Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Kontrak Future

Kontrak future adalah suatu kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak (pembeli
dan penjual) untuk melakukan dan menerima penyerahan sejumlah aset atau komoditi dalam
jumlah, harga, dan batas waktu tertentu. Dalam kontrak future, ada beberapa istilah penting
yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut ini.
1. Sesuatu (komoditi atau aset) yang disetujui kedua pihak untuk dipertukarkan disebut
dengan underlying asset.
2. Tanggal yang ditetapkan untuk melakukan transaksi disebut dengansettlement
date atau delivery date.
3. Harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang berkepentingan untuk
melakukan transaksi disebut dengan futures price.
4. Pihak yang menyetujui kontrak untuk membeli aset yang menjadi patokan di
kemudian hari disebut sebagai pemilik (owner) kontrakfuture, atau dikatakan
mengambil posisi long futures atau long position.
5. Pihak yang menyetujui kontrak untuk menjual aset patokan tersebut di kemudian hari
disebut sebagai penjual (seller) kontrak future, atau disebut juga berada pada
posisi short futures atau short position.
Kontrak future mempunyai jarak waktu dengan settlement date yang berbeda satu dengan
lainnya, ada yang sangat dekat, sedang ataupun jauh. Kedua belah pihak dalam
kontrak future dapat menunggu pelaksanaan kontrak future sampai dengan settlement date,
atau bisa juga keluar dari posisinya (melikuidasi posisi) sebelum settlement date dengan cara
mengambil posisi yang berlawanan pada kontrak future yang identik. Dalam arti, pihak
pembeli atau penjual tidak bisa begitu saja membatalkan kontrak dan melarikan diri dari
kewajibannya. Oleh karena itu, untuk membatalkan kontraknya, mereka harus mengambil
posisi berlawanan, jika ingin melikuidasi posisi maka pembeli future akan menjual
kontrak future yang identik, dan penjual future akan membeli kontrak future yang identik
pula. Kontrak future yang identik adalah kontrak future yang
mempunyaiunderlying dan settlement date yang sama.
Sebagaimana intrumen derivatif lainnya, timbulnya kontrak futureadalah untuk
mengantisipasi ketidakpastian harga di masa yang akan datang, adanya faktor-faktor eksternal
yang tidak dapat dikuasai dan mengandung kemungkinan merugikan pelaku pasar, maka
salah satu anitisipasinya adalah membuat kontrak future. Karena sedemikian rumit
pelaksanaannya, biasanya kontrak future dilaksanakan pada pasar yang terorganisir.
Pada umumnya pada kontrak future pembeli dan penjual tidak berhadapan langsung,
namun terdapat lembaga perantara (intermediary) perdagangan secara resmi. Dalam hal
penjual kontrak tidak memiliki assetobyek kontrak (atau memiliki namun tidak bermaksud
menjualnya) maka penjual kontrak future dapat membeli kontrak future dengan pihak lain,
sehingga yang berhadapan pada akhirnya adalah pembeli kontrak futurepertama dengan
penjual kontrak future kedua. Hal tersebut sangat mungkin dilakukan karena dalam pasar
yang terorganisir semua pihak yang terkait harus terungkap secara transparan dan dapat
diungkap secara legal, sehingga dalam pasar future kemungkinan terjadinya kecurangan
menjadi kecil karena terdapat lembaga pengawas pada pasar tersebut.
Pelaku perdagangan berjangka
Pelaku pada perdagangan berjangka umumnya dikelompokan kedalam dua kelompok
yaitu :
1. Pelaku lindung nilai
Yang memiliki kepentingan pada aset acuan dan mencari cara untuk
melindungi risiko atas perubahan harga .
2. Spekulator
Yang mencari cara untuk memperoleh keuntungan dengan cara melakukan
prediksi atas pergerakan pasar dan melakukan pembelian komoditi di atas kertas
dimana sebenarnya mereka tidak membutuhkan komoditi tersebut.
Ciri Kontrak Future
1. Daily resettlement (penentuan harga setiap hari) dan penempatan margin (sejumlah
kecil deposito sebagai jaminan) diperlukan.
2. Penjual dan pembeli harus bertemu (bandingkan dengan kontrak forwardyang
dinegosiasikan lewat telepon) sehingga diperlukan suatu lantai bursa (disebut pit).
3. Ukuran kontrak dan tanggal penyerahan telah distandardisasi.
4. Spekulasi publik yang berkualitas didorong.
5. Mayoritas kontrak future ditutup lewat revarshing trades sehingga penyerahan tidak
pernah dilakukan.
Fungsi kontrak futurea.
a. Transfer risiko (risk transfer)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana oleh para hedger untuk mengalihkan
risiko harga yang melekat pada komoditas yang menjadi patokan kepada
pihak spekulator yang melakukan perhitungan risiko untuk mendapatkan keuntungan.
b. Pembentukan harga (price discovery)
Bursa kontrak future bisa dijadikan sarana pembentukan harga pasar yang transparan
dan terbuka karena dibentuk melalui proses persaingan harga yang terbuka.
c. Stabilitas keuangan (financial stability)
Para hedger yang melakukan lindung nilai (hedging) terhadap aset yang dijadikan
patokan akan lebih mudah menentukan tingkat keuntungan yang diharapkannya, karena
dalam perdagangan di bursa kontrak future, kepastian pencapaian nilai dari aset yang
akan dijual sudah dilindungi nilainya (hedging).
d. Pengawasan mutu (quality control)
Spesifikasi tentang mutu aset patokan yang tercantum secara spesifik dalam
kontrak future akan bisa dijadikan acuan untuk menjamin kesesuaian mutu aset secara
fisik dengan spesifikasi mutu yang tercantum dalam kontrak future.
e. Pengumpulan informasi yang efisien (efficient information gathering)
Dengan adanya bursa terorganisir, maka informasi antar pelaku pasar yang ingin
bertransaksi akan bisa dilakukan dengan efisien (cepat, mudah, dan sekaligus murah).
Manfaat Kontrak Future
1. Futures sebagai lindung nilai (hedging)
Manfaat utama yang diberikan kontrak future adalah untuk melindungi nilai (hedging)
aset yang dijadikan patokan dari ancaman risiko ketidakpastian perubahan harga di masa
depan. Pihak yang melakukan transaksi dalam kontrak future untuk tujuan lindung nilai
(hedging) disebut sebagai para hedger. Para hedger ini bisa melakukan kegiatan
perdagangan komoditi secara fisik dan juga memanfaatkan kontrak future untuk
mengurangi risiko perubahan harga di masa depan. Para hedger ini biasanya terdiri dari
para produsen, maupun para pedagang komoditi.
Ada dua alternatif posisi yang bisa dilakukan investor yaitu sebagai berikut ini, yaitu:
Short hedge (menjual futures)
Investor yang mengambil posisi ini mempunyai komoditi atau aset yang
menjadi underlying dalam kontrak future yang akan dijualnya secara fisik. Dengan
menjual futures maka investor akan terlindung dari risiko penurunan harga yang mungkin
akan terjadi di masa yang akan datang, sebagai akibat fluktuasi harga komoditi di masa
depan.
Long hedge (membeli futures)
Pada posisi ini investor tidak memiliki komoditi atau aset yang
menjadi underlying pada kontrak future yang akan dibelinya. Hal ini dilakukan investor
yang berkeinginan untuk memiliki komoditi atau aset tersebut di masa datang, sehingga
dengan cara membeli kontrak future terhadap komoditi atau aset tersebut, maka investor
dapat terlindung dari risiko kenaikan harga di masa yang akan datang.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses lindung nilai (hedging)
adalah basis risk. Basis adalah perbedaan antara harga di pasar spot dengan harga future dari
aset atau komoditi yang akan dilindungi.
Basis = Harga Spot Harga Futures
Fluktuasi basis tidak dapat diprediksikan dan tidak konstan selama periode kontrak
futures. Risiko basis adalah risiko yang dihadapi para hedger karena adanya perubahan basis
yang tidak diharapkan. Pada saat maturitas, besarnya basis akan sama dengan nol, karena
harga spot pada saat itu akan sama dengan harga futures.
2. Futures sebagai sarana spekulasi
Manfaat lain dari transaksi kontrak futures adalah sebagai ajang spekulasi untuk
memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi. Pihak-pihak yang melakukan
transaksi kontrak futures untuk tujuan spekulasi disebut sebagai spekulator. Bagi seorang
spekulator, salah satu cara tercepat untuk memperoleh keuntungan adalah dengan cara
membeli pada saat harga rendah dan menjual ketika harga tinggi. Keberadaan spekulator ini
menjadikan pasar lebih likuid.
Spekulasi dalam perdagangan stock indeks futures memiliki risiko lebih tinggi daripada
perdagangan saham karena dalam perdagangan stock indeks futures investor harus selalu siap
dengan dana kontan yang sewaktu-waktu digunakan untuk membayar tambahan margin
karena fluktuasi perdagangan indeks yang tajam. Apabila margin account investor sudah
berada di bawah 75% dari initial margin, maka investor akan dimintai tambahan dana, atau
disebut margin call, sehingga margin account kembali pada posisi sebesar initial margin.
Investor yang tidak memenuhi margin call, terancam posisi kontraknya akan dilikuidasi oleh
broker efek. Broker mempunyai hak untuk melikuidasi kontrak tanpa harus minta persetujuan
terlebih dahulu dari investor dan tindakan likuidasi kontrak akan dilakukan apabila broker
menganggap kelanjutan kontrak akan membahayakan pihak broker dan pihak nasabah.
3. future sebagai sarana arbitrase
Aritrase adalah mengambil posisi jual dan posisi beli pada hari yang sama untuk satu
produk yang sama, pada bursa yang sama atau bursa yang berbeda, jatuh tempo kontrak
(expired date) yang sama, jumlah kontrak yang sama, dengan strike price berbeda untuk
mendapatkan keuntungan selisih harga. Arbitrase juga diartikan mengambil posisi beli dan
jual untuk produk yang tidak sama, tetapi dalam bursa yang sama, jumlah investasi sama dan
delivery month yang sama untuk mendapatkan selisih harga. Tindakan arbitrase adalah suatu
kesempatan memperoleh keuntungan dari transaksi jual beli tanpa risiko dan tanpa
mengeluarkan modal atau disebut dengan istilah zero investment.
1. Arbitrase timbul karena ada perbedaan harga untuk suatu komoditi yang sama
2. Arbitrase menyamakan harga komoditi di berbagai tempat
Standardisasi Futures
Karena transaksi dilakukan antar pihak-pihak yang saling tidak tahu lawan transaksinya,
Kontrak berjangka tidak bisa dibuat tertulis. Untuk memberi kepastian untuk semua pihak isi
kontrak berjangka harus baku (standard). Kontrak standard itu biasanya memuat spesifikasi :
a. "Aset acuan" ( atau dikenal dengan istilah underlying asset atau instrumen. Bentuknya
bisa berupa satuan barel pada minyak mentah hingga suku bungajangka pendek.
b. "Jenis penyelesaian", baik dengan cara penyesaian tunai maupun penyelesaian dengan
cara penyerahan fisik aset acuan.
c. "Nilai" dan unit dari aset acuan per kontrak. Ini dapat berupa nilai nosional obligasi,
jumlah yang pasti dalam satuan barel dari oli, unit dari valuta asing, nilai nosional
dari deposito yang atasnya diperdagangkan suku bunga jangka pendek, dll.
d. "Mata uang" yang dipergunakan dalam kontrak berjangka.
e. Tanggal dan bulan penyerahan .
f. Tanggal transaksi perdagangan terakhir.
g. Rincian lainnya seperti kode komoditi, fluktuasi harga minimum yang diperkenankan.
Furutes Margin
Ada tiga tipe margin pada futures contracs,yaitu;
1. Initial Margin
Marjin awal atau biasa dikenal dengan istilah initial margin adalah kewajiban yang
harus dibayar baik oleh pembeli maupun penjual yang merupakan suatu gambaran nilai
kerugian dari kontrak yang ditetapkan berdasarkan sejarah perubahan harga yang terjadi
pada transaksi harian.Besarnya initial margin tergantung pada fluktuasi harga kontrak dan
tingkat volatilitas harga underlying assets pada kontrak;
Akun kontrak berjangka ini akan dihitung nilai pasarnya secara harian. Apabila marjin
jatuh dibawah kebutuhan marjin minimum yang ditetapkan oleh bursa berjangka setempat
dimana kontrak berjangka diperdagangkan maka akan diterbitkan "marjin call" agar akun
dapat kembali berada pada tingkat marjin minimum yang diperlukan. Margin pada bursa
berjangka merupakan jaminan, sedangkan pada bursa efek merupakan pinjaman.
2. Equity ratio margin
Marjin rasio ekuiti atau dikenal juga dengan istilah Margin equity ratio adalah suatu
istilah yang digunakan oleh spekulator untuk menunjukkan jumlah
modal perdagangan mereka yang ditahan setiap saat sebagai marjin . Kebutuhan marjin
yang rendah dari kontrak berjangka menghasilkan daya ungkit investasi namun
perdagangan di bursa membutuhkan jumlah minimum yang berbeda-beda tergantung
pada kontrak dan kredibilitas pedagang . Pialang dapat menentukan kebutuhan marjin
yang lebih tinggi namun tidak boleh lebih rendah dari yang ditetapkan oleh otoritas
perdagangan di bursa setempat. Penempatan marjin yang lebih tinggi dari yang ditentukan
ini dapat dilakukan oleh pedagang guna menghindari marjin call
3. Return on margin
Imbal hasil marjin atau lebih dikenal denagn istilah Return on margin (ROM) ini
seringkali digunakan untuk mengukur kinerja sebab merupakan perbandingan laba atau
rugi diperbandingkan dengan faktor risiko perdagangan sebagaimana tercermin pada
penetapan kebutuhan marjin. Imbal hasil marjin (ROM) ini dapat dihitung dengan rumus :
(realisasi imbal hasil) / (marjin awal).
ROM tahunan adalah setara dengan (ROM+1)(tahun:masa perdagangan)-1. Sebagai
contoh misalnya seorang pedagang mendapatkan penghasilan 10% pada marjin dalam waktu
2 bulan, maka apabila disetahunkan ini berarti 77%.
Mekanisme Perdagangan Futures
Dalam perdagangan futures berbeda dengan perdagangan forward dimana
perdagangan futures melibatkan pihak intermediary antara pembeli dengan penjual yang
dikenal dengan sebutan Clearing House. Beberapa peranan dari Clearing House adalah
sebagai berikut:
a. Sebagai intermediary atau perantara antara pihak pembeli dengan penjual
b. Menjamin eksposure resiko dengan mensyaratkan initial margin, maintenance margin
dan marked to market accounting.
Mekanisme perdagangang kontrak futures lebih rumit daripada transaksi saham biasa.
Jika ingin melakukan pembelian saham, pialang Anda bertindak sebagai perantara sehingga
Anda bisa membeli saham dari atau menjual saham kepada pihak lain melalui bursa saham.
Akan tetapi, di perdagangan futures, jual beli diselenggarakan tidak oleh Bursa Komoditas
dan penyelesaian transaksi jual beli dilaksanakan oleh central clearinghouseyang di Indonesia
dilaksanakan oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI) ataupun Kliring Penjaminan Efek
Indonesia (KPEI).
Pembeli seolah-olah membeli produk dari clearinghouse dan penjual seolah-olah menjual
kepada clearinghouse yang pelaksanaannya lewat sistem jaringan perdagangan
terkomputerisasi yang secara integral dapat diakses oleh anggota bursa. Sistem perdagangan
dan sistem penyelesaian berada dalam satu sistem jaringan komputerisasi integral antara
Bursa Komoditas dan clearinghouse. Pembeli dan penjual menempatkan pesanan beli dan
pesanan jual lewat perantara (anggota bursa) dan transaksi jual beli berlangsung antaranggota
bursa melawan clearinghouse. Produsen, konsumen dan pedagang sebagai anggota bursa
mendapat perlakuan yang sama dalam transaksi jual beli, yaitu clearinghouse sebagai lawan
transaksi. Anggota Bursa Beli seolah-olah membeli dari clearinghouse dan Anggota Bursa
Jual seolah-olah menjual kepada clearinghouse.
Produsen, konsumen, pedagang, perantara dan clearinghousemembuka rekening pada
bank yang sama, sehingga memudahkan pemindahbukuan rekening dalam penyelesaian
transaksi. Investor tidak diwajibkan mempunyai rekening pada bank yang sama dengan
rekening bang anggota bursa, tetapi akan lebih baik jika investor juga memiliki rekening yang
sama dengan rekening bank anggota bursa. Jika investor memiliki rekening bank berbeda
dengan rekening bang anggota bursa (perantara), maka ada selisish waktu satu hari untuk
penyelesaian. Bahwasannya pihak-pihak produsen, konsumen, pedagang, perantara
dan clearinghouse wajib memiliki rekening bank yang sama, maka rekening tersebut
disebut rekening dana.
Di samping rekening dana, terdapat rekening efek atau rekening barang yaitu rekening
yang menunjukkan kepemilikan efek atau barang dari produsen, konsumen, pedagang, dan
investor yang tersimpan di central custodian. Investor tidak mempunyai hubungan langsung
dengan central custodian, tetapi hubungan itu ada lewat anggota bursa, perantara.
Kepemilikan efek atau barang atas nama perantara yang ada di central custodian tidak lain
adalah milik nvestor. Demi keamanan efek atau barang milik investor, rekening perantara
wajib selalu disertai nama sub. Rekening Investor. Pihak central custodian wajib
mengirimkan sedikitnya sebulan sekali konfirmasi tertulis tentang perubahan status efek atau
barang kepada investor, sehingga investor dapat selalu mengecek perubahan kepemilikannya.
Perbedaan kontrak future dan forward
Sebelum memahami konsep dasar dari prinsip harga forward dan futures, perlu
diulang kembali perbedaan antara forward dan futures.Currency futures adalah kontrak yang
menetapkan penukaran suatu valuta dalam volume tertentu pada tanggal penyelesaian
tertentu. Kontrak futures serupa dengan kontrak forward karena memungkinkan pembeli
untuk mengunci harga yang harus dibayarkan bagi suatu valuta tertentu pada suatu waktu di
masa depan.
Kontrak Currency Futures Kontrak Currency Forward
Lokasi Pasar Diperdagangkan di Bursa Diperdagangkan di OTC
efek (Over the Counter) (angkat
telpon dan negosiasi
langsung)
Ukuran Kontrak Standar Disesuaikan dengan
kebutuhan individual
Tanggal Isi kontrak standar (misal: Kontrak tidak standar.
pengiriman/penyelesaian selalu jatuh tempo minggu Pemilihan tanggal jatuh
ke 3 tiap bulan X, tempo, cara pengiriman, dll
setelmen memakai cash di tergantung negosiasi.
akhir tempo)
Pelaku Unit kontrak relatif kecil Umumnya merupakan
sehingga terbuka bagi pasar wholesale, hanya bisa
pedagang besar dan kecil diakses oleh pedagang besar
Deposito penjamin Perlu deposito Tidak diperlukan deposito
penjamin(uang yang penjamin, melainkan saldo
ditaruh di broker buat jaga bank dan lini kredit
jaga kalau posisi futures
kita rugi)
Proses kliring Ditangani oleh clearing Penanganan tergantung pada
house yang dibentuk oleh bank-bank dan pialang-
bursa. Penyelesaian- pialang individual. Tidak
penyelesaian transaksi diperlukan clearing
harian ditentukan oleh houseyang terpisah
harga pasar.
Regulasi Commodity Futures Self-regulating
Trading Commission;
National Futures
Association
Likuidasi Tingkat likuiditas Tingkat likuiditas tergantung
tergantung pada negosiasi
perdagangan di bursa
Biaya transaksi Brokerage fee bisa Ditentukan oleh spread antara
dinegosiasikan harga jual dan harga beli

Perdagangan kontrak futures merupakan perkembangan dari sistem perdagangan


kontrak forward. Perdagangan kontrak futures merupakan hasil perkembangan dari sistem
perdagangan kontrak forward yang distandardisasi dan dilakukan pada pasar yang
terorganisir. Tujuan awal dari standardisasi adalah untuk meningkatkan likuiditas kontrak
forward sehingga pemegang kontrak forward menjual kembali kontrak tersebut dengan
mudah. Beberapa spesifikasi yang distandardisir dalam kontrak futures adalah jumlah,
kualitas, waktu penyerahan, tempat penyerahan, serta syarat-syarat pembayaran, dan prosedur
dalam penyerahan komoditi yang menjadi aset patokan dalam kontrak. Dengan demikian,
komponen yang dinegosiasikan dalam transaksi kontrak futures antara penjual dan pembeli
adalah komponen harga. Harga dari suatu kontrak futures ditetapkan melalui persaingan
terbuka antarpelaku pasar atau anggota bursa melalui dua cara yaitu (1) penetapan harga
dilakukan dengan sistem lelang terbuka (open out cry) di lantai bursa, dan (2) melalui sistem
perdagangan elektronik (electronic trading system) dengan menggunakan sistem komputer.
Teknik Perdagangan
Walaupun perdagangan stock indeks futures bersifat berjangka bulanan, tetapi
perdagangannya dapat di tutup setiap hari karena yang di anut adalah American style.
Mekanisme perdagangan stock indeks futuresmirip dengan perdagangan saham di spot
market. Perbedaan antara stock indeks futures market dengan spot market sebagai berikut :
1. Pembayaran awal di stock indeks futures market sebesar Rp.3.000.000, sedangkan
pada stock cash market harus dibayar penuh.
2. Penyelesaian transaksi di stock indeks futures market dalam bentuk cash delivery, yaitu
pembayaran uang tunai atas selisih untuk rugi, sedangkan pada stock cash
market penyelesaian di lakukan secara fisik melalui penyerahan saham (physical
delivery).
3. Pada stock indeks futures market, penghitungan untung rugi perbedaan harga di lakukan
setiap hari. Nasabah setiap hari dapat menerima untung atau membayar kerugian,
walaupun kontrak stock indeks pasih terbuka. Padastock cash market, penghitungan
untung atau rugi di lakukan pada saat saham yang di beli itu di jual di pasar.
Pada perdagangan futures dan option di anut 2 macam tekhnik perdagangan, yaitu:
1. Open-outcry
2. Screen based system
Dua tekhnik perdagangan ini masih banyak di anut di pasar berjangka, baik untuk
komuditas fisik maupun financial instruments. Alasan mempertahankan tekhnik open-outcry
tidak lain karena mempunyai sifat unik, artistik, dan energik, sehingga tampilan pasar sangat
semarak. Alas an penggunaan screen based system adalah membei kesempatan bertransaksi
yang sama kepada semua anggota bursa dan mempercepat proses tawar menawar harga
dengan tenang, tidak bising, dan perdagangan dapat di laksanakan jauh di luar gedung
bursa(remote trading).