Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

HASIL KEGIATAN TUTORIAL

Disusun untuk Memenuhi Tugas pada Blo Entrepreneurship


In Nutrition

Disusun Oleh :
1. SEPTI SUSILOWATI
2. DANI ISMAYANTI
3. FITHRI HIDAYATI

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA


2016

Laporan Tutorial

Entrepreneurship In Nutrition

1. Nama Produk : Bolu Labu Panggang


2. Sasaran Konsumen : Semua kalangan
3. Keunggulan produk/nilai tambah/inovasi/kebaruan dari produk :
a. Bahan baku mudah didapat
Labu kuning merupakan bahan makanan yang mudah
didapatkan dan ketersediaannya cukup melimpah
b. Mengandung serat dan zat gizi lainnya
Labu kuning kaya akan vitamin A, B, dan C, mineral, serta
karbohidrat. Daging buah mengandung antioksidan yang
bermanfaat sebagai zat yang dapat mencegah kanker. Labu
kuning merupakan bahan pangan yang lunak dan mudah
dicerna serta mengandung karoten (pro vitamin A) yang
cukup tinggi.
c. Mudah diterima masyarakat
Produk bolu labu kuning ini mudah diterima oleh masyarakat
luas karena merupakan produk inovasi dari buah labu kuning
itu sendiri yang pada umumnya dikenal oleh masyarakat
hanya diolah menjadi kolak atau sayuran saja.
d. Menarik dilihat dari kemasannya
Produk bolu labu kuning ini dikemas dengan kemasan yang
berbeda dari produk- produk bolu biasanya yaitu dengan
menggunakan wadah seperti cup cake dengan bagian atas
diberi topping.

4. Analisa Penentuan Harga Produk :


Tabel Bahan Habis Pakai

Bahan Berat Harga


Tepung Terigu 500 gr Rp. 4.500
Telur 12 btr Rp. 13.000
Labu Kuning 500 gr Rp. 3.000
Gula Pasir 500 gr Rp. 8.000
Susu Bubuk 1 bks Rp. 1.500
Ovalet 2 bks Rp. 5.500
Margarin 1/2 bks Rp. 6.750
Keju 3 bks Rp. 14.400
White Butter 2 bks Rp. 13.000
Coklat 1 btg Rp. 10.000
Cerry 1/2 ons Rp. 4.000
Susu Kentalmanis 2 bks Rp. 3.000
Oreo 6 bh Rp. 5.000
Peaping Bag 1 lmbr Rp. 1.500
Cup Roti 1 bks Rp. 11.000
Gas 20000/15 hari Rp. 1.300
Total Rp. 105.450

Tabel Alat yang Digunakan

Alat Harga
Mixer Rp. 200.000
Panci Rp. 50.000
Oven Rp. 90.000
Baskom Rp. 10.000
Kompor Rp. 150.000
Tabung Gas Rp. 100.000
Timbangan Rp. 66.000
Parutan Keju Rp. 7.000
Pisau Rp. 5.000
Sendok Rp. 3.000
Kuas Rp. 3.000
Spuit Rp. 2.000
Rp. 686.000/300 hari
Total Rp. 2.286/hari
Biaya alat dan bahan baku : total biaya bahan baku + total
biaya alat per hari

: Rp. 105.450 + Rp. 2.286

: Rp. 107.736 (A)

Biaya Tenaga : 10 % x total biaya alat dan bahan baku

: 10 % x Rp. 107.736

: Rp. 10.773,6 (B)

A+B : Rp. 107.736 + Rp. 10.773,6

: Rp. 118.509,6 (C)

Laba : 10 % x Rp. 118.509,6

: Rp. 11.850,96 (D)

C+D : Rp. 118.509,6 + Rp. 11.850,96

: Rp. 130.360,56 (E)

Harga jual produk: E / total produk

: Rp. 130.360,56 / 38 buah

: Rp. 3.430,5

5. Survey Pasar
a. Waktu : Sabtu, 17 September 2016
b. Tempat : Universitas Alma Ata
c. Sasaran : Mahasiswa Universitas Alma Ata
d. Jumlah responden : 13 responden
e. Hasil survey :
1) Kualitas produk
a) Rasa :
- Cukup puas : 54 %
- Puas : 46 %
b) Aroma :
- Cukup puas : 77 %
- Puas : 23 %
c) Tekstur :
- Cukup puas : 46 %
- Puas : 30,7 %
- TIdak puas : 15,3 %
d) Kenampakan :
- Cukup puas : 38,46 %
- Puas : 46,1 %
- Tidak puas : 15,3 %
2) Inovasi
- Cukup puas : 46,1 %
- Puas : 46,11 %
- Sangat puas : 7,69 %
f. Daya terima harga jual produk
Daya terima konsumen terhadap harga jual produk yang
ditawarkan :
- Cukup puas : 46,1 %
- Puas : 38,4 %
- Tidak puas : 15,3 %
g. Saran konsumen
Saran konsumen terhadap produk bolu labu panggang yang
kami produksi yaitu :
- Untuk tekstur sebaiknya dibuat lebih kering dan
tidak lengket
- Sebagian besar konsumen lebih menyukai bolu labu
kuning dibandingkan dengan bolu bayam karena
untuk bolu bayam sendiri tekstur dan bau dari bolu
masih identik dengan bau bayam.

6. Tindak Lanjut Survey Pasar


- Membuat resep baku dengan memperhatikan
perbandingan antara pemakaian tepung terigu,
telur dan labu kuning sehingga akan memperbaiki
tekstur. Tujuan dari membuat resep baku agar
dalam pembuatan produk bolu selalu mempunyai
kualitas yang sama.
- Hanya memproduksi bolu labu panggang karena
dari hasil survey pasar semua responden lebih
menyukai bolu labu dibandingkan dengan bolu
bayam.

7. Implementasi Usaha
a) Hari pertama penjualan :
- Membuat 18 belas cup bolu labu panggang dengan
menggunakan satu varian topping
- Model pengemasan dikemas menggunakan cup
dan diberi topping berupa coklat keju
- Dipasarkan atau dijual kepada konsumen : anak kos
dan mahasiswa UAA
b) Hari Kedua Penjualan :
- Membuat 20 cup bolu labu panggang
- Model kemasan dikemas menggunakan cup dan
diberi topping
- Ada 4 varian topping yaitu : menggunakan
keju/coklat/coklat keju/coklat keju oreo, masing-
masing varian berbeda harganya. Untuk bolu
dengan topping keju atau coklat dijual dengan harga
Rp.3.500, sedangkan untuk bolu dengan topping
coklat keju dijual dengan harga Rp 4.000 dan untuk
bolu dengan topping coklat keju oreo dijual dengan
harga Rp 5.000
- Dipasarkan atau dijual kepada konsumen :
mahasiswa dan masyarakat

8. Evaluasi
a) Lebih memperhatikan perencanaan awal sebelum membuat
produk
- Mempertimbangkan perhitungan biaya bahan-bahan
dalam pembuatan produk agar lebih disesuaikan
dengan harga jual pasar
- Bahan bahan yang dibeli disesuaikan dengan
jumlah produk yang ingin dibuat agar sisabahan
tidak terlalu banyak
- Pengadaan dan persiapan alat yang digunakan
untuk produksi harus diperhatikan agar tidak
menghambat proses produksi dan kualitas produk
yang dihasilkan
- Manajemen waktu dan tempat dalam proses
produksi harus tepat dan efisien
b) Pemasaran produk lebih diperluas
- Pemasaran produk harus lebih diperluas karena
sasaran dari pembuatan produk ini adalah untuk
semua kalangan caranya bisa melalui media
internet atau memasarkan langsung ke masyarakat
luar
LAMPIRAN