Anda di halaman 1dari 5

EXECUTIVE SUMMARY

DESAIN RANCANG BANGUN GEDUNG KANTOR BLLAJSPD DAN OPP


DI LINGK. DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

BAB - 3
DESAIN PRA RENCANA
3.1 Luasan Site/Tapak Kantor BLLAJSDP OPP

Dalam merencanakan bangunan BLLAJSDP dan OPP, perlu disadari kondisi


terbatasnya lahan terutama didaerah kota besar,metropolitan dan pusat
kota. Beberapa kemungkinan harus dipertimbangkan sehubungan dengan
lokasi bangunan BLLAJSDP :

Alternatif 1 apabila lokasi bangunan BLLAJSDP dan OPP terletak di


pusat kota, maka pemanfaatan lahan yang efisien mengakibatkan
bangunan terdiri atas 2 lantai. Luas tapak yang dibutuhkan adalah
minimum 3,783 m2

Alternatif 2 apabila lokasi bangunan BLLAJSDP dan OPP terletak ditepian


kota, atau dikota yang masih relatif rendah intensitasnya, maka bangunan
BLLAJSDP dan OPP memungkinkan untuk dikembangkan sebagai 1 lantai
saja dengan lahan yang lebih luas. Luas tapak yang dibutuhkan adalah
minimum 5,152 m2

DESAIN PRA RENCANA | 1


PT PUSPARAYA KARSA
PERDANA
PT. PUSPARAYA
PT. PUSPARAYA
KARSA
KARSA
PERDANA
PERDANA
EXECUTIVE SUMMARY
DESAIN RANCANG BANGUN GEDUNG KANTOR BLLAJSPD DAN OPP
DI LINGK. DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

3.2 Desain Pra Rencana Arsitektur

Gambar 3-1 Konsep Tampak Kantor


BLLAJSDP

Gambar 3-2 Konsp Tampak Kantor OPP

PT PUSPARAYA KARSA DESAIN PRA RENCANA | 2


PERDANA
EXECUTIVE SUMMARY
DESAIN RANCANG BANGUN GEDUNG KANTOR BLLAJSPD DAN OPP
DI LINGK. DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

3.3 Desain Pra Rencana Struktur

Bangunan Gedung BLLAJSDP dan OPP merupakan bangunan dengan


konstruksi beton pada elemen struktur balok, kolom, tangga, lantai
dan lantai penutup/ atap dak beton.

Sedangkan tie beam, pedestal dan pile cap merupakan bangunan


konstruksi beton bertulang. Secara umum peruntukan bangunan pada
setiap lantai sesuai dengan fungsi ruang arsitektur.

3.3.1 Spesifikasi Bangunan Data Bangunan

Struktur rangka atap : Baja ST-37 profil IWF, CNP, siku, pelat
baja

Balok : Beton bertulang

Kolom : Beton bertulang

Pelat lantai : Beton bertulang

Sloof (Tie Beam) : Beton bertulang

Pondasi dangkal : Pondasi telapak setempat (asumsi)

3.3.2 Peraturan Dan Standar

1. Tata cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung(SNI


03-1727-1989-F)
2. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI
3-2847-2002)
3. Tata Cara Perhitungan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (SNI 3-
1729-2002)
4. Peraturan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung
(SNI 1726-2002)
5. AISC Manual of Steel Construction (AISC 2001)

PT PUSPARAYA KARSA DESAIN PRA RENCANA | 3


PERDANA
EXECUTIVE SUMMARY
DESAIN RANCANG BANGUN GEDUNG KANTOR BLLAJSPD DAN OPP
DI LINGK. DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

6. Load And Resistance Factor Design (AISC- LRFD1993)


7. Building Code Requirements for Structural Plain Concrete (ACI 2001)

3.3.3 Desain Kriteria

1. Material
a. Beton
b. Baja Tulangan
c. Baja
d. Baut dan Angkur

2. Pembebanan
a. Penentuan Bebas Rencana
b. Pemodelan Struktur Atas
c. Analisis Struktur Atas

3. Analisis Struktur Atas

4. Pembebanan untuk gedung

5. Pembebanan Gempa

6. Pembebanan Pole 6m
3.4 Kombinasi Pembebanan

Desain struktur baja (LRFD Method) :

1.1 1.0 DL + 1.0 LL


1.2 1.2 DL + 1.6 LL
1.3 1.2 DL + 0.5 LL + 1.0 E (100% Fx + 30% Fy)
1.4 1.2 DL + 0.5 LL + 1.0 E (30% Fx + 100% Fy)
1.5 1.2 DL + 1.0 E (100% Fx + 30% Fy)
1.6 1.2 DL - 1.0 E (30% Fx + 100% Fy)
1.7 0.9 DL + 1.0 E (100% Fx + 30% Fy)
1.8 0.9 DL 1.0 E

3.5 Perhitungan Struktur Atas

Tujuan perencanaan struktur adalah untuk menghasilkan suatu


struktur yang stabil, cukup kuat, mampu-layan, awet dan memenuhi
tujuan-tujuan lainnya seperti ekonomi dan kemudahan pelaksanaan.

PT PUSPARAYA KARSA DESAIN PRA RENCANA | 4


PERDANA
EXECUTIVE SUMMARY
DESAIN RANCANG BANGUN GEDUNG KANTOR BLLAJSPD DAN OPP
DI LINGK. DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

3.5.1 Perhitungan elemen Struktur Baja/Stress Ratio

Perhitungan elemen struktur baja didasarkan pada gaya gaya dalam


yang bekerja pada portal baja tiga dimensi yang dihitung dengan
bantuan program ETABS dengan analisa dinamis dan kombinasi
pembebanan seperti pada bagian
Kontrol tegangan dilakukan dengan bantuan program ETABS
Perhitungan rasio tegangan untuk beban aksial dan biaksial bending
untuk setiap kombinasi pembebanan

3.6 Desain Pra Rencana Mekanikal Elektrikal

Perancangan sistem elektrikal bangunan ini meliputi :


1. Sistem distribusi daya listrik
2. Sistem penerangan dan outlet daya
3. Penangkal petir
4. Sistem telepon
5. Sisten Jaringan data
6. Sistem Fire Alarm
7. Sistem Monitor CCTV

PT PUSPARAYA KARSA DESAIN PRA RENCANA | 5


PERDANA