Anda di halaman 1dari 11

Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan

Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah


Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

KERANGKA ACUAN KERJA


PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERENCANAAN
FEASIBILITY STUDY (FS) INTERKONEKSI JARINGAN PIPA
AIR BERSIH BAWAH LAUT
ANTAR PULAU DI KAB. FLORES TIMUR

I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak
sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi, baik pemerintah daerah
maupun pemerintah pusat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu
penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang mana diharapkan
dengan keterseiaan air minum dapat meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, dan dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat,
sehingga dapat terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, penyediaan prasarana dan saranna air minum menjadi
salah satu kunci dalam pengembangan ekonomi wilayah.

Flores Timur sebagai salah satu kabuaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur
masih rendah dalam cakupan layanan air bersih. Berdasrkan data Badan
Statistik Kab. Flores Timur Tahun 2010 masih penduduk Kab. Flores Timur
hanya 67,24% yang menggunakan mata air terlindung dalam kualitas
hidup sehat. Hal ini disebabkan karena :
1. Kab. Flores Timur merupakan kabupaten kepulauan, karena terdapat
pulau-pulau kecil yang menjadi wilayah kabupaten
2. Kondisi geografis dan topografi sumber air (mata air) dengan
permukiman penduduk yang menyulitkan layanan air bersih
3. Ketersediaan sumber air tanah yang terbatas
4. Tingginya biaya operasional listrik desa yang menggunakan
generator disebabkan harga bahan bakar minyak yang tinggi.

Menilik dari permasalahan tumpang tindihnya progam pengembangan


sarana dan prasarana air minum dimasa lampau, memberikan suatu
pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara sistemik.
Disisi lain kondisi geografis, topologis dan geologis dan juga aspek sumber
daya manusia yang berbeda disetiap wilayah indonesia, menyebabkan

Hal. 1 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

ketersediaan air baku dan kondisi pelayanan air minum yang berbeda
dapat memberikan implikasi penyelenggaran SPAM yang berbeda untuk
masing masing wilayah. Untuk itu dibutuhkan suatu konsep dasar yang
kuat guna menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat sesuai
dengan tipologi dan kondisi daerah tersebut.

Dari permasalahan yang timbul, pemerintah daerah Kab. Flores Timur


mengambil kebijakan dan bertekad untuk meningkatkan program
pelayanan air bersih/ air minum kepada masyarakat dengan menggunakan
sistem interkoneksi jariingan pipa air bersih bawah laut.

I.2. Dasar Hukum


Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan nasional;
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan
Sistem Penyediaan Air Minum;
Permen PU Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM);

I.3. Maksud dan Tujuan


Kegiatan Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau di Kab. Flores Timur ini dimaksudkan untuk meningkatkan
cakupan layanan ketersediaan air bersih/ air minum bagi masyarakat demi
peningkatan kualitas hidup sehat.

Tujuan dari kegiatan Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air
Bersih Bawah Laut Antar Pulau di Kab. Flores Timur adalah :
1. Melakukan studi kelayakan pada sistem penyediaan air bersih/ air
minum melalui jaringan pipa air bersih bawah laut
2. Studi kelayakan ini mencakup kajian tehadap analaisa dampak
lingkungan, budaya masyarakat, ekonomi dan aspek sosial
masyarakat lainnya terkait dengan pembangunan jaringan pipa air
bersih bawah laut antar pulau.

Hal. 2 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

II. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Organisasi Pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan
Kegiatan Belanja Jasa Konsultansi Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan
Pipa Air Bersih Bawah Laut Antar Pulau di Kab. Flores Timur Tahun Anggaran
2015 ini adalah Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi Kabupaten
Flores Timur sebagai pengguna jasa.

III.PENDANAAN
Penyusunan Belanja Jasa Konsultansi Feasibility Study (FS) Interkoneksi
Jaringan Pipa Air Bersih Bawah Laut Antar Pulau di Kab. Flores Timur Tahun
Anggaran 2015 berada pada Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan
Energi Kabupaten Flores Timur yang bersumber dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Kabupaten Flores Timur Tahun Anggaran 2015.

IV. RUANG LINGKUP


IV.1. Ruang Lingkup Pekerjaan
Lingkup kegiatan yang dilaksanakan berpedoman pada ketentuan teknis
yang berlaku. Ruang lingkup kegiatan adalah sebagai berikut :
a. Melakukan kajian mengenai :
- Kelayakan ekonmi untuk memperoleh gambaran mengenai manfaat
yang akan diperoleh.
- Kelayakan finansial untuk memperoleh gambaran mengenai aspek
pembiayaan pelayanan air minum.
- Kelayakan lingkungan untuk memperoleh gambaran mengenai
dampak negatif dari pembangunan sistem jaringan air minum.
b. Melakukan identifikasi kondisi kota / kawasan untuk mengetahui
karakter, fungsi strategis dan konteks regional / nasional kota /
kawasan perencanaan melalui kegiatan investigasi dan
mengumpulkan data data dan peta yang mencakup :
- Data mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana
Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) kawasan yang menjadi target
perencanaan.
- Data data klimatologi (iklim), geologi dan hidrologi.

Hal. 3 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

- Data data kependudukan (demografi, aspek sosial, budaya dan


ekonomi).
c. Melakukan review / kajian terhadap sistem eksisting atau sistem yang
sudah ada untuk merumuskan dan memperoleh gambaran yang
diperlukan dalam upaya perencanaan.
d. Mengidentifikasi daerah rencana pelayanan dan jenis prasarana yang
tepat dengan melakukan kajian terhadap :
- Identifikasi jenis sumber air baku, termasuk kualitas dan kuantitas
- Identifikasi potensi pencemar ( terutama air limbah dan
persampahan ) disekitar sumber air baku potensial.
- Kondisi topografi.
- Tingkat pemakaian air secara umum berdasarkan kebutuhan
manusia untuk kehidupan sehari hari dengan mengumpulkan data
mengenai jumlah penduduk dan tingkat konsumsi air.
- Melaksanakan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL ).
e. Merumuskan ketetapan mengenai sumber air dan jalur transmisi
alternatif, batasan batasan wilayah pelayanan, beserta komponen
komponennya, batasan wilayah studi beserta komponen
komponennya, batas wilyah proyek.
f. Menentukan solusi teknis perencanaan yang akan diterapkan dengan
melakukan kajian yang mendalam terhadap unsur unsur
perencanaan beradasarkan pendekatan solusi, metode dan teknologi
yang sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat yang
mencakup :
- Penentuan jenis bangunan pengambil air baku, yang ditentukan
berdasarkan analisis terhadap lokasi penempatan, keamanan
bangunan terhadap daya dukung alam dan gangguan alam ( banjir,
longsor, gempa, rembesan dan lain lain), dimensi bangunan yang
mempertimbangkan kebutuhan harian maksimum, karakteristik
sumber air baku dan bahan / material yang akan digunakan .
- Unit produksi, yang ditentukan berdasarkan kajian terhadap kualitas
dan kuantitas sumber air baku untuk air minum.
- Unit distribusi (perpipaan dan perpompaan), yang ditentukan
berdasarkan analisis terhadap kapasitas dan persyaratan teknis,

Hal. 4 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

lokasi penempatan / jalur perpipaan dan perpompaan, topografi dan


elevasi, , aspek tekanan hidrolis dan debit maksimum harian.
- Unit pelayanan, yang ditentukan berdasarkan cara pelayanan air
minum, jumlah unit pelayanan, kapasitas produksi dan jumlah jiwa
yang akan dilayani.
g. Menyusun program dan investasi pengembangan jangka pendek,
jangka menengah dan jangka panjang, rencana pengembangan
kelembagaan, rekomendasi langkah langkah penguasaan dan
pengamanan sumber air baku, serta rencana tindak lanjut studi
kelayakan.

IV.2. Data dan Fasilitas Penunjang


a. Penyediaan data dan fasilitas penunjang oleh pengguna jasa :
Data dokumen administrasi yang diperlukan dalam penyusunan perijinan
dengan pemerintah daerah setempat / instansi teknis lainnya. Fasilitas
lain dari pengguna jasa yang dapat digunakan oleh penyedia jasa pada
prinsipnya tidak tersedia atau lebih lanjut jika memungkinkan dapat
diusulkan oleh penyedia jasa.
b. Penyediaan fasilitas penunjang oleh penyedia jasa :
Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan
peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaannya. Segala fasilitas dan peralatan yang dipergunakan harus
ditetapkan tentang prosedur pengadaannya.

Alih pengetahuan. Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka


penyedia jasa harus mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi dan
seminar terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam rangka
alih pengetahuan kepada staf yang terkait dengan pelaksanaan
pekerjaan.

V. PENDEKATAN DAN METODOLOGI


V.1. Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan
Penetapan proses kerja <metodologi> dalam KAK ini dimaksudkan untuk
memberikan kemudahan dan kelancaran penyelanggara kegiatan secara
efektif, efeisien, ekonomis dan tertib serta sesuai dengan tanggung jawab.

Hal. 5 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

a. Sebelum memulai pekerjaan, konsultan berkewajiban untuk :


Membuat dan menyusun program kerja studi.
Memeriksa dan menghimpun data di lapangan dan melakukan
penyelidikan yang terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
dalam pekerjaan ini.
b. Konsultan wajib menyampaikan dan menyajikan laporan sesuai
dengan jadwal yang telah ditetapkan.
c. Hasil studi berupa dokumen sesuai dengan studi yang dilakukan.
V.2. Metode Pendekatan
Pada dasarnya metode pendekatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini adalah :
1. Metode Pengumpulan Data dan Analisa Data
Data yang dikumpulkan dan analisa data baik primer maupun sekunder
yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan dalam tahap analisa
data.
Tahap Persiapan Pada tahap pendahuluan ini dilakukan persiapan
pelaksanaan yang menyangkut program kerja <alur pekerjaan dan
jadwal>, penyusunan instrumen pendataan <kuisioner, peralatan,
bahan, dan tenaga>.
Tahap Pengumpulan Data
Pada tahap pengumpulan data primer dilakukan survey lapangan
terhadap kawasan perencanaan. Melakukan pengumpulan data
sekunder dari institusi terkait seperti pemerintah daerah, perguruan
tinggi, lembaga masyarakat, maupun pihak swasta.
Tahap kompilasi dan pemrosesan data
Tahap analisa dan justifikasi potensi dan permasalahan.
Tahap penyusunan skenario <alternatif konsep>.
Tahap penyusunan kesimpulan dan rekomendasi kelayakan <lokasi,
ekonomi, sosial-budaya, lingkungan, teknis teknologi>.
2. Metode Analisa
Metode analisa adalah menguraian secara persial dan terinci atas
berbagai masalahan yang ada, baik permasalahan fisik maupun non
fisik, untuk kemudian mencari alternatif solusinya secara parsial dan

Hal. 6 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

terinci pula.
3. Metode Sintesa
Metode sintesa adalah mengaitkan (mensintesakan) problem dan
solusi hasil analisa yang ada untuk mendapatkan alternatif rancangan
yang optimal, terpadu dan komprehensif.

V.3. Sistem Pelaksanaan Pekerjaan


1. Tahap Awal Dan Pelaksanaan Pekerjaan
a. Konsultan wajib meninjau dan meneliti langsung lokasi dan lahan
untuk mengadakan penelitian pada lokasi lahan perencanaan.
b. Konsultan bertanggung jawab atas kebenaran hasil penelitian yang
disajikan.
c. Konsultan wajib mengadakan komunikasi dan konsultasi baik
dengan pemberi tugas maupun instansi teknis yang terkait dengan
studi yang dilaksanakan.
d. Segala saran dan usul yang diajukan hendaknya dapat
dilakukan/dikemukaan dalam forum rapat dan surat tertulis.
e. Segala keputusan dan perubahan baru berlaku bila diputuskan
dalam rapat dan diberikan secara tertulis oleh pemberi tugas.
f. Konsultan wajib hadir apabila pihak pemberi tugas menghendaki.
g. Persetujuan mengenai dokumen, terutama dalam segi teknis oleh
pemberi tugas bukan berarti tanggung jawab atas apa yang telah
dikerjakan oleh pihak konsultan.

2. Tahap Konsultasi dan Legalisasi


Secara periodik <sesuai dengan time schedule>, konsultan wajib
melakukan konsultasi dengan pemberi tugas <owner> atau kepada tim
teknis yang telah ditunjuk mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas :
a. Tahap konsultansi dan target penyusunan laporan hendaknya sudah
dijelaskan dalam program kerja yang disusun oleh pihak konsultan.
b. Selama proses kegiatan survey di lapangan dan rencana
penggunaan peralatan dan lain sebagainya, konsultan harus
senantiasa melakukan konsultasi dan koordinasi dengan tim teknis
maupun instansi yang terkait.

Hal. 7 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

c. Proses legalisasi dokumen harus mengacu kepada ketentuan


perundangan yang berlaku.

VI. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Pelaksanaan kegiatan Belanja Jasa Konsultansi Feasibility Study (FS)
Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah Laut Antar Pulau di Kab. Flores
Timur Tahun Anggaran 2015 ini diperkirakan memerlukan waktu 4 (empat)
bulan kalender.

VII. TENAGA AHLI


Untuk melaksanakan tugasnya, konsultan harus menyiapkan tenaga
professional dalam jumlah yang cukup dan memenuhi persyaratan yang
ditinjau dari lingkup proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan.
Tenaga profesional tersebut ialah personel berlatar belakang pendidikan
Sarjana <S1> berpengalaman menangani pekerjaan. Tenaga ahli yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah :
Tenaga Ahli dan Assisten Tenaga Ahli
Tenaga Pendukung.
Penyedia jasa konsultansi perencanaan diharuskan menyediakan tenaga
ahli menurut kualifikasi, klasifikasi dan senioritasnya, pengalaman sesuai
bidangnya dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang
mempunyai akreditasi disamakan dan mempunyai pengalaman cukup
sesuai yang disyaratkan.
Membuat Riwayat Hidup (Curriculum Vitae) Tenaga Ahli yang harus
ditulis/diketik dan diteliti dengan benar, ditanda-tangani oleh yang
bersangkutan, diketahui oleh Pimpinan Perusahaan dan dilampiri foto
copy ijazah (S1) yang dipergunakan sebagai dasar untuk perhitungan
pengalaman kerja.
Membuat Surat Pernyataan Kesediaan untuk ditugaskan oleh
perusahaan, yang bermaterai cukup dan dilampirkan dalam Dokumen
Usulan Teknis.

Hal. 8 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

Mobilisasi Personil Konsultan Perencana dapat disesuaikan dengan


kebutuhan fisik selama kegiatan pelaksanaan pembangunan.

Penyedia jasa konsultansi perencana diharuskan mampu merinci


penggunaan tenaga, baik Tenaga Ahli maupun Tenaga Pendukung serta
membuat Struktur Organisasi Penyedia Jasa Konsultansi. Adapun susunan
tenaga yang dibutuhkan meliputi :

No JUMLA KUALIFIKASI/
KLASIFIKASI
. H PENGALAMAN
1. Tenaga Ahli Lingkungan Ahli (S2, min. 10 tahun
1
pengalaman)
2. Tenaga Ahli Kelautan dan Geo 1 Ahli (S1, min. 10 tahun
Survey pengalaman)
Tenaga Ahli Sumber Daya Air 1 Ahli (S1, min. 10 tahun
3.
pengalaman)
4. Tenaga Ahli Sipil Ahli (S1, min. 10 tahun
1
pengalaman)
5. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Ahli (S1, min. 10 tahun
1
pengalaman)
6. Tenaga Ahli Kelembagaan Ahli (S1, min. 10 tahun
1
pengalaman)
7. Ass. TA. Lingkungan Ass. TA. (S1, min. 5 tahun
1
pengalaman)
8. Ass. TA. Kelautan dan Ass. TA. (S1, min. 5 tahun
1
Geosurvey pengalaman)
9. Ass. TA. Sipil Ass. TA. (S1, min. 5 tahun
1
pengalaman)
10. Ass. TA. Sosial EKonomi Ass. TA. (S1, min. 5 tahun
1
pengalaman)
11. Surveyor 10 Min. D3, 5 Tahun pengalaman
12. Operator Komputer/ Drafter 2 Min. D3, 5 Tahun pengalaman
13. Sekretaris/ Administrasi 1 Min. D3, 3 Tahun pengalaman

VIII. KELUARAN
Sesuai dengan latar belakang, ruang lingkup, tujuan dan sasaran dalam

Hal. 9 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

kerangka acuan ini, maka keluaran yang diharapkan dari Feasibility Study (FS)
Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah Laut Antar Pulau di Kab. Flores
Timur ini adalah tersusunnya dokumen studi kelayakan <feasibility study>.

IX. PELAPORAN
Laporan yang harus disajikan oleh Konsultan meliputi materi dan sajian
sebagai berikut ini :
1. Laporan Pendahuluan, merupakan suatu apresiasi terhadap pekerjaan
yang memuat :
a. Kajian awal terhadap kondisi dan lingkup studi;
b. Tahapan pelaksanaan dan metodologi analisis yang akan diterapkan;
c. Jadwal dan Rencana kerja serta Rencana pengumpulan data lapangan
yang akan dilakukan;
d. Diserahkan selambat-lambatnya 2 minggu setelah penandatanganan
kontrak
e. Dibuat dalam 10 (sepuluh) rangkap.

2. Laporan Antara, adalah merupakan laporan kemajuan pekerjaan tahap


kedua yang memuat :
a. Rincian data yang diperoleh;
b. Hasil evaluasi, analisis awal terhadap kondisi eksisting;
c. Diserahkan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah
penandatanganan kontrak;
d. Dibuat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap.

3. Laporan Konsep Akhir


Laporan ini berisikan kajian teknis, kajian social - ekonomi dan keuangan,
kebutuhan dukungan pemerintah, analisa resiko, tinjauan lingkungan
awal, rencana pengelolaan dan pemeliharaan, prakiraan anggaran biaya
kegiatan, tinjauan keuangan termasuk kajian tarif dan kelayakan
keuangan serta kesimpulan dan rekomendasi.
Laporan ini diserahkan 3 (tiga) bulan setelah kontrak ditandatangani dan
hasilnya digandakan sebanyak 10 (lima belas) eksemplar.

4. Laporan Akhir, merupakan laporan kemajuan pekerjaan tahap terakhir

Hal. 10 dari 11
Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan
Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa Air Bersih Bawah
Laut Antar Pulau
Di Kabupaten Flores Timur

yang merupakan penyempurnaan draft akhir setelah dilaksanakan proses


ekspose dengan tim teknis. Laporan Akhir mencakup :
a. Memuat tentang hasil analisa <mengidentifikasi potensi dan
permasalahan> kelayakan
b. Diserahkan selambat-lambatnya 3,5 (tiga setengah) bulan setelah
penandatanganan kontrak.
c. Dibuat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap.

5. Seluruh Laporan hasil kegiatan pekerjaan ini di copy kedalam Compact


Disk sebanyak 10 (sepuluh) keping

X. PEMAPARAN, ASISTENSI DAN DISKUSI


Pada setiap selesainya produk Feasibility Study (FS) Interkoneksi Jaringan Pipa
Air Bersih Bawah Laut Antar Pulau di Kab. Flores Timur akan diadakan suatu
pertemuan antara Konsultan, Pemberi Tugas dan unsur lainnya (Tim Teknis)
untuk membahas hasil pekerjaan yang telah dicapai dan penambahan data
yang diperlukan bagi tahapan berikutnya. Tahapan perubahan ini sudah
termasuk dalam waktu pelaksanaan yang diajukan oleh Konsultan.

Hal. 11 dari 11