Anda di halaman 1dari 2

Pelajar Bodoh, Humoris Mencari Jati

Diri

Judul : Kambing Jantan

Sutradara : Rudi Soedjarwo

Tanggal Rilis : 5 Maret 2009

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/

Film ini di angkat dari sebuah blog dan buku dari blogger terkenal
Raditya Dika. Raditya Dika adalah sosok seorang multimedia. Ia
memperdayakan berbagai medium untuk menyebarkan beragam ide yang
bisa ditarik kesimpulannya, yaitu humor. Medium yang dia pakai adalah
buku, stand up comedi, dan film.

Dalam film Kambing Jantan ini Raditya Dika berperan sebagai


Dika, yaitu pelajar yang dari SD, SMP, SMA memiliki hobi yang berbeda.
Selepas SMA, Dika yang juga di panggil kambing, harus melanjutkan
pendidikan di Adelaide, Australia,mengambil jurusan keuangan yang tidak
sesuai minatnya. Maka di mulailah perjalanan Dika mencari jati dirinya.

Ketika dia menjalani kuliah di Australia, muncul masalah dengan


Kebo ( Herfiza Novianti), pacarnya, karena harus menjalani hubungan
jarak jauh yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar,
komunikasi yang terganggu dan kehidupan kuliah yang semakin lama
membuat mereka berbeda.

Problem lainnya seperti bagaimana Dika mengalami kesulitan dalam


belajar dan kemunculan Sally Dickson, dosen bule yang lebih mirip tentara
wanita, menambah dilema Dika dalam menyelesaikan masalah
masalahnya, yaitu kebutuhan keuangan dan sekolahnya.
Pertemuannya dengan seorang team SD, Ine ( Sarah Shafitri ), yang
mebaca blognya Dika yang berjudul Kambing Jantan, membuka pikiran
Dika bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi. Sedangkan,
persahabatannya dengan Harianto ( Edric Tjandra ), anak Kediri yang juga
berhubungan jarak jauh dengan pacarnya, menambah keyakinan Dika
untuk terus menentukan hidup seperti apa yang dia mau.

Dia lebih memilih untuk menjadi penulis komedi daripada


melanjutkan kuliahnya di Australia. Dan hubungannya dengan Kebo
berakhir putus karena kesalahpahaman Kebo terhadap Ine yang
memotivasi Dika menjadi penulis komedi. Pada akhirnya Dika berhasil
menjadi penulis terkenal yang sukses.

Film ini tergolong bagus karena menyelipkan motivasi dalam film


bergenre komedi atau humor. Seperti saat Dika menyadari bahwa kuliah
jurusan keuangan bukanlah pilihannya, melainkan sebagai penulis komedi
adalah pilihannya. Disitulah Dika menemukan jati dirinya.

Kelemahan dari film ini adalah ada beberapa kejadian yang tidak
masuk akal. Seperti saat Dika dan Kebo bertelponan di tempat yang sama
tetapi sebenarnya Dika ada di Australia dan Kebo di Indonesia.

Dibalik kelemahan film ini, patut di acungi jempol, karena mampu


membuat tawa atas humornya. Di samping itu film ini mampu
memadukan antara humor, motivasi dan percintaan dengan bagus.