Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN DIABETES MELITUS

No.
:
Dokumen
SOP No. Revisi :
Tgl. Terbit :
Halaman : 1 / 3 halaman
UPT Puskesmas A.KISTYOKO,SKM,M.Kes
Randulawang NIP. 19660404 198703 1 004

Pengertian Diabetes melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai


berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang
menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, saraf, ginjal dan
pembuluh darah.
Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pengobatan
Diabetes Melitus
Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Randulawang no.
tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Randulawang
Referensi Permenkes RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis
bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
5. Langkah-langkah 1) Petugas melakukan anamnesa tentang riwayat penyakit
sekarang, apakah pasien mengeluhkan gejala klasik DM yang
berupa poliuria (sering kencing), polidipsi (sering haus) dan
polifagi (serng lapar), serta enurunan berat badan yang tidak
jelas penyebabnya, atau juga bisa disertai keluhan tidak khas
meliputi lemah, kesemutan, gatal, mata kabur, luka yang sulit
sembuh, pruritus vulva pada wanita, dan disfungsi ereksi pada
pria.
2) Petugas melakukan pemeriksaan fisik, adakah penurunan
berat badan, atau adakah prurirus atau gangren.
3) Petugas melakukan pemeriksaan GDA, atau GDP dan
GD2JPP bila pasien berpuasa, serta pemeriksaan HbA1C
4) Petugas menegakkan diagnosa Diabetes Mellitus bila:
4.1.1 Gejala klasik DM (poliuria, polidipsia, polifagi) + Glukosa
darah sewatu 200 mg/dl (darah kapiler). ATAU
4.1.2 Gejala klasik DM + Glukosa darah puasa 126 mg/dl
(darah kapiler). ATAU
4.1.3 Kadar glukosa plasma 2 jam pada tes toleransi glukosa
terganggu (TTGO) > 200 mg/Dl. ATAU
4.1.4 Tanpa gejala kasik DM + kadar GDS 200 mg/dl atau
GDP ulang 126 mg/dl (darah kapiler). ATAU
4.1.5 HbA1C 6.5 %, pemeriksaan HbA1C dilakukan hanya

1
apabila pasien menyetujui.
5) Petugas melakukan evaluasi gizi, evaluasi penyulit DM,
evaluasi perencanaan makan sesuai kebutuhan
6) Petugas memberikan pengobatan DM:

6.1.1 Golongan Biguanid: Metformin, dosis awal 500 mg dosis


maksimal 2500 mg diberikan 1-3 kali/hari

6.1.2 Golongan Sulfonilurea: Glibenklamid dosis awal 2.5 mg


dosis maksimal 15 mg/hr diberikan 15 30 menit
sebelum mkan, 1-2 kali/hari.

6.1.3 Golongan Inhibitor glukosidase: Acarbose dosis awal


50 mg dosis maksimal 300 mg diberikan 1-3 kali/hari

6.1.4 Insulin : short acting atau long acting

7) Petugas memberi edukasi sesuai dengan terapi non


farmakologi dan efek samping obat

6. Bagan alir
Anamnesa

Melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang

Penegakan diagnosa

Konseling dan edukasi

Kriteria rujukan

7.Unit terkait Poli umum


8. Dokumen terkait Rekam medis

9.Rekaman historis perubahan

2
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan