Anda di halaman 1dari 16

Sistem Resi Gudang

Memberdayakan Bangsa

BAPPEBTI
Badan Pengawas
Perdagangan
Berjangka Komoditi

CoFTRA
Commodity Futures
Trading
Regulatory Agency

Perdagangan sebagai sektor


penggerak pertumbuhan dan
daya saing ekonomi, serta
penciptaan kemakmuran rakyat

KEMENTERIAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA


MINISTRY OF TRADE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
Sistem Resi Gudang
Memberdayakan Bangsa

02 Sekapur Sirih

03 Suara Dari Masa Depan 09 Kelembagaan dalam SRG

05 Resi Gudang 11 Langkah Ke depan

07 Harapan Untuk Semua


p u r S i r ih
Seka
tidak sedikit. Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi
mengajak seluruh pemangku
kepentingan perekonomian nasional,
Keberhasilan suatu bangsa dalam
untuk secara bersama-sama
membangun sektor komoditi,
mendorong terbangunnya Sistem
terutama sektor komoditi
Resi Gudang yang berhasil guna.
pertanian/perkebunan sangat
Dengan berkolaborasi, upaya
ditentukan oleh kemampuan negara
membangun dan mengimplementa-
itu sendiri dalam menyediakan akses
sikan Sistem Resi Gudang di tanah
pembiayaan yang efektif dan cepat
air akan lebih ringan dan lebih cepat
bagi pelaku produksi dan
diwujudkan. Dengan demikian
perdagangan komoditi tersebut.
Sistem Resi Gudang dapat sesegera
Resi Gudang merupakan instrumen
mungkin memberikan manfaat
yang memberdayakan petani, di
berkelanjutan bagi perekonomian
mana komoditi yang dihasilkan
Indonesia.
mampu memberikan nilai ekonomis
dalam bentuk nilai penjaminan, yang
dapat dipergunakan untuk
memperoleh kredit dari bank dan
lembaga keuangan non bank,
dengan tingkat bunga yang rendah. KEPALA BADAN PENGAWAS
Melalui Sistem Resi Gudang PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI,
diharapkan petani, kelompok tani,
SUTRIONO EDI
koperasi, dunia usaha kecil dan
menengah Indonesia dapat
meningkatkan produktivitasnya. Hal
ini bermuara pada meningkatnya
daya saing mereka di perekonomian
nasional, dan lebih jauh lagi di pasar
dunia.
Kompleksitas yang terkait dengan
perwujudan dan implementasi
Sistem Resi Gudang di Tanah Air
menuntut komitmen, konsistensi,
pemikiran dan sumber daya yang
Sistem Resi Gudang 2
1 Suara D
ari M a s a D epan

menyerahkan jaminan kredit bank


yang berupa fixed asset (aset tetap).

Selama ini, di saat panen petani


Memutuskan Rantai
dihadapkan pada situasi tanpa
Perdagangan komoditi, terutama
pilihan kecuali menjual komoditinya
komoditi pertanian merupakan salah
segera setelah panen kepada
satu pilar strategis struktur
pedagang tengkulak, saat dimana
perekonomian Indonesia. Bagi
harga hasil komoditi terkait
Indonesia, dengan jumlah penduduk
cenderung bearish (turun).
hampir 250 juta jiwa, berkelanjutan
Harga dasar yang
produksi dan perdagangan komoditi
ditetapkan
bukanlah pilihan, namun merupakan
pemerintah
dimensi strategis yang perlu
atas suatu
diwujudkan dan dipertahankan.
komoditi
Namun demikian, daya saing
dalam prakteknya
petani dan pelaku usaha pertanian
terdistorsi di
Indonesia masih relatif lemah.
Mereka masih banyak terkendala oleh
berbagai persyaratan yang membatasi mereka
mengakses manfaat dari sumber pembiayaan
yang ada di tanah air. Misalnya
perlunya mereka
tingkat pasar dan
tidak optimal memberikan
manfaat kepada para petani. Nilai
yang mereka terima atas hasil
penjualan komoditinya seringkali
tidak memadai, baik untuk
mendukung kehidupan yang layak
bagi dirinya dan keluarganya, atau
lebih jauh lagi menjadi modal
produksi/tanam musim selanjutnya.
Pilihan bagi petani untuk
memperoleh harga

3 Sistem Resi Gudang


terbaik dengan menahan daya saing sektor komoditi
(menyimpan) hasil panen untuk pertanian/perkebunan, sangat
dijual kelak pasca masa panen, ditentukan oleh berfungsinya
mengandung resiko membebani mekanisme pasar yang maksimal,
petani dengan biaya penyimpanan terjaganya integritas daya dukung
(storage) yang cukup signifikan, lingkungan bagi komoditi/produk
selain juga himpitan kenyataan ini pertanian berkualitas, terbangunnya
membuat pilihan menjual segera kepastian hukum, dan dunia usaha
komoditinya saat panen, petani yang berdaya saing.
dapat segera mengembalikan
pinjaman atas kegiatan produksi
sebelumnya, membiayai
kehidupannya, dan sekaligus
menyiapkan modal bagi produksi
berikutnya.

Dengan demikian diperlukan suatu


upaya memutus rantai sistem
perdagangan yang merugikan di
atas, yang berkecenderungan
membentuk suatu lingkaran tak Dalam konteks di atas, keberadaan
berkesudahan atas kehidupan sistem dan instrumen perdagangan
kebanyakan pelaku usaha pertanian, yang efektif dan efisien memainkan
khususnya para petani. Membiarkan peranan yang vital, untuk menjaga
pola ekonomi pertanian ini berlanjut, daya saing dunia usaha nasional
berpotensi membawa Indonesia dalam forum pasar bebas.
pada suatu bentuk ekonomi yang Sementara itu, efisiensi dan
rentan, yang ditandai dengan efektifitas perdagangan sendiri dapat
melemahnya sektor pertanian diwujudkan apabila sistem
sebagai barikade ketahanan pembiayaan perdagangan dapat
ekonomi nasional, dengan segala diakses secara luas, tepat waktu dan
konsekuensinya. berdaya guna bagi pelaku usaha.
Pelaku usaha disini termasuk usaha
Daya Saing Bangsa kecil dan menengah, petani dan
Membuka Akses dan Membatasi kelompok tani, yang umumnya
Resiko menghadapi masalah pembiayaan
Dalam kerangka persaingan pasar karena keterbatasan mereka dalam
bebas, keberadaan dunia usaha dan hal akses dan jaminan kredit
hal jumlah kualitas harus mampu (collateral).
mengantisipasi ritme perubahan
yang sangat cepat di bidang
ekonomi, khususnya perdagangan,
merupakan kondisi mutlak
(sinquanon). Keberhasilan
membangun daya saing, terutama
Sistem Resi Gudang 4
g
e s i Gudan

2
m R
Siste

pembiayaan yang dapat diakses oleh


pemilik barang dapat berasal dari
perbankan maupun lembaga
keuangan non-bank. Sistem ini telah
Pengertian Resi Gudang
dipergunakan secara luas di
Resi Gudang (Warehouse Receipt)
negara-negara maju atau di
merupakan salah satu instrumen
negara-negara dimana Pemerintah
penting, efektif dan negotiable (dapat
telah mulai mengurangi perannya
diperdagangkan) serta dapat
dalam menstabilitasi harga komoditi,
dipertukarkan dalam sistem
terutama komoditi agribisnis. Dalam
pembiayaan perdagangan suatu
kelompok terakhir ini, beberapa
Negara.
negara yang menerapkan instrumen
Disamping itu Resi Gudang juga
Resi Gudang antara lain; India,
dapat dipergunakan sebagai jaminan
Malaysia, Filipina, Ghana, Mali,
(collateral) atau diterima sebagai
Turki, Polandia, Meksiko dan
bukti penyerahan barang dalam
Uganda.
rangka pemenuhan kontrak derivatif
yang jatuh tempo, sebagaimana
Manfaat Resi Gudang
terjadi dalam suatu Kontrak
Penerapan Sistem Resi Gudang
Berjangka.
menawarkan serangkaian manfaat
yang luas bagi petani sendiri, dunia
Dengan demikian Sistem Resi
usaha, perbankan dan bagi
Gudang dapat memfasilitasi
pemerintah.
pemberian kredit bagi dunia usaha
Manfaat tersebut antara lain:
dengan agunan inventori atau
barang yang disimpan di gudang.
Keterkendalian dan kestabilan
Resi Gudang sebagai alas hak
harga komoditi. Sistem ini
(document of title) atas barang,
bermanfaat dalam menstabilkan
dapat digunakan sebagai agunan,
harga pasar, melalui fasilitas
karena Resi Gudang dijamin dengan
penjualan sepanjang tahun.
komoditas tertentu, yang berada
dalam pengawasan pihak ketiga
Keterjaminan modal produksi.
(Pengelola Gudang) yang
Pemegang Komoditi mempunyai
terakreditasi.
modal usaha untuk produksi
berkelanjutan karena adanya
Dalam Sistem Resi Gudang,
5 Sistem Resi Gudang
pembiayaan dari lembaga karena baik produsen maupun sektor
keuangan. komersial terkait dapat mengubah
Keleluasaan penyaluran kredit status sediaan bahan mentah dan
bagi perbankan. Dunia perbankan setengah jadi untuk menjadi produk
nasional memperoleh manfaat yang dapat diperjualbelikan secara
dari terbentuknya pasar bagi luas.
penyaluran kredit perbankan. Efisiensi logistik dan distribusi.
Sistem Resi Gudang dibanyak Sebagai surat berharga, Resi
negara dianggap sebagai Gudang dapat dialihkan atau
instrument penjaminan kredit diperjualbelikan oleh Pemegang
tanpa resiko. Resi Gudang kepada pihak ketiga,
baik secara langsung, melalui
Keterjaminan produktifitas. Pasar Lelang ataupun melalui
Jaminan produksi komoditi pasar yang terorganisir (bursa).
menjadi lebih pasti karena adanya Dengan terjadinya pengalihan
jaminan modal usaha bagi Resi Gudang tersebut kepada
produsen/petani. Keterkendalian pemegang Resi Gudang yang
stok nasional. Sistem ini baru, diberikan hak untuk
mendukung terbangunnya mengambil barang sesuai dengan
kemampuan pemerintah untuk deskripsi yang tercantum di
memantau dan menjaga dalamnya.
ketahanan ketersediaan, melalui Dengan demikian akan tercipta
jaringan data dan informasi suatu sistem perdagangan yang
terintegrasi yang terbangun oleh lebih efisien dengan
Sistem Resi Gudang. dihilangkannya komponen biaya
pemindahan barang.
Keterpantauan lalu lintas
produk/komoditi. Sistem ini Kontribusi fiskal. Melalui
membangun kemampuan transaksi-transaksi Resi Gudang,
Pemerintah di pusat dan daerah Pemerintah memperoleh manfaat
untuk meningkatkan kualitas fiskal yang selama ini bersifat
komoditi, upaya perlindungan potensial.
konsumen, pengendalian
ekosistem, pengendalian lalu UU Nomor 9 Tahun 2006 tentang
lintas produk komoditi, dsb. Sistem Resi Gudang sebagaimana
diubah dengan UU Nomor 9 Tahun
Keterjaminan bahan baku industri. 2011
Sistem Resi Gudang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari
sistem pemasaran dan sistem
industri yang dikembangkan di
suatu negara. Sistem Resi
Gudang telah terbukti mampu
meningkatkan efisiensi sektor
agrobisnis dan agroindustri,
Sistem Resi Gudang 6
t u k Semua

3
U n
Harapan
Ketentuan Pidana; Ketentuan
Peralihan; dan Ketentuan Penutup.

Pokok-pokok Pengaturan
Pemerintah, dalam hal ini
Tujuan diberlakukannya UU tentang
Kementerian Perdagangan yang
Sistem Resi Gudang adalah untuk
diwakili oleh Badan Pengawas
memberikan dan meningkatkan
Perdagangan Berjangka Komoditi
akses masyarakat terhadap
(BAPPEBTI), sejak tahun 1999
kepastian hukum, melindungi
mengambil prakarsa untuk
masyarakat dan memperluas akses
menyusun Rancangan
mereka untuk memanfaatkan
Undang-Undang (RUU) tentang
fasilitas pembiayaan. UU tersebut
Sistem Resi Gudang.
menjawab kebutuhan akan suatu
instrumen yang dapat dimanfaatkan
Setelah melalui proses yang cukup
oleh masyarakat yang selama ini
panjang, pada tanggal 20 Juni 2006,
terkendala untuk memperoleh
Dewan Perwakilan Rakyat Republik
pembiayaan usaha. UU Sistem Resi
Indonesia, menyetujui Rancangan
Gudang memberikan manfaat
Undang-Undang (RUU) tentang
terutama bagi petani/kelompok
Sistem Resi Gudang menjadi
tani/gapoktan, pengusaha kecil dan
Undang-Undang (UU). Presiden RI
menengah, pedagang, pabrikan,
mensahkannya sebagai UU Nomor 9
perusahaan pengelola gudang,
Tahun 2006 tentang Resi Gudang
pada tanggal 14 Juli 2006. Pada
tanggal yang sama, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia
menempatkan UU Sistem Resi
Gudang dalam Lembar Negara RI
Tahun 2006 Nomor 59.

UU Sistem Resi Gudang terdiri dari 8


(delapan) Bab, yaitu: Ketentuan
Umum; Lingkup Resi Gudang;
Kelembagaan; Pembukuan dan
Pelaporan; Pemeriksaan; dan
Penyidikan; Sanksi Administratif dan
7 Sistem Resi Gudang
eksportir maupun sebagai agunan.
lembaga keuangan Skema
(bank/lembaga penjaminan ini
keuangan non-bank) merupakan suatu
untuk mengakses Rp terobosan baru
permodalan guna BANK yang melengkapi
meningkatkan hukum
usahanya. penjaminan yang
berlaku di
Resi Gudang adalah Indonesia seperti
surat berharga gadai, hipotek maupun tanah dan
berupa dokumen bukti kepemilikan jaminan fidusia.
atas barang yang disimpan di
Gudang yang diterbitkan oleh Dalam Sistem Resi Gudang, yang
Pengelola Gudang yang telah menjadi objek jaminan adalah Resi
memperoleh persetujuan dari Badan Gudang yang mewakili barang
Pengawas. Sistem Resi Gudang bergerak yang disimpan di gudang,
didefinisikan sebagai seluruh sehingga penguasaan barang
kegiatan yang berkaitan dengan berada di Pengelola Gudang. Guna
penerbitan pengalihan, penjaminan, menampung kebutuhan penjaminan
dan penyelesaian transaksi Resi atas barang yang dikuasai pihak
Gudang. Kebijakan umum di bidang ketiga, maka dibentuk skema
Sistem Resi Gudang ditetapkan oleh penjaminan baru yang disebut Hak
Menteri yang melaksanakan urusan Jaminan atas Resi Gudang. Sistem
pemerintahan di bidang penjaminan seperti ini diharapkan
perdagangan. dapat memberikan kemudahan bagi
petani/kelompok tani serta usaha
Terobosan: Instrumen Penjaminan kecil dan menengah untuk
Pengganti Fixed Asset memperoleh akses kepada
Resi Gudang dapat dialihkan, kredit/pembiayaan.
dijadikan jaminan utang dan dapat
digunakan sebagai dokumen Melalui Keputusan Menteri
penyerahan barang. Sebagai alas Perdagangan Nomor
hak atau document of title, maka 08/M-DAG/PER/02/2013, untuk saat
Resi Gudang dapat dijadikan ini telah ditetapkan 9 komoditi yang
sebagai jaminan utang sepenuhnya dapat disimpan dalam Sistem Resi
tanpa perlu dipersyaratkan adanya Gudang, yaitu Gabah, Beras,
jaminan lain. Ketentuan ini Jagung, Kopi, Kakao, Lada, Karet,
diharapkan akan sangat membantu Rumput Laut, Rotan dan Garam.
petani serta kelompok tani maupun Penetapan dengan
usaha kecil dan menengah yang mempertimbabngkan rekomendasi
selama ini mengalami kesulitan dari Pemerintah Daerah.
dalam mendapatkan akses kredit,
karena umumnya mereka tidak Skema Subsidi Resi Gudang
memiliki asset tetap untuk dijadikan Untuk meringankan beban bunga
Sistem Resi Gudang 8
bank dalam pemanfaatan SRG bagi bersama dengan DPR RI melakukan
Petani, Kelompok Tani, Gabungan amandemen terhadap UU Nomor 9
Kelompok Tani dan Koperasi Tani, Tahun 2006 dengan diterbitkannya
pemerintah telah menerbitkan UU Nomor 9 Tahun 2011 tentang
peraturan tentang pemberian Subsidi perubahan atas UU Nomor 9 tahun
Bunga Kredit Resi Gudang melalui 2006 tentang Sistem Resi Gudang.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor Melalui UU Nomor 9 Tahun 2011 ini,
171/PMK.05/2009 tentang Skema instrumen Jaminan Pelaksanaan
Subsidi Resi Gudang (S-SRG) dan (Performance Guarantee) dalam
Peraturan Menteri Perdagangan Sistem Resi Gudang dilengkapi
Nomor 66/M-DAG/PER/12/2009 dengan dibentuknya Dana Jaminan
tentang Pelaksanaan Skema Subsidi Resi Gudang (Idemnity Fund). Dana
Resi Gudang (S-SRG). Subsidi Jaminan Resi Gudang inilah yang
bunga ini disalurkan melalui akan berfungsi sebagai penjamin
bank-bank pelaksana yang ditunjuk seperti layaknya asuransi apabila
oleh Menteri Keuangan. terdapat Pengelola Gudang yang
mengalami kebangkrutan.
Melalui S-SRG ini, beban bunga
kepada peserta (Petani, Kelompok
Tani, Gabungan Kelompok Tani dan
Koperasi) ditetapkan sebesar 6%
per-tahun. Sedangkan selisih tingkat
bunga S-SRG dengan beban bunga
Peserta S-SRG merupakan subsidi
Pemerintah. Subsidi bunga diberikan
selama masa jangka waktu S-SRG Jaminan Saya?
paling lama 6 bulan.

Dana Jaminan Resi Gudang


Di dalam perkembangan Sistem Resi
Gudang ditemukan kelemahan di
lapangan yang sangat menghambat
perkembangan Sistem Resi Gudang,
yaitu belum tersedianya mekanisme
jaminan atau asuransi yang dapat
mencakup seluruh kerugian
termasuk ketika terjadi kebangkrutan
Pengelola Gudang. Kondisi ini
menyebabkan rapuhnya SRG,
sehingga sekali saja hal ini terjadi
maka integritas SRG terancam
runtuh.

Untuk mengatasi kendala tersebut,


maka pada tahun 2011, Pemerintah Idemnity Fund
(Dana Jaminan Resi Gudang)
9 Sistem Resi Gudang
n D a l a m SRG
Kelem bagaa

4
Badan Pengawas
Badan Pengawas Resi Gudang
32/1997 tentang Perdagangan
Berjangka Komoditi.

Pengelola Gudang
Pengelola Gudang adalah pihak
yang melakukan usaha pergudangan
adalah unit organisasi di bawah baik gudang milik sendiri maupun
Menteri yang diberi wewenang untuk milik orang lain, yang melakukan
melakukan pembinaan, pengaturan, penyimpanan, pemeliharaan dan
dan pengawasan terhadap kegiatan pengawasan barang yang disimpan
yang berkaitan dengan Sistem Resi oleh pemilik barang. Pengelola
Gudang. Badan ini berwenang Gudang berhak menerbitkan Resi
memberikan persetujuan sebagai Gudang.
Pengelola Gudang, Lembaga Lembaga ini dipersyaratkan harus
Penilaian Kesesuaian dan Pusat membentuk badan usaha berbadan
Registrasi. Untuk menjaga hukum yang memenuhi persyaratan
integritas Sistem Resi Gudang, administratif dan keuangan tertentu
Badan Pengawas juga berwenang untuk mendapatkan persetujuan dari
melakukan pemeriksaan terhadap Badan Pengawas sebagai Pengelola
setiap pihak yang diberikan Gudang dalam Sistem Resi Gudang.
persetujuan, baik secara periodik Dalam pelaksanaannya, Pengelola
maupun sewaktu-waktu, dengan Gudang wajib membuat perjanjian
pemberitahuan maupun tanpa pengelolaan secara tertulis dengan
pemberitahuan, dan terlebih lagi
ketika mereka diduga melakukan
pelanggaran.

Sebelum Badan yang


bertanggungjawab kepada
Menteri ini terbentuk, maka
tugas, fungsi dan
kewenangannya dilaksanakan pemilik barang atau kuasanya, yang
oleh Badan Pengawas sekurang-kurangnya memuat
Perdagangan Berjangka identitas serta hak dan kewajiban
Komoditi (BAPPEBTI) yang para pihak, jangka waktu
dibentuk berdasarkan UU No.
Sistem Resi Gudang 10
penyimpanan, deskripsi barang dan Penatausahaan dilakukan untuk
asuransi. menjamin keamanan dan keabsahan
setiap pengalihan dan pembebanan
Lembaga Penilaian Kesesuaian hak jaminan atas Resi Gudang
Kegiatan penilaian kesesuaian karena setiap pihak yang
dalam Sistem Resi Gudang menerbitkan, mengalihkan dan
dilakukan oleh Lembaga Penilaian melakukan pembebanan hak
Kesesuaian yang telah mendapat jaminan atas Resi Gudang wajib
persetujuan Badan Pengawas. melaporkannya kepada Pusat
Kegiatan dimaksud mencakup Registrasi.
kegiatan sertifikasi, inspeksi dan
pengujian yang berkaitan dengan Untuk mempermudah serta
barang, gudang dan Pengelola mempercepat proses penerbitan
Gudang. Penyimpanan barang di hingga penyelesaian transaksi Resi
Gudang sangat erat kaitannya Gudang, Pusat Registrasi telah
dengan konsistensi mutu barang mengembangkan suatu sistem
yang disimpan sehingga perlu informasi yang mengintegrasikan
disiapkan sistem penilaian semua kelembagaan dalam SRG
kesesuaian yang dapat menjamin (Pengelola Gudang, Lembaga
konsistensi mutu barang yang Penilaian Kesesuaian, Perbankan,
disimpan. Sertifikasi yang diterbitkan Pusat Registrasi dan Badan
Lembaga Penilaian Kesesuaian Pengawas), yang dikenal sebagai
sekurang-kurangnya memuat nomor IS-WARE (Information
dan tanggal penerbitan, identitas System-Warehouse Receipt).
pemilik barang, jenis dan jumlah Dengan sistem ini maka pemerintah
barang, sifat barang, metode melalui Pusat Registrasi dapat
pengujian mutu barang dan tanda memantau pengalihan dan
tangan pihak yang berhak mewakili pembebasan hak jaminan atas Resi
lembaga. Gudang, mencegah terjadinya
penjaminan ganda (double
Pusat Registrasi collateral), dan melakukan
Pusat Registrasi adalah institusi pemantauan atas sediaan atau stok
yang melakukan penatausahaan nasional untuk komoditi tertentu.
Resi Gudang yang meliputi
pencatatan, penyimpanan, Kegiatan sebagai Pusat Registrasi
pemindahbukuan kepemilikan, hanya dapat dilakukan oleh badan
pembebanan hak jaminan, usaha berbadan hukum dan telah
pelaporan, serta penyediaan sistem mendapat persetujuan dari Badan
dan jaringan informasi. Pengawas. Badan Pengawas

11 Sistem Resi Gudang


Perdagangan Berjangka Komoditi mendukung Sistem Resi Gudang.
(BAPPEBTI) telah memberikan
persetujuan kepada PT Kliring Hubungan kelembagaan antara
Berjangka Indonesia (Persero) Pemerintah Pusat dan Daerah diatur
sebagai Pusat Registrasi Sistem dalam rangka pembinaan dan
Resi Gudang. pengembangan Sistem Resi
Gudang. Urusan Pemerintah Pusat
Lembaga Jaminan Resi Gudang antara lain mencakup penyusunan
Lembaga Jaminan Resi Gudang kebijakan nasional untuk
(LJRG) merupakan lembaga yang mempercepat penerapannya,
akan mengelola Dana Jaminan Resi melakukan koordinasi antar sektor
Gudang. Lembaga ini berfungsi pertanian, keuangan, perbankan,
sebagai lembaga penjaminan seperti dan sektor terkait lainnya untuk
layaknya LPS (Lembaga Penjaminan pengembangannya, dan
Simpanan) bagi perbankan. LPS memberikan kemudahan bagi sektor
menjamin uang yang disimpan di usaha kecil dan menengah serta
Bank sedangkan LJRG menjamin kelompok tani untuk berperan serta
barang yang disimpan Pengelola di dalam Sistem Resi Gudang.
Gudang. LJRG akan memberikan Urusan Pemerintah Daerah antara
perlindungan bagi pemilik Resi lain mencakup pengembangan
Gudang khususnya petani, usaha komoditas unggulan daerah,
kecil dan menengah, serta penguatan pelaku usaha ekonomi
Bank/Lembaga Keuangan Non-Bank kerakyatan untuk mengembangkan
terhadap kegagalan, kelalaian atau Sistem Resi Gudang dan
ketidakmampuan Pengelola Gudang memfasilitasi pengembangan pasar
dalam melaksanakan kewajibannya lelang komoditas.
menjaga dan menyerahkan barang
sebagaimana tertera dalam Resi Sanksi dan Pidana
Gudang. Dengan demikian, Dalam UU tentang Sistem Resi
keberadaan LJRG akan Gudang ini juga diatur mengenai
meningkatkan kepercayaan dunia Sanksi Administratif dan Ketentuan
usaha dan masyarakat serta Pidana. Sanksi Administratif antara
menjaga integritas SRG. lain berupa peringatan tertulis, denda
administratif, dan pembatalan
Hubungan Kelembagaan persetujuan. Sedangkan dalam
Mengenai kelembagaan, UU ini ketentuan pidana diatur bahwa
mengatur tentang lembaga Badan pelanggaran pidana penjara dan
Pengawas Resi Gudang, Pengelola pidana denda. Ancaman pidana
Gudang, Lembaga Penilaian terberat dikenakan bagi mereka yang
Kesesuaian, Pusat Registrasi serta melakukan manipulasi data atau
hubungan kelembagaan Pusat dan keterangan yang berkaitan dengan
Daerah. Untuk itu diperlukan sinergi Resi Gudang yaitu pidana penjara
antara Pemerintah Pusat, paling lama 8 (delapan) tahun dan
Pemerintah Daerah, dan pidana denda paling banyak Rp. 10
sektor-sektor terkait lainnya yang miliar.
Sistem Resi Gudang 12
h K e depan

5 Lang k a

Terbangunnya sistem inspeksi dan


sertifikasi yang diakui.

Dasar Pencapaian Manfaat Terbangunnya sistem data dan


Guna mendukung pencapaian informasi komoditi yang aktual dan
sasaran manfaat Sistem Resi Gudang kredibel.
yang dapat mendorong laju
pembangunan nasional, maka Terbangunnya partisipasi proaktif
diperlukan upaya menyeluruh, masyarakat, melalui pemahaman
terintegrasi dan terakselerasi oleh dunia usaha, termasuk didalamnya
segenap pemangku kepentingan petani, kelompok tani, koperasi,
perekonomian Indonesia. perbankan dan lembaga keuangan
Dasar-dasar pencapaian manfaat non bank lainnya tentang ruang
Sistem Resi Gudang meliputi, lingkup dan manfaat resi gudang.
diantaranya:
Terkendalinya lalu lintas komoditi
Terbangunnya fungsi dan di/ke/dari wilayah Republik
mekanisme pasar yang maksimal Indonesia.
atas perdagangan komoditi/produk
pertanian terkait Sistem Resi Terbangunnya insentif untuk
Gudang. berkembangnya infrastruktur
Sistem Resi Gudang, termasuk
Terbangunnya daya dukung industri
lingkungan yang kondusif bagi penyimpanan/pergudangan.
komoditikomoditi dan produk
pertanian.

Terbangunnya kepastian hukum


melalui perundang-undangan,
peraturan, serta kelembagaan yang
mendukung terciptanya
performance guarantee Sistem
Resi Gudang.

13 Sistem Resi Gudang


Notes

Sistem Resi Gudang 14


Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
(Bappebti)

Gedung Bappebti
Jl. Kramat Raya No. 172 Jakarta Pusat 10430
Tlp. 021 - 3192 4744
Fax. 021 - 3192 3704
www.bappebti.go.id