Anda di halaman 1dari 7

Hasil Kegiatan Fieldtrip

Fieldtrip atau yang biasa disebut kunjungan lapangan merupakan salah satu agenda
wajib yang tercantum pada kalender akademik Politeknik Negeri Banyuwangi pada setiap
tahunnya. Pada tahun ini Program studi Teknik Sipil mendapat kesempatan untuk dapat
kunjungan lapangan di PT Brantas Abipraya Pasuruhan dan juga proyek pembangunan
rumah sakit Lavalette Malang. Dimana diharapkan mahasiswa dapat mendapat gambaran dan
juga ilmu dari kunjungan lapangan yang dilakukan.
Pada tanggal 30 September 2016 pukul 08:30 WIB rombongan dari Banyuwangi
sampai di PT Brantas Abipraya Pasuruan dengan lancar. Disana kita disambut oleh Manager
dan juga teknisi yang bekerja disana. Acara dimulai dengan pembukaan terlebih dahulu dan
juga dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang diberikan olah Ibu Yuni Ulfiyati selaku
Ketua Program Sudi DIII Teknik Sipil, dalam sambutannya Kaprodi mengucaokan banyak
terima kasih kepada PT Brantas Abipraya karena telah mau meluangkan waktunya untuk
menerima kai danjuga membagikan sebagian ilmunya untuk kami semua. Tak lupa kaprodi
juga mengatakan bahwa kerjasama antara PT Brantas dengan Teknik Sipil Poliwangi semoga
tidak berhenti sampai disana saja, karena juga ada alumni yang juga telah bekerja di PT
tersebut. Semoga PT Brantas juga mau menggunakan lulusan dari Teknik Sipil Poliwangi
sebagai rekan kerja yang berkompeten. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh manager dari
PT Brantas Abipraya yang juga mengucapkan banyak terikasih karena telah mau berkunjung
ke rumah mereka untuk berbagi pengalaman dan ilmu yang mereka miliki.
Setelah pembukaan selanjutnya kami dibimbing oleh teknisi untuk berkeliling dan
melihat proses pembuatan Beton Girder. PT Brantas ini merupakan salah satu perusahaan
yang bergerak pada bidang beton precast. Disana kita semua diberitahu tentang apa itu balok
girder danjuga bagaimana proses pembuatannya,bahan yang digunakan, spesifikasi bahan,
cara perakitan , metode yang digunakan, cara pengecoran, berapa waktu pengecoran,
pengankatan setelah pengecoran, dan massih banyak yang lainnya.
Pada saat ini PT Brantas sedang mendapatkan proyek untuk pembuatan balok girder
untuk sungai bengawan solo. Pada proyek ini menggunakan balok girder dengan dimensi
lebar 2m dan dengan panjang 17 m pada setiap plong balok. Proyek ini merupakan proyek
yang besar yang pernah ditangani olah PT Brantas.
Pembuatan balok girder dimulai dengan proses pabrikasi baja. Pabrikasi dilakukan
ssecara precasst atau dilakukan di tempat lain agar lebih aman dalam pengerjaannya. Setelah
tulangan siap selanjtnya dilakukan pengangkutan menuju tempat perakitan. Dalam tulanagn
balok girder ini menggunakan banyak jenis baja mulai dengan baja dengan ukuran D16
sampai dengan D32. Penggunaan tulangan ini bertujuan untuk memperkuat balok girder
sesuai dengan fungsinya. Tak lupa balok ini juga menggunakan bahan tambahan selain baja
yaitu menggunakan pipa yang terbuat dari alumunium dan juga sterofom. Kombinasi bahan
ini bukan tanpa alasan tapi juga berguna untuk mempermudah pengerjaan.
Ini merupakan dokumentasi fieldtrip 2016 yang diambil di PT Brantas. Ini
merupakan kegiatan perakitan tulangan yang akan digunakan dalam pembuatan balok girder.
Seperti yang kita lihat bahwa pekerja hanya menggunakan sebagian K3 mereka tidak
menggunakan K3 secara keseluruhan. Mereka tidak menggunakan helm padahal disana ada
banyak alat berat yang lalulalang diatas mereka membawa material yang tidak ringan. Juga
dari dokumentasi dapat dilihat bahwa baja yang digunakan adalah baja yang sudah lama dan
telah tertutupi karat hampir diseluruh bagian baja. Menurut SNI baja yang berkarat tidak
boleh digunakan karena dapat mengurangi daya lekat antara beton dan juga baja. Seharusnya
sebelm dgunakan terlebih dahulu dilakukan penghilangan karat terlebih dahulu.

Pada pengerjaannya PT Brantas sudah memiliki alat pembuatan beton sendiri, hal ini
merupakan salah satu yang harus dimiliki perusahan ynag brgerak dibidang precast beton,
karena jika harus memesan campuran beton dari perusahaan yang lain maka akan banyak
memakan biaya. Salain biaya juga akan menghambat pengerjaan juka harus mendatangkan
dari daerah lain. Dengan mempunyai alat pencampur beton sendiri dapat kapan saja membuat
campuran dan tidak harus menunggu terlalu lama dalam pemesanan untuk melakukan
pengecoran. selain alat pencampuran juga harus ada armada yang akan digunakan untuk
mengangkut beton yang telah siap untuk dihampar ketempat yang akan dilakukan pengecoran
yaitu dengan menggunakan truck mixer.

Selain dengan balok yang berdimensi besar terdapat juga balok girder yang
berukuran kecil seperti yang terlihat pada foto di atas. Menurut penuturan beliau balok yang
berukuran kecil ini digunakan pada bantaran sungai yang tidak terlalu lebar. Biasaya
digunakan pada saluran perumahan atau yang terdapat di perkampungan, fasilitas umu dan
lain sebagainya.

Ini merupakan salah satu proyek yang sedang ditangani PT Brantas yaitu proyek
pembangunan jambatan layanng dan juga untuk bantaran sungai bengawan solo. Balok ini
biasanya digunakan untuk plengsengan tepi sungai yang berguna untuk memperkuat
konstruksi sungai.
Pada foto di atas dapat dilihat merupakan tulangan unntuk balok girder. Seperti yang
terlihat baja yang digunakan sudah terdapat banyak karat. Ini juga dikarenakan proses
pabrikasi dilakukan di luar ruangan akibatnya baja akan terkontaminasi oleh air hujan
ataupun embun. Dan jika harus dilakukan pembersihan maka akan memakan banyak waktu
dan juga pekerjaan akan banyak yang terbengkalai. Setelah proses perakitan tulangan ini
selesai selanjutnya tulangan akan diangkat menggunakan mobile crane ketempat cetakan
balok girder. Setelah melalui banyak pengecekan selanjutnya akan dilakukan pengecoran
dengan menggunakan K400. Balok girder yang telah dilakukan pengecora harus siap
diangkat pada lama pengerasan 8 jam. Untuk itu dilakukan penambahan zat adiktif untuk
membantu mempercepat pengerasan beton. Beton yang telah padat selanjutnya dilakukan
pengangkatan per segmen dengan menggunakan mobile crane dan juga dump truck untuk
membawa balok ketempat penyimpanan.
PT Brantas ini mempunyai banyak alat berat yang membantu pekerjaan, untuk sekala
pekerjaan baton precast dapat dikatakan bahwa alat erat yang dimiliki PT ini terbilang sidah
lengkap. Untk membantu pekerjaan panggangkatan jarak dekat dan juga pengerukan juga
terdapat back hoe.
Ini merupakan proses pengecoran balokgirder yang berukuran kecil. Yang biasa
digunakan pada plengsengan sungai. Dapat dilihat para pekerja menggunakan K3 dengan
seadanya. Hanya menggunakan sepatu dan juga sarung tangan kepala mereka hanya dilapisi
dengan topi yang terbuat dari kain yang hanya dapat melindungi mereka dari sorotan
matahari da tidak mellindungi mereka dari bahaya yang lebih besar.

Proses pemindahan balok girder yang telah mengeras ke dump truck menggunakan
bantuan back hoe untuk mengangkat. Selanjutnya balok girder akan disimpan dan akan
dikirim ke lokasi proyek jika telah memadai jumlah yang ada.
Setelah berkeliling dan mendapat banyak penjelasan dari teknisi yang bertugas
selanjutnya dilakukan penutupan yaitu dengan uncapan terikasih, pemberian cinderamata dari
poliwangi, dan juga sesi foto bersama. Sekitar pukul 11:05 rombongan dari banyuwangi
meninggalkan PT Brantas dan melanjutkan perkalanan ke tujuan selanjutnya. Karena hari
tersebut adalah hari Jumat maka sebelumnya berhenti di sala satu masjid untuk melaksanakan
sholat Jumat berjamaah. Dan selanjutnya dilakukan perjalanan ke proyek rumah sakit
Lavalette di Malang.
Rombongan sampai di lokasi proyek rumah sakit sekitar pukul 14:00 WIB. Disana
sekali lagi kita disambut dengan ramah oleh tuan rumah yaitu perwakilan dari PT Adhi
Karya dan PT Anaba yang dipercaya untuk melaksanakan proyek rumah sakit tersebut. Acara
dimulai dengan sambutan ketua prodi dan dilanjutkan oleh Bapak Makhfud selaku pelaksana
dari PT Adhi Karya.
Acara selanjutnya yaitu merupakan pemaparan materi yang dilakukan oleh bapak
Makhfud mengenai proyek rumah sakit mualia dengan metode yang digunakan, lokasi
proyekk, alasan pembangunan dan lain sebagainya. Dalam pemaparanya ini beliau
mengatakan bahwa proyek ini merupakan proyek yang terbesat yang pernah dibangun oleh
rumah sakit ini tapi bagi Adi Karya proyek ini merupakan proyek yang terbilang kecil dengan
proyek-proyek lain yang pernah dibangun oleh PT Adhi Karya. Proses pendapatan kontrak
pembangunan ini dilakukan dengan cara lelang.
Saat ini proyek rumah sakit sudah menempuh proses pemangunan lebih dari 50
persen. Proyek ini sudah mencapai lantai ke tiga dengan rencana tinggi lima lantai. Pada
kunjungan dilapangan kita diperbolehkan untuk melihat dan datang ke lokasi proyek dan naik
ke lantai atas untuk melihat pekerjaan yang sedang dilakukan. Disana sedang melakukan
pekerjaan tulangan lantai, pemasangan begisting kolom, dan juga penyambungan tulangan
kolom.
Di lapangan kita bertemu dengan pegawai yang sedang bertugas, dan disana kitapun
mulai menggali ilmu yang kita belum tahu. Namun banyak pertanyaan yang tidak terjawab
oleh mereka.
Kesimpulan
Dari diadakannya kegiatan fieldtrip ini akan menambah gambaran bagi mahasiswa
tentang keadaan proyek, hal-hal yang akan dihadapi, resiko, tanggung jawab dan masih
banyak yang lainnya. Selain itu juga menambah pengalaman mahasiswa untuk lebih giat
menimba ilmu karena apa yang terjadi di lapangan sangat komplek, dan juga tidak semua
yang kita dapat di bangku kuliah berlaku penuh di lapangan.