Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Infeksi Saluran Pernafasan Atas

Subpokok Bahasan : 1. Pengertian Infeksi Pernafasan Atas ( ISPA)

2. Penyebab ISPA

3. Tanda dan Gejala ISPA

4. Pengobatan ISPA

5. Pengobatan ISPA

6. Komplikasi ISPA

Sasaran : Seluruh pasien yang berobat di Puskesmas Sering

Hari / Tanggal : / 2015

Tempat : Puskesmas Sering

1. Tujuan Instruksional
a. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang ISPA, diharapkan para pengunjung
puskesmas dapat mengetahui lebih banyak mengenai Infeksi Saluran Pernafasan Atas.
b. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang ISPA, diharapkan para pasien
mampu :
Mengerti dan memahami pengertian Infeksi Saluran Pernafasan Atas
Mengerti dan memahami penyebab dari Infeksi Saluran Pernafasan Atas
Mengerti dan memahami tanda dan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Atas
Mengerti dan memahami pengobatan Infeksi Saluran Pernafasan Atas
Mengerti dan memahami pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Atas
Mengerti dan memahami komplikasi Infeksi Saluran Pernafasan Atas

2. Sasaran
Sasaran dalam kegiatan penyuluhan ini adalah seluruh pasien yang berobat di Puskesmas
Sering
3. Materi
a. Pengertian Infeksi Saluran Pernafasan Atas
b. Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Atas
c. Tanda dan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Atas
d. Pengobatan Infeksi Saluran Pernafasan Atas
e. Komplikasi Infeksi Saluran Pernafasan Atas

4. Metode
Metode yang digunakan untuk penyampaian materi adalah melalui penjelasan kepada pasien
dengan cara tatap muka dan mempertahankan kontak mata, tanya jawab, dan berdiskusi.

5. Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah leaflet tentang Diabetes Melitus dan
poster.

6. Strategi Pelaksanaan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1. 10 menit Pembukaan Pembukaan
Memberikan salam Menjawab salam
Memperkenalkan diri Mendengarkan
Menjelaskan maksud dan tujuan Mendengarkan
Membagikan Leaflet
2. 10 menit Kegiatan inti Kegiatan inti
Memberikan materi tentang Diabetes Memperhatikan
Melitus
3. 10 menit Penutup Penutup
Memberi kesempatan peserta untuk Bertanya
Memperhatikan
bertanya
Menjawab pertanyaan peserta Menjawab salam
Memberikan salam penutup penutup

PENGORGANISASIAN

1. Moderator : Eva Dilla


2. Penyuluh : Fandy Faidhul Attamimi
3. Dokumentator : Melisa Yolanda Sari
4. Anggota : a. Tiwi Handayani
b. Fadel Ahmad Pratama
c. Resmi Risa
d. Merlin Sucova
e. Ida Kurnia
5. Pembimbing :
6. Sasaran : Pasien yang berobat ke Puskesmas Sering
7. Waktu / Tempat :: / Puskesmas Sering
8. Hari / Tanggal : Selasa / september 2015
9. Metode : Ceramah dan tanya jawab
10. Media : Leaflet dan poster
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Infeksi Saluran Pernafasan Akut
ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang terjadi suatu proses inflamasi
pada saluran pernapasan bagian atas yang ditandai dengan batuk pilek sebagai respon
tubuh terhadap terjadinya proses infeksi.

2. Penyebab ISPA
ISPA dapat disebabkan oleh:
a. Bakteri, misal: Staphilococcus.
b.Virus, misal: Virus Influenza.
c. Jamur, misal: Candida Albicans.

3. Tanda dan Gejala Anak Terserang ISPA


1. Sering batuk.
2. Kesulitan bernafas.
3. Sakit tenggorokan.
4. Pilek.
5. Kehilangan nafsu makan.

4. Cara Pencegahan ISPA


1. Berikan gizi yang cukup.
2. Jangan membuang dahak sembarangan bila sedang batuk.
3. Jaga kebersihan lingkungan.
4. Ciptakan lingkungan bebas polusi.

5. Komplikasi dan Bahaya Bila Tidak Diobati


Apabila tidak diobati akan dapat mengakibatkan masalah baru yang sangat berbahaya bagi
kesehatan seseorang. Bahaya bila tidak diobati mengakibatkan antara lain Otitis media
(radang telinga tengah), Sinusitis, Faringitis dan Meningitis.

DAFTAR PUSTAKA

1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Volume II. Infeksi Saluran Pernafasan Atas. 2009. Jakarta.
2. Infeksi Saluran Pernafasan Atas diunduh dari www.Scribd.com/ISPA . Tanggal 30 Maret
2015.
3. Kapita Selekta. ISPA. 2009. Jakarta.
PENYULUHAN KEPADA PASIEN DI PUSKESMAS SENTOSA BARU

HARI/TANGGAL : SELASA, 31 MARET 2015

Gambar 1. Penyampaian materi tentang


Diabetes Melitus kepada pasien.
Gambar 2. Peserta yang mengikuti penyuluhan tentang Diabetes Melitus