Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian anak balita
adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatan. Pemeliharaan anak balita dititik
beratkan kepada upaya pencegah dan peningkatan kesehatan dari pada pengobatan
dan rehabilitas.
Bidan yang bekerja dibidan komunitas melakukan kegiatan pelayanan
kesehatan anak balita ini dirumah (keluarga), puskesmas/puskesmas pembantu,
posyandu, polides dan taman kanak-kanak.
Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memperoleh
kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit tertentu. Proses imunisasi adalah
memasukkan faksin atau serum ke dalam tubuh manusia, melalui oral atau suntikan.
Tubuh dirangsang untuk membentuk anti bodi yang dapat memproduksi anti toksin.
Kehadiran antitoksin dapat menetralisir toksin yang dikeluarkan oleh kuman penyakit
yang masuk ke dalam tubuh manusia.
Beberapa kebijakan operasional imunisasi yang ditetapkan oleh pemerintah
antara lain jangkauan pelayanan ditingkatkan, semua puskesmas dan puskesmas
pembantu memberikan pelayanan imunisasi, skrining secara ketat dilaksanakan untuk
menghindarkan hilangnya kesempatan imunisasi, pelaksanaan program dilaksanakan
secara efisien untuk menekan drop out, satu jarum dan satu syringe steril digunakan
tiap suntikan, supervise dilakukan dengan check list secara rutin, penyuluhan
dilakukan untuk menunjang program, dampak program terhadap penyakit yang dapat
diatasi melalui imunisasi, pemantauan kegiatan imunisasi secara lintas program dan
sector. Dengan melihat kenyataan diatas, maka penulis ingin mempelajari lebih lanjut
perawatan balita.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberikan asuhan kebidanan dengan menggunakan manajemen kebidanan
yang tepat pada balita.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu menguraikan konsep dan manajemen kebidanan pada balita.
b. Mampu mengidentifikasikan masalah dan melakukan analisa data yang
terkumpul pada balita.
c. Mampu mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan pada balita.
d. Mampu mengantisipasi masalah potensial dan diagnosa lain pada balita.
e. Mampu mengevaluasi kebutuhan segera pada balita.
f. Mampu membuat perencanaan tindakan pada balita.
g. Mampu melaksanakan rencana tindakan pada balita.
h. Mengevaluasi hasil asuhan pada balita.

C. Manfaat
1. Bagi Penulis
Sebagai sarana untuk menerapkan ilmu serta mengamalkan apa yang telah diperoleh
penulis selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Kebidanan Metro.
2. Bagi Lahan Praktek
Sebagai pedoman sekaligus masukan untuk lebih meningkatkan mutu
pelayanan asuhan kebidanan pada balita.
3. Bagi Institusi Pendidikan
a. Sebagai bahan evaluasi terhadap teori yang telah diberikan kepada peserta
didik selama mengikuti perkuliahan.
b. Sebagia sumber bacaan dan referensi bagi perpustakaan di institusi
pendidikan.