Anda di halaman 1dari 1

PENGERTIAN KINERJA

Pada umumnya, kinerja diberi batasan sebagai kesuksesan seseorang


didalam melaksanakan suatu pekerjaan. Lebih tegas lagi lawler dan
porter yang ,menyatakan kinerja adalah kesuksesan seseorang dalam
melaksanakan tugas.

Prawirosentoro, mengemukakan kinerja adalah hasil kerja yang dapat


dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi,
sesuai dengan wewenang tanggung jawab masing-masing , dala
rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara
legal,tidak melanggar hokum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Dalam perspektif model harapa, kinerja merupakan fungsi dari


kemampuan dan motivasi. Motivasi adalah kemauan untuk berbuat
sesuatu, dengan adanya motivasi maka pegawai memiliki kekuata
pendorong untuk berkerja. Seorang pegawai biasa memiliki kinerja
yang baik jika pelaksanaan kerja didukung oleh kemampuan yang
cukup.namun kemauan saja tidaklah lengkap.disini lah peran motivasi
sebagai factor pembeda antara pegaewai satu dengan yang lainnya.
Oleh karenanya,walaupun seorang pegawai memiliki kemampuan yang
cukup unyuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya, tetapi apabila
tidak ditunjang oleh motivasi yang kuat maka kin erja tidak optimal.

Menurut Cormick dan Tiffin, kinerja adalah kuantitas, kualitas dan


waktu yang digunakan dalam menjalankan tugas. Kuantitas adalah
hasil yang dapat dihitung sejauh mana seseorang dapat berhasil
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kuallitas adalah bagaimana
seseorang dalam menjalankan tugasny, yaitu mengenai banyak nya
kesalahan yang dibuat, kedisiplinan dan ketepatan. Waktu kerja adalah
mengenai jumlah absent yang dilakukan, keterlambatan, dan lamanya
mkasa kerjadalam tahun yang telah dijalani. Dari definisi-definisi
tersebut diatas penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud kinerja
karyawan adalah hasil kerja karyawan dilihat pada aspek kualitas,
kuantitas, waktu kerja, dan kerja sama untuk mencapai tujuan yang
sudah ditetapkan oleh organisasi.