Anda di halaman 1dari 2

Metode AHP

Peralatan utama AHP adalah sebuah hirarki fungsional denan input utamanya adalah persepsi

manusia.

Kriteria W1 W2 W3
Litologi W1/W1 W1/W2 W1/W3
Kelerengan W2/W1 W2/W2 W2/W3
Tutupan Lahan W3/W1 W3/W2 W3/W3

Litologi 2 kali lebih penting daripada kemiringan lereng, dan 3 kali lebih penting daripada

tutupan lahan.

Kelerengan 2 kali lebih penting daripada lahan.

Kriteria Litologi Kelerengan Tutupan Lahan


Litologi 1 2 3
Kelerengan 1 2
Tutupan Lahan 1/3 1/2 1
JUMLAH

Kriteria Litologi Kelerengan Tutupan Lahan


Litologi 1 2 3
Kelerengan 0,5 1 2
Tutupan Lahan 0,334 0,5 1
JUMLAH 1,834 3,5 6
Menentukan vector prioritas

Kriteria Litologi Kelerengan Tutupan Lahan


Litologi 0,545 0,571 0,5
Kelerengan 0,272 0,285 0,334
Tutupan Lahan 0,181 0,142 0,167

Menghitung eigen vector normalisasi


Kriteria Litologi Kelerengan Tutupan Lahan Jumlah baris Eigen vector normalisasi
Litologi 0,545 0,571 0,5 1,616 0,538
Kelerengan 0,272 0,285 0,334 0,891 0,297
Tutupan Lahan 0,181 0,142 0,167 0,490 0,163

Menghitung Rasio Konsistesi

1. Nilai eigen maksimum ( maks)


= (1,834x0,538) + (3,5x0,297) + (6x0,163)
= 0,986 + 1,039 + 0,978
= 3,003
2. Menghitung indeks konsistensi (CI)
CI = ( maks n)/ n-1
= (3,003-3) / (3-1)
= 0,003/2
=0,001
Rasio Konsistensi = CI/RI
Nilai RI untuk n-3 adalah 0,58
CR = 0,001/0,58
= 0,0017
Karena CR < 0,100, maka preferensi pembobotan adalah konsisten.
Jadi, nilai eigen vector normalisasi (F) untuk masing-masng kriteria adalah 0,538

(litologi), 0,297 (kemiringan lereng) dan 0,163 (tutupan lahan).


Nilai F inilah yang kemudian menjadi bobot masing-masing kriteria untuk menghitung

indeks kerawanan longsor atau Landslide Hazard Index (LHI).


LHI = W1 x F1
LHI = (0,538 x Litologi) + (0,297 x Kemiringan lereng) + (0,163 x Tutupan Lahan)
5
1