Anda di halaman 1dari 12

Analisa Data

Nama/Umur : Tn. H / 39 tahun


Ruang/Kamar : St. Fransiskus / 04 / 05
No. Data Etiologi Masalah
1. DS : Penurunan fungsi ginjal, Kelebihan volume
- Pasien cairan
diet yang berlebihan,
mengatakan, kedua kaki saya tampak agak
bengkak. retensi cairan natrium.
DO :
- Tampak kedua
kaki klien udem.
- Pasien tampak
berbaring lemah ditempat tidur.
2. - Terpasang Infus Perubahan nutrisi Intake yang tidak
NaCl 0,9 % 20 Tts/mnt.
kurang dari kebutuhan adeguat.
DS : tubuh
- Pasien
mengatakan sejak sakit dan sampai masuk
RS saya sedikit makan, bahkan sejak masuk
RS saya tidak ada makan sama sekali, sejak
sakit saya sering muntah jadi makanan tidak
dapat masuk.
DO :
3. - Pasien tampak
tenang.. Kelemahan Umum Intoleransi
- Turgor kulit tidak aktivitas
elastis.
- Mulut pasien
kotor dan bau.

DS :
- Pasien
4. mengatakan, kedua kaki saya tampak agak Penyakit kronis
Kecemasan
bengkak.
dan masa depan
DO :
- Tampak kedua yang tidak pasti.
kaki klien udem.
- Pasien tampak
berbaring lemah ditempat tidur.
- Terpasang Infus
NaCl 0,9 % 20 Tts/mnt

DS : Pasien mengatakan saya sangat cemas


apakah saya dapat sembuh atau tidak.
DO : Pasien tamapk resah saat menceritakan
keadaanya

Diagnosa Keperawatan

Nama/Umur : Tn. H / 39 tahun


Ruang/Kamar : St. Fransiskus / 04 / 05
No. Tgl/Waktu Diagnosa Keperawatan Nama Jelas Teratasi
1. 20 April Kelebihan volume cairan tubuh Leny Oktaviany Teratasi
2008 berhubungan dengan penurunan fungsi
ginjal, diet yang berlebihan, retensi
cairan natrium.

2. 20 April Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Leny Oktaviani Teratasi


2008 tubuh berhubungan dengan intake yang
tidak adeguat.

3. 20 April Intoleransi aktivitas berhubungan dengan Leny Oktaviani Teratasi


2008 kelemahan umum

4. 20 April Kecemasan berhubungan dengan penyakit Leny Oktaviani Teratasi


2008 kronis dan masa depan yang tidak pasti.
Rencana Keperawatan

Nama : Tn. H Ruang : St. Fransiskus


Umur/Jenis Kelamin : 39 tahun / laki-laki No. Tempat Tidur : 04 / 05
Diagnosa Medik : CRF Dokter yang merawat : dr. Willy

Rencana Tindakan
Observasi, Tindakan Paraf
No. Diagnosa Keperawatan Tujuan Sasaran Rasional
Perawat, Tindakan Nama
Kolaborasi, Penyuluhan
I. Kelebihan volume cairan tubuh Tidak terjadi 1. TTV dalam 1. Kaji status cairan, timbang 1. Pengkajian Leny
kelebihan volume batas normal. BB harian, balance cairan, merupakan data dasar
berhubungan dengan penurunan
cairan setelah 2. masukan turgor kulit dan adanya berkelanjutan untuk
fungsi ginjal, diet yang dilakukan tindakan cairan dalam edema, tekanan darah dan memantau perubahan
keperawatan batas normal. nadi. dan mengevaluasi
berlebihan, retensi cairan
selama 3 x 24 jam. 3. Pasien 2. Batasi cairan yang masuk 2. Pembatasan cairan
natrium yang ditandai oleh : tampak rileks dalam 24 jam. akan menentukan BB
ideal dan keluaran
DS :
urine.
- P
3. Klasifikasi sumber 3. Sumber kelebihan
asien mengatakan, kedua
potensial cairan oral dan cairan yang tidak
kaki saya tampak agak
IV. diketahui dapat
bengkak.
diidentifikasi.
DO :
4. Jelaskan kepada keluarga 4. Meningkatkan
- T
tentang pembatasan cairan. kerjasama dengan
ampak kedua kaki klien
keluarga untuk
udem.
pembatasan cairan.
- P
5. Bantu pasien dalam 5. Kenyamanan pasien
asien tampak berbaring
memahami kendali akan meningkatkan
lemah ditempat tidur.
kenyamanan akibat kepatuhan terhadap
- T
pembatasan cairan. pembatasan diet.
erpasang Infus NaCl 0,9 %
20 Tts/mnt.
6. Laksanakan program 6. Untuk menambah
medik dalam pemberian kesuksesan terapi
anti diuretik. yang dilakukan.
Rencana Keperawatan

Nama : Tn. H Ruang : St. Fransiskus


Umur/Jenis Kelamin : 39 tahun / Laki-laki No. Tempat Tidur : 04 / 05
Diagnosa Medik : CRF Dokter yang merawat : dr. Willy
Rencana Tindakan
Observasi, Tindakan Paraf
No. Diagnosa Keperawatan Tujuan Sasaran Rasional
Perawat, Tindakan Nama
Kolaborasi, Penyuluhan
II Perubahan nutrisi kurang dari Kebutuhan nutrisi 1. Tidak ada 1. Kaji status nutrisi, timbang 1. Data dasar untuk Leny
pasien terpenuhi keluhan mual BB, pemeriksaan memantau perubahan
kebutuhan tubuh berhubungan
setelah dilakukan muntah dan laboratorium BUN, kreatinin, dan mengevaluasi
dengan intake yang tidak tindakan keperawatan anoreksia. protein. intervensi.
selama 3 x 24 jam. 2. BB Normal. 2. Beri makanan porsi kecil tapi 2. Porsi kecil mencegah
adeguat.
3. IMT antara sering takaran diet. mual, dan
DS : 18,5 21,5. meningkatkan selera
- P makan.
asien mengatakan sejak 3. Kaji pola diet nutrisi pasien, 3. Pola diet dahulu dan
sakit dan sampai masuk RS riwayat diet dan makanan sekarang dapat
saya sedikit makan, bahkan kesukaan. dipertimbangkan
sejak masuk RS saya tidak dalam menyusun
ada makan sama sekali, sejak 4. Beri perawatan mulut menu.
sakit saya sering muntah jadi sebelum dan sesudah makan. 4. Agar meningkatkan
makanan tidak dapat masuk. 5. Timbang BB dalam waktu nafsu makan.
DO : yang sama bila kondisi pasien 5. Memantau status
- P memungkinkan. nutrisi dan cairan
asien tampak tenang.. 6. Laksanakan program medik.
- T 6. Mengurangi rasa
urgor kulit tidak elastis. mual.
- M
ulut pasien kotor dan bau.
Rencana Keperawatan

Nama : Tn. H Ruang : St. Fransiskus


Umur/Jenis Kelamin : 39 tahun / Laki-laki No. Tempat Tidur : 04 / 05
Diagnosa Medik : CRF Dokter yang merawat : dr. Willy
Rencana Tindakan
Observasi, Tindakan Paraf
No. Diagnosa Keperawatan Tujuan Sasaran Rasional
Perawat, Tindakan Nama
Kolaborasi, Penyuluhan
III. Intoleransi aktivitas Intoleransi aktivitas 1. Pasien tampak 1. Catat intake Kaji 1. Untuk Mengetahui Leny
teratasi setelah rileks kemampuan pasien dalam kemampuan aktivitas
berhubungan dengan kelemahan
dilakukan tindakan 2. Mengungkapka beraktifitas. pasien
fisik keperawatan 3 x 24 n metode yang 2. Teknik menghemat
Jam memberikan 2. Instruksikan pasien tentang energi mengurangi
DS :
pengurangan teknik penghematan energi penggunaan energi
- P
3. Pasien tidak dan melakukan aktivitas 3. Kemajuan aktivitas
asien mengatakan, kedua
meringis dengan perlahan. mencegah
kaki saya tampak agak
3. Berikan dorongan untuk peningkatan kerja
bengkak.
melakukan aktivitas secara jantung tiba-tiiba
DO :
bertahap. 4. Memberikan bantuan
- T
hanya sebatas
ampak kedua kaki klien
4. Berikan bantuan sesuai kebutuhan akan
udem.
kebutuhan . mendorong
- P
kemandirian dalam
asien tampak berbaring
melakukan aktivitas.
lemah ditempat tidur.
5. Libatkan keluarga dalam 5. Untuk membantu
- T
membantu kebutuhan kebutuhan yang tidak
erpasang Infus NaCl 0,9 %
pasien. mampu dilakukan
20 Tts/mnt 6. Agar mobilisasi
6. Kolaborasi dengan ahli pasien dilakukan
fisiotherapi dalam ROM. sebenarnya dan tepat
Rencana Keperawatan

Nama : Tn. H Ruang : St. Fransiskus


Umur/Jenis Kelamin : 39 tahun / Laki-laki No. Tempat Tidur : 04 / 05
Diagnosa Medik : CRF Dokter yang merawat : dr. Willy
Rencana Tindakan
Observasi, Tindakan Paraf
No. Diagnosa Keperawatan Tujuan Sasaran Rasional
Perawat, Tindakan Nama
Kolaborasi, Penyuluhan
IV. Kecemasan berhubungan dengan Kecemasan 1. Keluarga 1. Mendengarkan keluhan 1. Menghadapi isu Leny
mengatakan klien dengan sabar. pasien dan perlu
penyakit kronis dan masa depan berkurang sampai
perasaan cemas dijelaskan dan
yang tidak pasti. dengan hilang yang dirasakan membuka cara
berkurang. penyelesaiannya.
DS : Pasien mengatakan saya setelah dilakukan
2. Keluarga pasien 2. Menjawab pertanyaan klien 2. Membuat pasien
sangat cemas apakah saya tindakan tidak tampak dan keluarga dengan yakin dan percaya.
bingung dan ramah. 3. Membuat
dapat sembuh atau tidak. keperawatan
cemas. 3. Mendorong klien dan kepercayaan dan
DO : selama 3 x 24 keluarga mencurahkan isi menurunkan
hati. kesalahan persepsi.
- P jam.
4. Menjalin hubungan
asien tamapk resah saat saling percaya.
4. Menggunakan teknik 5. Ini sulit untuk
menceritakan keadaanya
komunikasi terapeutik. menerima dengan
5. Berikan kenyamanan fisik isu emosi bila
pasien. pengalaman
ekstrem/ketidaknya
manan fisik
menetap.
Pelaksanaan Keperawatan
Nama/Umur : Tn. H / 39 tahun
Ruang/Kamar : St. Fransiskus / 04 / 05
Nama
Tgl. DP Waktu Pelaksanaan Keperawatan
Jelas
20 April 14.00 Aplusan--------------------------------------------------------- Leny
2008 I,II,III, 14.20 Mengkaji keadaan Umum pasien tampak sakit sedang, Leny
IV kesadaran compos mentis, pasien mengatakan, badan
saya terasa lemah, kedua kaki saya tampak agak
bengkak, sejak sakit dan sampai masuk RS saya sedikit
makan, saya juga kadang muntah sehingga makanan
tidak dapat masuk, dengan keadaan saya ini, saya
merasa cemas apakah saya dapat sembuh atau tidak.
Pasien tampak berbaring lemah, pasien tampak tenang,
kedua kaki pasien tampak udem, turgor kulit elastis,
mulut pasien juga berbau, aktivitas pasien sebagian
dibantu seperti mandi, makan, minum, BAB dan BAK,
terpasang infus NaCl 0.9 % 20 tts/mnt, sekarang
sedang transfusi 15 tts/mnt----------------------------------
I,II,III, 15.00 Mengobservasi TTV, Suhu : 36,2C, P : 18 x/menit,
IV TD : 140 / 90 mmHg, N : 80 x/menit.---------------------- Leny
I,II,III 15.35 Transfusi selesai, alirkan Inf NaCl 0,9 % 10 tts.mnt-----
II 16.00 Kolaborasi pemberian injeksi Lasix 1 gr via infus, Leny
pelan-pelan.---------------------------------------------------- Leny
I,II,III 17.30 Pasien makan 1 porsi, membagikan therapi oral,
Tensicap 25 mg dan Aminosal 5 mg,---------------------- Leny
I,II,III, 20.30 Mengkaji keadaan Umum pasien tampak sakit sedang, Leny
IV kesadaran compos mentis, pasien mengatakan, badan
saya terasa lemah, kedua kaki saya tampak agak
bengkak, sejak sakit dan sampai masuk RS saya sedikit
makan, saya juga kadang muntah sehingga makanan
tidak dapat masuk, dengan keadaan saya ini, saya
merasa cemas apakah saya dapat sembuh atau tidak.
Pasien tampak berbaring lemah, pasien tampak tenang,
kedua kaki pasien tampak udem, turgor kulit elastis,
mulut pasien juga berbau, aktivitas pasien sebagian
dibantu seperti mandi, makan, minum, BAB dan BAK,
terpasang infus NaCl 0.9 % 20 tts/mnt, sekarang
sedang transfusi 15 tts/mnt Mengobservasi TTV, Suhu :
36,6C, P : 18 x/menit, TD : 140 / 90 mmHg, N : 80
x/menit.--------------------------------------------------------
Pelaksanaan Keperawatan
Nama/Umur : Tn. H / 39 tahun
Ruang/Kamar : St. Fransiskus / 04 / 05
Nama
Tgl. DP Waktu Pelaksanaan Keperawatan
Jelas
21 April 14.00 Aplusan--------------------------------------------------------- Leny
2008 I,II,III, 14.20 Mengkaji keadaan Umum pasien tampak sakit sedang, Leny
IV kesadaran compos mentis, pasien mengatakan, badan
saya terasa lemah, kedua kaki saya tampak masih
bengkak, nafsu makan sudah ada, saya masih merasa
cemas apakah saya dapat sembuh atau tidak, tapi saya
yakin dapat sembuh karena saya merasa keadaan saya
mulai membaik. Pasien tampak berbaring lemah,
pasien tampak tenang, kedua kaki pasien tampak udem,
turgor kulit elastis, mulut pasien juga berbau, aktivitas
pasien sebagian dibantu seperti mandi, makan, minum,
BAB dan BAK, terpasang infus NaCl 0.9 % 20 tts/mnt,
sekarang sedang transfusi 15 tts/mnt-----------------------
I,II,III, 15.00 Mengobservasi TTV, Suhu : 36,8C, P : 18 x/menit,
IV TD : 140 / 90 mmHg, N : 80 x/menit.----------------------
I,II,III 15.35 Transfusi selesai, alirkan Inf NaCl 0,9 % 20 tts.mnt----- Leny
II 16.00 Kolaborasi pemberian injeksi Lasix 1 gr via infus,
pelan-pelan.---------------------------------------------------- Leny
I,II,III 17.30 Pasien sudah makan sore 1 porsi, membagikan therapi Leny
oral, Tensicap 25 mg dan Aminosal 5 mg,----------------
17.45 Keluarga pasien menolak untuk di HD-------------------- Leny
I,II,III, 20.30 Mengkaji keadaan Umum pasien tampak sakit sedang, Leny
IV kesadaran compos mentis, pasien mengatakan, badan
saya tidak terlalu lemah lagi, kedua kaki saya masih
tampak agak bengkak, sekarang nafsu makan saya
sudah ada, saya juga sudah merasa tidak cemas lagi,
karena saya yakin saya dapat sembuh dan saya tidak
mau cuci darah, saya ingin segera pulang. Pasien
tampak tenang, kedua kaki pasien tampak udem, turgor
kulit elastis, mulut pasien juga berbau, aktivitas pasien
sebagian dibantu seperti mandi, BAB dan BAK,
terpasang infus NaCl 0,9 % 20 tts/mnt, sekarang
sedang transfusi 15 tts/mnt. Mengobservasi TTV,
Suhu : 36,8C, P : 18 x/menit, TD : 140 / 90 mmHg, N
: 80
x/menit.---------------------------------------------------------