Anda di halaman 1dari 5

PRESENTASI

Presentasi adalah salah satu jenis komunikasi


antara pembicara dan pendengar. Dengan presentasi, kita berusaha mengkomunikasikan ide kita
secara langsung kepada pendengar. Presentasi merupakan alat komunikasi tangguh dalam usaha
untuk menyampaikan laporan atau keterangan mengenai apa saja yang merupakan tanggung
jawab seseorang, baik itu merupakan barang ataupun jasa.
Memberikan presentasi saat ini sudah merupakan bagian yang penting dalam kehidupan
setiap orang, Keterampilan yang tinggi dalam hal ini akan menjadi aset utama bagi seseorang
yang sedang meniti jalur karirnya.
Tujuan dari presentasi itu sendiri adalah:
a. Edukasi atau pendidikan
b. Memberikan Informasi
c. Persuasi atau mempengaruhi.
Presentasi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kemampuan, karena dari cara seseorang
memberikan presentasi dapat dinilai seberapa jauh ia menguasai bidang yang dikelola.
Jenis-jenis Presentasi adalah
1. Oral: Presentasi dengan berbicara
2. Visual: Presentasi dengan menggunakan tampilan
3. Teksual: Presentasi dengan menggunakan teks,selebaran.
Presentasi merupakan sesuatu yang penting dalam menjelaskan suatu hal dalam konteks
tertentu. Presentasi seharusnya dapat meyakinkan seseorang untuk mempertanyakan apa yang
dibicarakan pada saat presentasi adalah benar adanya.
Lalu bagaimana kita menilai presentasi yang telah dilakukan berhasil atau tidak? Cara
yang mudah untuk menilai presentasi kita adalah dari pertanyaan yang diajukan. Presentasi yang
menarik, akan memancing banyaknya pertanyaan dan komentar dari pendengar, walau komentar
yang bersifat kontra/serangan balik sekalipun. Sebaliknya, kalau tidak ada pertanyaan sama
sekali dari pendengar, berarti presentasi kita gagal, penelitian kita tidak menarik, atau
membosankan (pendengar mungkin ingin agar sesi kita cepat selesai untuk beralih ke pembicara
berikutnya).

Presentasi mungkin bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terutama untuk para
pemula atau yang belum mempunyai pengalaman presentasi. Berikut terdapat beberapa teknik
dan tips melakukan presentasi yang baik dan benar serta efektif.
Teknik Presentasi yang Baik dan Benar
1. Melakukan persiapan.
Antara lain, bahan presentasi, bahan yang akan dibagikan (jika ada), peralatan seperti laptop atau
infocus dan mempersiapkan mental. Jika semua kondisinya baik dan aman maka bisa membuat
kita akan lebih percaya diri.
2. Materi presentasi.
Bedakan antara materi yang akan dipresentasikan dengan proposal yang akan diberikan, karena
pada saat presentasi kita menjelaskan point-point nya saja dan tidak perlu secara keseluruhan
untuk dibahas karena akan menghabiskan waktu dan membuat audience merasa bosan.
3. Pada saat presentasi.
Usahakan datang lebih awal dari waktu yang ditentukan, jangan terlambat!.
Gunakan waktu seefisien mungkin.
Gunakan pakaian yang sopan tentunya
Kenali audiens atau peserta yang hadir, sehingga kita bisa lebih akrab dengan menyebut
namanya dan tahu jabatannya.
Bagi pandangan ke kita ke semua audiens dan perbanyak komposisi pandangan kita kepada
orang yang paling berpengaruh atau pengambil keputusan, seperti CEO atau salah satu pimpinan
dari yang hadir.
Sebisa mungkin untuk tidak membicarakan hal yang tidak penting dan yang audiens tidak mau
dengar
Berbicaralah dengan lugas dan sopan
Atur intonasi suara kita, jangan kebesaran dan juga jangan kekecilan.
Jangan banyak bergerak, karena akan mengganggu konsentrasi peserta.
Munculkan beberapa joke untuk mencairkan suasana yang kaku atau membosankan tapi jangan
berlebihan.
4. Anggap saja audiens tidak mengerti mengenai materi yang akan disampaikan,jadi
bersikaplah dengan mengundang simpati dan rasa kagum para audiens karena
pengetahuan kita, tapi hindari kesan menggurui.
5. Pada saat tanya jawab, catat pertanyaan dan jawablah dengan lugas.
Keberhasilan dari sebuah presentasi adalah kita mengerti betul tentang isi yang akan
dipresentasikan sehingga pada saat menjelaskan tidak terbata-bata atau kebingungan sendiri.
Untuk itu fahami betul isinya dan lakukan persiapan yang matang, karena tujuan dari presentasi
adalah untuk membuat para audiens mengerti dan memahami serta tertarik dari isi presentasi
yang ditawarkan.

Kiat-Kiat Presentasi Yang Menarik


Agar presentasi menarik, hendaknya dilakukan hal-hal berikut:

1. Structure.
Hendaknya bahan yang akan disampaikan tersusun secara sistematis dengan alur yang jelas dan mudah
difahami. Bila bahan yang akan disampaikan sangat padat dengan masalah konsepsional dan teoritis,
susunlah dengan bentuk sebagai berikut:

a. Pengantar : - membangkitkan perhatian dan minat peserta

- memaparkan ikhtisar materi bahasan

b. Bagian utama : - sejumlah judul utama (main points)

- beberapa sub judul

c. Kesimpulan : - butir-butir atau catatan penting

- diskusi dan pertanyaan

2. Simple.

Sampaikan penyajian dengan mudah dan tidak berbelit-belit. Hindari istilah-istilah yang sulit difahami,
Gunakan kalimat-kalimat yang pendek, jelas dan bervariasi. Penyajian jadi sangat membosankan apabila
penyaji sering menggunakan istilah-istilah yag berulang-ulang.

3. Surprise.

Kesuksesan penyajian seringkali tergantung di titik awal penyampaian. Apabila kesan pertama penyajian
menggoda, maka selanjutnya menjadi terserah anda. Oleh karena itu mulailah penyajian bahasan
dengan sesuatu yang mengejutkan, memancing perhatian atau mengundang minat dan keseriusan.
Gunakan kasus, data, gambar, games ataupun cerita mengenai sesuatu yang relevan dengan topik
bahasan.

4. Support.

Penyajian akan sangat menarik dan meyakinkan serta mudah difahami apabila disertai dengan ilustrasi
dan hala-hal yang menunjang. Lengkapilah setiap sub bahasan dengan ilustrasi yang memadai dan
relevan dalam bentuk kasus, contoh aplikatif, data dan fakta, dalil.

5. Shape.

Penyajian akan menjadi enak dilihat apabila disampaikan dengan model tampilan hand out, skema,
matriks atau grafis yang yang jelas, mudah dan menarik. Bentuk ini akan mempermudah pemahaman
pada topik-topik bahasan yang padat dan kompleks.

6. Style.

Gaya menyampaikan sungguh akan mempengaruhi keberhasilan penyampaian. Bila penyaji hanya
duduk dan berbicara dengan nada yang datar atau monoton tentu akan sangat membosankan.
Sebaiknya gaya penyampaian dilakukan dengan berbagai variasi gaya: kadang duduk, berdiri, jalan,
menyapa dengan nada bicara yang ekspresif serta penuh semangat.
7. Smart-smile.

Penampilan yang menarik hendaknya juga dipertimbangkan dalam menyampaikan sesuatu kepada
sejumlah pendengar. Seringkali kesan pertama penyajian justeru muncul dari penampilan fisik si penyaji:
pakaian, kerapihan dan kebersihan serta wewangian. Penampilan yang menarik akan menjadi optimal
manakala dalam proses penyampaian, tercipta hubungan dan suasana yang interaktif antara penyaji dan
pendengar. Munculkanlah suasana akrab dan hangat melalui teguran, sapaan, senyuman, pertanyaan,
meminta tanggapan ataupun komentar mereka.

8. Show.

Usahakanlah menggunakan media dan atau alat peraga yang memadai. Apakah dalam bentuk makalah,
hand-out, flipp chart, papan tulis, transparancy-sheet, slide. Artinya, jangan hanya menggunakan lembar
text-book yang merupakan bagian dari referensi yang digunakan.

9. Stop.

Berhenti sejenak dengan joke atau selingan-selingan segar untuk memelihara konsentrasi dan perhatian
pendengar, terutama apabila bobot topik bahasan berat dan sulit.

10. Summarize.

Menentukan akhir presentasi yang mengesankan. Kiat menutup presentasi menjadi sangat menentukan
keberhasilan menyampaikan bahasan. Presentasi hendaknya diakhiri dengan merangkum kembali
secara utuh pokok bahasan yang telah disampaikan, sambil terus memberi kesempatan kepada audience
untuk memperjelas hal-hal yang terlewat.

6 Langkah Mencapai Presentasi Yang


Efektif dengan PowerPoint
Presentasi yang baik dan menarik biasanya tidak lepas dari media PowerPoint. Presentasi
dengan aplikasi PowerPoint sudah jadi bagian penting dalam kehidupan sebagian pebisnis atau
mahasiswa.

Berikut tips & trick presentasi efektif dengan PowerPoint agar audiens tertarik menyimak sampai
acara berakhir.

1. Pakai Kalimat Sederhana

Aplikasi PowerPoint bukanlah aplikasi pengolah kata layaknya Microsoft Word. Untuk itu, pakai
kalimat yang jelas dan seperlunya saja. Jangan pula menjejalkan terlalu banyak informasi dalam
satu slide PowerPoint karena audiens mungkin akan kebingungan.
2. Gambar Bermakna Ribuan Kata
Pakai gambar atau ilustrasi yang benar-benar menarik di PowerPoint untuk menjelaskan
presentasi Anda sehingga audiens mau menyimak dan mudah memahaminya. Namun jangan
sampai pula resolusi gambar Anda pecah sehingga tampak menganggu.
3. Kuasai Topik Presentasi Secara Detail
Seringkali presentasi PowerPoint didesain secara cukup kompleks dalam banyak slide. Jangan
sampai Anda gagap menjelaskan detail sekecil apapun dalam presentasi. Persiapkan diri dengan
baik untuk membuat presentasi PowerPoint yang berkesan dan diterima audiens.
4. Berceritalah Saat Presentasi
Jangan hanya membacakan poin presentasi Anda secara monoton. Berceritalah! Ilustrasikan
konten di PowerPoint Anda, misalnya dengan pengalaman hidup sehari-hari sehingga audiens
dapat mencerna maksudnya dengan baik.
5. Konten Dalam Presentasi Sangat Penting
Pastikan konten yang Anda masukkan dalam presentasi PowerPoint Anda memang berguna bagi
audiens. Jangan pula terlalu banyak menggunakan animasi atau efek-efek khusus karena selain
bisa membosankan, hal ini bahkan bisa mengakibatkan presentasi Anda dianggap tidak serius.
6. Hargai Audiens Anda
Buat desain PowerPoint yang terlihat jelas, baik gambar maupun tulisannya. Pastikan kontras
warna benar-benar tepat sehingga tidak menyakiti mata mereka yang melihatnya. Pastikan pula
seluruh audiens dapat melihat konten dengan baik, meskipun mereka berada di jajaran paling
belakang.

KESIMPULAN
Presentasi sangatlah penting dalam menyampaikan sesuatu kepada target yang ditentukan agar apa
yang kita ketahui dapat diketahui dan dimengerti, juga agar dapat mempersuasi seseorang untuk dapat
memberikan jawaban yang bulat dan sesuai dengan apa yang dipresentasikan sehingga apa yang
diinginkan oleh pembicara dapat terlaksana. Presentasi atau penyajian suatu topik bahasan pada intinya
adalah seni untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pendengar dengan tujuan agar mereka
dapat dengan mudah memahaminya. Oleh karena itu keberhasilan presentasi selain ditentukan oleh
keterampilan berbicara di depan publik dengan segala kreativitas dan gaya penyampaian, juga
dipengaruhi oleh pengalaman atau jam terbang yang telah dikantongi presenter. Selain itu, kemauan dan
kemampuan mempelajari metode-metode yang berkembang ataupun melihat, memperhatikan dan
mempelajari orang-orang yang piawai dalam penyajian juga menjadi faktor penentu bagi kesuksesan
presentasi.

Sehingga presentasi sebenarnya haruslah dapat meyakinkan, agar presentasi tersebut berhasil dan
menuntun kita kejalan kesuksesan sesuai dengan yang diinginkan.