Anda di halaman 1dari 16

AKTIVITAS MEDIA RELATIONS HUMAS SETDA KOTA

SALATIGA DALAM MEMBENTUK BERITA POSITIF

Nugrahaning Esa Pratiwi, Richard Gordon Mayopu, dan George Nicholas Huwae

Program Studi Public Relations, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya
Wacana, Jl. Diponegoro No. 52-60, Salatiga, Jawa Tengah, No Telp. (0298) 321212
Email: 602013604@student.uksw.edu, richard.mayopu@staff.uksw.edu,
nicholas.huwae@staff.uksw.edu

Abstract
This research aims to find out the role of media relations in forming positive news on printed media by having
a special page for Salatiga news as research focus. This research is a qualitative research by using qualitative
descriptive approach. Observation, interview, document collection and photo activities are used to collect data.
The result indicates that informal media relations activities are more effective to create positive news about
Salatiga government in printed media because it can build good relation between Public Relations practitioners
and journalists.

Key Words: Media Relations Activities, Positive News, Printed Media

Abstrak
Penelitian dilakukan untuk mengetahui peran aktivitas media relations dalam membentuk berita
positif di media cetak dengan menjadikan suratkabar yang memiliki halaman khusus untuk berita
Salatiga sebagai fokus penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang
menjadikan observasi, wawancara, pengumpulan dokumen dan foto sebagai teknik pengumpulan
data. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas media relations informal lebih berperan dalam
membentuk berita positif tentang pemerintahan Kota Salatiga di media cetak karena dapat
menciptakan hubungan baik antara humas dan jurnalis.

Kata Kunci : Aktifitas Media Relations, Berita Positif, Media Cetak

Pendahuluan di dalam proyek anda. Hampir semua


Salatiga merupakan nama sebuah stakeholder akan menyediakan layanan
kota kecil yang berada di wilayah (pemenuhan permintaan, keahlian,
provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan peralatan, dan lain-lain) ke proyek anda,
kes adaran bersama dan didorong ke menerima layanan (data, fungsi, dan lain-
butuh a n areal pembangunan demi lain), atau memiliki hubungan dua arah
pengembangan daerah, muncul gagasan (Thomsett, 2006). Para stakeholder dapat
mengadakan pemekaran wilayah. Per berasal dari dalam perusahaan atau dari
luasan wilayah Kota Salatiga tentu perusahaan lain untuk membentuk citra
memerlukan pengelolaan yang baik agar positif Pemerintah secara khusus dan
dapat menambah kemajuan kota Salatiga. Kota Salatiga secara umum.
Oleh karena itu dibentuk Satuan Kerja Sebagai upaya memenuhi kebutuhan
Pemerintah Daerah (SKPD) beserta Tata pemerintah terhadap relasi yang baik
Kerjanya. Pemerintah juga menyadari dengan stakeholder maka dibentuklah
akan pentingnya membentuk relasi Bagian Hubungan Masyarakat yang
yang baik dengan para stakeholderyaitu berada dibawah Sekretariat. Stakeholder
kelompok, atau organisasi yang berada Bagian Humas Setda Kota Salatiga yang
di luar kendali anda yang berkecimpung diteliti pada penelitian kali ini hanya
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 331

berfokus pada instansi media yaitu Tabel 1. Jumlah Berita Kota Salatiga di Media
stakeholder yang mampu membantu Cetak
humas dalam mensosialisasikan program
kerja Pemerintah kepada stakeholder
Pemerintah yang lain terutama kepada
masyarakat. Humas sebagai corong
Pemerintah perlu melakukan upaya
untuk menjalin relasi yang baik lebih dulu
dengan media atau yang biasa disebut dalam membentuk berita positif di
dengan istilah media relations. media cetak yang dituangkan dalam
Menurut hasil wawancara yang di judul penelitian yaitu Peran Aktifitas
lakukan peneliti dengan Kabag Bagian Media Relations dalam Membentuk
Humas Setda Kota Salatiga, Bapak Berita Positif di Media Cetak. Penelitian
Adi Setiarso, S.E didapat pernyataan ini dilaksanakan dengan melihat keter
bahwa hubungan humas dan media libatan antara Humas Setda Kota Salatiga
semakin hari semakin baik. Hubungan dan jurnalis media cetak dalam aktifitas
yang semakin baik juga diikuti dengan media relations yang diadakan oleh Bagian
berita positif mengenai Kota Salatiga Humas Setda kota Salatiga.
dan Pemerintah yang memiliki jumlah Dari Sudut Pandang Praktisi Humas
lebih banyak daripada berita negatifnya Kementerian dan Wartawan (Studi
dalam setiap bulan.Secara lebih jelas, Kasus : Media relations di Kementerian
pemberitaan tentang Kota Salatiga dan Pendidikan dan Kebudayaan Republik
pemerintahannya dapat dilihat pada Indonesia dalam rangka sosialisasi
media cetak terutama pada media cetak program dan kebijakan kementerian)
surat kabar yang memiliki halaman (Yunita, 2012). Penelitian ini mengungkap
khusus untuk berita seputar Kota Salatiga. bahwa Kemendikbud melakukan
Sesuai data analisis media yang di sosialisasi program dan kebijakan dengan
buat oleh sub-bagian analisis kemitraan menggunakan beberapa saluran media
media pada Bagian Humas Setda yaitu media cetak, media elektronik,
Kota Salatiga, jumlah berita mengenai media luar ruang, media tatap muka,
Kota Salatiga yang meliputi segala media kemitraan, pengumpulan dan
kejadian baik di masyarakat maupun di pengolahan informasi pendidikan
pemerintahan selama 5 bulan mulai Mei- dan kebudayaan, dokumentasi foto/
September 2014 yang disajikan melalui audiovisual dan pengembangan mutu
media cetak dapat dilihat pada tabel 1. SDM. Hasil penelitian menyimpulkan
Hubungan baik antara Humas Setda Kota bahwa banyaknya kegiatan Kemendikbud
Salatiga dan jurnalis media kontributor dengan menggunakan saluran media
Kota Salatiga juga terlihat dengan tidak ternyata belum diikuti dengan pemahaman
di blow-upnya kasus mengenai sengketa humas Kemendikbud mengenai makna
tanah di Salatiga oleh media. Oleh karena dan maksud media relations sehingga
itu, peneliti menganggap perlu untuk Humas Kemendikbud bisa dikatakan
mengungkap dan mengetahui aktifitas belum mampu menjalankan tugas seba
media relations yang dilakukan Humas gai perwakilan Kemendikbud terutama
Setda Kota Salatiga kepada jurnalis media sebagai sumber informasi utama bagi
kontributor Kota Salatiga (jurnalis yang wartawan di lingkungan Kemendikbud.
mendapatkan tugas untuk mencari berita- Penelitian lain berjudul Strategi
berita seputar Salatiga) serta peranannya Media Relations dalam Pemerintahan
332 Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 330-345

Daerah (Studi Deskriptif Kualitatif tentang tercapainya mutual understanding (saling


Strategi Media Relations Bagian Humas pengertian) antara perusahaan dengan
dan Protokol Pemerintah Kota Surakarta publiknya. Kini praktek PR memunculkan
dalam Menjalin Hubungan dengan Media berbagai macam-macam PR, antara lain
Untuk Meningkatkan Citra Positif di PR Pemerintahan, PR Industri dan Bisnis,
Masyarakat Kota Surakarta) (Prasetyo, PR Sosial, dan PR Internasional (Ardianto,
2010). Penelitian ini mengungkap proses 2009).
strategi media relations yang dilakukan Dalam prakteknya, penerapan PR
oleh Bagian Humas dan Protokol Pemkot antara organisasi profit dengan lembaga
Surakarta yaitu menggunakan media pemerintahan memiliki perbedaan. PR
audio, media visual dan penggabungan atau humas pemerintah pada dasarnya
kedua media tersebut yaitu audio-visual. tidak bersifat politis, PR Pemerintahan
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dibentuk untuk mempublikasikan atau
citra Kota Surakarta cukup kurang dan mempromosikan kebijakan-kebijakan pe
meski dapat mengakomodir kebutuhan me
rintahan, memberi informasi secara
wartawan terhadap informasi, namun teratur tentang kebijakan, rencana-rencana
pencitraan Humas dan Protokol kurang tentang peraturan dan perundang-
ada, yang ada hanyalah pencitraan undangan, dan segala sesuatunya yang
Walikota. berpengaruh kepada kehidupan masya
Kedua penelitian terdahulu diatas rakat (Ardianto, 2009). Humas instansi
m emi l i ki p ers amaan yaitu s am a - pemerintahan yang memiliki karakteristik
sama mencoba mengetahui bentuk yang berbeda dibandingkan humas pada
media relations yang dilaksanakan umumnya, membutuhkan dasar hukum
bagian Humas Pemerintah. Sedangkan yang jelas dalam menjalankan tugas
perbedaannya yaitu jika pada penelitian pokok dan fungsinya. Terlebih, efek
pertama mengacu pada pelaksanaan dari kinerja humas instansi pemerintah
media relations untuk mensosialisasikan sangat luas dan tidak terbatas kepada
program dan kebijakan, penelitian kali sekelompok publik tertentu (Wahyu Nilla
ini berfokus pada peran pelaksanaan Sari, 2012).
media relations dan jika penelitian Pelaksanaan kehumasan lembaga
kedua dilakukan untuk mengukur citra pemerintahan, Bagian Humas Setda Kota
pemerintah melalui relasi dengan media Salatiga yang secara langsung melayani
massa, penelitian kali ini mencoba dan berhubungan dengan media tidak
mengetahui proses dibalik pembentukan dapat hanya diam saja menikmati
citra yaitu melalui pemberitaan di media hubungan yang telah terjalin. Oleh karena
cetak khususnya media cetak yang itu, Humas Setda Kota Salatiga perlu
memiliki halaman khusus untuk berita melaksanakan aktifitas media relations
tentang Kota Salatiga yang nantinya sebagai usaha untuk mencapai publikasi
dapat menghasilkan data mengenai atau penyiaran yang maksimum atas
peran aktifitas media relations dalam suatu pesan atau informasi humas
membentuk berita positif di media cetak. dalam rangka menciptakan pengetahuan
Dalam melaksanakan fungsi kehumasan dan pemahaman bagi khalayak dari
ini, aktifitas dilaksanakan oleh bagian organisasi atau perusahaan yang ber
humas atau dikenal dengan istilah public sangkutan (Jefkins, 1992). Beberapa cara
relations (PR) karena PR berperan sebagai yang dapat dijadikan alat melakukan
jembatan antara perusahaan atau hubungan pers (media relations) antara
organisasi dengan publiknya, terutama lain newsletter, acara khusus, press tour,
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 333

laporan tahunan, pensponsoran, poster, kalimat, yang tersusun sistematis, ter


iklan, pengumpulan uang, seminar struktur (Mursito, 2013). Dalam Kamus
dan program latihan, majalah dinding Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita
serta pameran. Selain itu, ada beberapa diartikan sebagai keterangan mengenai
acara pers yang dapat dilakukan oleh kejadian atau peristiwa yang hangat;
praktisi Humas yaitu konferensi pers laporan sedangkan kata positif berarti
(press conference), kunjungan pers (facility bersifat nyata dan membangun sehingga
visit) dan resepsi pers (press reception) dari urian diatas dapat disimpulkan
(Syaifullah, 2004). Bentuk aktifitas media bahwa definisi berita positif adalah laporan
relations bermacam-macam sesuai dengan tentang suatu kejadian yang hangat,
tujuan masing-masing organisasi atau yang ditulis di media massa serta bersifat
perusahaan. nyata dan membangun. Sedangk an
Pelaksanaan kegiatan media relations menurut penuturan salah satu staf sub-
menempati posisi penting dalam peker bagian Analisis Kemitraan Media (AKM),
jaan seorang public relations karena Humas Setda Kota Salatiga, Lukman
media massa menjadi penjaga gawang Fahmi, S.H.I., realitas maupun keterangan
(gatekeepers) dan mengontrol informasi kejadian dianggap bukan berita buruk
yang mengalir ke masyarakat dalam bagi Pemerintah Kota Salatiga jika berita
suatu sistem sosial (Darmastuti, 2012). tidak menyebabkan pandangan buruk
Hal itu sudah sejak lama disadari bahwa atau menurunkan kepercayaan masyarakat
pers memiliki peranan yang besar dalam terhadap peme rintah seperti berita yang
kehidupan sebuah lembaga, terlebih bagi tidak mendiskreditkan pemerintah. Se
lembaga yang selalu haus akanpengakuan hingga berita positif bagi pemerintahan,
masyarakat. Bagi lembaga pemerintahan jika dilandasi dengan konsep berita buruk
pun, untuk meningkatkan citra positif diatas dapat diartikan sebagai berita
membutuhkan pula peranan media massa yang menyebabkan pandangan baik atau
ini. Sebab sebuah keberhasilan tanpa meningkatkan kepercayaan masyarakat
diketahui masyarakat merupakan suatu terhadap pemerintah.
kegiatan yang sia-sia (Abdullah, 2004). Berita-berita tentang Pemerintah
Media relations hanyalah salah satu Kota Salatiga kemudian dimuat di media
bagian dari public relations, namun bisa massa yang secara lebih jelas dapat dilihat
menjadi perangkat yang sangat penting dalam media massa cetak yaitu surat kabar
dan efisien. Begitu kita bisa menyusun terutama yang memiliki halaman khusus
pesan yang bukan saja diterima, tetapi untuk berita tentang Salatiga. Surat
juga dipandang penting oleh media kabar merupakan media cetak dengan
lokal, maka kita sudah membuat langkah format broadsheet. Secara garis besar,
besar menuju keberhasilan program kita media cetak terdiri dari fakta dan opini
(Iriantara, 2005). sedangkan isi media cetak berdasarkan
Dengan hubungan baik yang ter fakta adalah berita (Abdullah, 2004).
bentuk antara Humas Setda Kota Salatiga Berita yang dimuat dalam surat kabar
dan jurnalis media kontributor Kota dapat memenuhi kebutuhan pemerintah
Salatiga, nyatanya diikuti oleh jumlah berita terhadap pembentukan citra yang baik
positif tentang Salatiga yang jumlahnya sebagai upaya agar pemerintah dapat
lebih banyak dari berita negatif pada tetap hidup dan orang-orang di dalamnya
setiap bulannya. Berita yang disajikan terus mengembangkan kreativitas bahkan
merupakan realitas simbolik, realitas yang memberikan manfaat yang lebih berarti
terdiri dari kata-kata yang membentuk bagi orang lain (Kasali, 2003).
334 Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 330-345

Metode Penelitian berbagai segi sehingga lebih kredibel


Penelitian ini merupakan jenis pe dan akurat (Suparno, 2008). Penelitian ini
nelitian deskriptif kualitatif yang ber menggunakan triangulasi sumber data
sifat melukiskan realitas sosial yang yaitu triangulasi yang dilakukan dengan
kompleks yang ada di masyarakat membandingkan dan mengecek baik
(Mantra Bagoes, 2004). Unit amatan derajat kepercayaan suatu informasi yang
dalam penelitian ini adalah Humas Setda diperoleh melalui waktu dan cara yang
Kota Salatiga dengan unit analisa yaitu berbeda. Hasil dari perbandingan yang
aktifitas media relations yang dilakukan diharapkan adalah berupa kesamaan
oleh Humas Setda Kota Salatiga. Data atau alasan-alasan terjadinya perbedaan
dikumpulkan dengan teknik observasi (Bungin, 2010).
lapangan dan wawancara yang menjadi
Hasil dan Pembahasan
data primer serta didukung dengan
Dalam sebuah lembaga pemerintahan,
dokumen berupa berita tentang Salatiga
bagian humas atau public relations (PR)
pada 4 surat kabar serta foto kegiatan
memiliki peranan yang sangat penting.
media relations Humas Setda Kota
Pe n tin g n y a p e ra n a n h u ma s te la h
Salatiga yang menjadi data sekunder.
ditangkap oleh Pemerintah Kota Salatiga
Sumber informasi pada penelitian ini
yang kemudian menempatkan bagian
adalah pegawai Humas Setda Kota
Humas sebagai jembatan antara organisasi
Salatiga, jurnalis media cetak surat kabar
dengan publiknya, terutama tercapainya
kontributor Kota Salatiga yaitu jurnalis
mutual understanding (saling pengertian)
Jateng Pos, Jawa Pos, Suara Merdeka dan
antara organisasi dengan publiknya.
Wawasan dimana surat kabar tersebut
Humas pemerintah pada dasarnya tidak
memiliki halaman khusus untuk berita-
bersifat politis, humas pemerintahan
berita tentang Kota Salatiga serta Kepala
dibentuk untuk mempublikasikan atau
Kelurahan Kalicacing.
mempromosikan kebijakan-kebijakan
Teknik analisis data pada penelitian
pemerintahan, memberi informasi secara
ini adalah analisis interaktif yang terdiri
teratur tentang kebijakan, rencana-rencana
dari 3 langkah yaitu reduksi, model data
tentang peraturan dan perundang-
(data display) dan penarikan atau verifikasi
undangan, dan segala sesuatunya
kesimpulan sebagai langkah terakhir
yang berpengaruh kepada kehidupan
(Ardianto, 2010). Dalam menganalisa
masyarakat (Ardianto, 2009).
dokumen berupa berita tentang Salatiga
Humas instansi pemerintahan yang
pada 4 surat kabar sebagai data pendukung
memiliki karakteristik yang berbeda
penelitian, dilakukan teknik analisis isi
dibandingkan humas pada umumnya,
yaitu teknik sistematik untuk menganalisis
membutuhkan dasar hukum yang jelas
isi pesan dan mengolah pesan, atau alat
dalam menjalankan tugas pokok dan
untuk mengobservasi dan menganalisis
fungsinya. Terlebih, efek dari kinerja
isi perilaku komunikasi yang terbuka
humas instansi pemerintah sangat luas
dari komunikator yang dipilih. Analisis
dan tidak terbatas kepada sekelompok
isi dapat digunakan untuk menganalisis
publik tertentu (Wahyu Nilla Sari,
semua bentuk komunikasi yang salah
2012). Perbedaan tersebut terletak pada
satunya adalah surat kabar (Ardianto,
orientasi pelaksanaan pekerjaan yang
2010).
tidak berusaha memperoeh keuntungan
Sebagai validitas data, triangulasi
berupa materi tetapi pada kepuasan
yaitu melihat situasi dari berbagai
masyarakat akan kinerja pemerintah.
sudut pandang atau perspektif, dari
Humas Setda Kota Salatiga juga selalu
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 335

mengerjakan tugasnya sesuai dengan seluruh pegawai Humas Setda Kota


aturan pemerintah yang diberlakukan dan Salatiga bahwa humas tidak membatasi
yang telah dituliskan dalam himpunan media apapun yang ingin menjadi partner
tugas pokok dan fungsi (tupoksi). humas tetapi jurnalis dari media apapun
Meskipun dalam bagian Humas terbagi diterima humas tanpa membedakan
menjadi 3 sub-bagian tetapi setiap sub- dengan yang lainnya.
bagian selalu bekerja sesuai dengan Dalam perkembangannya, Kota
tugas masing-masing sehingga tidak ada Salatiga mengalami perluasan wilayah
tumpang tindih pekerjaan dan semua dibandingkan dengan pada saat awal
tanggung jawab humas dapat dikerjakan dibentuk. Humas sebagai penyampai
dengan baik. Pada gambar 1 dapat dilihat informasi memiki keterbatasan dalam
struktur kepegawaian Humas Setda Kota hal penyebarluasan program kerja
Salatiga. pemerintah kepada masyarakat secara
Dalam perkembangannya, Kota menyeluruh sedangkan pemerintah
Salatiga mengalami perluasan wilayah membutuhkan kepercayaan masyarakat
dibandingkan dengan pada saat awal sebagai dukungan atas kinerja
dibentuk. Humas sebagai penyampai pemerintah. Oleh karena itu, di era
informasi memiki keterbatasan dalam modern ini sebagai humas modern yang
hal penyebarluasan program kerja baik akan mendukung kesuksesan
pemerintah kepada masyarakat perusahaan dimana teknik modern adalah
secara menyeluruh sedangkan peme membangun reputasi dan publisitas
rintah membutuhkan kepercayaan melalui media massa (Syaifullah, 2004).
masyarakat sebagai dukungan atas kinerja Humas membutuhkan media
pemerintah. Di era modern ini sebagai massasebagai sarana dalam
humas modern yang baik akan men menyampaikan program kerja pemerintah
dukung kesuksesan perusahaan dimana kepada masyarakat luas secara merata.
teknik modern adalah membangun Selama menjalin hubungan dengan
reputasi dan publisitas melalui media media, diakui oleh seluruh pegawai
massa (Syaifullah, 2004). Humas Humas Setda Kota Salatiga bahwa
membutuhkan media massasebagai humas tidak membatasi media apapun
sarana dalam menyampaikan program yang ingin menjadi partner humas tetapi
kerja pemerintah kepada masyarakat jurnalis dari media apapun diterima
luas secara merata. Selama menjalin humas tanpa membedakan dengan yang
hubungan dengan media, diakui oleh lainnya. Humas yang telah memiliki

Gambar 1. Struktur Kepegawaian Humas Setda Kota Salatiga


336 Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 330-345

Gambar 2. Jalur Koordinasi Humas dan Media

hubungan baik dengan jurnalis media hubungan humas dan media dalam suatu
massa tidak menutup mata tetapi terus kegiatan yang tidak merupakan agenda
mengadakan perubahan dan perbaikan rutin pemerintah dan bukan aktifitas yang
agar hubungan dengan pers yang bersifat resmi serta hanya menggunakan
selama ini tercipta terus terjaga dengan anggaran taktis dalam pelaksanaannya
baik (Syaifullah, 2004). Perubahan dan dimana aktifitas yang dilaksanakan
perbaikan tersebut direalisasikan dengan biasanya bersifat pribadi.
melakukan aktifitas media relations
yaitu usaha untuk mencapai publikasi Aktivitas Media Relations
atau penyiaran yang maksimum atas Humas Setda Kota Salatiga memiliki
suatu pesan atau informasi humas dalam bermacam-macam aktivitas, mulai dari
rangka menciptakan pengetahuan dan jumpa pers, press tour, pembuatan dan
pemahaman bagi khalayak dari organisasi pengiriman release, penulisan advertorial
atau perusahaan yang bersangkutan sampai aktivitas yang terkait dengan
(Jefkins, 1992). pelatihan-pelatihan. Secara lebih rinci,
Hubungan media terjalin baik secara aktivitas media relations Setda Kota Salatiga
formal maupun informal. Hubungan baik itu seperti yang ada di dalam tabel 2
dapat tercipta juga melalui kegiatan yang Peran Aktivitas Media Relations dalam
humas lakukan. Maksud dari aktifitas Membentuk Berita Positif
media relations dalam hubungan formal Aktivitas media relations yang
adalah hubungan humas dan media dilakukan oleh Humas Setda Kota
dalam suatu kegiatan yang telah menjadi Salatiga, memiliki peran dalam
agenda pemerintah dan memiliki membentuk berita positif terkait dengan
anggaran khusus dari pemerintah dalam kota Salatiga. Peran aktivitas media
pelaksanaannya. relation dalam membentuk berita positif
Begitu sebaliknya, aktifitas media itu seperti yang ada pada tabel 3.
relations Humas Setda Kota Salatiga dalam Sesuai dengan batasan masalah
hubungan informal yang dimaksud adalah penelitian yang dibuat, berikut aktifitas
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 337

Tabel 2. Aktifitas Media Relations Formal Informal Humas Setda Kota Salatiga

media relations Humas Setda Kota tetapi pada penerapannya dilaksanakan


Salatiga selama Mei-September 2014 setiap saat melalui komunikasi yang terjalin
yang terdiri dari beberapa aktifitas, yang diantara pegawai humas dan jurnalis media
tertuang pada tabel 4. kontributor Kota Salatiga. Hubungan
Melalui data pada tabel 4. dapat dilihat informal yang dimaksud adalah disaat
bahwa aktifitas media relations baik formal humas selalu menjadikan media sebagai
maupun informal dilaksanakan oleh Humas partner dalam setiap kondisi, bukan
Setda Kota Salatiga. Hubungan informal hanya saat pemerintah membutuhkan
yang secara jumlah terlihat lebih sedikit publikasi dan pencitraan baik dari media
338 Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 330-345

Tabel 2.1 Aktifitas Media Relations Formal Informal Humas Setda Kota Salatiga

tetapi humas selalu menjalin pendekatan Humas sebagai jembatan dan juru
yang berkelanjutan dimana tidak hanya bicara bagi pemerintah juga menyediakan
disaat butuh kehadiran wartawan mereka diri untuk menjadi penyambung lidah
diundang, setelah itu mereka dilupakan dari instansi yang memiliki kepentingan
(Partao, 2010). dengan media massa. Koordinasi kepada
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 339

Tabel 2.2 Aktifitas Media Relations Formal Informal Humas Setda Kota Salatiga

media bisa dilakukan melalui humas, jurnalis media.


meskipun ada beberapa instansi yang Hal ini dilakukan sebagai upaya
secara langsung menghubungi media controlling informasi secara lebih mudah jika
sendiri karena telah kenal dekat dengan melalui 1 pintu. Pada gambar 2 disajikan
340 Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 330-345

Tabel 3. Peran Aktifitas Media Relations Formal Informal Humas Setda Kota
Salatiga dalam Membentuk Berita Positif
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 341

Tabel 3.1 Peran Aktifitas Media Relations Formal Informal Humas Setda Kota
Salatiga dalam Membentuk Berita Positif
342 Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 330-345

Tabel 3.2 Peran Aktifitas Media Relations Formal Informal Humas Setda Kota
Salatiga dalam Membentuk Berita Positif

bagan jalur koordinasi yang tercipta ketika yang digunakan humas dalam melakukan
instansi lain membutuhkan keterlibatan koordinasi dengan media semakin variatif
media melalui humas ataupun dari sub- dan fleksibel serta tidak terbatas dengan
bagian humas sendiri. ruang ataupun harus tatap muka dengan
Dari gambar 2. dijelaskan bahwa jurnalis. Melalui jumpa pers, koordinasi
Humas Setda Kota Salatiga yang terbagi bisa dilakukan juga melalui short message
menjadi 3 sub-bagian, membentuk service (sms), telepon maupun media sosial.
koordinasi melalui satu pintu yaitu melalui Setelah mengetahui macam aktifitas
sub-bagian Analisis Kemitraan Media media relations yang dilaksanakan Humas
(AKM) ketika membutuhkan jurnalis Setda Kota Salatiga dengan melibatkan
dalam suatu kegiatan. AKM adalah sub- jurnalis media cetak dan mengetahui
bagian yang secara langsung berhubungan peran masing-masing aktifitas dalam
dengan media sesuai dengan tugas membentuk berita positif, diketahui bahwa
pokok dan fungsi (tupoksi) yang tertulis. beberapa aktifitas media relations formal
Dengan perkembangan teknologi, cara memberikan kesempatan kepada jurnalis
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 343

Tabel 4. Aktivitas Media Relations Humas Setda Kota Salatiga Mei-September


2014

untuk membuat berita secara langsung tertentu serta bahasa yang digunakan
dengan menemui narasumber yang ada jurnalis tidak mendiskreditkan humas dan
seperti jumpa pers, press tour, pelatihan- instansi pemerintah. Hal itu dikarenakan
pelatihan, menyediakan kemudahan akses adanya kedekatan emosional antara humas
informasi dan mengundang jurnalis dalam dan jurnalis serta didukung dengan adanya
acara pemerintah. Tetapi, aktifitas media kedekatan ruang kerja diantara keduanya.
relations informal memliki peranan lebih Humas menyediakan ruang kerja bagij
banyak dibandingkan dengan aktifitas urnalis yang disebut dengan press room
formal dalam membentuk beritapositif yang memudahkan adanya konfirmasi
dikarenakan aktifitas informal dapat dan klarifikasi dari pihak Humas kepada
membentuk hubungan baik secara personal. jurnalis ketika jurnalis menemui isu negatif
Dengan hubungan baik yang terbentuk tentang pemerintah. Dalam menjalankan
melalui aktifitas media relations membuat tugasnya, jurnalis media tetap menjalankan
usaha Humas dalam membentuk berita tanggung jawab pekerjaan sesuai kode
positif melalui release selalu dimuat di etik yang dimiliki tetapi kendali lainnya
media cetak. Release yang dibuat humas adalah aspek moral individu yang tetap
selalu berisi berita positif sehingga ketika dimiliki jurnalis sebagai kendali pertama
dimuat pada surat kabar, secara langsung dalam kebebasan pers yang artinya apakah
dapat menyuguhkan berita positif tentang memiliki cukup moral untuk menulis
pemerintah kepada masyarakat. Release sesuatu yang berhubungan dengan hati
dibuat juga sebagai upaya meminimalisir nurani (Abdullah, 2004).
berita-berita negatif dikarenakan kurang
Simpulan
pahamnya jurnalis akan kejadian
Aktifvtas media relations Humas
sebenarnya.
Setda Kota Salatiga dengan jurnalis
Mengenai isu negatif yang menjadi fakta
media kontributor Kota Salatiga telah
pemerintah, jurnalis memberitahukannya
menciptakan hubungan baik di antara
kepada humas bahkan ketika humas belum
keduanya dalam ranah formal maupun
mendengar isu tersebut, dan meskipun
informal. Peran aktifitas media relations
ada berita negatif namun selalu berimbang
yang dilakukan humas dalam ranah
dengan menuliskan isi klarifikasi pihak
formal mampu memberikan ruangkepada
pemerintah terhadap suatu berita negatif
344 Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 330-345

jurnalis untuk terlibat secara langsung relations memberikan kontribusi positif


dalam kegiatan pemerintah dan bertemu untuk peningkatan hubungan baik antara
dengan narasumber yang tepat sehingga masyarakat dan pemerintah.
informasi yang didapat sebagaiisi
Daftar Pustaka
berita dapat dengan jelas disampaikan
Abdullah, Aceng(2004).Press Relations Kiat
dikarenakan berasal dari orang yang
Berhubungan Dengan Media Massa,
tepat. Sedangkan kegiatanmedia relations
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
informal berperan membentuk kedekatan
emosional dan menciptakan hubungan Ardianto, Elvinaro(2009).Public Relations
baik antara humas dan media, rasa saling Pendekatan Praktis untuk menjadi
pecaya serta menjaga satu sama lain. Komunikator, Orator, Presenter dan Juru
Kedekatan inilah yang membuat Kampanye Handal, Bandung: Widya
berita positif mengenai pemerintah Padjadjaran
dapat terbentuk seperti halnya ketika
humas mengirimkan release tentang ______________ (2010). Metodologi Penelitian
se
tiap kegiatan pemerintah yang untuk Public Relations Kuantitatif
selalu berisi positif kepada jurnalis dan Kualitatif, Bandung: Simbiosa
media cetak terutama surat kabar yang Rekatama Media
memiliki halaman khusus untuk Kota Bungin, Burhan (2010).Penelitian Kualitatif -
Salatiga. Hubungan baik yang telah Komunikasi Ekonomi, Kebijakan Publik
terjalin melalui aktifitas media relations, Dan Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta:
menjadikan jurnalis selalu berupaya Kencana Prenada Media Group.
memuat release yang dikirimkan humas
meskipun terkadang perlu melalui Darmastuti, Rini(2012).Media Relations
tahap editing terlebih dahulu. Konsep, Strategi, dan Aplikasi,
Dalam menemui isu negatif, Yogyakarta: Penerbit ANDI
kedekatan emosional dan hubungan
Iriantara, Yosal (2005).Media Relations Konsep,
baik yang tercipta antara humas dan
Pendekatan, Dan Praktik, Bandung:
media membuat jurnalis justru selalu me
Simbiosa Rekatama Media
nyampaikan isu tersebut kepada bagian
humas bahkan ketika humas sendiri Jefkins, Frank (1992). Public Relations,
belum mendengar adanya isu negatif Jakarta: Penerbit Erlangga
tersebut, yang disampaikan dengan pe
Kasali, Rhenald (2003).Manajemen Public
nyampaian informal. Kedekatan antara
Relations, Jakarta: Grafiti.
humas dan media yang terbentuk melalui
pelaksanaan aktifitas media relations Mursito BM. (2013).Jurnalisme Komprehensif:
telah membawa jurnalis memberikan Konsep, Kaidah, & Teknik Penulisan
kesempatan untuk humas mengklarifikasi Berita, Feature, Artikel., Jakarta: Literate.
berita negatif tersebut lebih dulu dan
memasukkan klarifikasi itu kedalam Mantra Bagoes, Ida(2004).Penelitian Kua
kemasan berita sehingga berita tetap litatif, Jakarta: PT. Gelora Aksara
terbentuk dan dipublikasikan tetapi tidak Pertama.
mendiskreditkan keberadaan humas dan Prasetyo, Budi (2010). Strategi Media
pemerintah dan berimbang. Relations Dalam Pemerintahan Daerah
Implikasi dari penelitian ini bahwa (Studi Deskriptif Kualitatif tentang
aktifitas media relations sangat diperlukan Strategi Media Relations Bagian Humas
oleh setiap instansi pemerintah. Media dan Protokol Pemerintah Kota Surakarta
Pratiwi, R. Gordon Mayopu, dan G. Nicholas Huwae, Aktivitas Media . .. 345

dalam Menjalin Hubungan dengan Thomsett, Rob (2006).Radical Project


Media Untuk Meningkatkan Citra Positif Management, Jakarta: PT. Gelora
di Masyarakat Kota Surakarta, Solo: Aksara Pratama.
Universitas Sebelas Maret (UNS).
Wahyu Nila Sari, Betty (2012). Humas
Partao, Zainal Abidin(2010).Media Relations, Pemerintah, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Strategi Meraih Dukungan Publik, Jurnal
Yunita, Elsya (2012). Pelaksanaan Media
Komunikologi 7 : 1, http://www.
Relations di Lembaga Pemerintahan
esaunggul.ac.id, Diakses Pada 6 Mei
Dari Sudut Pandang Praktisi Humas
2015 Pukul 20.00 WIB.
Kementerian dan Wartawan (Studi
Syaiffulah, Nurudin Muhammad (2004). Kasus : Media relations di Kementerian
Media Relations Panduan Praktis Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Praktisi Public Relations, Malang: Indonesia dalam rangka sosialisasi
Cespus. program dan kebijakan kementerian),
Jakarta: Universitas Indonesia (UI).
Suparno, Paul(2008).Action Research:
Riset Tindakan untuk Pendidik, Jakarta:
PT. Grasindo, Anggota Ikapi.