Anda di halaman 1dari 60

Riwayat Alamiah Penyakit

Amrul Hasan

Definisi

Riwayat alamiah penyakit

Berarti perkembangan proses penyakit pada individu sepanjang waktu tertentu, tanpa intervensi

Proses penyakit

Proses penyakit bermula dengan pemajan suatu faktor atau akumulasi faktor yang mampu menyebabkan penyakit

Definisi

Tanpa intervensi pengobatan maka proses akhir dari suatu penyakit penyakit

Sembuh

Cacat

Karier

Kronis

Meninggal

Tahap-tahap riwayat alamiah penyakit

Waktu biasanya diganosis ditegakkan

Onset

simptom

penyakit Waktu biasanya diganosis ditegakkan Onset simptom Perubahan patologik Pemajanan Tahap penyakit subklinis

Perubahan

patologik

Pemajanan

ditegakkan Onset simptom Perubahan patologik Pemajanan Tahap penyakit subklinis Tahap klinis penyakit Tahap
Tahap penyakit subklinis Tahap klinis penyakit

Tahap penyakit subklinis

Tahap klinis penyakit

Tahap penyakit subklinis Tahap klinis penyakit

Tahap

suseptibilitas

Tahap pemulihan, cacat atau meninggal

Penyakit

Pada penyakit infeksi pemajan biasanya suatu mikroorganisme

Pada Kanker, faktor-faktor kritis memerlukan

inisiator kanker, seperti serat-serat asbes atau

komponen dalam asap rokok (untuk kanker paru- paru) dan promoter kanker seperti estrogen

(untuk kanker endometrial)

Periode inkubasi

Periode subklinis atau perubahan patologik yang tidak muncul berserta pemajan, berakhir dengan waktu mulai timbulnya gejala

Pada penyakit kronis periode inkubasi disebut

periode latensi.

Periode inkubasi

Mungkin dalam beberapa detik

Reaksi hipersensitivitas

Reaksi toksik

Mungkin sangat lama

Penyakit kronik tertentu

Mempunyai kisaran waktu

2 6 minggu hepatitis A

2 12 tahun, puncaknya 6 7 leukimia akibat terpajan bom atom di Hiroshima

Periode inkubasi

Pada periode ini mungkin dapat dideteksi perubahan patologik melalui

Laboratorium

Radiografik

atau metode skrining yang lain

Periode jendela

Periode subklinis yang tidak terdeteksi, namun mampu menularkan penyakit. Contoh: HIV/AIDS

Periode klinis

Ditandai dengan waktu mulai (onset) timbul gejala penyakit

Kebanyakan diagnosis ditegakkan pada periode

klinis

Periode klinis dari yang ringan sampai yang berat (tahap dini tahap lanjut)

Apa tantangan riwayat alamiah penyakit dan spektrum

penyakit sekarang bagi profesi kesehatan masyarakat dan

klinisi?

Kasus didiagnosis oleh klinisi di komunitas

seringkali hanya menggambarkan “puncak gunung es”. Banyak kasus yang didiagnosis terlalu dini atau

menyisakan penyakit asimptomatik.

Apa tantangan riwayat alamiah penyakit dan spektrum

penyakit sekarang bagi profesi kesehatan masyarakat dan

klinisi?

Bagi profesi kesehatan masyarakat, tantangan itu adalah orang yang terinfeksi tidak tampak atau

tidak terdiagnosis*), sehingga mungkin dapat

menularkan penyakit pada orang lain

*) Carrier : Orang yang terinfeksi namun mempunyai penyakit subklinis

Orang dengan penderita campak, hepatitis A, dan beberapa penyakit lain menjadi infeksius dalam beberapa hari sebelum gejala awal.

Pada beberapa orang, penyakit mungkin tidak pernah berkembang muncul secara klinis

Pada beberapa orang yang lain penyakit

berkembang mungkin berakibat pada spektrum

klinis yang luas, berkisar dari ringan, ke berat atau

fatal.

Tiga istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan penyakit infeksi

menurut ragam keluaran yang mungkin terjadi setelah terpajan agen kausatifnya (agen penyebab)

Infektivitas

Proporsi orang yang terpajan yang menjadi terinfeksi

Patogenisitas

Proporsi orang terinfeksi yang berkembang menjadi penyakit klinis

Virulens

Proporsi orang dengan penyakit klinis yang menjadi sakit

berat atau meninggal

Contoh

Hepatitis virus A pada anak-anak

Rendah patogenisitasnya dan rendah virulensnya

Campak

Tinggi patogenisitasnya tetapi rendah virulensnya

Rabies

Tinggi patogenisitasnya dan virulensnya

Rantai infeksi

Agen meninggalkan reservoir, melalui pintu ke luar (portal of exit)

Agen ditransmisikan dengan model tertentu agar

dapat masuk ke pejamu melalui pintu masuk

(portal of entry) sehingga menginfeksi pejamu

yang rentan.

Rantai infeksi

Reservoir portal ke luar mode transmisi portal masuk pejamu yang rentan (suseptibel)

Rantai infeksi

Reservoir

Habitat tempat agen infeksius biasa hidup, tumbuh dan memperbanyak diri

Macam reservoir

Manusia

Hewan

Lingkungan

Tipe reservoir pada manusia

Orang dengan penyakit asimtomatik

Carrier (karier)

Karier asimtomatik

Karier inkubasi

Karier konvalesen

Reservoir hewan

Sapi brucellosis

Domba / kambing anthrax

Tikus plaq

Cacing trichinosis

Kelelawar, rakun, anjing, manusia rabies

Mammalia lain

Reservoir lingkungan

Tanaman

Tanah

Air

Contoh: agen fungal penyebab histoplasmosis, hidup dan multiplikasi dalam tanah

Bacillus Legionnaire muncul pada kolam air, termasuk

yang dihasilkan oleh menara pendingin dan kondensor penguapan

Portal eksit

Jalan agen meninggalkan pejamu sumber, biasanya berhubungan dengan agen yang terlokalisasi

Portal eksit

Sistem respirasi tubercule bacilli, influenza

Urin schistosoma

Feses Vibrio cholera

Lesi kulit Sarcoptes scabiei, enterovirus 70

Portal eksit

Skresi konjunktiva agen hemoragik konjunktivitis

Agen melalui darah lewat plasenta rubella,

toksoplasmosis, sifilis

Jalur kulit (perkutaneus) luka sayat dan terkena jarum (hepatitis B), isapan darah artropoda

(malaria)

Mode transmisi

Langsung (Direk)

Tidak langsung (Indirek)

Transmisi langsung

Transfer agen segera dari reservoir ke pejamu yang rentan dengan cara

Kontak langsung (Kontak direk)

Contoh: mononukleosis infeksius, gonore, cacingan (karena cacing tambang)

Penyebaran droplet

Semprotan relatif besar, seperti bersin, batuk, bicara

Transmisi tidak langsung

Airborne

Vechicleborne

Vectorborne

Mekanis

Biologik

Airborne

Transmisi melalui udara

Partikel yang berada di udara: debu dan droplet nuclei (residu droplet yang dikeringkan)

Misal: penyakit tuberkulosis, histoplasmosis

Vechicleborne

Transmisi secara tidak langsung oleh suatu agen yang masuk dalam

Makanan, air, produk biologik (darah), fomites (objek

yang tidak bergerak)

Vectorborne

Transmisi mekanis

Agen tidak mengalami perubahan fisiologik

Transmisi biologik

Agen mengalami perubahan dalam tubuh vektor

Portal entri

Sama dengan portal eksit

Kulit cacing tanah

Sistem respirasi influenza

Enterik

Membrana mukosa (sifilis, trakhoma)

Pejamu yang suseptibel

Suseptibiltas bergantung pada

Faktor genetik

Imunitas yang didapat

Kemampuan bertahan terhadap infeksi atau

membatasi patogenisitas

Membrana mukosa

Pejamu yang suseptibel

Suseptibilitas bergantung pada

Asiditas gastrik

Silia dalam sistem respirasi

Refleks batuk

Respon imun nonspesifik

Pejamu yang suseptibel

Suseptibiltas bergantung pada

Malnutrisi

Alkoholisme

Riwayat Alamiah Penyakit 39

Latihan

Deskripsikan tentang hal berikut untuk penyakit demam kuning, hepatitis virus A

Reservoir

Portal eksit

Mode transmisi

Portal entri

Faktor-faktor suseptibilitas pejamu

Alur suatu infeksi penyakit respirasi

A = Titik infeksi. B = Titik prodromal. BC = periode prodromal. C = Titik diferensial. CD = Periode fastigium. DE = Periode defervesen. EF= Periode konvalesen. FG =

Periode defeksi (sisa)

C D E B F G A
C
D
E
B
F
G
A
konvalesen. FG = Periode defeksi (sisa) C D E B F G A Waktu (biasanya dalam

Waktu (biasanya dalam hari untuk penyakit infeksi respirasi)

Waktu (biasanya dalam hari untuk penyakit infeksi respirasi) Diadaptasi dari Green, L. CL Andersen.1982. Community

Diadaptasi dari Green, L. CL Andersen.1982. Community Health. 4 th Ed. St Louis: C.V. Mosby.

Gejala prodromal (awal) pada penyakit infeksi

respirasi

Hidung berair

Sakit kepala

Demam ringan

Tidak enak badan

Iritabilitas

Gelisah

Gangguan pencernaan

Batuk

Sakit tenggorok

Riwayat alamiah penyakit

Tahap prapatogenesis (tahap sebelum sakit)

Tahap patogenesis

Patogenesis awal

Kerusakan awal jaringan

Penyakit lanjut

Konvalesen

Riwayat alamiah penyakit

Periode prapatogenesis

Interaksi antara agen, pejamu dan lingkungan faktor stimulasi penyakit

Riwayat alamiah penyakit

Periode patogenesis

Reaksi pejamu terhadap faktor stimulasi penyakit

Patogenesis awal kerusakan awal jaringan Penyakit lanjut konvalesen (pemulihan)

Riwayat alamiah penyakit dan tingkat

pencegahan

Periode prapatogenesis

Tingkat pencegahan primer

Promosi kesehatan

Perlindungan khusus

Periode patogenesis

Tingkat pencegahan sekunder

Diagnosis dini dan pengobatan segera

Pembatasan ketidakmampuan (disability)

Tingkat pencegahan tersier

Rehabilitasi

Tingkat pencegahan primer

Promosi kesehatan

Pendidikan kesehatan

Gizi yang cukup sesuai dengan perkembangan

Perumahan, rekreasi, tempat kerja

Konseling perkawinan

Genetika

Pemeriksaan kesehatan berkala

Tingkat pencegahan primer

Perlindungan khusus

Imunisasi

Kebersihan perorangan

Sanitasi lingkungan

Perlindungan kecelakaan akibat kerja

Tingkat pencegahan primer

Perlindungan khusus

Penggunaan gizi tertentu

Perlindungan terhadap zat yang dapat menimbulkan

kanker

Menghindari zat-zat alergenik

Tingkat pencegahan sekunder

Diagnosis dini dan pengobatan segera

Penemuan kasus, individu dan masal

Skrining

Pemeriksaan khusus dengan tujuan

Menyembuhkan dan mencegah penyakit berlanjut

Mencegah penyebaran penyakit menular

Mencegah komplikasi dan akibat lanjutan

Memperpendek masa ketidakmampuan

Tingkat pencegahan sekunder

Pembatasan ketidakmampuan

Pengobatan yang cukup untuk menghentikan proses penyakit dan mencegah komplikasi

Penyediaan fasilitas untuk membatasi ketidakmampuan dan mencegah kematian

Tingkat pencegahan tersier

Rehabilitasi

Penyediaan fasilitas untuk pelatihan hingga fungsi tubuh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya

Pendidikan pada masyarakat dan industriawan agar menggunakan mereka yang telah direhabilitasi

Tingkat pencegahan tersier

Rehabilitasi

Penempatan secara selektif

Mempekerjakan sepenuh mungkin

Terapi kerja di Rumah Sakit

Penggunaan koloni yang terlindung

LIMA TINGKAT PENCEGAHAN

 

R i w a y a t

A l a m i a h

S e t i a p

P e n y a k i t

 

Interaksi Agen, Pejamu dan Lingkungan

 

Reaksi pejamu terhadap RANGSANGAN PENYAKIT ->

 

Faktor RANGSANGAN PENYAKIT

 
 

Patogenesis

Kerusakan

Penyakit

Konvalesens

awal

awal jaringan

lanjut

Periode Prepatogenesis

   

Periode Patogenesis

 

Promosi kesehatan

   

Pendidikan kesehatan

Perlindungan khusus

Gizi yang cukup sesuai dengan

Imunisasi

Diagnosis dini dan pengobatan

 

Rehabilitasi

perkembangan

segera

Perumahan, rekreasi dan tempat

Kebersihan perorangan

Penemuan kasus, individu dan masal

Pembatasan ketidakmampuan

Penyediaan fasilitas untuk pelatihan

kerja

hingga fungsi tubuh dapat

dimanfaatk an

sebaik -b a ikn ya

Perkembangan kepribadian

Sanitasi lingkungan

Skrining

Pengobatan yang cukup untuk

Pendidikan pada masyarakat dan

menghentikan proses penyakit dan

industriawan agar menggunakan

Konseling perkawinan dan

Perlindungan terhadap kecelakaan

Pemeriksaan khusus

mencegah ko mplikasi

 

mereka yang telah direhabilitasi

pendidikan seks

akibat kerja

 

Tujuan:

Penyediaan fasi litas untuk

Penempatan secara selektif

Genetika

Perlindungan terhadap kecelakaan

Menyembuhkan dan mencegah

 

membatasi ketidakmampuan dan

penyakit berlanjut

mencegah kematian

 

Mempekerjakan sepenuh mungkin

Pemeriksaan kesehatan secara

Penggunaan gizi tertentu

 

berkala

Mencegah penyebaran penyakit

 

Terapi kerja di RS

Perlindungan terhadap zat yang

menular

dapat menyebabkan kanker

Penggunaan koloni yang terlindung

Mencegah komplikasi dan akibat

Menghindarkan zat -zat allergen

lanjutan

Memperpendek masa ketidakmampuan

Pencegahan primer

   

Pencegahan sekunder

 

Pencegahan tertier

 

T i n g k a t

P e n e r a p a n

U p a y a

P e n c e g a h a n

 

Tingkat pencegahan lain

Didasarkan pada:

Fase penyakit

Target

Terdiri dari tingkat pencegahan

Primordial

Primer

Sekunder

Tersier

Pencegahan primordial

Fase penyakit

Misal: Kondisi yang mengarah penyebab penyakit jantung koroner

Target

Populasi

kelompok terseleksi

Pencegahan primer

Fase penyakit

Faktor-faktor penyebab khusus

Target

Total populasi

kelompok terseleksi

Individu sehat

Pencegahan sekunder

Fase penyakit

tahap dini penyakit

Target

pasien

Pencegahan tersier

Fase penyakit

penyakit tahap lanjut (pengobatan dan rehabilitasi)

Target

pasien

Daftar Pustaka

1. Page RM, Cole GE, Timmreck TC. Basic Epidemiological Methods and Biostatistics. A Practical Guidebook. Jones and Barlett Publisher. Boston, London. 1995.

2. Green, L. CL Andersen.1982. Community Health. 4th Ed. St Louis: C.V. Mosby.

3. Beaglehole. Basic Epidemiology. 1992