Anda di halaman 1dari 23

DESAIN AQUASCAPE

LAPORAN
PROYEK USAHA MANDIRI ( PUM )

Oleh :
NORBERTUS TAHUMUSU MANGU
1423811033

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI BUDIDAYA PERIKANAN


JURUSAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI
KUPANG
2017
LEMBARAN PENGESAHAN

JUDUL : DESAIN AQUASCAPE


NAMA : NORBERTUS TAHUMUSU MANGU
NIM : 1423811033
JURUSAN : TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
PROGRAM STUDI : TEKNOLOGI BUDIDAYA PERIKANAN

Laporan PUM ini Telah Disetujui dan Disahkan Pada Tanggal Seperti Tertera Di Bawah ini :

Kupang, Januari 2017

Mengetahui : Menyetujui :
Koordinator PUM Dosen Pembimbing PUM

Joi A. Surbakti, SP., Msi YUSUF KAMLASI, S.Pi., M.Si


NIP. 19781016 200812 1 001 NIP. 19790626200812 1 003

Mengesahkan :
Ketua Jurusan TPH

Micha S. Ratu Rihi, SP., M.Si


NIP. 19740320 200212 002
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepadaTuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Proposal Proyek Usaha Mandiri
ini.Selama penyusunan dan penulisan proposal PUM ini, penulis banyak mendapat dorongan,
sumbangan pikiran, tenaga dan waktu dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan
limpah terimah kasih kepada:
1. Micha S. Ratu Rihi,SP.,M.Si selaku Ketua Jurusan TPH.
2. Yusuf Kamlasi, S.Pi.,M.Si selaku Ketua Program Studi TBP dan selaku Pembimbing PUM
3. Joi A. Surbakti, SP.,M.Si selaku Koordinator PUM
4. Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan sumbangan pikiran.
Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, Oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak
demi kesempurrnaan proposal ini.

Kupang, Januari 2017

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN..................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN....................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2. Tujuan ..................................................................................................... 2
1.3. Manfaat................................................................................................... 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................ 3
BAB III. METODE PELAKSANAAN.................................................................. 4
3.1. Waktu ...................................................................................................... 4
3.2. Alat dan Bahan........................................................................................ 4
3.3. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan................................................................. 6
3.4. Prosedur Pelaksanaan.............................................................................. 6
BAB IV. ASPEK PEMASARAN............................................................................ 8
4.1. Pasar Sasaran dan Wilayah Pemasaran .................................................. 8
4.2. Strategi Pemasaran.................................................................................. 8
BAB V. PEMBAHASAN......................................................................................... 9
5.1. Aspek Produksi....................................................................................... 9
5.2 Aspek Keuangan.................................................................................... 16
5.3. Biaya Variabel ........................................................................................ 16
5.4. Analisis Biaya.......................................................................................... 16
5.5. Analisi Biaya........................................................................................... 17
5.6. BEP......................................................................................................... 17
BAB VI. PENUTUP................................................................................................ 18
6.1. Simpulan................................................................................................. 18
6.2. Saran........................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 19
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Proyek Usaha Mandiri (PUM) merupakan sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang
telah dipelajari pada mata kuliah yang sebelumnya. Proyek Usaha Mandiri adalah salah satu
kegiatan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa semester V Program Studi Teknologi
Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
Aquascape adalah seni mengatur tanaman air, batu karang, koral dan kayu apung
secara alami dan indah di dalam akuarium sehingga memberikan efek seperti berkebun di
bawah air. Komponen utama aquascape adalah berbagai macam tanaman air dan ikan.
Selain dua komponen tersebut, aquascape bisa dibuat dengan tanaman saja tanpa ikan, atau
hanya dengan batu atau komponen lain tanpa ada tanaman. (Johan,2015)
Banyak faktor yang harus seimbang dalam ekosistem dari sebuah akuarium untuk
memastikan keberhasilan terciptanya sebuah keindahan dari seni aquascape. Faktor-faktor
ini meliputi penyaringan (filtrasi), mempertahankan kadar karbon dioksida (CO2) pada
tingkat yang cukup untuk mendukung fotosintesis bawah air, substrat dan pemupukan,
pencahayaan, dan kontrol alga (Lumut) (Adi, 2011). Desain aquascape sendiri mencakup
sejumlah gaya yang berbeda-beda.
Manfaat aquascape diantaranya menciptakan kesejukan di dalam rumah, memberi
ketenangan dan menghilangkan stres. Aquascape juga memberikan sensasi menikmati
keindahan taman dan ikan hias di dalam akuarium. Aquascape saat ini tengah populer dan
bisa menjadi hobi baru untuk mengisi waktu luang. Dengan meletakkan aquascape di salah
satu sudut rumah akan memberikan suasana yang khas di dalam rumah karena jernih air,
pantulan cahaya lampu, dan beragam jenis tanaman di dalamnya serta ikan menjadikannya
sangat indah di pandang (Riki, 2012).
Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, keindahan dan kesehatan
menjadi dua hal yang semakin disadari manfaatnya bagi kualitas hidup sehat. Berbagai
aspek kehidupan dikembangkan dengan berorientasi pada dua hal ini. Kesehatan dan
keindahan memiliki kaitan yang erat. Keindahan mampu menghadirkan perasaan senang,
tenang, dan harmonis pada perasaan seseorang. Perasaan yang dihadirkan oleh keindahan
sangat menunjang kesehatan baik pikiran maupun fisik seseorang secara signifikan karena
mampu menekan stres yang menjadi faktor utama menurunnya kondisi fisik. Riki,(2012)
Praktisi aquascape biasanya menata beberapa jenis tanaman yang memiliki warna
daun, ukuran, dan tekstur beraneka ragam yang ditampilkan sama seperti taman bunga yang
seringkali ditemui di darat. Gaya ini dikembangkan di Belanda dimulai pada 1930-an,
seiring dengan makin tersedianya peralatan tanaman yang dijual secara komersial (Taufik
Widjaja, 2013).
Nusa Tenggara Timur terdapat banyak perusahaan-perusahaan, rumah sakit, hotel,
rumah makan, dan kantor yang memiliki lobby atau ruang tunggu. Tempat-tempat tersebut
merupakan tempat yang berpotensi memerlukan sebuah aquascape sebagai penghias. Selain
menambah keindahan ruangan, aquascape juga merupakan produk ekseklusif yang mampu
meningkatkan prestige dari perusahaan tersebut. Aquascape belum terkenal dikalangan
masyarakat sehingga jarang ditemukan. Seiring berkembangnya waktu aquascape
berkembang semakin pesat dan memiliki peluang terbesar dalam dunia bisnis. Produk
aquascape adalah produk yang tidak semua orang menyukai atau hanya orang-orang tertentu
saja yang mau membeli, biasanya dari kalangan hobis.
Perkembangan dan penggemar aquascape di kota Kupang sangat sedikit karena
baru mengenal keindahan tanaman didalam wadah yang berukuran kecil (akuarium) dan
kurangnya pengetahuan untuk melatih dan mencoba hal yang baru di temukan dalam
mendesain taman yang indah didalam aquarium. Akan tetapi di kota kupang sudah di
kembangkan dan menemukan bagaimana cara untuk mendesain taman yang ada didalam
akuarium . Seperti yang ada di kota kupang saat ini misalnya pengusaha aquascape yang
ada di TDM, LIPPO, serta di OEBA.
1.2 Tujuan
Adapun Tujuan dari Laporan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini adalah :
1. Merancang dan membuat Aquascape .

2. Membangun spirit kewirausahaan bagi mahasiswa agar mampu berwirausaha melalui


produksi aquascape, sampai dengan analisis usaha dan Mendapat keuntungan
3. Menghitung analisa biaya ekonomi pembuatan aquascape.
4. Memperkenalkan aquascape untuk kalangan masyarakat.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari Laporan kegiatan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini adalah:
1. Mahasiswa mampu mengamalkan dan berwirausaha melalui proyek usaha mandiri ini
dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
2. Sebagai salah satu persyaratan sebelum mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), PUM
juga diharapkan mampu memberikan tambahan ilmu pengetahuan, keterampilan,
pengalaman dalam melaksanakan dan mengevaluasi suatu usaha di bidang pertanian
secara ekonomis dan mandiri.
3. Sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh didalam
perkuliahan budidaya perikanan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Aquascape


Aquascape dimulai di Negeri Jepang. Dan berasal dari negeri sakura. Pada tahun
1990, seni aquascape ini diperkenalkan oleh Takashi Amano yang berasal dari Jepang. Takasi
Amano adalah seorang pencinta aquarium. Yang membuat seni aquascape menjadi sebuah
seni menata aquarium yang terkenal di seluruh dunia. Ia juga menjadi seorang aquascaper
yang paling berpengaruh di dunia. Teknik aquascape Takashi Amano ini meniru sebuah
pemandangan alam yang ada di Jepang dengan gaya susuna aimetris yang relatif. Teknik dan
gaya aquascape seperti ini menjadi teknik yang paling disukai dan digunakan oleh para
aquascaper yang lain. Beberapa spesies tanaman yang unik dan sesuai dengan
karakteristiknya, batu serta kayu apung yang bagus dijadikan perpaduan yang menarik dan
pemilihan yang tepat oleh Takashi Amano yang kemudian banyak ditiru oleh sebagian besar
aquascaper yang mengagumi beliau. Salah satu konsep yang paling terkenal dan banyak
digunakan yaitu konsep estetika yang dinamakan konsep Jepang wabi-sabi. Konsep ini
menonjolkan sebuah kefanaan dan gaya minimalis dari sebuah seni aquascape.(johan
aquascape 2015)
Iwagumi adalah seorang aquascaper dari Jepang yang juga pintar menata dan
mengatur sebuah seni yang cantik pada dunia aquarium. Penempatan batu dan konsep tata
letak yang baik oleh Iwagumi menjadi sangat terkenal. Konsep tersebut memang
mencerminkan sebuah tradisi dan budaya dari Negara Jepang yang diterapkan pada
aquascape. Konsep tersebut juga sudah di dibudidayakan oleh hampir seluruh aquascaper di
seluruh dunia. Aquscape tersebut mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an. Takashi
Amano sampai membuat sebuah galeri tentang alam aquarium di Jepang. Di sana banyak
dipamerkan tanaman alam aquarium yang menarik yang bisa dipraktekan oleh para
aquascaper. (Yulianto, v. 2001)

2.2 Pengertian Aquascape


Aquascape merupakan seni menata tanaman, organisme, dan material dalam suatu
aquarium secara estetis. Biasanya, sebuah aquascape berisi ikan, batu serta tanaman air,
meskipun ada kemungkinan untuk membuat aquascape dengan tanaman air saja, atau dengan
bebatuan saja. Banyak sekali jenis tanaman air, bebatuan, dan kayu yang bisa digunakan
semuanya tergantung tema atau gaya dan selera yang akan dibuat dalam menata akuarium,
(johan,2015)
Dewasa ini permintaan akan aquascape terus meningkat khususnya pada daerah
perkotaan baik di perkantoran, hotel, penginapan, bandara dan lain sebagainya. Walaupun
demikian, produksi aquascape di Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara masih sangat
minim. Hal ini dikarenakan masih minimnya IPTEK khusunya ilmu pengetahuan mendasar
perikanan dan beberapa bidang ilmu lainnya sehingga ekosistem didalam aquascape dapat
hidup secara berkelanjutan. Penyusunan komponen sangat perlu diperhatikan
dalam aquascape sehingga dapat berjalan secara continue. Tujuan utama
dari aquascape adalah untuk menciptakan sebuah pemandangan bawah air, akan tetapi aspek
teknis pemeliharaan tanaman air juga harus dipertimbangkan. Banyak faktor yang harus
seimbang dalam sistem tertutup dari sebuah akuarium untuk memastikan keberhasilan
sebuahaquascape. Faktor-faktor ini meliputi filtrasi, mempertahankan karbon dioksida pada
tingkat yang cukup untuk mendukung fotosintesis bawah air, pemupukan, pencahayaan,
kontrol ganggang dan lain-lain.
2.3 Manfaat Aquascape
Manfaat dan dampak dari aquascape yang positif yang bisa dirasakan bagi sipemilik
maupun orang lain yang melihatnya, antara lain :
Menghilangkan rasa jenuh dan stres setelah seharian bekerja.
Membuat perasaan menjadi rileks dan tenang (terapi).
Menjadi hiburan bagi yang melihatnya
Memperindah interior ruangan.
Menghadirkan suasana sejuk didalam ruangan.
Mengajarkan ketelitian dan ketekunan dalam membangun Aquascape bagi pemiliknya.
Melatih kesabaran dan kreatifitas.
Mengajarkan tentang tanggungjawab dan pentingnya kebersihan.
Mengajarkan semangat pantang menyerah untuk mengkreasikan sesuatu menjadi lebih
baik lagi.
Menambah wawasan tentang cara membangun ekosistem bawah air.
Mengajarkan cara mengatasi masalah dan mencari solusinya.

2.4 Cara Menanam Carpet Seed Aquascape


penyemaian biji ajaib mini dwarf ini, langkah pertama siapkan alat dan bahannya
dulu :
1. Biji mini dwarf kemasan botol.

2. Tank aquarium beserta lampu dan filter.

3. Media tanam pasir malang, pupuk dasar tidak wajib.

4. Semprot burung.

5. Kantong plastik.

6. Gelang karet.

7. Tusuk gigi.

Setelah alat dan bahan komplit kita masuk tahap penyiapan media tanaman, media
tanam saya menggunakan campuran pasir malang dan batu bata yang sudah di hancurkan
sampai pecahan kecil-kecil gak sampai halus, lapisan pertama sebelum campuran pasir
malang dan batu bata saya kasih pupuk dasar. Kemudian ambil biji mini dwarf buka tutup
karetnya, dan ganti dengan tutup plastik menggunakan kantong plastik tadi dan ikat kantong
plastik tersebut dengan botolnya menggunakan karet gelang ikat dengan kuat, kemudian
lubangi plastik menggunakan tusuk gigi sebanyak tiga lubang. Cara penaburan seperti
menaburkan merica bubuk, kocok atau goyangkan botol biji mini dwarf diatas media tanam,
sebarkan biji sampai merata, jika penaburan dirasa sudah merata siapkan semprotan burung
dan isi dengan air, putar pengaturan ujung semprot ke pengaturan yang paling lembut
keluaran airnya, kemudian semprot biji mini dwarf yang sudah di taburkan tadi.
penyemprotan bertujuan hanya melembabkan biji, jangan sampai air menggenangi biji.
Kemudian lakukan penyinaran dengan lampu selama 6 - 8 jam / hari, dan lakukan
penyemprotan setiap pagi dan sore selama 7 hari, setelah umur 3 hari biasanya mulai ada
tanda-tanda kehidupan dan umur 7 hari sudah bisa kita genangi dengan air penuh, kemudian
kasih pupuk cair pada hari pertama penggenangan penuh aquarium, lakukan pengurasan
50% air dihari ke 2, 4, 6 dan 8 setelah penggenangan penuh.
Gambar 1. Karpet seed
2.5 Peralatan Yang Harus Disiapkan Dalam Sebuah Aquascape
Adapun alat yang digunakan untuk mendesain Aquascape, meliputi :
1. Filter
Fungsi filter disini jelas berperan penting dalam aquascape. Selain fungsi mekanik, fungsi
biologis sebagai rumah tinggal bakteri pengurai juga sangat berperan untuk menjaga
kestabilan kimia di dalam air.
2. Pasir Substrat (pasir malang)
Substrat mempunyai peran penting sebagai tempat menempelnya tanaman. Syarat utama
dari memilih substrat yang tepat adalah ukuran butiran pasir antara 2-3 mm dan tidak
mengeluarkan kandungan kimia berbahaya bagi kestabilan aquascape. Pilihan paling
aman saat ini yang dapat dipilih penghobby di Indonesia adalah pasir silica. Hanya
masalah selera warna yang putih menjadikan pasir silica tidak disukai oleh sebagian
penghobby. Beberapa jenis pasir lain yang sering kita jumpai adalah : pasir malang dan
pasir lumajang. Nama pasir malang dan pasir lumajang pun tidak menjamin barang yang
sama jika di beli di Jakarta dan Surabaya. Beberapa perusahaan khusus aquascape juga
mengeluarkan produk substrat yang bisa langsung digunakan di aquacaspe. Dengan harga
yang relatif mahal, substrat ini sudah mengandung nutrisi lengkap sehingga siap langsung
digunakan di aquascape tanpa perlu menambah pupuk di dasar substrat.
3. Ornamen Penghias
Kita bisa menggunakan ornamen apapun untuk dimasukan ke dalam aquascape dengan
syarat benda tersebut tidak melepaskan kimia yang berbahaya bagi ekosistem aquascape
itu sendiri. Umumnya, kita bisa menggunakan kayu bakau, kayu stigi, batu gunung, batu
sungai, bahkan batu untuk membangun rumah. Tidak disarankan menggunakan batu yang
mengandung kapur.
2.1 Fauna Ikan Hias
Tidak semua ikan cocok untuk aquascape,terkadang beberapa ikan malah menjadi
musuh dari aquascape. Beberapa jenis ikan untuk aquascape biasanya berukuran kecil dan
berjumlah banyak.

BAB III. METODE PELAKSANAAN

2.1 Waktu
Pelaksanaan kegiatan Proyek Usaha Mandiri (PUM) bertempat di Kost (Lasiana) dan
Laboratorium perikanan, Jurusan TPH Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada bulan
Oktober 2016 Sampai Selasai.
2.2 Alat dan Bahan
2.2.1 Alat yang digunakan dalam pembuatan aquascape adalah:
Ember
Kater
Saringan air
Gayung
2.2.2 Bahan-bahan yang digunakan adalah:
Aquarium
Pasir malang
Batu
Lampu
Kayu
Bibit tumbuhan
Pasir silika
Filter
Ikan hias
Pakan ikan
2.3 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Jadwal pelaksanaan kegiatan PUM Desain Aquscape tertera dalam tabel berikut ini:
Tabel 1. Jadwal pelaksanaan kegiatan PUM, Mendesain Aquscape.
Jenis Kegiatan Oktober November Desember
III IV I II III IV I II III IV
Penulisan
proposal
Persiapan alat
dan bahan
Produksi
Pemasaran
Penulisan
Laporan dan
ujian

2.4 Prosedur Pelaksanaan


Langkah-langkah dalam Mendesain Aqauascape :
Meletakkan akuarium ditempat yang datar .
Mencuci pasir sampai benar-benar bersih, hingga debu halus tidak terlihat lagi.
Menaburkan sebagian pasir ke dalam akuarium.
Memasukkan ornamen batu atau kayu yang telah dicuci sebelumnya. Usahakan sealami
mungkin sehingga tidak terkesan kaku.
Taburi benih tanaman air secara merata.
Mengisi akuarium dengan air sebanyak volume akuarium. Pengisian dilakukan dengan
memberikan tatakan plastik atau piring agar tidak merusak permukaan pasir serta
membuat membuat air menjadi keruh.
Mempersiapkan tanaman yang akan dipakai, dan lakukan penanaman sesuai dengan
layout yang diinginkan.
Mengisi air kembali hingga penuh dan memasang seluruh instalasi, seperti filter dan
lampu
BAB IV. PEMBAHASAN

4.1 PROSES PENGOLAHAN


Proses pengolahan atau tahapan pembuatan Aquascape Ikan Air Tawar dapat dilihat
sebagai berikut:
Siapkan akuarium sesuai ukuran yang ditentukan yaitu panjang 30 cm lebar 20
cm,tinggi 20 cm dengan ukuran kaca 5 mm. Taburkan pasir malang dan pasir silica sesuai
model gaya desain yang dibuat pada dasar akuarium, sebelum ditambahkan cuci hingga
bersih agar tidak kotor. Setelah pasir dimasukkan kedalam dasar akuarium, tambahkan batu
fosil dan akar kayu (ornament ) sesuai model desain yang akan dibuat. Setelah model desain
pasir,batu dan kayu (ornamen) sudah tersusun sesuai model desain yang dibuat, semprotkan
air pada pasir malang (substrat) sehingga substrat lembab dan taburkan benih tumbuhan air
yang dipilih secara merata pada bagian pasir malang (substrat ) sesuai model desain dan
tutup bagian atas aquascape dengan plastic sehingga mencegah penguapan yang berlebihan.
Pada saat semua desain sudah terlaksana tinggal menunggu 3-4 hari tumbuhan air (carpeat
zeat) akan hidup,agar tumbuhan hidup dengan segar dan merata maka letakkan akuarium
pada tempat yang tidak langsung terkena cahaya matahari bila perlu pasang lampu LED
sehingga membantu fotosintesis. Setelah tumbuhan air suda tumbuh dan agak kehijauan
sesuai yang diharapkan, masukkan air secara berhati-hati agar tidak merusak tanama, dan
pasangkan filter air untuk menyaring kotoran yang ada dalam aquascape. Setelah tumbuhan
air terlihat besar dan hijau sesuai hasil yang diharapkan,masukkan jenis ikan hias sesuai
yang dipilih,dan aquascape yang diharapkan tercapai sesuai keinginan.
1.
4.3 ASPEK KEUANGAN
4.3.1 Biaya Tetap
Rincian biaya tetap yang digunakan dalam kegiatan proyek usaha desain aquascape
tertera pada table 2 berikut.
Tabel 2. Biaya tetap usaha desain aquascape
No Biaya Tetap Volume Satuan Harga Jumlah/Rp
Satuan/Rp
1. Saringan air 1 Buah 5.000 5.000
2 Gayung 1 Buah 7.000 7.000
3 Cutter 1 Buah 5.000 5.000
4 Ember 1 Buah 15.000 15.000
Total biaya tetap 32.000
Berdasarkan hasil rincian biaya tetap pada table diatas menunjukan total harga
sebesar Rp.32.000
4.3.2 Biaya Variabel
Rincian biaya variabel yang digunakan dalam kegiatan usaha desain aquascape
tertera pada table 3 berikut.
Tabel 3. Biaya variabel usaha desain aquascape
N Biaya variabel Volume Satuan Harga Jumlah/
o Satuan/Rp Rp

1 Aquarium 2 Buah 75.000 150.000


2 Lampu 2 Buah 85.000 170.000
3 Pasir silika 1 Bungkus 30.000 30.000
4 Pasir malang 6 Bungkus 17.500 105.000
5 Filter 2 Buah 50.000 100.000
6 Ikan hias 8 Ekor 5.000 40.000
7 Pakan 2 Bungkus 10.000 20.000
8 Bibit tumbuhan 2 botol 100.000 200.000
9 Transportasi 2 kali 20.000 40.000
Total biaya variabel 855.000
Berdasarkan hasil rincian biaya variabel pada table diatas menunjukan total harga sebesar
Rp. 855.000

Analisis Keuntungan

a. total biaya produksi = Biaya tetap + Biaya variabel


= Rp 32.000 + Rp 855.000
= RP 887.000

b. Total penerimaan
Saya memulai bisnis ini dengan jumlah produk atau (aquarium dan ikan hias air
tawar) 2 unit aquascap dengan harga yang sama, sehingga total penerimaan dari
jumlah keseluruhan hasil penjualan produk pada satu peride tertentu yaitu dapa dirinci
harga seabgai berikut:

1. Jasa kerja aquscap 2 unit


30 cm x 20 cm x 20 cm = RP 50.000
30 cm x 20 cm x 20 cm = RP 50.000
2. Harga jual
1 unit= 30 cm x 20 cm x 20 cm = Rp 800.000
1 unit = 30 cm x 20 cm x 20 cm = Rp 800.000
Jadi 2 unit jika diasumsikan dalam jangka waktu satu bulan habis terjua/laku maka
penerimaan sebesar Rp 1.700.000

c. Keuntugan
Keuntungan adalah selisih antara hasil penjualan dengan jumlah biaya yang
dikeluarkan.
Keuntungan = penerimaan total biaya
Keuntungan = Rp.1.700.000 Rp.855.000

= Rp 845.000

d. Analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio)


Analisis R/C merupakan perbandingan antara total penerimaan usaha tani dengan
total biaya usaha tani.

Total Penerimaan
R/C Ratio =
Total Biaya

Rp.1.700.000
= Rp.855.000
= Rp 1,9
Artinya dari besar R/C Ratio diatas maka dalam setiap pengunaan biaya sebesar
Rp 1 maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1,9 dengan demikian usaha ini
dianggap layak untuk diusahakan.

Adapun kriteria R/C adalah sebagai berikut:


1. Nilai R/C > 1, artinya usaha yang di lakukan mengalami keuntungan sehingga secara
ekonomis layak untuk di kembangkan.
2. Nilai R/C = 1, artinya usaha yang di lakukan tidak mengalami keuntungan ataupun
kerugian.
3. Nilai R/C < 1, artinya usaha yang di lakukan mengalami kerugian sehingga secara
ekonomis tidak layak untuk di kembangkan.
4.4 Aspek Pemasaran
4.4.1 Pasar Sasaran Dan Wilayah Pemasaran
1. Target Konsumren
Konsumen yang ditargetkan dalam usaha ini masih bersifat lokal dalam hal ini,
diawali dengan penawaran pejabat kampus, staf administrasi, dosen, teknisi politeknik
pertanian negeri kupang,undana, poltek dan masyarakat disekitar.
Berikut ini merupakan aspek pemasaran yang saya gunakan untuk mempermudah
konsumen kenal bahkan membeli produk saya yaitu sebagai berikut:
a. Promotion (promosi)
Promosi dengan memasang iklan dimedia (media sosial)merupakan salah
satu cara yang paling ampuh untuk mempromosikan suatu barang. Untuk saat
ini, saya menggunakan sosial media seperti facebook dan bbm.
b. Place ( distribusi )
Selain di Kampus, kami jugamemasarkan ikan dirumah, jika ada peminat atau
pecinta ikan hias air tawar yangtertarik dari promosi sosial media bisadatang
langsung ke rumah yangberalamatkan penfui (cabanglanudal).

c. Product ( produk )
Man fish
Ikan sumatra
Komet
Gupy
Read fin
Aquriumberbagaibentukdanukuran.
d. Price ( harga )
Untuk harga, saya menawarkan harga yang berfariasi, harga yang
berbeda-beda di lihat dari :
Jenis ikan hias air tawar
Bentuk dan ukuran aquarium

2. Wilayah Pemasaran
Lokasi pemasaran produk berawal dari kampus politani kupang, dan masyarakat
disekitar.
3. Situasi Pesaing.
Untuk saat ini usaha aquascape lengkap dengan ikan hias, belum banyak di
jumpai namun menurut hasil survei, terdapat beberapa toko yang menyediakan aquascape
dan ikan hias. Harga aquascape yang ditoko-toko lebih besar atau lebih mahal dari pada
harga jual aquascape saya,sehingga bisa menarik perhatian pelanggan.
BAB V. PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Proyek Usaha Mandiri (PUM) merupakan sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang
telah dipelajari pada mata kuliah yang sebelumnya. Proyek Usaha Mandiri adalah salah satu
kegiatan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa semester V Program Studi Teknologi
Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
Pada kegiatan proyek usaha mandiri (PUM) tentang Desain Aquascape maka untuk
mengukur layak tidaknya usaha ini di jalankan digunakan metode Analisis R/C. Analisis
R/C merupakan perbandingan antara total penerimaan usaha tani dengan total biaya usaha
tani.

Total Penerimaan
R/C Ratio =
Total Biaya

Rp.1.700.000
= Rp.855.000
= Rp 1,9
Artinya dari besar R/C Ratio diatas maka dalam setiap pengeluaran biaya sebesar Rp
1 maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1,9 dengan demikian usaha ini dianggap
layak untuk diusahakan.
Adapun kriteria R/C adalah sebagai berikut:
1. Nilai R/C > 1, artinya usaha yang di lakukan mengalami keuntungan sehingga secara
ekonomis layak untuk di kembangkan.
2. Nilai R/C = 1, artinya usaha yang di lakukan tidak mengalami keuntungan ataupun
kerugian.
3. Nilai R/C < 1, artinya usaha yang di lakukan mengalami kerugian sehingga secara
ekonomis tidak layak untuk di kembangkan.

5.2 Saran
Dalam pembuatan aquascape harus memilih bahan yang baik agar konsumen atau
pembeli menarik untuk membeli.
DAFTAR PUSTAKA

(Arista,2015) tanaman air.

(Adi, 2011) panduan-pembuatan-gaya-aquascape-iwagumi

(Fariati Rini,2016) pencahaya-dalam-aquascape.html

(Johan,2015)//2015/02pengertian -aquascape.html

(Johan,2015) cara-pembuatan-aquascape/

(Riki,2012) mamfaat aquascape

(Taufik Widjaja,2013)cara menata-tanaman/

Walstat,2002.http://zonaikan.wordpress.com/2012/07/14/pemilihan-tanaman-air-aquascape/

Yulianto, v. 2001.aquascape : menata tanaman dalam aquarium. Agromedia pustaka. Jakarta.