Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

PROGRAM PENGAMANAN FASILITAS FISIK

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN


TAHUN 2015

Jl. Raya Karangsari Karanganyar Kab. Pekalongan 51182 (0285) 385230


Fax. 385229 e-mail : kajen_rsud@yahoo.co.id
Blog : rsudkajen.blogspot.com

I. PENDAHULUAN

1
Sejalan dengan perubahan sosial budaya masyarakat dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan dan perkembangan informasi yang demikian cepat diikuti oleh
tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik mengharuskan
sarana pelayanan kesehatan untuk mengembangkan diri secara terus menerus
hal ini karena masyarakat semakin pentingnya akan kesehatan.

Pengembangan yang dilaksanakan tahap demi tahap berusaha untuk


meningkatkan pelayanan kesehatan dirumah sakit tetap dapat mengikuti
perubahan yang ada. Rumah Sakit sebagai tempat untuk pelayanan kesehatan
selalu melakukan pembenahan baik sarana maupun prasarana yang ada untuk
menjalin keamanan serta kenyamanan pasien maupun keluarga pasien. Dengan
semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan, maka
fungsi pelayanan kesehatan termasuk pelayanan dalam Rumah Sakit secara
bertahap perlu terus ditingkatkan agar menjadi efektif dan efisien serta memberi
kepuasan terhadap pasien, keluarga maupun masyarakat.

Dalam proses pencapaian kualitas pelayanan tersebut, upaya peningkatan


pelayanan Rumah Sakit disusun dalam bentuk kegiatan yang komprehensif dan
integratif yang menyangkut struktur, proses dan output/outcome secara objektif,
sistematik dan berlanjut, memantau dan menilai mutu serta kewajaran terhadap
pasien menggunakan peluang untuk meningkatkan pelayanan pasien dan
memecahkan masalah yang terungkapkan sehingga pelayanan yang diberikan di
Rumah Sakit berdaya guna dan berhasil guna.

I. LATAR BELAKANG

Rumah Sakit menjalin tersedianya fasilitas yang aman, berfungsi dan supportif
bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung, untuk mencapai tujuan ini
penatalaksananya harus berkelola secara efektif. Secara khusus, manajemen
harus berusaha keras untuk mengurangi dan mengendalikan bahaya dan risiko,
mencegah kecelakaan dan cidera dan memelihara kondisi aman.

Setiap pengunjung maupun pasien berhak atas kenyamanan yang diperoleh dari
Rumah Sakit, untuk itu perlu dijaga keselamatan maupun kemanannya.
Peraturan perusahaan dan pemeriksaan oleh yang berwenang di daerah
menentukan bagaiman fasilitas dirancang, digunakan dan dipelihara. Seluruh
Rumah Sakit tanpa memperdulikan besar kecilnya dan sumber daya yang
dimiliki, harus mematuhi ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari tanggung
jawab mereka terhadap pasien, keluarga, staf dan para pengunjung.

2
Rumah Sakit harus mematuhi peraturan perundangan dan memahami tentang
detail fasilitas fisiknya untuk dapat menyusun perencanaan. Secara proaktif
mengumpulkan data dan menggunakannya dalam strategi mengurangi risiko dan
meningkatkan keselamatan dan keamanan lingkungan asuhan pasien, yang
pada akhirnya semua fasilitas yang tersedia mampu mendukung keselamatan
masyarakat yang ada di Rumah Sakit.

Agar upaya keselamatan dan keamanan fasilitas di RSUD KAJEN dapat berjalan
seperti yang diharapkan maka perlu disusun Program Keselamatan dan
Kemanan Fasilitas Fisik RSUD KAJEN.

III. TUJUAN

A. Tujuan Umum

Adalah untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pasien, keluarga


pasien, pengunjung dan staf di Rumah Sakit, melalui kegiatan manajemen
risiko fasilitas di lingkungan RSUD KAJEN.

B. Tujuan Khusus

1. Memastikan keselamatan dan keamanan pasien, keluarga pasien, staf,


pengunjung terhadap fasilitas fisik termasuk mengamankan dan memonitor
area yang berisiko keamanannya.
2. Untuk mencegah kecelakaan dan cidera, menjaga kondisi keselamatan dan
keamanan pasien, keluarga pasien, staf dan pengunjung.
3. Mengidentifikasi staf, pasien, pengunjung untuk mendukung pengamanan
lingkungan di RSUD KAJEN.
4. Untuk mengurangi dan mengendalikan bahaya risiko.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan program keselamatan dan keamanan fasilitas fisik di RSUD KAJEN


adalah sebagai berikut :

A. Manajemen Risiko Kemanan dan Keselamatan


1. Melakukan indentifikasi area yang berisiko keamanan dan keselamatannya.
2. Melakukan monitoring area yang berisiko terjadinya masalah keselamatan
dan keamanan, dengan cara pemasangan kamera CCTV di daerah berisiko
dan menempatkan access control di daerah berisiko keamanan.
3. Pemasangan tanda pengenal untuk semua staf, pengunjung,
pedagang/vendor di lingkungan Rumah Sakit. Hal ini ditunjukan untuk
memastikan seluruh penghuni Rumah Sakit dapat diidentifikasi dan
menghindari adanya pengunjung yang menganggu keamanan dan
keselamatan di Rumah Sakit.

3
4. Pengawasan Keamanan dan Keselamatan selama masa renovasi atau
pembangunan. Berbagai risiko keselamatan dan keamanan diawasi dengan
melibatkan seluruh tenaga yang terlibat dalam proses pembangunan dan
renovasi, guna menjaga keamanan dan keselamatan pekerja dan staf
Rumah Sakit selama proses pembangunan berlangsung.

B. Manajemen Fasilitas Fisik, dilakukan dengan cara :


1. Pemeriksaan fasilitas fisik secara komprehensif (mencatat semua perabot
yang tajam dan rusak yang dapat mengakibatkan cidera, fasilitas yang perlu
perbaikan dan pemeliharaan secara rutin).
2. Menetapkan response/action plan terhadap hasil pemeriksaan yang
dilakukan dalam poin a di atas
3. Menyusun anggaran untuk mengganti sistem, perbaikan fasilitas yang
rusak, pemeliharaan fasilitas rutin dan hal-hal terkait pengamanan fasilitas
fisik.
4. Melakukan monitoring terhadap pelaksanaan reponse/action plan.

C. Edukasi Staf Terkait dengan Keselamatan dan Kemanan


Staf yang edukasi adalah staf Teknisi, Staf Rumah Tangga, dan Staf anggota
TIM K3RS sesuai syarat dalam Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
Rumah Sakit.
D. Monitoring Kepatuhan Unit Independen/penyewa lahan tahap program
keamanan dan keselamatan Rumha Sakit. Unit Idependen diidentifikasi dan
diberikan sosialisasi terkait pelaksanaan program keamanan dan keselamatan
Rumah Sakit. Monitoring kepatuhan unit idependen dilakukan berkala untuk
memastikan konsistensi kepatuhan masing-masing unit terhadap program
keamanan dan keselamatan Rumah Sakit.
E. Pencatatan dan Pelaporan Insiden/Cidera akibat fasilitas yang tidak
memberikan keamanan dan keselamatan. Hal ini untuk mencegah
terulangnya/cidera dan menyusun rencana proaktif untuk menguragi risiko
yang dapat terjadi.
F. Pelaporan pelaksanaan kegiatan dan rencana tindak lanjutnya. Pelaporan
pelaksanaan program dan menentukan perbaikan terkait pelaksanaan
program.

V. SASARAN
Sasaran audien program adalah seluruh staf dan unit independen di lingkungan
RSUD KAJEN. Sasaran masing-masing kegiatan adalah sebgai berikut :

No Kegiatan Sasaran

1 Indentifikasi area yang berisiko keamanan 100%


dan keselamatannya
2 Monitoring area yang berisiko keamanan dan 100%
4
keselamatanya
3 Pemasangan tanda pengenal untuk semua 100%
staf, pengunjung dan rekanan
4 Pengawasan keamanan dan keselamatan 100%
selama masa renovasi atau pembangunan
5 Edukasi staf terkait dengan keselamatan dan 100%
keamanan
6 Monitoring kepatuhan unit 100%
independen/penyewa lahan terhadap
program keamanan dan keselamatan Rumah
Sakit
7 Pencatatan dan pelaporan insiden/cidera 100%
akibat fasilitas yang tidak memberikan
keamanan dan keselamatan
8 Pelaporan pelaksaan kegitana dan rencana 100%
tindak lanjutnya

5
VI. CAPAIAN PROGRAM KERJA

PROGRAM CARA INDIKATOR CAPAIAN


MELAKSANAKAN
1. Indentifikasi area yang berisiko Pendataan Jenis dan lokasi - Dilaksanakan identifikasi area
keamanan dan keselamatannya terindentifikasi berisiko keamanan dan keselamatan
(HVA)

- Area rumah sakit tidak ada laporan


2. Monitoring area yang berisiko Monitoring Laporan monitoring gangguan keamanan dan
keamanan dan keselamatanya kecelakaan

3. Pemasangan tanda pengenal Pemantauan Staf, pengunjung dan - Staf, pengunjung dan rekanan diluar
untuk semua staf, pengunjung rekanan teridentifikasi jam kunjung teridentifikasi dan
dan rekanan menggunakan tanda pengenal

4. Pengawasan keamanan dan Pemantauan Kontrak pekerjaan Kontrak pekerjaan renovasi


keselamatan selama masa renovasi /pembangunan /pembangunan menyebutkan pelaksana
renovasi atau pembangunan menyebutkan pelaksana bertanggung jawab terhadap keamanan
bertanggung jawab dan keselamatan di lingkungan
terhadap keamanan dan pekerjaan renovasi /pembangunan
keselamatan di lingkungan
pekerjaan renovasi
/pembangunan

5. Edukasi staf terkait dengan Telah dilaksanakan Simulasi kode merah


keselamatan dan keamanan Sosialisasi dan Laporan Sosialisasi dan
Simulasi Simulasi dan evakuasi

6
6. Monitoring kepatuhan unit
independen/penyewa lahan Monitoring Unit independen Terdapat kesepakatan Unit independen
terhadap program keamanan dan memenuhi dan memenuhi dan melaksanakan aturan
keselamatan Rumah Sakit melaksanakan aturan terkait terhadap keamanan dan
terkait terhadap keselamatan selama di lingkungan
keamanan dan RSUD Kajen
keselamatan

7. Pencatatan dan pelaporan


insiden/cidera akibat fasilitas Pendataan Laporan insiden/cidera Tidak ada laporan insiden/cidera akibat
yang tidak memberikan akibat fasilitas yang tidak fasilitas yang tidak memberikan
keamanan dan keselamatan memberikan keamanan keamanan dan keselamatan
dan keselamatan

7
VII. KENDALA DAN REKOMENDASI

A. Kendala kendala yang dihadapi adalah :

1. Keterbatasan tenaga khusus yang untuk melaksanakan program keamanan


dan keselamatan di Rumah Sakit.
2. Adminstrasi dan pelaporan tidak tertata rapi.
3. Tenaga kerja enggan melaporkan kejadian kecelakaan kerja keamanan dan
keselamatan.
B. Rekomendasi yang kita ajukan adalah :

1. Penambahan tenaga khusus untuk melaksanakan program keamanan dan


keselamatan di Rumah Sakit.
2. Perbaikan fasilitas fisik yang terkait dengan keamanan dan keselamatan
Rumah Sakit.

VII. PENUTUP

Dalam pembuatan laporan ini disadari bahwa tidak sempurna masih terdapat
banyak kekurangan-kekurangan. Oleh kerena itu masukkan dan saran untuk
perbaikan peningkatan program kerja yang akan datang, merupakan sesuatu yang
sangat berharga.Semoga program ini dapat menjadi pegangan bagi setiap orang
yang melibatkan diri untuk berkecimpung di komite kesehatan dan keselamatan
kerja RSUD Kajen.

Mengetahui, Kajen, 31 Desember 2015


Direktur RSUD Kajen
Disusun Oleh
Kabupaten Pekalongan
KEPALA RUANG IPSRS

dr. DWI ARIE GUNAWAN, Sp.B


YANUAR ERZAQ, S.KM
NIP. 19700429 199903 1 002
NIP. 19790101 200604 1 015