Anda di halaman 1dari 14

Criss Dhyon II

MONITORING EFEK SAMPING OBAT


(MESO)
Definisi

Monitoring Efek Samping Obat (MESO)


merupakan kegiatan pemantauan setiap
respons tubuh yang tidak dikehendaki
terhadap obat yang terjadi pada dosis lazim
yang digunakan pada manusia untuk tujuan
profilaksis, diagnosis, dan terapi.

Criss Dhyon II
MESO oleh tenaga kesehatan di indonesia masih
bersifat sukarela (voluntary reporting) dengan
menggunakan formulir pelaporan ESO berwarna
kuning, yang dikenal sebagai Form Kuning. Monitoring
tersebut dilakukan terhadap seluruh obat yang beredar
dan digunakan dalam pelayanan kesehatan di indonesia.
Aktifitas monitoring ESO dan juga pelaporannya oleh
sejawat tenaga kesehatan sebagai healthcare provider
merupakan suatu tool yang dapat digunakan untuk
mendeteksi kemungkinan terjadinya ESO yang serius
dan jarang terjadi (rare).

Criss Dhyon II
Tujuan MESO
1. Bersifat langsung & segera
Menemukan ESO sedini mungkin terutama berat,tidak dikenal
dan frekuensinya jarang
Menemukan frekuensi & insiden ESO , baik yang sudah dikenal
maupun baru saja ditemukan
Mengenal semua faktor yang mungkin dpt menimbulkan ESO

2. Untuk memberi umpan balik antara petugas kesehatan


Untuk membuat peraturan
Untuk memberi peringatan
Untuk membuat data esential sesuai dengan sistem yang dipakai
di negara lain (melalui WHO)

Criss Dhyon II
Pemantauan dan Pelaporan ESO
Pemantauan efek samping obat perlu
didokumentasikan dalam formulir pelaporan efek
samping obat. ESO yang harus dilaporkan dan
didokumentasikan adalah yang berat, fatal,
meninggalkan gejala sisa.
Angka prevalensi atau insiden ESO berguna untuk
menentukan tingkat keamanan obat dan pemilihan
obat.
Monitoring efek samping obat (MESO)
dikoordinasikan oleh panitia farmasi dan terapi
dengan menggunakan formulir MESO
Criss Dhyon II
Mekanisme pelaporan

Apa yang perlu dilaporkan ?

Setiap kejadian yang dicurigai sebagai efek


samping obat perlu dilaporkan, baik efek
samping yang belum diketahui kausalnya
(KTD/AE) maupun yang sudah merupakan
suatu ESO (ADR)

Criss Dhyon II
Siapa yang dapat melaporkan ?

Tenaga kesehatan, dapat meliputi :


Dokter
Dokter spesialis
Dokter gigi
Apoteker
Bidan
Perawat, dan
Tenaga kesehatan lain

Criss Dhyon II
Cara melapor dan informasi
yang harus dilapor
Setiap kejadian yang dicurigai sebagai efek samping
obat perlu dilaporkan, baik efek samping yang belum
diketahui hubungan kausalnya (KTD/AE) maupun yang
sudah pasti merupakan suatu ESO (ADR).
Informasi Efek Samping Obat (ESO) yang hendak
dilaporkan diisikan kedalam pelaporan ESO/ formulir
kuning yang tersedia. Dalam penyiapan pelaporan ESO,
sejawat tenaga kesehatan dapat menggali informasi dari
pasien atau keluarga pasien. Untuk melengkapi
informasi lain yang dibutuhkan dalam pelaporan dapat
diperoleh dari catatan medis. Selanjutnya formulir akan
dikirim ke Pusat MESO Nasional, Badan POM

Criss Dhyon II
REAKSI-REAKSI YANG DILAPORKAN DALAM
MONITORING EFEK SAMPING OBAT

Setiap reaksi efek samping yang dicurigai


akibat obat. Terutama efek samping yang
selama ini tidak pernah / belum pernah
dihubungkan dengan obat yang
bersangkutan.
Setiap reaksi efek samping yang dicurigai
akibat interaksi obat.

Criss Dhyon II
Setiap reaksi efek samping serius, antara lain :
o Reaksi anafilaktik
o Diskrasia darah
o Perforasi usus
o Aritmia jantung
o Seluruh jenis efek fatal
o Kelainan congenital
o Perdarahan lambung
o Efek toksik pada hati
o Efek karsinogenik
o Kegagalan ginjal
o Edema laring
Criss Dhyon II
Obat- obat yang pelu di monitoring
efek samping obatnya

Obat golongan PPI (Proton rofecoxib


Pump Inhibitor) celecoxib
Obat golongan Fibrat valdecoxib
Rosiglitazone tegaserod
Ceftriaxon Nimesulide
Metoclopramide rosiglitazone maleat
Clopidogrel . lumiracoxib
Carbamazepin gatifloxacin

Criss Dhyon II
FORM PELAPORAN MESO
(Form Kuning)
Terdiri dari 4 bagian :
a. Informasi Pasien
b. Informasi Efek Samping
c. Informasi Obat
d. Informasi Pelapor

Criss Dhyon II
Form. meso

Criss Dhyon II
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH

Criss Dhyon II