Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat


Topik : Promosi Kesehatan
Sub Topik : HIV
Sasaran : Masyarakat Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Pangenan
- Pelajar tingkat menengah pertama dan tingkat menengah atas
- Masyarakat Umum
Hari/Tanggal : Senin dan Kamis (April-Juni 2016)
Jam : 08.00 WIB
Waktu : 45 menit
Pemateri : Iip Alifatu Zulfah dan Moh. Irwan Dharmansyah.
Tempat : PUSKESMAS Pangenan, dan UKS

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Di seluruh dunia, diperkirakan 33 juta orang hidup dengan HIV. Setiap harinya terdapat
7.400 infeksi baru HIV 96% dari jumlah tersebut berada di Negara dengan pendapatan menengah
ke bawah. Daerah subsahara di Afrika merupakan daerah dengan prevalens HIV terbesar,
mencakup 67% dari jumlah keseluruhan orang yang hidup dengan HIV. Daerah Asia Tenggara,
termasuk di dalamnya Asia Selatan, merupakan daerah nomor dua terbanyak kasus HIV dengan
jumlah penderita 3,6 juta orang, 37% dari jumlah tersebut merupakan wanita. Indonesia
merupakan satu dari lima negara dengan jumlah penderita HIV yang besar selain Thailand,
Myanmar, Nepal, dan India

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan klien dapat menginformasikan dan
mengetahui tentang HIV dan AIDS sehingga dapat menyadari dan menghindari prilaku yang
beresiko terkena HIV

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIM)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan kembali :
1. Pengertian HIV dan AIDS
2. Penularan HIV
3. Gejala dan Tanda HIV dan AIDS
4. Kelompok Risiko Tinggi HIV dan AIDS
5. Pencegahan HIV dan AIDS

D. STRATEGI PELAKSANAAN
Strategi yang digunakan dalam penyampaian penyuluhan ini berupa
1. Ceramah dan
2. Tanya jawab.

E. DRAFT RENCANA PROSES PELAKSANAAN


NO Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 5 Menit Pembukaan :
Memberi Salam - Menjawab Salam
Menjelaskan tujuan Pembelajaran - Mendengarkan
Menyebutkan materi/pokok bahasan yang
dan Memperhatikan
akan disampaikan
2 20 Menit Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan - Menyimak dan
dan teratur memperhatikan
Materi : -Menyimak dan
Pengertian HIV dan AIDS memperhatikan
Penularan HIV
Gejala dan Tanda HIV dan AIDS
Kelompok Risiko Tinggi HIV dan AIDS
Pencegahan HIV dan AIDS

3 15 Menit Evaluasi :
-Meminta klien menjelaskan atau menyebutkan -Bertanya,dan
kembali : menjawab
Pengertian HIV dan AIDS pertanyaan
Penularan HIV
Gejala dan Tanda HIV dan AIDS
-Memberikan pujian atas keberhasilan klien
menjelaskan pertanyaan dan memperbaiki
kesalahan,serta menyimpulkan.
4 5 Menit Penutup :
-Mengucapkan terimakasih dan mengucapkan -Menjawab salam
salam

F. MEDIA PENYULUHAN

Media Penyuluhan yang digunakan:


1. Materi SAP
2. Power Point
3. LCD
4. Leaflet

G. METODE EVALUASI
a. Metode Evaluasi : Tanya jawab
b. Jenis Evaluasi : Lisan

H. KRITERIA EVALUASI
1. Masyarakat mampu menjelaskan dan memahami pengertian HIV dan AIDS
2. Masyarakat mengetahui dan memahami penularan HIV
3. Masyarakat mahami dan mengetahui gejala dan tanda HIV dan AIDS
4. Masyarakat mengetahui kelompok risiko tinggi HIV dan AIDS
5. Masyarakat mengetahui dan memahami upaya Pencegahan HIV dan AIDS

I. POIN-POIN MATERI
1. Pengertian HIV dan AIDS
2. Penularan HIV
3. Gejala dan Tanda HIV dan AIDS
4. Kelompok Risiko Tinggi HIV dan AIDS
5. Pencegahan HIV dan AIDS

Cirebon, April 2016

Pemegang Program Promkes Pembimbing Lapangan


Samroh dr. Dwi Purnamasari
NIP: 19661224 198703 2 004

Mengetahui,
Kepala Puskesmas Pangenan

dr. Atih Andriyantie Fauzi


NIP: 19781204 200701 2 007

J. MATERI
1. Pengertian HIV dan AIDS
Definisi dan pengertian menurut Depkes RI (2003), adalah sebagai berikut:
a.Virus HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang
menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4
sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Gejala-gejala timbul
tergantung dari infeksi oportunistik yang menyertainya. Infeksi oportunistik terjadi oleh
karena menurunnya daya tahan tubuh (kekebalan) yang disebabkan rusaknya sistem imun
tubuh akibat infeksi HIV tersebut.
b. Penyakit AIDS
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan
dampak atau efek dari perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup.
Sindrom AIDS timbul akibat melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh
karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
2. Penularan HIV
HIV menular melalui: Darah, cairan semen, cairan vagina, air susu ibu, air liur/saliva,
feses, air mata, air keringat, urine. Penularan dapat terjadi melalui: hubungan seksual (tanpa
kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV, jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril
dan dipakai secara bergantian, transfusi darah yang mengandung virus HIV, ibu penderita
HIV positif saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI).
3. Gejala dan Tanda HIV dan AIDS
Perjalanan infeksi HIV
Fase akut (0 6 bulan)
Fase akut dimulai dari masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang hingga terbentuknya
antibodi terhadap HIV. Pada fase ini dapat muncul gejala ringan, seperti demam,
pembesaran kelenjar limfe, mual, dan sebagainya. Meskipun masih awal, orang yang
terinfeksi HIV sudah bisa menularkan virus kepada orang lain.
Fase laten (3-10 tahun)
Pada fase ini, orang yang terinfeksi HIV belum menunjukkan gejala (tampak sehat)
dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Fase AIDS
Pada fase ini sudah terjadi penurunan kekebalan tubuh yang menimbulkan gejala,
artinya HIV sudah berubah menjadi AIDS. Timbul infeksi oportunistik yaitu infeksi yang
tidak berbahaya bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh normal, namun dapat
berakibat fatal bagi orang yang mengidap HIV. Misalnya: sarkoma Kaposi dan
pneumonia Pneumocystis carinii.
Tanda-tanda AIDS antara lain:
Penurunan 10% berat badan dalam waktu 1 bulan tanpa sebab yang jelas.
Diare lebih dari 1 bulan tanpa sebab yang jelas.
Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan.
Batuk yang tidak sembuh-sembuh.
Kulit gatal di seluruh tubuh.
infeksi jamur kandida pada mulut, lidah atau tenggorokan.
Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan.
4. Kelompok Risiko Tinggi HIV dan AIDS
Sesuai dengan metode penularannya, maka kelompok berikut adalah yang paling berisiko
terinfeksi HIV:
a. Pasien yang menerima transfusi produk darah atau transplantasi organ/jaringan tubuh
b. Pelaku hubungan seks atau perilaku seksual lainnya yang tidak aman, yang
memungkinkan kontak antara cairan sperma atau cairan vagina dengan mukosa kemaluan
tanpa penghalang (kondom)
c. Pengguna narkotika suntik, terutama yang alat suntiknya digunakan bergantian satu
sama lain
d. Mereka yang menggunakan alat tajam/suntik secara bergantian, misalnya jarum tato,
jarum tindik, peralatan pencet jerawat yang tidak disterilkan atau sekali pakai.
e. Bayi yang dikandung dan dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV
f. Bayi yang disusui oleh ibu yang terinfeksi HIV
g. Petugas medis yang sering terpapar alat suntik terkontaminasi
HIV tidak ditularkan lewat kontak kasual, seperti berjabat tangan, berpelukan, menggunakan
toilet yang sama, bersin, batuk, gigitan serangga, ataupun minum dari gelas yang sama.
Virus HIV tidak bertahan lama di luar tubuh, terutama di tempat yang kering
5. Pencegahan HIV dan AIDS
Pencegahan HIV mirip dengan pencegahan IMS dan ditambah aspek penggunaan narkotika
dan peralatan tajam. Pencegahan ini dikenal dengan metode ABCDE.
A= Abstinence, yaitu tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan.
B= Be faithful, yaitu tetap setia pada satu pasangan seksual.
C=Condom, gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.
D=Dont use drugs, tidak mengkonsumsi NAPZA, khususnya yang menggunakan
suntikan
E=Equipment, berhati-hati terhadap peralatan yang berisiko membuat luka dan digunakan
secara bergantian (bersamaan), misalnya jarum suntik, pisau cukur, dll.

DAFTAR PUSTAKA

1. Panduan Kurikulum dan Modul Pelatihan Program Penyiapan Kehidupan


Berkeluarga bagi Remaja untuk Pengelola PIK Remaja/Mahasiswa, Pendidik Sebaya,
dan Konselor Sebaya. Jakarta, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional, 2011
2. WHO 10 Facts on Adolescent Health. Geneva, World Health Organization, 2008
(http://www.who.int/features/factfiles/adolescent_health/facts/en/index1.htm, diakses
1 Oktober 2012)
3. Depkes RI. 2010. Strategi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS 2007-2010.
Komisi penanggulangan AIDS.
4. Depkes RI. 2006. Situasi HIV /AIDS di Indonesia tahun 1978-2006. Pusat data dan
informasi departemen kesehatan republic . Jakarta
K. LEAFLET HIV TERLAMPIR