Anda di halaman 1dari 32

No Nama Obat

1 Atropin Sulfat

No

1
2

3 2
3
Farmakologi Indikasi

Atropin mempunyai aktivitas antimuskarinik Kejang saluran cerna, daya gerak


atau antikholinergik, yang bekerja dengan saluran cerna yang berlebihan.
menghibisi aksi muskarinik dari asetilkholin
pada saraf kholinergik post-ganglion pada
otot polos, otot jantung dan kelenjar
eksokrin.

Nama Obat Farmakologi

Atropin Sulfat Atropin mempunyai aktivitas


antimuskarinik atau antikholinergik,
yang bekerja dengan menghibisi aksi
muskarinik dari asetilkholin pada
saraf kholinergik post-ganglion pada
otot polos, otot jantung dan kelenjar
eksokrin.
Sebagai antispasmodik, obat ini
bekerja merelaksasi otot polos
sehingga dapat menanggulangi
kejang pada saluran cerna. Di
samping itu pada kelenjar eksokrin,
obat ini menekan ekskresi kelenjar
ekskresi, seperti pada kelenjar ludah
(salivasi). Tergantung kepada
dosisinya atropin dapat memberikan
efek stimulasi atau depresi sistem
saraf pusat.

Absorpsi melalui saluran cernanya


cepat dan dapat tersirkulasi ke dalam
lapisan mukosa tubuh. Proses
absorpsi ini dapat sempurna dalam
waktu dua jam, kira - kira 50% terikat
oleh protein plasma. Metabolisme
utamanya dalam hati melalui reaksi
hidrolisis enzimatik. Masa kerjanya
setelah pemberian secara oral adalah
antara 4-6 jam, efek midriatiknya
dapat lebih lama. Ekskresinya melalui
ginjal, 13-50% sebai bentuk tidak
berubah, dengan waktu paro 13-38
jam.

Hiosin Butil Bromida Senyawa ini termasuk turunan


hiosiamin mempunyai ativitas
farmakologi berupa antimuskarinik,
yaitu menghambat aksi muskarinik
dari asetikholin pada saraf pasca
ganglionik kholinergik dan pada otot
polos. Terhadap saluran cerna sebagai
antispamodik (anti kejang) bekerja
dengan menekan motilitas dan
aktivitas sekresi saluran cerna,
sehingga keadaan kejang perut dapat
diatasi.
Aktivitas lain, terhadap otot polos
jantung dan kelenjar eksokrin.
Penyerapan hiosin butl bromida
melalui saluran cerna berlangsung
lambat. Hiosin butil bromida yang
diberikan secara subkuran dieliminasi
dalam urin sekitar 14%. Efek
hiosiamin, muncul sekitar 1-2 jam
setelah pemberian dengan masa kerja
4-6 jam. ikatan hiosiamin dengan
protein cukup kuat, waktu paro 3,5
jam, ekskresi utamanya melalui ginjal.

Ekstrak Belladon Seperti atropin, ekstrak belladon


mempunyai aktivitas antimuskarinik,
yang bekerja menginhibisi aksi
muskarinik pada otot polos, obat
jantung dan kelenjar.

Pada saluran cerna obat ini bekerja


menekan motilitas dan atktivitas
sekresi saluran cerna sehingga obat
ini dapat digunakan untuk
menanggulangi kejang saluran cerna.

Ekstrak belladon sebanyak 15 mg kira


- kira ekivalen dengan 0,2 mg atropin.
Absorpsi obat ini berlangsung cepat
dalam saluran pencernaan, muncul
efek antara 1-2 jam. Metabolisme di
dalam hati masa kerjanya kira - kira 4
jam. Ekskresinya melalui ginjal : 13-
50% sebagai atropin dan 1% sebagai
skopolamin.
Kontra Indikasi Efek Samping

Penderita yang alergi terhadap obat Efek samping yang dapat muncul
ini, glaukoma atau takhikardi. berupa midrasis penglihatan kabur,
mulut, hidung atau kulit kering,
keringat berkurang dan sembelit. Bila
efek samping ini muncul
berkelanjutan dianjurkan agar pasien
menghubungi dokter. Efek samping
lain yang jarang muncul berupa rasa
sakit pada mata karena kenaikan
tekanan okular mata dan ruam kulit,
dimana perlu dihentikan penggunaan
dan konsultasi dokter.

Indikasi Kontra Indikasi

Kejang saluran cerna, daya gerak Penderita yang alergi terhadap obat
saluran cerna yang berlebihan. ini, glaukoma atau takhikardi.
Kejang saluran cerna, daya gerak Penderita yang alergi terhadap
saluran cerna yang berlebihan. hiosiamin, penderita glukoma atau
takhikardi, kurang buang air kecil.
Kejang saluran cerna, hipermotilitas Penderita yang alergi terhadap obat
saluran cerna. ini, glukoma, takhikardi.
Toksisitas Interaksi Obat

Pemakaian obat ini dalam dosis tinggi


dan dalam jangka waktu lama dapat
menyebabkan efek toksik berupa
mulut, hidung dan kulit kering,
takhikardi, lemas, serta gangguan
penglihatan. Tergantung kepada efek
yang muncul dan tingkat
toksisitasnya, penanganan toksisitas
obat ini dapat dilakukan dengan
pengeluaran sisa obat (pada
keracunan oral) dari lambung, dengan
pemberian pilokarpin pada mata atau
obat-obat simpatomimetik.

Efek Samping Toksisitas

Efek samping yang dapat muncul


berupa midrasis penglihatan kabur,
mulut, hidung atau kulit kering,
keringat berkurang dan sembelit. Bila
efek samping ini muncul
berkelanjutan dianjurkan agar pasien
menghubungi dokter. Efek samping
lain yang jarang muncul berupa rasa Pemakaian obat ini dalam dosis tinggi
sakit pada mata karena kenaikan dan dalam jangka waktu lama dapat
tekanan okular mata dan ruam kulit, menyebabkan efek toksik berupa
dimana perlu dihentikan penggunaan mulut, hidung dan kulit kering,
dan konsultasi dokter. takhikardi, lemas, serta gangguan
penglihatan. Tergantung kepada efek
yang muncul dan tingkat
toksisitasnya, penanganan toksisitas
obat ini dapat dilakukan dengan
pengeluaran sisa obat (pada
keracunan oral) dari lambung, dengan
pemberian pilokarpin pada mata atau
obat-obat simpatomimetik.
Efek samping yang dapat muncul Efek toksik dapat muncul pada
seperti pada pemakian atropin yaitu pemakaian dosisi berlebih secara
aktivitas antikholonergiknya. Pada akut, berupa mulut kering, takhikardi,
pemakaian dosis lazim (10-20 mg rasa kantuk, gangguan penglihatan,
sekali), efek samping jarang muncul. lemas, gangguan respirasi, spasmus
Efek samping tersebut adalah klonik sampai koma. Tergantung efek
penekan sekresi kelenjar berupa rasa dan derajat toksisitasnya yang dapat
kering pada mulut, gidung dan kulit, ditangani dengan kuras lambung
takhikardi, sembelit ataupun reaksi (untuk keracunan oral), pilokarpin
hipersensitif pada kulit juga dapat (untuk gangguan mata), obat - obat
muncul. Gangguan penglihatan juga simpatomimetik, analeptik sentral
dapat muncul sebagai efek samping (untuk koma).
terutama pada pemberian secara
parental. Bila efek - efek samping ini
muncul dan tidak hilang atau
berkurang, serta berkelanjutan
dianjurkan konsultasi dokter.
Seperti pada penggunaan atropin dan Seperti pada penggunaan atropin dan
hiosiamin. hiosiamin.
Sedian & Posologi Dosis

> Anak : 0,01 mg/kg berat badan 0,5mg/tablet


meksimum 0,4 mk/kg setiap 4-6 jam.

> Dewasa : 1/2 - 1 tablet setiap 4-6


jam.
> Pemakaian dihentikan bila
kejang saluran cerna tidak berhenti.

Sedian &
Interaksi Obat Dosis
Posologi
> Anak : 0,01 0,5mg/tab
mg/kg berat let
badan
meksimum 0,4
mk/kg setiap 4-
6 jam.

> Dewasa : 1/2


- 1 tablet
setiap 4-6 jam.

>
Pemakaian
dihentikan bila
kejang saluran
cerna tidak
berhenti.
Dewasa (anak- 10
anak diatas 6 mg/tablet
tahun) : 10-20
mg (1-2 tablet)
3-5 kali sehari.
10
mg/tablet

Dewasa : sekali
10-20 mg (1-2
tablet), 3-4 kali
sehari, 30-60
menit sebelum
makan dan
waktu akan
tidur. Dosis
dapat
tergantung
pada
kebutuhan dan
toleransi
pasien
maksimum 20
mg
sekali/sehari 80
mg.
Anak - anak :
tidak
dianjurkan.
No Nama Obat Farmakologi

Glafenin

1 Metampiron Metampiron diserap di usus


karena zat ini bersifat basa dan
terionisasi pada pH lambung. Zat
ini dimetabolissis oleh enzim
dalam mikrosom hati. Kadar
tertinggi zat ini dalam plasma
akan tercapai dalam waktu 2 jam
setelah pemberian zat ini secara
oral. Metampiron diekskresikan
melalui ginjal bersama urine. Efek
analgetik, anti piretik dari anti
radang metampiron berasal dari
kemampuan zat ini untuk
menghambat pembentukan
prostaglandin.
2 Asam mefenamat Obat ini diserap cepat setelah
pemberian dosis tunggal oral. Zat
ini di metabolisis di hati menjadi
bentuk metabolit 3- hidroksimetil
dan 3- karboksil. Waktu paro
untuuk dosis tunggsl adlah 2 jam
dan konsentrasi tertinggi dalam
serum dicapai antara 2-4 jamyaitu
10 mcg/ml bila dosis pemberian
1000 mg.zat ini diekskresi melalui
ginjal sebesar 67% melelui tinja
sebesar 25%. zat ini bekerja
dengan merintangi rasa sakit
melelui kerja perifer yaitu
sintessis prostaglandin atau
mungkin merintangi sintesis kerja
zat lain yang mensensitif indera
nyeri asam mefenamat juga
menujukkan inhibisi kompetitif
terhadap aksi prostglandin.
Indikasi Kontra Indikasi Efek Samping

Berbagai nyeri akut dan Alergi pada glafenin atau


kronik seperti nyeri rematik, senyawa lain dengan
lumbago, nyeri pada syaraf, struktur yang mirip gagal
nyeri karena trauma seperti jantung berat, penyakit
patah tulang, terkilir, nyeri jantung iskhemik,
pasca bedah, nyeri karena Hepatitis akut
kejang otot, sakit gigi, kolik
ginjal, nyeri pada masa haid.

Berbagai bentuk nyeri berat Penderita yang alergi Tremor. Pada anak kecil
yang akut ataupun kronik terhadap obat ini, efek samping yang
seperti tumor, nyeri otot, glaukoma atau takhikardi. umum adalah tremor,
nyeri pinggang dan nyeri Penderita yang menahan elektrolit dan
sendi, kolik ginjal atau usus, hipersensitif terhadap cairan tubuh. Raum kulit,
demam tinggi yang sulit metampiron. Penderita eksfoliatif dermatitis,
diatasi dengan terapi lain dengan kerusakan yang sindroma steven jhonson
misalnya pada penyakit berat pada ginjal dan hati. epiderma nekrolisis,
hodgkin, perarteritis nodosa, Penderita dengan iritasi lambung, mual dan
heat stroke, demam disertai hipoprothrombinemia. Bayi muntah, anuria,
kejang pada anak-anak, 3 bulan pertam atau hematuria, dan payah
demam rheumatika. dengan berat kurang dari ginjal,syok anafilaksis,
5 kg. wanita hamil kejang bronkhus,
terutama 3 bulan pertama angioedema, efek
dan 6 minggu terakhir. samping pada darah
berupa agranuloitosis,
anemia hemolitik,
anemia aplastik,
trombositopenia dan
penurunan jumlah
protrombin.
Menghilankan rasa nyeri, Perlu dipertimbangkan Efek samping yang lebih
yang ringan atau sedang secara hati-hati pemberian sering terjadi (3-9%)
seperti pada dysminarhoe. obat ini kepada pasien berupa: rasa tidak enak
Mencegah atau yang menderita: asma, dan sakit pada lambung,
menghilangkan migrain. hipertensi, kerusakan nyeri ulu hati, kembung,
pungsi hati dan ginjal, diare, pusing, rasa
hipthrombinemia, ulser ngantuk , mual atau
peptic, ulserative, colitis, muntah. Yang kurang
penyakit saluran sering terjadi(1-3%)
gastrointestinal bagian berupa: reaksi alergi
atas, demikaian pula pada pada kulit, rasa badan
pasien yang mengalami lesu dan lemah yang
kejang bronchus, alergi tidak lazim (karena
renitis, angio oedema, anemia), sakit kepala,
uticaria, yang di pengaruhi iritasi atau lukak-luka
oleh aspirin dan obat-obat pada mulut.
anti inflamasi non steroid
atau analgetika
kemungkinan sensitivitas
silang.
Toksisitas Interaksi Obat Sediaan & Posologi Dosis

Dewasa: pada nyeri


akut : mulai dengan
dua tablet, kemudian
satu tablet sampai
paling banyak lima
atau enam tablet
untuk satu periode
waktu 24 jam. Pada
nyeri kronik, tiga atau
empat tablet dibagi
untuk periode
pemberian 24 jam.
Jangan melebihi 2
tablet tiap kali. Anak-
anak : sebaiknya
glafenin tidak
digunakan pada
anak-anak tanpa
konsultasi atau resep
Metampiron Umur
dokter.3-12 bulan tablet / kaplet
diberikan sekali 50 mg, 150- 500 mg
bersama 200 mg sehari. Umur
klorpromazin 1-6 tahun 50-100 mg
dapat sangat sekali, 150-400 mg
menurunkan sehari. Umur 6-12
suhu tubuh tahun 200-300 mg
(hipotermia). sekali atau 600-1200
Metampiron mg sehari. Dewasa
bersifat additif 500-1000 mg
dengan alkohol sekali,1500-3000 mg
dan obat obat sehari.
lain yang
kerjanya
mempengaruhi
susunan syaraf
pusat.
Metampiron
yang dimakan
bersam anti
diabetika oral
akan sangat
menurunkan
kadar gulah
darah.
Dewasa: oral 250 dan 500 mg
permulaannya 500 tablet/kaplet
mg dilanjutkan 250
mg setiap 6 jam
sesuai dengan yang
diperlukan.
Pemakaian tidak
boleh lebih 7 hari
berturut-turut. Anak
di bawah 14 tahun
belum dapat
ditentukan,