Anda di halaman 1dari 12

METODE PELAKSANAAN

CAPING BEAM

PEKERJAAN LAHAN DAN JALAN AKSES (PAKET 1)


PROYEK PENGEMBANGAN BANDAR UDARA
AHMAD YANI-SEMARANG
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN CAPING BEAM

A. Uraian Singkat
Pekerjaan caping beam pada proyek ini terdiri dari:
a. Penyediaan dan pemasangan bekisting/perancah
b. Penyediaan dan pemasangan besi
c. Penyediaan beton ready mix dan pengecoran serta perawatan beton sesuai
dokumen kontrak.
B. Urutan Kerja
Pada pelaksanaan di lapangan, pekerjaan ini memerlukan urutan langkah-
langkah kerja untuk mencapai hasil yang maksimal. Bagan alir langkah-
langkah untuk pekerjaan caping beam dapat dilihat seperti berikut ini:

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)
Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
Gambar 1. Bagan Alir Pekerjaan Caping Beam

C. Daftar Alat, Bahan, dan Tenaga Kerja


Berikut ini rincian daftar alat, bahan, dan tenaga kerja yang diperlukan
dalam pekerjaan Caping Beam:
Tabel 1. Daftar Alat

NO DAFTAR ALAT JUMLAH


1 Concrete Mixer Truck 8 Unit
2 Concrete Pump 1 Unit
3 Concrete Vibrator 3 Unit
4 Bar Bender 1 Unit
5 Bar Cutter 1 Unit
6 Genset 1 Unit
7 Air Compressor 1 Unit
8 Sprayer Curing Compound 1 Unit
9 Alat Ukur 1 Unit
10 Water Tank 1 Unit
11 Lampu Penerangan 1 Unit
12 Tenda 1 Unit

Tabel 2. Daftar Bahan

NO DAFTAR BAHAN Volume


1 Beton Mutu K-350 1.605,08 m3
2 Bekisting 6.304,10 m2
- Balok kayu 10cm x 10cm
- Balok 5/7; 6/10
- Scaffolding
- Pipa Galvanis 1,5
- Weller
- Multiplex Phenolix 12mm-20mm

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
3 Total Besi Dia.13,16,19,dan Besi Polos 265.505,59 kg
Dia. 22 mm
4 Angkur Fix dan Move
6 Callbond
7 Curing Compound
8 Air

Tabel 3. Daftar Tenaga Kerja

NO DAFTAR TENAGA KERJA JUMLAH


1 Mandor 2 Orang
2 Pelaksana 2 Orang
3 Pekerja 30 Orang
4 Surveyor 2 Orang
5 Laboratorium 1 Orang
6 Mekanik 1 Orang
7 Petugas K3 1 Orang

D. Penjelasan Metode Kerja


1. Pekerjaan penyiapan/pemasangan Scaffolding atau bantalan kayu
Alternatif 1: Bantalan kayu disusun hingga mencapai elevasi yang telah
ditentukan, untuk mempermudah pemasangan bekisting.
Alternatif 2: Pemsangan Scaffolding dipasang hingga mencapai elevasi
yang telah ditentukan, untuk mempermudah pemasangan bekisting.

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
Gambar 1. Ilustrasi Penggunaan Tumpukan Kayu Sebagai Perancah

Gambar 2. Ilustrasi Penggunaan Scaffolding sebagai Perancah


2. Pekerjaan Pemasangan Bekisting dan Pembesian

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
a. Bila Scaffolding/tumpukan kayu sudah terpasang, maka dilanjutkan
dengan pemasangan base form dari pile head. Jika base form sudah
terpasang, maka dilakukakn stake out untuk marking elevasi,
kemiringan dan dimensi pile head sesuai dengan gambar kerja.
b. Sebelum besi tulangan dipasang base form diletakkan beton decking
bottom 10cm, dinding 7cm dengan mutu beton sama dengan capping
beam K-350
c. besi tulangan dipasang sesuai gambar kerja, sebelum besi terpasang
formwork harus diolesi Sika Form Oil.
d. Besi dan selongsong angkur fix dan move yang telah dipasang
e. Setelah pemasangan besi dilakukan pengecekan bersama pembesian
dan kebersihan base form (pembersihan bekisting dengan menggunakan
compressor untuk membersihkan kawat sisa ikat tulangan).
f. Pengecekan side form dan end form dilakukakan, hal ini digunakan
untuk mengecek dimensi dan center line yang mengacu pada gambar
kerja
g. Sebelum pengecoran, dilakukan final check mengenai pemasangan
perancah, pembesian, support side form dan end form sesuai dengan
gambar secara bersama-sama dengan Direksi Pekerjaan/Konsultan
Pengawas.
3. Pekerjaan Pengecoran
Urutan pelaksanaan :

a. Pengecoran dengan dibantu concrete pump, dan pengecoran


dilaksanakan layer per layer, tiap layer 50cm terus menerus diikuti
dengan vibrator.
b. Posisi vibrator dalam beton tidak boleh ditidurkan, kemiringan max.
Yang diijinkan 15-20
c. Saat penggetaran vibrator berhenti sampai air semen mulai naik 5
s/d10 detik/titik dengan jarak antar titik max. 25cm dan tidak
diperbolehkan mengenai tulangan
d. Tinggi jatuh beton kedalam bekisting tidak lebih dari 1,5m yang dapat
menyebabkan segregasi
e. Akhir permukaan beton dibuat rata mengikuti bentuk desain atau
gambar dengan menggunakan alat perata

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
f. Apabila pengecoran berhenti/terhenti maka dibuat stop cor tegak lurus
terhadap bidang datar dengan memaksimalkan pada posisi momen
minimal
g. Pembongkaran side form dapat dilakukan 1x24 jam sejak selesainya
pengecoran atau sesuai intruksi Pengguna Jasa.
h. Untuk Pembongkaran base form, umur beton harus sudah mencapai 7x
24 jam dari mutu yang direncanakan (65%) atau sesuai intruksi
Direksi Pekerjaan.

Gambar 3. Pengecoran Caping Beam menggunakan Concrete Pump


4. Pekerjaan Perawatan Beton
Perawatan beton segera dilaksanakan setelah pengecoran selesai dan terus
dilakukan paling tidak sampai dengan 7 hari. Perawatan dilakukan dengan
memakai Curing Compound.

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
Gambar 4. Ilustrasi Pemotongan tiang pancang sesuai dengan COP

Gambar 5. Penggunaan Scaffolding sebagai perancah

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
Gambar 6. Pemasangan perancah bekisting diteruskan dengan pembesian
dan pengecoran

Gambar 7. Ilustrasi Pengecoran Caping Beam

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
Gambar 8. Ilustrasi Caping Beam

E. Jadwal Pelaksanaan
Schedule pelaksanaan pekerjaan Caping Beam seperti berikut:

Gambar 9. Schedule Pelaksanaan Pekerjaan Caping Beam

Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)


Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang
Pekerjaan Lahan dan Jalan Akses (Paket 1)
Proyek Pengembangan Bandar Udara Ahmad Yani-Semarang