Anda di halaman 1dari 19

USULAN PPROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN
PEMBUATAN MARTABAK MANIS

DIUSULKAN OLEH:
1. ANA ULFILATUN NAFIAH (361422401031/2015)

POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI


BANYUWANGI
2015

1
PENGESAHAN USULAN PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

1. Judul kegiatan :
2. Bidang kegiatan :PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN
3. Ketua pelaksana kegiatan
a. Nama lengkap :ANA ULFILATUN NAFIAH
b. NIM :361422401031
c. Jurusan :D3 TEKNIK SIPIL
d. Universitas/Institut/Politeknik :POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI
e. Alamat rumah :Dsn. Sumberagung RT/006 RW/02
Ds.Kaliuluh Kec.Pesanggaran
f. No Telp./Hp :081937670209
g. Alamat e-mail :anaulviah@gmail.com
4. Anggota pelaksana kegiatan :1 Orang
5. Dosen pendamping
a. Nama lengkap :Uri Anjarwati , SE
b. NIP : 197405142001122002
c. Alamat rumah dan No Telp./Hp :-
6. Biaya kegiatan total :Rp. 1.000.000
a. Dikti :Rp. 1.000.000
b. Sumber lain (iuran) :Rp. -
c. Jangka waktu pelaksanaan :1 Bulan

Banyuwangi, 25 Maret 2015

2
Mengetahui
Kepala Program Studi Teknik Sipil Ketua Pelaksana

Zulis Erwanto, ST., MT Ana Ulfilatun nafiah


NIK 2013.36.111 NIM 361422401031

Wakil Direktur III Dosen Pembimbing


Bidang Kemahasiswaan

Enes Ariyanto Sandi, ST., MM Zulis Erwanto, ST., MT


NIK 2008.36.012 NIK 2013.36.111

Menyetujui
Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi

Ir. H. Asmuji, MM.


NIP. 19560222 198811

DAFTAR ISI

1. HALAMAN SAMPUL
2. HALAMAN PENGESAHAN . ii

3
3. DAFTAR ISI iv
4. RINGKASAN .. v
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Alasan yang mendasar dipilihnya usaha
1.3 Persoalan masyarakat dan kelayakan usaha
1.4 Masalah yang menjadi prioritas
1.5 Output yang dihasilkan
BAB II: GAMBARAN UMUM USAHA
2.1. Kondisi lingkungan yang menimbulkan gagasan usaha
2.2 Potensi dan sumber daya dari peluang pasar
2.3. Analisis ekonomi usaha yang direncanakan sehingga
usaha yang dilakukan dinyatakan layak
2.4 Rencana keuntungan / profil untuk menjamin
peluang berkelanjutan
BAB III: METODE PELAKSANAAN
3.1 Survey sederhana
3.2 Perencanaan usaha
3.3 Visi dan Misi
3.4 Kerjasama yang akan dilakukan
3.5 Proses produksi (SDA,SDM dan Tekhnologi)
3.6 Proses pemasaran
3.7 Strategi yang akan dilakukan
3.8 Pencapaian tujuan usaha
BAB IV: SUMBER DANA DAN ANGGARAN DANA
4.1 Bantuan pinjaman usaha 3 juta
4.2 Modal usaha lain dari pihak ke 3
4.3 Digunakan untuk biaya operasional
BAB V: ANALISA KEUANGAN
5.1 Aspek keuangan
BAB VI PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

4
RINGKASAN

Martabak Manis.) merupakan salah satu makanan ringan yang dalam


beberapa tahun terakhir banyak peminatnya. Merupakan makanan yang disukai
semua kalangan karna manisnya tersebut dan mempunyai tekstur lembut,
Martabak Manis mempuyai nilai ekonomis dan kualitas rasanya yang
juara.cocok untuk camilan keluarga pada saat berkumpul. Banyak sekali kalangan
yang menyukai jajanan ini mulai dari anak anak sampai kalangan dewasa, karan
rasa yang manis dan tekstur lembut yang dimiliki Martabak Manis ini.
Mudah didapatkan, bahannya juga mudah untuk didapatkan di pasaran
atau toko toko terdekat sekitar anda, Martabak manis adalah makanan asli
indonesia yang berkembang di daerah daerah lain, mempunyai banyak peminat
khususnya anak anak karena rasa manis tersebut. Berbagai rasa diciptakan untuk
menarik para konsumen untuk mencobanya.

5
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka


ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah hingga
sampai yang mahal.

Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap
orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang
membutuhkan asupan makanan tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan
tubuh. Makanan-makanan yang tersedia dipasaran saat ini memang sudah
beragam, tetapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan khas Indonesia,
serta harga yang ditawarkan juga kebanyakan terlalu mahal.

Salah satu makanan tradisional yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok
menjadi makanan konsumsi untuk malam hari, dan sekaligus merupakan makanan
yang juga cukup istimewa adalah "Martabak Manis".

6
Dengan pembuatan Martabak Manis yang dilakukan dengan cara yang sangat
sederhana, tetapi lebih higienis, serta akan dijual dengan harga yang sangat
terjangkau, maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk
membelinya.

Keberadaan Martabak Manis sebagai salah satu makanan dengan rasa yang enak,
nikmat, dan juga lezat memang telah dikenal dari masa kemasa, sehingga usaha
ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner alternatif di
Indonesia.

Dengan hal tersebut, maka saya ingin membuat usaha makanan, yaitu usaha
makanan "Martabak Manis" untuk dikembangkan menjadi usaha besar agar
masyarakat tidak akan pernah lupa dengan masakan khas Indonesia tersebut

1.2 Perumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan dikembangkan melalui program ini pada
dasarnya tidak lepas dari ruang lingkup permasalahanyaitu :
a. Bagaimana mengolah Martabak Manis dan laku dijual dan meningkatkan
ekonomi masyarakat ?
b. Bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Martabak
Manis adalah jajanan murah?
c. Bagaimana memaksimalkan penjualan produk Martabak Manis ?

1.3 Tujuan
a. Memaksimalkan Martabak manis laku di Kalangan masyarakat
b. Memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa Martabak manis
adalah jajanan yang relatif murah dan enak.
c. Meningkatkan daya kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

1.4 Luaran yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dari pelaksaan program ini adalah untuk


Memeberitahukan pada semua masyarakat bahwa martabak manis ini jajanan
yang enak dan relatif murah juga bisa untuk camilan keluarga.

1.5. Alasan yang mendasar dipilihnya usaha

Dalam suatu pemasaran banyak sekali berbagai bentuk


dan macam macam aneka ragam makanan dari yang kecil
hingga yang besar dan dari yang termurah hingga yang

7
termahal. Dalam kebutuhan sehari - hari banyak sekali aktifitas
yang dijalani dan juga pasti memiliki makanan yang sehat dan
bermanfaat bagi tubuh. Makanan - makanan memang sudah
banyak sekali yang menjual tetapi makanan ini begitu sangat
sederhana dan baik untuk dikonsumsi ketika siang
maupun malam hari untuk masyarakat kalangan menengah
kebawah ataupun menengah ke atas. Makanan ini dibuat dengan
cara pembuatan yang sederhana dengan lebih baik dan higienis,
begitu juga harga terjangkau dan banyak pula masyarakat yang
berminat untuk membelinya dengan rasa yang cukup enak,
nikmat, dan lezat.Oleh karena itu saya memilih jenis usaha yaitu
Martabak Manis untuk dijual karena untuk mengingatkan
masyarakat Indonesia agar tidak lupa makanan khas Indonesia,
karena ini merupakan makanan untuk dikonsumsi.

1.6. Persoalan masyarakat dan kelayakan usaha

Persoalannya adalah banyak sekali pedagang pedagang yang nakal yang


menyebabkan kepercayaan konsumen atau pembeli menjadi ragu akan produk
makanan yang memakai bahan pengawet atau bahan berbahaya lainnya. Sehingga
membuat masyarakat sulit untuk percaya akan higenisnya produk kita. Usaha atau
produk yang saya buat ini layak karna makanan relatif murah untuk kalangan
remaja yang biasa nongkrong di lesehan bisa juga di kalangan orang dewasa.

1.7. Masalah yang menjadi prioritas

Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan
terlebih dahulu adalah mengukur kemampuan saya terhadap lingkungan atau
pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:

1. Strenght (Kekuatan)
Kekuatan dari produk ini adalah:
Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat
1 (satu) produk terdiri dari beberapa macam bentuk dan rasa
Bahan produk yang terjamin dan higienis

2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari produk ini adalah:
Tidak tahan lama
Produknya mudah ditiru

3. Opportunity (Peluang)
Tempat Strategis
Fasilitas yang cukup memadai

8
4. Threath (Ancaman)
Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah

1.8. Output yang dihasilkan

Output yang dihasilkan yaitu makanan enak murah dan higenis Martabak
Manis adalah makanan yang sangat disukai dikalangan remaja hingga dikalangan
orang dewasa. Makanan ini sangat cocok untuk teman camilan keluarga yang lagi
berkumpul. Dikarenakan martabak ini sangat minim yang menjual saya berharap
usaha ini berkembang maju karna Martabak manis ini adalah jajanan yang
berkualitas.

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1. Kondisi lingkungan yang menimbulkan gagasan usaha

Usaha ini saya pilih karna melihat peluang usaha yang besar, Kondisi
lingkungan ini terletak pada dekat pantai juga tidak jauh dari pasar sehingga
mudah untuk membeli bahan adonannya. Banyak sekali para wisatawan selain
ingin berlibur pasti juga ingin menikmati kuliner yang ada pada daerah tersebut.
Sehingga saya ingin mendirikan usaha ini di daerah tersebut. Ini akan mejadikan
peluang yang sangat besar bagi saya untuk mendapatkan keuntungan dari usaha
yang saya buat. Lingkungan yang strategis ini juga memiliki sedikit pesaing
penjual martabak manis, kebanyakan mereka menjual minuman dan ikan bakar
saja, Martabak ini cocok sekali untuk camilan bagi remaja yang membawa
pasangan untuk menikmati indahnya pantai tersebut juga para ibu ibu atau
bapak bapak yang sengaja berlibur untuk menikmati pantai.

2.2 Potensi dan sumber daya dari peluang pasar

Usaha ini saya dirikan karena melihat adanya sebuah peluang usaha yang
sangat besar. Selain itu Martabak Manis produk baru yang sangat diminati oleh

9
berbagai kalangan dari mulai anak anak sampai orang dewasa karena digunakan
sebagai makanan camilan. Pengelolaan terhadap usaha ini sudah terbilang mudah
dan cepat diterima masyarakat.
Saya berharap dari usaha saya ini nantinya dapat berkembang dan bisa
mencukupi kebutuhan hidup serta memberikan laba yang cukup besar. Martabak
Manis ini saya buat bebas dari bahan pengawet dan rasanya manis, enak,
mengiurkan lidah. Selain itu di pasar pasar juga jarang yang membuat usaha ini,
peluang yang sangat besar untuk mengambil keuntungan yang besar.

- Menganalisa potensi pasar


Dalam menjalankan usaha ini harus mengetahui potensi pasar yang dijalani agar
usaha yang dijanali tersebut dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat
(konsumen)

- Menentukan objek pasar


Dalam menjalankan usaha ini harus menentukan objek pasar dengan strategi yang
mudah dijangkau masyarakat (konsumen)

- Menetapkan target / sasaran pasar


Dalam menjalankan usaha harus menetapkan target/sasaran pasar usaha dengan
cara melihat perbedaanya agar lebih mudah dijangkau oleh pembeli dalam
membelinya.

2.3. Analisis ekonomi usaha yang direncanakan sehingga usaha yang


dilakukan
dinyatakan layak
1. Product (Produk)
Produk yang dijual adalah "Martabak Manis" yang merupakan makanan
selingan sehari
hari
2. Price (Harga)
Harga perporsi Rp 12.000 karena harga ini sangat terjangkau dan relatif murah
3. Promotion (Promosi)
Dalam melakukan promosi produk ini dengan menyebarkan brosur kepada
masyarakat dan
dilakukan masa promosi pada setiap pembelian 1 paket dengan isi 5 porsi akan
memberikan diskon 10% dari harga tersebut.
5. Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di Jalan Jamin Ginting, Tepatnya Didekat pantai
Pulau Merah
karena letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau masyarakat (konsumen)
yang
berlibur

10
BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Survey sederhana


Melihat Kondisi lingkungan yang sangat strategis dan juag banyak
wisatawan yang berkunjung menjadikan peluang besar bagi saya untuk memulai
usaha Martabak manis ini, di pantai tersebut kebanyakn para penjual menjual
minuman juga makanan seperti ikan bakar dan nasi saja. Kondisi pasar yang juga
dekat memudahkan saya untuk membeli bahan bahan yang saya butuhkan untuk
membuat adonan Martabak Manis ini. Tempatntya yang ramai dan sangat asyik
untuk anak muda santai menikmati pantai.

3.2 Visi dan Misi

VISI : Dengan Berlandaskan imam dan taqwa CIVIL FORCE


FOOD menjadi salah satu perusahaan yang paling
maju,produktif,kreatif dan berkompetitif di
Indonesia.

MIS : - Menjadi perusahaan yang terdepan di


bidangnya.
- Memuaskan konsumen
- Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten
serta memiliki imtaq dan IPTEK yang kuat

11
- Memperluas lapangan kerja untuk kemakmuran
Mahasiswa dan Masyarakat sekitar tempat
produksi pada khususnya dan masyarakat
Indonesia umumnya.

3.3 Proses produksi (SDA,SDM dan Tekhnologi)

Untuk transportasi juga sangat memadai sekali , namun


yang menjadi knedala yaitu SPBU yang lokasinya masih jauh dari
pantai sehingga menjadi kendala. Untuk bahannya sendiri juga
mudah untuk didapatkan ditoko ataupun di pasar pasar
terdekat. Sangat memenuhi kebutuhan yang di butuhakan.

3.4. Proses pemasaran

Kegiatan pemasaran mempunyai peran sangat penting


dalam kelancaran suatu usaha. Lancar tidaknya usaha ini selain
dilihat dari kualitas produk, juga tergantung dari bagaimana cara
kita sebagai produsen memasarkannya dengan strategi yang
baik. Dalam usaha ini kami melakukan dua cara pemasaran,
yaitu pemasaran langsung.

Kegiatan pemasaran langsung, yaitu memasarkan produk


secara langsung kepada konsumen tanpa perantara lain. Cara ini
dilakukan pada usaha dengan kapasitas yang kecil atau secara
skala rumah tangga. Keuntungan memperoleh laba dalam
menggunakan jalur pemasaran ini lebih besar daripada
pemasaran tidak langsung karena tidak memberikan jasa kepada
pengecer atau distributor.

3.5. Strategi yang akan dilakukan


Ada beberapa strategi untuk pengembangan usaha yang akan dilaksanakan, yaitu:
a. Promosi yang menarik dan berkesinambungan.
b. Menciptakan Tahu Petis dengan bentuk yang menarik tidak sekedar bulat,
seperti bentuk
kotak dll.
d. Menjual di beberapa tempat yang ramai, seperti tempat wisata, wilayah
kampus, wilayah, sekolah, dan supermarket.

3.6. Pencapaian tujuan usaha

1. Tujuan saya memilih jenis usaha ini yaitu:

2. Mencari keuntungan/laba

12
3. Menarik minat konsumen untuk merasakan masakan yang sudah cukup
terkenal

4. Mencapai target penjualan

Keunggulan dari produk ini yaitu:

Memiliki berbagai macam-macam bentuk


Memiliki berbagai macam-macam rasa
Bahan produk yang higienis

BAB IV
SUMBER PEMODALAN

4.1 Bantuan pinjaman usaha 3 juta


Bnatuan modal yang didapat untuk mengembangkan usaha karna dianggap
layak sehingga mendapatkan bantuan modal. Karena dinilai mampu dan layak
untuk dikembangkan lagi.
Jika mendapatkan bantuan modal sebesar 3 juta, akan dorekomendasikan
untuk mengembangkan usaha Martabak Manis ini, terutama meningkatkan mutu
kualitas dan mencoba membuat berbagai macam rasa sehingga banyak anak
anak yang menyukai makanan ini. Jika mempunyai menu yang berbeda beda itu
akan menarik konsumen untuk mencoba jajanan ini.

13
4.1 Modal usaha lain dari pihak ke 3
Modal dari pihak ke 3 mungkin dari keluarga yang mensupport adanya
usaha tersebut dikembangakan. Dapat untuk uang khas usaha tersebut untuk
simpana usaha tersebut

4.1 Digunakan untuk biaya operasional


Biaya yang digunakan untuk membayar karyawan yang menjadi pegawai
tetap usaha tersebut, bisa juga untuk biaya kepentingan lainnya contohnya listrik
dan lain sebagainya.

BAB V
ANALISA KEUANGAN

1. Apsek Modal

- Bahan Baku

1. Terigu 2 kg Rp 14.000
2. Telur 1 kg Rp 12.000
3. Gula Pasir 1 Kg Rp 10.000
4. Air Rp -
5. Garam Rp 2.000
6. Soda kue Rp 3.000
7. Blue Band Rp 5.000
8. Pewarna kuning Rp 3.000

14
9. Fermipan Rp 3.000
---------
Rp 53.000

- Bahan Taburan
1. Kacang tanah 1/2 kg Rp 5.000
2. Meises Rp 5.000
3. Keju Rp 11.000
4. Susu kental manis Rp 7.000
5. Wijen Rp 5.000
-----------
Rp 33.000

- Modal
Bahan baku + Bahan taburan + Bahan baku tambahan + Ongkos angkut Rp
53.000 + Rp 33.000 + Rp 25.000 + Rp 500 = Rp 111.500

2. Perhitungan Keuntungan
Harga Jual: Rp 12.000 x 40 porsi = Rp 480.000
Harga Pokok Produk perunit:
Harga beli bahan baku RP 2.150
Harga beli bahan tambahan RP 625
Ongkos angkut Rp 500

Jumlah Hpp: Rp 3.275 x 40 porsi = Rp 131.000


Laba kotor = Rp 349.000
Biaya penjualan:
Biaya pembuatan brosur Rp 30.000
Biaya transportasi RP 30.000
Biaya sewa tempat Rp 25.000
Biaya listrik dan air Rp 10.000
Biaya komunikasi Rp 20.000
Biaya lainnya Rp 10.000
---------
Rp 125.000
Laba bersih Rp 224.000

Perhitungan margin keuntungan

Rp 224.000
---------- x 100% = 46,66%
Rp 480.000

15
BAB VI
PENUTUP

Kesimpulan dari proposal ini adalah semakin berkembangnya zaman maka


kesadaran manusia dalam pemenuhan gizi semakin meningkat. Banyak makanan
camilan yang memiliki gizi yang cukup bai. Sehingga perlu adanya pengemasan
yang bagus agar dapat lebih menarik dan tahan lama sehingga berguna bagi
masyarakat, Dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang inovatif untuk menjawab
kedua permasalahan diatas misalnya dengan memasarkan produk hasil dari
pedagang tradisional yang tidak menarik menjadi menarik dari segi nama maupun
kemasan, seperti kue tok merupakan camilan yang disenangi dan diminati oleh
semua golongan. Dan tak hanya itu, ternyata makanan ringan tersebut
mengandung gizi yang banyak.
Sekian dari proposal yang kami usulkan, besar harapan kami supaya
proposal ini dapat didanai dan terlaksana.

Harapan saya untuk produk "Martabak Manis" Adalah supaya produk ini
bisa lebih berkembang dan maju. Disamping itu, saya mengharapkan supaya
produk makanan ini tidak berkurang, karena produk ini sangat bagus dan
berkualitas.

16
DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah R, Affandi O, Batubara R. 2013. Analisis potensi ketersediaan dan


pemasaran bambu belangke (Gigantochloa pruriens widjaja) di hutan
rakyat bambu Desa Timbang Lawan Kecamatan Bahorok Kabupaten
Langkat dalam industri dupa bambu. Jurnal Pertanian USU. 2(2):137-
142.
Haubrich, R. 2010. Handbook of bamboos cultivated in the United States. Part 1:
the Genus Phyllostachys. Jurnal American Bamboo Soc. 1(4): 51.

Miskiyah, Broto W. 2011. Pengaruh kemasan terhadap kualitas dadih susu sapi.
Buletin Peternakan. 35(2): 96-106.

Ogunjinmi AAHM, Ijemoah, Aiyeloja AA. 2009. Socio-economic importnce of


bamboo (Bambusa vulgaris) in borgu local Government area of niger state,
Nigeria. Jurnal of Sustainable Development in Africa. 10(4): 284-289.

17
Sujarwo W, Arinasa IBK, Peneng IN. 2010. Inventarisasi jenis-jenis bambu
berpotensi sebagai obat diKabupaten Karangasem Bali. Buletin Kebun
Raya.13(1): 28-34.

Suratiningsih S, Rahayu S, Suhartati FM. 2013. Suplementasi ekstrak etanol daun


dambu petung (Dendrocalamus asper) pengaruhnya terhadap konsentrasi
N-NH3 dan VFA total secara in vitro. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(2):
590-596.

Wahidah BF. 2013. Potensi tumbuhan obat di area kampus II UIN alauddin samata
gowa. Jurnal Teknosains. 7(1): 111-119.

Widjaja EA. 2009. Ethnobotanical notes ongigantochloa in Indonesia with special


reference toG. apus. American Bamboo Society Journal.5(3): 57-68.

Windadri, Rahayu LIM, Rustiami H. 2006. Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan


obat oleh masyarakat lokal suku Muna diKecamatan Wakarumbu,
Kabupaten Muna, Sulawesi Utara. Jurnal Biodiversitas.7(4): 333-339.

Yanda MMI, Nurdin H, Santoni A. 2013. Isolasi dan karakterisasi senyawa fenolik
dan uji antioksidan dari ekstrak daun bambu (Dendrocalamus asper).
Jurnal Kimia Unand. 2(2): 51

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Ana ulfilatun nafiah
NIM : 361422401031
Program Studi : D-III Teknik Sipil
Alamat :Dusun Sumberagung RT003/RW004, Desa Kaliuluh,
Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Bannyuwangi

Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian saya yang berjudul


Pembuatan Martabak Manis yang diusulkan dalam Program Kreatifitas
Mahasiswa bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga/sumber
dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan
ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang

18
berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas
negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan
sebenar-benarnya.

Banyuwangi, 4 januari 2016


Yang Menyatakan,

Ana ulfilatun nafiah


NIM.361422401031

19