan Kimia:
100 gram daun kersen antara lain air (77,8 gram), protein (0,384 gram), lemak (1,56
gram), karbohidrat (17,9 gram), serat (4,6 gram), abu (1,14 gram), kalsium (124,6
mg), fosfor (84mg), besi (1,18 mg), karoten (0,019g), tianin (0,065g), riboflavin
(0,037g), niacin (0,554 g) dan kandungan vitamin C (80,5 mg) nilai energi yang
dihasilkan adalah 380KJ/100 gram.

Kegunaan:

1. Dengan mengkonsumsi buah kersen atau meminum air rebusan daun kersen
secara rutin setiap hari, dipercaya dapat mengobati penyakit diabetes.
2. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi
buah kersen secara rutin setiap hari sampai tekanan darah kembali normal, karena
buah kersen mengandung kalium yang dapat membantu menstabilkan tekanan
darah tinggi. Selain itu, dengan kembali normalnya tekanan darah maka dapat
menurunkan resiko terkena stroke akibat tekanan darah yang terlalu tinggi.
3. Buah kersen juga ternyata dapat meningkatkan kesehatan mata, hal ini
dikarenakan tingginya kandungan vitamin A dan betakaroten yang terdapat pada
buah kersen sehingga daya penglihatan akan tetap terjaga.
4. Menjaga kesehatan kesehatan kulit dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi
buah kersen, karena buah kersen mengandung vitamin C yang dapat mencegah
timbulnya tanda penuaan. Sehingga kulit akan tampak awet muda dan bersih
bersinar.
5. Membantu menurunkan berat badan juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi
buah kersen secara rutin, karena buah kersen mengandung karbohidrat yang
cukup sehingga dapat menahan lapar lebih lama.

KEJI BELING
(Strobilantes crispus BI.)

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Sub divisi : Dicotyledonae
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales
Bangsa : Solanales
Famili : Acanthaceae
Genus : Strobilanthes
Spesies : Strobilantes crispus BI.

Deskripsi Tanaman:
Tumbuhan keji beling mudah berkembang biak pada tanah subur, agak terlindung
dan di tempat terbuka. Hidupnya di ketinggian tempat 1 -1.000 m di atas permukaan
laut dengan curah hujan tahunan 2.500 mm- 4.000 mm/tahun, Batang beruas, bentuk
bulat, berbulu kasar, percabangan monopodial, hijau. Daun tunggal, berhadapan, lanset atau
lonjong, tepi beringgil, ujung meruncing, pangkal runcing. Bunga Majemuk, bentuk bulir,
Buah bulat, coklat. Biji bulat, kecil, pipih, coklat. Akar tunggang, coklat muda

Kandungan Kimia:
Kalium, kalsium, natrium, ferum, fosforus, asam silikat, tannin, alkaloida,
saponin, flavonoida, polifenol, glikosida dan terdapat juga vitamin C, B1 dan B2.

Kegunaan:
1. Kencing kurang lancer
Ambil daun keji beling segar sebanyak 25 gram, dicuci bersih lalu direbus
dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring kemudian diminum
sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.
2. Batu kandung kencing
Ambil segenggam daun keji beling dan 1 tongkol jagung muda, cuci sampai
bersih. Setelah itu direbus dengan 2 liter air sampai tersisa 1 liter. Setelah dingin
disaring, lalu diminum. Lakukan pada pagi dan sore hari, masing -masing 1/2
gelas.
3. Batu ginjal
Ambil daun keji beling sebanyak 50 gram, meniran segar 7 batang, dan daun
ungu 7 lembar. Dicuci sampai bersih kemudian direbus dengan 4 gelas air sampai
menjadi 2 gelas. Setelah itu dinginkan dan saring. Diminum 3 kali 2/3 gelas per
hari.
4. Sembelit
Ambil 1/2 genggam daun keji beling segar, cuci bersih lalu direbus dengan 2
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
5. Diabetes Mellitus
Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar dimakan sebagai lalapan setiap hari
dan dilakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang manis-manis.