Anda di halaman 1dari 52

KATALOG BPS : 1101002.3274

STATISTIK DAERAH KOTA CIREBON

2016

http://cirebonkota.bps.go.id
http://cirebonkota.bps.go.id

http://cirebonkota.bps.go.id

http://cirebonkota.bps.go.id

STATISTIK DAERAH KOTA CIREBON 2016

Nomor Publikasi

Katalog BPS

Ukuran Buku

Jumlah Halaman

Naskah :

: 3274.1607 : 1101002 3274 : 17,6 cm x 25 cm : v+34

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Gambar kulit :

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Diterbitkan Oleh:

©Badan Pusat Statistik Kota Cirebon

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan,mengkomunikasikan, dan/atau mengadakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

http://cirebonkota.bps.go.id

http://cirebonkota.bps.go.id Kata Pengantar Publikasi Statistik Daerah Kota Cirebon 201 6 diterbitkan oleh Badan Pusat
http://cirebonkota.bps.go.id Kata Pengantar Publikasi Statistik Daerah Kota Cirebon 201 6 diterbitkan oleh Badan Pusat

Kata Pengantar

Publikasi Statistik Daerah Kota Cirebon 2016 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kota Cirebon berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kota Cirebon. Publikasi ini

memberikan gambaran umum disertai analis secara sederhana untuk membantu pengguna

data memahami potensi yang ada di Kota Cirebon serta perkembangan pembangunan.

Publikasi Statistik Daerah Kota Cirebon 2016 diterbitkan setiap tahun untuk

melengkapi publikasi-publikasi statistik yang sudah ada. Berbeda dengan publikasi-

publikasi yang lain, publikasi ini lebih menekankan pada penyampaian data strategis disertai

deskripsi penjelasan dan analisis data secara sederhana. Materi yang disajikan memuat

berbagai informasi atau indikator yang dipilih karena terkait dengan perkembangan

pembangunan berbagai sektor di Kota Cirebon. Diharapkan publikasi ini dapat menjadi bahan

rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan yang dilaksanakan.

Kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk

penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu mengisi tuntutan

kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi

maupun masyarakat luas.

Cirebon, September 2016 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon

Imron Budianto, MM

http://cirebonkota.bps.go.id

http://cirebonkota.bps.go.id SEJARAH CIREBON Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad XIV di pantai Laut Jawa

SEJARAH CIREBON

Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad XIV di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki

Gedeng Alang-Alang yang ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Galuh (Padjadjaran). Di pelabuhan

ini terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan tempat

pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki

bukit menuju Kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru diangkatlah Ki Gedeng Alang-

Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.

Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi

ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran inilah yang mendirikan

Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh Raja

Galuh dijawab dengan mengirimkan bala tentara ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati

Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar

sebagai pemenang.

Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Rajanya bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan Asia Tenggara.

http://cirebonkota.bps.go.id

http://cirebonkota.bps.go.id Halaman Judul Halaman Katalog Kata Pengantar Daftar Isi 1. 2. 3. Geografi Pemerintahan

Halaman Judul

Halaman Katalog

Kata Pengantar

Daftar Isi

1.

2.

3.

Geografi

Pemerintahan

Penduduk

4.

5.

6.

7.

Tenaga Kerja

Pendidikan

Kesehatan

Perumahan

8. Indeks Pembangunan Manusia

DAFTAR ISI

i

ii

iii

iv

1

3

5

6

7

10

12

13

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

Pertanian

Pertambangan Energi

Industri Pengolahan

Konstruksi

Pariwisata

Transport Komunikasi

Perbankan Investasi

Harga

Pengeluaran Penduduk

Perdagangan

Pendapatan Regional

20. Perbandingan Antar Wilayah

Lampiran

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

http://cirebonkota.bps.go.id

Kota Cirebon dikenal sebagai kota wali,

kota udang, dan kota sunan gunung jati secara

geografis terletak pada posisi 108 o 33Bujur Timur

dan 6 o 41Lintang Selatan pada Pantai Utara Pu-

lau Jawa, di bagian timur Jawa Barat, memanjang

dari barat ke timur ± 8 kilometer, utara selatan ±

11 kilometer dengan ketinggian dari permukaan

laut ± 5 meter.

Kota Cirebon berada dalam perlintasan

jalur dari kawasan barat ke timur Pulau Jawa,

menjadikannya sebagai jalur distribusi

perekonomian dan pertanian. Letaknya yang

berada di wilayah pantai menjadikan Kota

Cirebon memiliki wilayah dataran rendah yang

lebih luas dan dibatasi oleh:

-sebelah Utara : Sungai Kedung Pane

-sebelah Timur : Laut Jawa

-sebelah Selatan : Sungai Kalijaga

-sebelah Barat : Sungai Banjir Kanal/ Kabupaten

Cirebon

Kota Cirebon termasuk dalam iklim tropis dengan suhu udara minimum 23,59 ºC hingga 31,56 ºC. Rata-rata temperatur selama tahun 2015 adalah 28,62 ºC. Temperatur udara tertinggi terjadi pada Bulan November sedangkan temperatur udara terendah terjadi pada Bulan Januari.

GEOGRAFI

1

Peta Kota Cirebon

terjadi pada Bulan Januari. GEOGRAFI 1 Peta Kota Cirebon Luas Kecamatan di Kota Cirebon (Km 2

Luas Kecamatan di Kota

Cirebon (Km 2 )

17,615 8,059 6,506 3,616 1,569
17,615
8,059
6,506
3,616
1,569

Sumber : Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kota Cirebon

http://cirebonkota.bps.go.id

GEOGRAFI

1

Penggunaan Lahan di Kota Cirebon

2015

GEOGRAFI 1 Penggunaan Lahan di Kota Cirebon 2015 Sumber : Diolah dari PODES 2014 *** Tahukah

Sumber : Diolah dari PODES 2014

Lahan di Kota Cirebon 2015 Sumber : Diolah dari PODES 2014 *** Tahukah Anda????? Intensitas curah

***

Tahukah Anda?????

Intensitas curah dan hari hujan

pada tahun 2015 lebih rendah

dari tahun sebelumnya

Selama tahun 2015, curah hujan di Kota Cirebon mencapai 1194,7 mm, den- gan hari hujan sebanyak 64 hari. Intensitas curah hujan yang terjadi pada lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Semakin bertambahnya jumlah

penduduk dan kebutuhan akan aktivitas

menyebabkan perubahan penggunaan la-

han sulit di kontrol khususnya daerah perko-

taan, untuk Kota Cirebon perubahan peng-

gunaan lahan banyak terjadi dari lahan per-

tanian menjadi lahan non pertanian.

Dari beberapa kejadian perubahan

penggunaan lahan, terdapat 3 desa di Ke-

camatan Harjamukti dan 2 desa di Kecama-

tan Kesambi yang mengalami perubahan

lahan pertanian sawah menjadi lahan non

pertanian.

Sebagian besar lahan di Kota

Cirebon merupakan lahan non pertanian

yaitu mencapai 95 persen dari lahan keselu-

ruhan. Penggunaan lahan untuk pertanian

hanya mencapai 5 persen, yang digunakan

sebagai lahan pertanian sawah 3 persen dan lahan pertanian non sawah 2 persen.

http://cirebonkota.bps.go.id

Wilayah administrasi Kota Cirebon terdiri dari 5 kecamatan, 22 kelurahan, 247 Rukun Warga (RW) dan 1.366 Rukun Te- tangga (RT). Jumlah pegawai negeri sipil yang bekerja di lingkungan kecamatan/

kelurahan berjumlah 335 orang, yang dido-

minasi pegawai laki-laki berjumlah 206

orang dan 129 merupakan pegawai perem-

puan.

Pegawai negeri sipil keseluruhan

yang berada di lingkungan pemerintah kota

Cirebon berjumlah 6.197 orang. Jumlah

tersebut terdiri dari 2.971 pegawai laki-laki

dan 3.226 pegawai perempuan. Pegawai

perempuan mendominasi struktur pegawai

pemerintahan kota.

Statistik pendidikan pegawai negeri

sipil di lingkungan pemerintah kota Cirebon

menunjukkan bahwa lebih dari lima puluh persen merupakan lulusan sarjana, yaitu 3.478 orang S1 dan 359 S2. Pegawai yang berpendidikan D3 berjumlah 587 orang, pendidikan D1/D2 berjumlah 375 orang, pendidikan SLTA berjumlah 1.304 orang, dan pendidikan SLTP ke bawah berjumlah 90 orang.

PEMERINTAHAN

2

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Pemerintah Kota Cirebon Menurut Unit Kerja Tahun

2015

Pemerintah Kota Cirebon Menurut Unit Kerja Tahun 201 5 Sumber : BKD Kota Cirebon Statistik Pemerintahan

Sumber : BKD Kota Cirebon

Statistik Pemerintahan Kota Cirebon

Uraian

2015

Wilayah Administrasi

 

Kecamatan

5

Kelurahan

22

Jumlah RW

247

Jumlah RT

1.366

http://cirebonkota.bps.go.id

PEMERINTAHAN

2

Banyaknya Anggota DPRD Menurut Komisi dan Jenis Kelamin Tahun 2015

12 10 8 6 4 2 0 Pimpinan Wakil Komisi A Komisi B Komisi C
12
10
8
6
4
2
0
Pimpinan
Wakil
Komisi A Komisi B Komisi C
DPRD
Pimpinan
DPRD
Laki-laki
Perempuan

Sumber : Sekretariat DPRD

Trend Peningkatan Penerimaan

Tahun Anggaran 2012-2015

1600 1403,87 1234,06 1009,95 872,12 800 0 2012 2013 2014 2015
1600
1403,87
1234,06
1009,95
872,12
800
0
2012
2013
2014
2015

Struktur perpolitikan di Kota Cirebon hasil PEMILU Tahun 2014 didominasi oleh fraksi PDIP dan diikuti fraksi Nasdem. Struktur tersebut mengalami perubahan, dimana pada periode se- belumnya, fraksi yang mendominasi adalah De-

mokrat dan Golkar.

Ditinjau dari tingkat pendidikan, pendidi-

kan tertinggi yang ditamatkan anggota DPRD

Kota Cirebon adalah SLTA 14 orang, sarjana 13

orang, pasca sarjana 7 orang, dan akademi 1

orang.

Untuk membiayai pembangunan,

Pemerintah Kota Cirebon menghabiskan

anggaran 1,354 trilyun. Nilai tersebut meningkat

dari belanja tahun sebelumnya yang berjumlah

1,194 trilyun.

Besarnya realisasi penerimaan tahun

anggaran 2015 adalah 1,403 trilyun. Penerimaan

terbesar berasal dari dana perimbangan, dengan share terbesar adalah dari DAU, yaitu 41 persen.

Pendapatan asli daerah memberi share 23 persen, dengan komposisi terbanyak berasal dari penerimaan lain-lain.

http://cirebonkota.bps.go.id

Pada tahun 2015, berdasarkan hasil

proyeksi BPS, penduduk Kota Cirebon berjum- lah 307.494 jiwa yang terdiri dari penduduk laki- laki dan perempuan adalah 154.228 jiwa dan 153.266 jiwa. Sex ratio Kota Cirebon adalah 100,63. Artinya, jumlah penduduk laki-laki lebih

banyak daripada jumlah penduduk perempuan.

Dengan luas wilayah 37,36 km²

kepadatan penduduk Kota Cirebon mencapai

8.231 jiwa per km². Persebaran penduduk antar

wilayah belum merata. Hal ini terlihat dari

kepadatan penduduk yang belum merata antar

satu kecamatan dengan kecamatan lainnya.

Wilayah yang memiliki tingkat kepadatan pen-

duduk tertinggi adalah Kecamatan Pekalipan.

Berdasarkan angka mutlak dari distri-

busi penduduk menurut kelompok umur tunggal

diperoleh angka ketergantungan (dependency

ratio) penduduk Kota Cirebon yaitu 44,23. Arti-

nya setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap tidak produktif) mempunyai tanggun- gan sebanyak 44 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif. Rasio sebesar 44,23 persen ini disumbangkan oleh rasio keter- gantungan penduduk muda 37,55 persen dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar

6,68 persen

PENDUDUK

3

Statistik Kependudukan Kota Cirebon Tahun 2015

PENDUDUK 3 Statistik Kependudukan Kota Cirebon Tahun 2015 Sumber : BPS (Angka Final Proyeksi Penduduk) Indikator

Sumber : BPS (Angka Final Proyeksi Penduduk)

Indikator Kependudukan Kota

Cirebon Tahun 2014-2015

Uraian

2014

2015

Jumlah Penduduk

305.899

307.494

Laki-laki

153.362

154.228

Perempuan

152.537

153.266

Sex Ratio

100,54

100,63

Sumber : BPS (Angka Final Proyeksi Penduduk)

http://cirebonkota.bps.go.id

TENAGA KERJA

4

Indikator Ketenagakerjaan Kota Cirebon Tahun 2015

 

Indikator

2015

Penduduk 15 tahun keatas (AK)

 

a. Bekerja(%)

88,72

b. Mencari Pekerjaan(%)

11,28

Penduduk 15 tahun keatas (bukan AK)

 

a. Sekolah(%)

27,16

b. Mengurus RT(%)

57,42

c. Lainnya(%)

12,24

TPAK

62,19

a. Laki-laki(%)

81,21

b. Perempuan(%)

43,47

Tingkat PengangguranTerbuka

11,28

(%)

Lapangan Pekerjaan Utama

 

a.

Pertanian, Perburuan,

1,60

Kehutanan

b. Industri Pengolahan

8,45

c. Perdagangan

43,06

d. Jasa kemasyarakatan

23,21

e. Lainnya

23,68

Sumber : BPS (SAKERNAS,2015)

Jumlah angkatan kerja di Kota Cirebon

pada tahun 2015 sebanyak 142.946 orang,

turun dibandingkan keadaan angkatan kerja

tahun 2014 (147.148 orang). Jumlah angka-

tan kerja terhadap penduduk usia kerja

menggambarkan tingkat partisipasi angkatan

kerja (TPAK). TPAK tercatat 62,19 persen,

dengan perbandingan TPAK laki-laki (81,21

persen) lebih tinggi dibandingkan TPAK

perempuan (48,43 persen). Hal ini

dikarenakan laki-laki merupakan pencari

nafkah keluarga.

Dari jumlah angkatan kerja terdapat

88,72 persen penduduk yang bekerja, turun

sedikit dibanding tahun lalu (88,98 persen)

Persentase angkatan kerja perempuan yang

bekerja (92,57%) lebih tinggi dibandingkan

persentase angkatan kerja laki-laki yang

bekerja (86,63). Sementara itu, tingkat

pengangguran terbuka (TPT) sebesar 11,28

persen. Sedikit meningkat dibanding TPT

Tahun 2014 (11,02 persen).

Sedangkan dari penduduk Kota Cirebon

yang bukan angkatan kerja, terdapat 27,16

persen sebagai anak sekolahan, sebanyak

57,42 persen mengurus rumah tangga, dan

sebanyak 12,24 persen melakukan kegiatan

lainnya.

http://cirebonkota.bps.go.id

PENDIDIKAN

5

Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid di Kota Cirebon Tahun 2015

Sekolah, Guru, dan Murid di Kota Cirebon Tahun 2015 Sumber : Dinas Pendidikan (data tersebut tidak

Sumber : Dinas Pendidikan (data tersebut tidak termasuk

data SLTP Terbuka)

APS Usia 7-18 Tahun

di Kota Cirebon Tahun 2015

SLTP Terbuka) APS Usia 7-18 Tahun di Kota Cirebon Tahun 2015 Sumber : BPS (SUSENAS,2015 )

Sumber : BPS (SUSENAS,2015)

Capaian di bidang pendidikan terkait erat dengan fasilitas yang tersedia. Pada jenjang pendidikan TK seorang guru rata- rata mengajar 10 murid; pada jenjang pen- didikan SD/MI, tersedia 1 (satu) guru untuk

setiap 19 peserta didik; pada jenjang pen-

didikan SLTP/MTs tersedia 1 (satu) guru

untuk setiap 16 peserta didik; dan jenjang

pendidikan SMU/SMK/MA, tersedia 1 (satu)

guru untuk setiap 13 peserta didik.

Angka Partisipasi Sekolah (APS)

merupakan perbandingan antara penduduk

usia sekolah yang masih bersekolah

dengan penduduk usia sekolah. APS 7-12

tahun sebesar 99,10 persen, APS 13-15

tahun sebesar 97,88 persen, dan APS 16-

18 tahun sebesar 69,81 persen. APS antara

penduduk laki-laki dan perempuan belum

seimbang. Di jenjang usia 7-12 tahun, par-

tisipasi perempuan lebih unggul dibanding- kan partisipasi laki-laki. Namun di jenjang usia 13-15 tahun, partisipasi laki-laki lebih

unggul dibandingkan partisipasi perempuan. Partisipasi perempuan jauh lebih unggul juga pada jenjang usia 16-18 tahun.

http://cirebonkota.bps.go.id

Angka Partisipasi Murni digunakan un-

tuk melihat seberapa jauh anak-anak usia se- kolah yang bersekolah secara tepat waktu se- suai dengan umur mereka dan juga bisa di- terapkan sesuai jenjang pendidikan. APM 7-12 tahun tercatat sebesar 96,70 persen, berarti

bahwa setiap 100 penduduk usia 7-12 tahun

terdapat sekitar 97 orang usia tersebut yang

masih bersekolah pada jenjang SD sederajat.

APM 13-15 tahun tercatat 82,42 persen, artinya

setiap 100 penduduk usia 13-15 tahun terdapat

82 orang usia tersebut yang bersekolah pada

jenjang SMP sederajat dan APM 16-18 tahun

tercatat 60,72 persen atau sekitar 61 orang

usia 16-18 tahun dari 100 penduduk usia ter-

sebut yang bersekolah pada jenjang SMA

sederajat.

Kemampuan membaca dan menulis

merupakan keterampilan minimum yang

dibutuhkan oleh penduduk untuk dapat menuju

hidup yang lebih sejahtera. Kemampuan baca tulis terdiri dari kemampuan baca tulis huruf latin (alfabet); kemampuan baca tulis arab (hijaiyah); dan kemampuan baca tulis huruf lainnya. Penduduk usia 15 tahun ke atas di Kota Cirebon yang mampu baca tulis huruf latin berjumlah 97,40 persen. Hampir setengah bagian penduduk usia 15 tahun ke atas juga memiliki kemampuan baca tulis huruf arab/ hijaiyah.

PENDIDIKAN

5

APM Penduduk Kota Cirebon Tahun 2015

hijaiyah. PENDIDIKAN 5 APM Penduduk Kota Cirebon Tahun 2015 Sumber : Susenas 2015 Kemampuan Baca Tulis

Sumber : Susenas 2015

Kemampuan Baca Tulis Penduduk

Usia 15 Tahun Ke atas Kota

Cirebon Tahun 2015

Penduduk Usia 15 Tahun Ke atas Kota Cirebon Tahun 2015 Sumber : BPS (SUSENAS,2015) Statistik Daerah

Sumber : BPS (SUSENAS,2015)

http://cirebonkota.bps.go.id

PENDIDIKAN

5

Persentase Penduduk 15 Tahun ke atas Menurut Ijazah Tertinggi Yang Dimiliki Tahun 2015

ke atas Menurut Ijazah Tertinggi Yang Dimiliki Tahun 2015 Sumber : BPS (SUSENAS, 2015 ) Ijazah/STTB

Sumber : BPS (SUSENAS, 2015)

Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki merupakan indikator pokok kualitas pendidikan formal. Semakin tinggi ijazah/ STTB yang dimiliki oleh rata-rata penduduk suatu daerah mencerminkan taraf

intelektualitas daerah tersebut. Selain itu

semakin banyak penduduk yang berhasil

menyelesaikan pendidikan SMA ke atas,

maka semakin baik pula kualitas SDM

daerah tersebut. Penduduk Kota Cirebon

usia 15 tahun ke atas yang tidak/belum

memiliki ijazah/STTB sebesar 11 persen.

Penduduk yang memiliki ijazah tertinggi

adalah jenjang SD atau sederajat sebesar

19 persen. Penduduk yang memiliki ijazah

tertinggi adalah jenjang pendidikan SMP

dan SMU masing-masing sebesar 18 per-

sen dan 39 persen. Penduduk yang memiliki

ijazah tertinggi adalah jenjang diploma ke

atas sebesar 13 persen.

http://cirebonkota.bps.go.id

KESEHATAN

6

Sarana Kesehatan Tahun 2011-2015 Menurut Jenis Sarana

 

RS

 

TAHUN

Umum

RSB

PUSKESMAS PUSTU

PUSLING

Apotik

Toko Obat

2011

6

4

21

16

20

79

28

2012

6

4

22

16

20

83

31

2013

7

2

22

15

21

91

36

2014

7

3

22

16

N/A

96

37

2015

7

4

22

16

22

98

35

Tenaga Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2014-2015

282 2014 2015 300 224 220 112 124 33 58 Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter
282
2014
2015
300
224
220
112 124
33
58
Dokter Spesialis
Dokter Umum
Dokter Gigi
Bidan

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Cirebon

Pembangunan bidang kesehatan ditujukan supaya semua masyarakat dapat

mengakses pelayanan kesehatan yang murah, mudah, dan merata, sehingga tercapai derajat

kesehatan masyarakat yang lebih baik. Berbagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan

tersebut, telah tersedia sarana kesehatan berupa: 7 rumah sakit umum, 4 rumah sakit bersalin,

22 puskesmas, 16 puskesmas pembantu (pustu), 22 puskesmas keliling (pusling), 98 apotik,

dan 35 toko obat.

http://cirebonkota.bps.go.id

KESEHATAN

6

Indikator Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2015

Indikator Kesehatan

Persentase

 

Laki

Prp

L+P

1.

Penduduk yang

     

mengalami keluhan

kesehatan

24,03

28,17

26,09

2.

Penduduk berobat jalan

     

*Ya

53,03

60,83

57,22

*Tidak

46,97

39,17

42,78

3.

Balita menurut penolong

     

pertama persalinan

* Dokter

22,31

* Bidan

75,18

*

Dukun Bersalin

2,51

4.

Balita (0-23 bulan)

     

menurut pemberian asi

*

Ya

97,54

100,00

98,77

*Tidak

2,46

0,00

1,23

5.

Balita mendapat imunisasi

     

*BCG

95,95

97,39

96,85

*DPT

89,49

94,48

92,62

*Polio

100,00

96,09

97,55

*Campak

89,49

67,46

75,68

*Hepatitis B

89,49

83,87

85,97

85,97

Sumber : BPS (Susenas,2015)

Salah satu indikator yang digunakan

untuk menentukan derajat kesehatan penduduk adalah angka kesakitan (morbidity rate). Angka kesakitan pen- duduk adalah 13,15. Persentase penduduk

yang mempunyai keluhan kesehatan

selama sebulan terakhir sebesar 26,09

persen, menurun persentasenya dibanding

tahun 2014 (27,39 persen). Persentase

penduduk perempuan yang mengalami

keluhan kesehatan (28,17 persen) lebih

tinggi dibanding laki-laki (24,03 persen).

Dalam menanggulangi sakit, pen-

duduk yang mengalami keluhan kesehatan

pernah berobat jalan adalah sebanyak

57,22 persen. Persentase penduduk pe-

rempuan yang berobat jalan lebih banyak

dibanding persentase penduduk laki-laki.

Kesadaran ibu dalam pemberian asi sangat bagus. Persentase bayi di- bawah dua tahun yang pernah diberi asi sebesar 98,77 persen. Semua bayi perem- puan pernah diberi asi. Sedangkan untuk bayi laki-laki, sekitar 97,54 persen yang pernah diberi asi.

http://cirebonkota.bps.go.id

Tersedianya tempat tinggal meru- pakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Kualitas dan fasilitas tempat tinggal yang ditempati menunjukkan keadaan sosial eko- nomi rumah tangga. Tempat tinggal yang layak

akan mempengaruhi aktualisasi diri untuk pe-

ningkatan mutu kehidupan.

Pada tahun 2015, sebagian besar

rumah tangga di Kota Cirebon telah menem-

pati rumah milik sendiri (70,59%). Rumah

tangga menempati rumah milik orang tua/

sanak saudara (20,82%), dan selebihnya

rumah kontrak, sewa, dinas, dan lainnya.

Persentase luas lantai bangunan

tempat tinggal yang ditempati rumah tangga

dapat dipaparkan sebagai berikut: 46,87%

rumah tangga menempati bangunan tempat

tinggal dengan luas lantai 50-99 m²; 29,29%

menempati bangunan tempat tinggal dengan luas lantai diatas 100m²; dan 24,85% rumah tanga menempati bangunan tempat tinggal dengan luas lantai kurang dari 50 m².

Dari segi kualitas, bangunan tempat tinggal rumah tangga di Kota Cirebon sudah tinggi. Sebagian besar bangunan tempat ting- gal sudah beratap genteng, berdinding tembok dan berlantai bukan tanah.

PERUMAHAN

7

Indikator Perumahan Kota Cirebon Tahun 2015

 

Indikator

Nilai

Kepemilikan rumah

 

a.

Milik sendiri

70,59

b.

Kontrak/ sewa

7,58

c.

Bebas sewa

20,82

d.

Dinas/ lainnya

1,02

Luas Lantai

 

a.

<20

5,37

b.

20-49

18,48

c.

50-99

46,87

d.

100-149

19,03

e.

150+

10,26

Jenis lantai terluas

 

a.

Bukan Tanah

98,01

b.

Tanah

1,99

Jenis dinding

 

a.

Tembok

97,66

b.

Bukan tembok

2,34

Jenis Atap

 

a.

Beton,Genteng, Seng, Asbes

100

b.

Ijuk, rumbia, lainnya

0,00

Fasilitas Jamban

 

a. Sendiri, bersama, umum

99,29

b. Tidak ada

0,71

Sumber Air Minum

 

a. Air kemasan, ledeng

89,27

b. Lainnya

10,73

Sumber : BPS, SUSENAS 2015

http://cirebonkota.bps.go.id

PEMBANGUNAN MANUSIA

8

IPM METODE BARU

KOTA CIREBON TAHUN 2011-2015

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

IPM

71,49

71,97

72,27

72,93

73,34

Angka harapan hidup

71,66

71,70

71,75

71,77

71,79

Harapan lama sekolah

12,10

12,50

12,58

12,93

12,94

Rata-rata lama sekolah

9,31

9,32

9,33

9,53

9,76

Pengeluaran per kapita (000 rupiah)

10.332

10.369

10.563

10.606

10.732

Sumber : BPS, IPM 2015

IPM merupakan indikator untuk mengukur

keberhasilan dalam upaya membangun kualitas

hidup manusia. IPM dapat digunakan untuk me-

nentukan peringkat pembangunan suatu wilayah.

Disamping itu, IPM merupakan ukuran kinerja pe-

merintah dan merupakan salah satu alokator

dalam menentukan DAU.

Tahun 2014-2015, penghitungan IPM men-

galami perubahan metodologi. Perubahan tersebut meliputi perubahan indikator dan penyempurnaan metode penghitungan. Indikator yang lebih tepat dapat memberi gambaran yang lebih relevan dan perubahan yang terjadi pada suatu wilayah.

Melihat perkembangan yang terjadi selama tahun 2011 hingga tahun 2015, angka IPM Kota Cirebon mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Dilihat dari besaran beberapa indi-

kator, maka dapat dijelaskan sebagai

berikut: rata-rata penduduk dapat me-

nempuh hidup hingga usia 72 tahun; rata-

rata penduduk usia 25 tahun keatas su-

dah menjalani pendidikan formalnya

diatas SMP; setiap anak usia sekolah (7-

25 tahun) berpeluang bisa bersekolah

sedikit diatas jenjang SMU; dan penge- luaran per kapita penduduk adalah Rp.

10.732.000.

http://cirebonkota.bps.go.id

Dalam jangka waktu sepuluh tahun, di

Kota Cirebon terjadi penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian. Berdasar hasil sensus pertanian tahun 2003 (ST2003) terdapat 4.345.148 rumah tangga usaha pertanian, angka tersebut turun menjadi 3.058.612 rumah

tangga pada tahun 2013.

Produksi tanaman pangan di Kota Ci-

rebon pada tahun 2015 mengalami peningka-

tan. Produksi padi meningkat sebesar 135 ton

dari produksi tahun sebelumnya. Peningkatan

produksi terjadi karena peningkatan kualitas

benih dan sistem penanaman.

Sementara itu, produksi jagung,

kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, dan ubi

jalar mengalami penurunan dibanding tahun

sebelumnya. Komoditas tersebut mengalami

penurunan produksi seiring dengan adanya pe-

nurunan luas panen.

PERTANIAN

9

Statistik Tanaman Pangan Tahun

2012-2015

Uraian

2013

2014

2014

Padi

Luas panen (ha)

528

505

461

Produksi (ton)

2.384

2.271

2.406

Jagung

Luas panen (ha)

5

6

1

Produksi (ton)

18

27

2

Kacang Hijau

Luas panen (ha)

8

4

3

Produksi (ton)

8

4

3

Kacang tanah

Luas panen (ha)

8

9

2

Produksi (ton)

8

8

2

Ubi kayu

Luas panen (ha)

18

7

4

Produksi (ton)

237

113

47

Ubi jalar

Luas panen (ha)

8

8

2

Produksi (ton)

95

106

18

Sumber : BPS, ATAP 2015

http://cirebonkota.bps.go.id

10 PERTAMBANGAN ENERGI

Proporsi Pelanggan Gas Menurut Kecamatan di Kota Cirebon Tahun

2014-2015

100% Kejaksan 80% Kesambi 60% Pekalipan 40% Lemahwungkuk 20% Harjamukti 0% 2014 2015
100%
Kejaksan
80%
Kesambi
60%
Pekalipan
40%
Lemahwungkuk
20%
Harjamukti
0%
2014
2015

Sumber : PGN

Persentase Pelanggan Listrik Kota

Cirebon menurut Golongan Tarif

Tahun 2015

Listrik Kota Cirebon menurut Golongan Tarif Tahun 2015 Sumber : PLN Jumlah pelanggan gas di Kota

Sumber : PLN

Jumlah pelanggan gas di Kota Cirebon mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut sejalan dengan program pemerintah meningkatkan penyaluran pemanfaatan gas bumi untuk

rumah tangga. Pelanggan terbanyak berada di

Kecamatan Harjamukti.

Kondisi kelistrikan Kota Cirebon

hingga akhir tahun 2015 menunjukkan total

daya yang terpasang sebesar 172.308.039

KVA. Pemakaian listrik pergolongan terbesar

untuk golongan rumah tangga yaitu sebesar

92%, bisnis 6%, dan sosial 2%.

Ketersediaan dan kebutuhan air

bersih sangat diperlukan bagi setiap penduduk.

Jumlah air yang didistribusikan ke rumah

tangga pada tahun 2015 mencapai 18.166.124

Jumlah Air Minum Tersalurkan

Menurut Kategori Pelanggan Tahun 2015

Jumlah Air Minum Tersalurkan Menurut Kategori Pelanggan Tahun 2015 Sumber : PDAM 15 Statistik Daerah Kota

Sumber : PDAM

http://cirebonkota.bps.go.id

INDUSTRI PENGOLAHAN

11

Di setiap kecamatan di Kota Cirebon terdapat industri kecil mikro, meskipun proporsi jumlahnya berbeda. Industri kecil mikro paling banyak berada di Kecamatan Harjamukti.

Menurut jenis bahan baku, industri yang

mendominasi di Kota Cirebon adalah industri

makanan dan minuman. Industri yang

mendominasi lainnya adalah industri dari kayu

dan industri dari gerabah/keramik.

Kontribusi Industri Pengolahan terhadap

pembentukaan Produk Domestik Regional

Bruto (PDRB) Kota Cirebon adalah terbesar

kelima setelah perdagangan, transportasi dan

pergudangan, konstuksi, dan jasa keuangan

dan asuransi. PDRB Atas Dasar Harga Ber-

laku untuk lapangan usaha tersebut selama

tahun 2015 sebesar 1.762.892,02 juta rupiah.

Share terhadap PDRB keseluruhan mencapai

10,55 persen. Laju pertumbuhan 4,09 persen dibanding tahun 2014.

Jumlah Industri Kecil Mikro Kota Cirebon Menurut Kecamatan Tahun 2014

Kecil Mikro Kota Cirebon Menurut Kecamatan Tahun 2014 Sumber : Podes, 2014 16 Statistik Daerah Kota

Sumber : Podes, 2014

12

KONSTRUKSI

Perkembangan Jumlah IMB Kota Cirebon Tahun 2010-2015 Jumlah Ijin Mendirikan Bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Kota
Perkembangan Jumlah IMB Kota
Cirebon Tahun 2010-2015
Jumlah Ijin Mendirikan Bangunan
yang dikeluarkan Pemerintah Kota Cirebon
pada tahun 2015 mengalami peningkatan
dibandingkan tahun sebelumnya. Peningka-
tan jumlah tersebut terjadi pada IMB tempat
tinggal dan bukan tempat tinggal.
Indeks Kemahalan Konstruksi
(IKK) merupakan salah satu komponen alo-
kator DAU. IKK digunakan sebagai suatu
proxy untuk mengukur tingkat kesulitan
geografis suatu daerah, semakin sulit letak
geografis suatu daerah, semakin tinggi ting-
kat harga di daerah tersebut.
Sumber : BPMPP Kota Cirebon
Dalam kurun waktu tahun 2011-
IKK Jawa Barat dan Kota Cirebon
2015, IKK Kota Cirebon mengalami perkem-
Tahun 2011-2015
bangan fluktuatif, turun pada tahun 2012,
meningkat pada tahun 2013-2014, ke-
mudian turun pada tahun 2015. Untuk Ta-
120
101,09
100
hun 2015, angka IKK Kota Cirebon berada
dibawah IKK Provinsi Jawa Barat.
80
88,53
89,78
88,94
60
40
IKK Jabar
20
IKK Kota Cirebon
0
http://cirebonkota.bps.go.id

2011

2012

2013

Sumber : BPS, IKK 2015

2014

2015

http://cirebonkota.bps.go.id

Kota Cirebon merupakan salah satu kota tujuan wisata dengan berbagai tempat yang mempunyai nilai sejarah. Adanya berbagai makanan khas daerah seperti nasi jamblang,

empal gentong, tahu gejrot, dan

berbagai makanan dari laut serta

kerajinan rotan dan batik mampu

menarik para wisatawan nusantara

maupun mancanegara untuk datang

berkunjung.

Pada Tahun 2015 jumlah

wisatawan yang berkunjung ke Kota

Cirebon mencapai 686.121 orang.

Jumlah tersebut mengalami peningka-

tan yang cukup signifikan dibanding-

kan tahun sebelumnya. Peningkatan

terjadi baik pada golongan wisatawan

nusantara, maupun mancanegara.

Kondisi pariwisata Kota Cirebon mengalami kemajuan. Beberapa obyek wisata mengalami peningkatan pe- ngunjung. Dari data yang dihimpun, Keraton Kasepuhan merupakan obyek wisata andalan, jumlah pengunjung Tahun 2015 mencapai 126.129 orang.

PARIWISATA

13

Jumlah Pengunjung Menurut Obyek Wisata Kota Cirebon Tahun 2015

Pengunjung Menurut Obyek Wisata Kota Cirebon Tahun 2015 Sumber : Disporbudpar Perkembangan Jumlah Wisatawan Kota

Sumber : Disporbudpar

Perkembangan Jumlah Wisatawan

Kota Cirebon Tahun 2010-2015

Perkembangan Jumlah Wisatawan Kota Cirebon Tahun 2010-2015 Sumber : Disporbudpar Statistik Daerah Kota Cirebon 2016

Sumber : Disporbudpar

http://cirebonkota.bps.go.id

TRANSPORTASI KOMUNIKASI

14

Panjang Jalan Kota Cirebon Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Tahun 2014-2015

Indikator

2014

2015

Panjang Jalan (Km)

163.863

193.911

Jalan Nasional

15.780

15.780

Jalan Provinsi

8.760

8.760

Jalan Kab/Kota

139.323

169.371

Jenis permukaan

   

Aspal

161.697

193.911

Bukan Aspal

2.166

 

Kondisi Jalan

   

Baik

141.410

78.507

Sedang

15.876

36.173

Rusak Ringan

3.987

41.072

Rusak Berat

2.590

38.159

Sumber : Dinas Kimpraswil Kota

Jumlah Kendaraan Bermotor

Kota Cirebon Tahun 2011-2015

160.000

140.000

120.000

100.000

80.000

60.000

40.000

20.000

-

140.000 120.000 100.000 80.000 60.000 40.000 20.000 - 2011 2012 2013 2014 2015 Sepeda Motor Mobil

2011

2012

2013

2014

2015

80.000 60.000 40.000 20.000 - 2011 2012 2013 2014 2015 Sepeda Motor Mobil Penumpang Sumber :

Sepeda Motor

60.000 40.000 20.000 - 2011 2012 2013 2014 2015 Sepeda Motor Mobil Penumpang Sumber : Samsat

Mobil Penumpang

Sumber : Samsat Kota Cirebon

Sepeda Motor Mobil Penumpang Sumber : Samsat Kota Cirebon Mobil Barang Jalan mempunyai peran penting sebagai

Mobil Barang

Jalan mempunyai peran penting sebagai penunjang transportasi darat. Kondisi jalan sangat mempengaruhi ke-

lancaran sebuah arus transportasi.

Kondisi jalan di Kota Cirebon pada tahun

2015 menunjukan penurunan kualitas

dibandingkan tahun sebelumnya. Banyak

kondisi jalan yang perlu perbaikan.

Statistik transportasi Kota Cire-

bon Tahun 2015 dapat dijelaskan sebagai

berikut: jumlah penerbangan dalam

negeri melalui Bandara Udara Penggung

berjumlah 1.387 penerbangan. Jumlah

penumpang kereta api melalui Stasiun

Cirebon berjumlah 1.192.915 penum-

pang. Banyaknya kendaraan sepeda

motor yang tercatat di kantor Samsat

Kota Cirebon adalah 139.621 buah, mobil

penumpang berjumlah 27.559 buah, dan mobil barang berjumlah 14.030 buah. Banyak kapal yang berlayar melalui Pela-

buhan Cirebon mencapai 1.521 unit.

http://cirebonkota.bps.go.id

Jasa Keuangan dan asuransi

memberikan kontribusi yang cukup besar

dalam pembentukan PDRB Kota Cirebon,

yaitu 10,56 persen. Besarnya kontribusi

jasa keuangan dan asuransi dari tahun

2010 sampai dengan tahun 2015 pada

kisaran 10 sampai 11 persen.

Laju pertumbuhan jasa keuangan

dan asuransi dari tahun 2010 sampai

sekarang selalu mengalami pertumbuhan

yang positif.

Koperasi merupakan lembaga

keuangan yang berbasis kerakyatan.

Jumlah koperasi aktif di Kota Cirebon

pada tahun 2015 sebanyak 219 buah,

turun dibanding tahun 2014 (238 buah).

Sedangkan jumlah koperasi pasif berjum-

lah 189 buah, meningkat dibanding tahun

lalu (128 buah). Jumlah anggota menca-

pai 25.280 orang, dengan jumlah kar-

yawan sebanyak 400 orang.

PERBANKAN INVESTASI

15

Pertumbuhan dan Kontribusi Jasa Keuangan dan Asuransi terhadap PDRB Kota Cirebon Tahun 2010-

2015

Distribusi Tahun persentase 2010 10,18 2011 10,16 2012 10,33 2013 10,96 2014 10,63 Sumber :
Distribusi
Tahun
persentase
2010
10,18
2011
10,16
2012
10,33
2013
10,96
2014
10,63
Sumber : PDRB 2014
2015
10,56

Posisi Simpanan Penduduk Cirebon

Tahun 2015

250 2014 200 2015 238 219 150 189 100 128 50 0 Koperasi aktif Koperasi
250
2014
200
2015
238 219
150
189
100
128
50
0
Koperasi aktif
Koperasi pasif

http://cirebonkota.bps.go.id

16

HARGA

Perkembangan Inflasi Kota Cirebon Tahun 2015

0,68 0,40 0,10 0,17 0,27 0,31 0,92 JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGUST
0,68
0,40
0,10
0,17
0,27
0,31
0,92
JAN
FEB
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGUST
SEPT
OKT
NOV
DES
-0,13
-0,06
-0,44
-0,27
-0,39

Indeks harga konsumen (IHK) meru-

pakan ukuran peningkatan harga-harga.

Inflasi tahunan Kota Cirebon pada tahun

2015 mencapai 1,56 persen. Inflasi tertinggi

terjadi pada bulan Juli yaitu 0,92 persen.

Sedangkan inflasi terendah terjadi pada

bulan Oktober yaitu 0,1 persen. Deflasi terjadi

pada Bulan Januari, Februari, Maret, Agustus

dan September.

Pada bulan Juli, Kota Cirebon mengalami

inflasi tertinggi selama tahun 2015. Semua

kelompok komoditas memberikan andil terha- dap terjadinya inflasi. Kelompok komoditas yang memberikan andil terbesar adalah kelompok sandang, artinya peningkatan harga-harga pada kelompok ini memberikan kontribusi yang besar terhadap terjadinya inflasi pada Bulan Juli. Hal tersebut berte- patan dengan momentum Hari Raya Iedul

Fitri.

Sumber : BPS, 2015

Andil Inflasi Menurut kelompok

Komoditas Kota Cirebon Pada

Bulan Juli Tahun 2015

Kelompok komoditas

Umum

a.

Bahan makanan

Makanan jadi, Minuman, Rokok,

b.

dan Tembakau

c. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan

Bahan Bakar

d. Sandang

e. Kesehatan

f. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga

g.Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Andil Inflasi

0,9216

0,2051

0,4375

0,0167

0,0826

0,0161

0,0000

0,1636

http://cirebonkota.bps.go.id

PENGELUARAN PENDUDUK

17

Konsumsi/pengeluaran rumah tangga penduduk dibedakan menjadi dua kelompok yaitu konsumsi makanan dan konsumsi non makanan (bukan makanan). Tingkat kesejahteraan suatu

rumah tangga dapat pula diukur melalui

proporsi besarnya konsumsi/pengeluaran

oleh rumah tangga pada konsumsi

makanan dan non makanannya.

Diasumsikan bahwa semakin besar porsi

konsumsi/pengeluaran rumah tangga

untuk bukan makanan dibandingkan porsi

pada konsumsi/pengeluaran pada

makanan, maka tingkat kesejahteraan

rumah tangga yang bersangkutan

semakin baik.

Pengeluaran rata-rata per kapita

sebulan untuk makanan dan non

makanan di Kota Cirebon sebesar Rp.

828.197,-. Bila dilihat dari pola konsumsi penduduk Kota Cirebon Tahun 2015 menunjukan tingkat kesejahteraan yang

baik, karena proporsi konsumsi non makanan lebih tinggi dari konsumsi makanan masing-masing sebesar 53,25 persen dan 46,75 persen.

Persentase Jumlah Penduduk Kota Cirebon Menurut Golongan Pengeluaran Tahun 2015

Kota Cirebon Menurut Golongan Pengeluaran Tahun 2015 Sumber : BPS, SUSENAS 2015 Indikator Ekonomi Penduduk Kota

Sumber : BPS, SUSENAS 2015

Indikator Ekonomi Penduduk Kota

Cirebon Tahun 2015

 

INDIKATOR PENGELUARAN

NILAI

*Pola Konsumsi

 

Makanan

- Rupiah

387.141

 

- %

46,75

Bukan Makanan

-

Rupiah

441.056

% *Rata-rata konsumsi per kapita per bulan

-

53,25

828.197

Sumber : BPS, SUSENAS 2015

http://cirebonkota.bps.go.id

PERDAGANGAN

18

Jumlah Perusahaan di Kota Cirebon Yang Mempunyai SIUP Tahun 2014-

2015

di Kota Cirebon Yang Mempunyai SIUP Tahun 2014- 201 5 Sumber : Kantor Pelayanan Perizinan Kota

Sumber : Kantor Pelayanan Perizinan Kota Cirebon

Jumlah Pedagang menurut Pasar

di Kota Cirebon Tahun 2014

Nama Pasar

2011

2012

2013

2014

Pasar Kanoman

2100

1982

1948

1967

Pasar Pagi

1206

1290

1231

1355

Pasar Jagasatru

706

701

589

701

Pasar Kramat

245

221

232

221

Pasar Drajat

320

297

297

307

Pasar Perumnas

350

413

402

413

Pasar Pangan

1653

1633

1384

1640

Harjamukti

Pasar Balong

81

81

73

79

Pasar Gunung Sari

188

188

188

188

Jumlah

6849

6806

6344

6871

Sektor perdagangan merupakan sektor andalan bagi perekonomian Kota Cirebon. Letak geografis yang strategis menjadikan Kota Cirebon sebagai pusat perdagangan di Wilayah III Cirebon yang

meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten

Cirebon, Kabupaten Majalengka dan

Kabupaten Indramayu, dan juga

merupakan kota lintasan yang

menghubungkan Jawa Barat dan Jawa

Tengah .

Jumlah pedagang pasar tradisional

di Kota Cirebon pada tahun 2014

mengalami peningkatan sebanyak 527

pedagang dari tahun 2013. Dari sembilan

pasar tradisional, tujuh pasar mengalami

peningkatan jumlah pedagang.

Jumlah perusahaan yang mempun-

yai Surat ijin Usaha Perdagangan men- galami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah perusahaan yang memiliki SIUP pada kelompok skala usaha kecil meningkat menjadi 972 buah. Pada kelompok skala usaha sedang meningkat menjadi 252 buah. Pada kelompok skala besar meningkat menjadi

200 buah.

http://cirebonkota.bps.go.id

Nilai Produk Domestik Regional Bruto atau yang lebih dikenal dengan sebutan PDRB, adalah gambaran mengenai perekonomian suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, karena

PDRB merupakan penjumlahan nilai

tambah bruto dari sektor-sektor ekonomi

yang berperan dalam kegiatan

perekonomian daerah tersebut.

PDRB atas dasar harga berlaku

menggambarkan nilai tambah atas

barang dan jasa yang dihitung

menggunakan harga yang berlaku pada

setiap tahun. PDRB atas dasar harga

konstan menunjukkan nilai tambah

barang dan jasa yang dihitung dengan

menggunakan harga yang berlaku pada

satu tahun tertentu sebagai dasar. Dalam

publikasi ini menggunakan tahun dasar

2010.

Pada tahun 2015, leading sector perekonomian Kota Cirebon masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu perdagangan, dengan andil PDRB sebe- sar 31,88 persen. Nilai PDRB (Atas Dasar Harga Berlaku) sebesar Rp 16,702 trilyun. Laju pertumbuhan PDRB sebesar 5,80 persen.

PENDAPATAN REGIONAL

19

Distribusi Persentase PDRB Kota Cirebon Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2014

A Pertanian, kehutanan, dan perikanan 0,34 B Pertambangan dan penggalian 0 C Industri pengolahan 10,55
A Pertanian, kehutanan, dan perikanan
0,34
B Pertambangan dan penggalian
0
C Industri pengolahan
10,55
D
Pengadan listrik dan gas
0,96
Pengadaan air, pengelolaan sampah,
E
0,25
limbah, dan daur ulang
F
Konstruksi
10,57
Perdagangan Besar dan Eceran,Reparasi
G
31,88
Mobil dan Sepeda Motor
H
Transportasi dan pergudangan
11,79
I
penyediaan akomodasi dan makan minum
5,14
J
Informasi dan komunikasi
4,49
K
jasa Keuangan dan asuransi
10,56
L
Real estate
0,89
M,N
Jasa perusahaan
0,85
Administrasi pemerintahan, pertahanan
O
4,02
dan jaminan sosial
P
Jasa pendidikan
3,45
Q
Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
2,12
R,S,T,
Jasa lainnya
2,13
U

PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011-2015

2,13 U PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 201 1-2015 Sumber: BPS, PDRB 2014 Statistik Daerah Kota

Sumber: BPS, PDRB 2014

http://cirebonkota.bps.go.id

PERBANDINGAN ANTAR WILAYAH

Perbandingan beberapa indikator terpilih seperti IPM menunjukkan bahwa Kota Cirebon memiliki angka IPM tertinggi dibandingkan wilayah lain di ci- ayumajakuning, yaitu 73,34. Menyusul di

peringkat kedua adalah Kabupaten

Kuningan dengan angka IPM 67,19.

PDRB Kabupaten Indramayu

menghasilkan nilai tertinggi dibanding

kabupaten/kota lain di wilayah ciayumaja-

kuning. Peringkat kedua diduduki Kabu-

paten Cirebon. Kontribusi terbesar yang

menyumbang PDRB dua kabupaten

tersebut berasal dari lapangan usaha in-

dustri pengolahan.

PDRB Per Kapita seolah-olah me-

rupakan nilai tambah yang dinikmati

setiap penduduk, secara tidak langsung

menggambarkan kesejahteraan pen- duduk. PDRB Per Kapita Kota Cirebon paling tinggi untuk wilayah ciayumaja- kuning, dengan nilai Rp 54,32 juta, rata- rata setiap penduduk Kota Cirebon mene- rima pendapatan Rp. 54,32 juta selama tahun 2015.

20

IPM Kab/Kota di Ciayumajakuning Tahun 2015

tahun 2015. 20 IPM Kab/Kota di Ciayumajakuning Tahun 2015 PDRB ADHB Kab/ Kota Di Ciayumajakuning Tahun

PDRB ADHB Kab/ Kota

Di Ciayumajakuning Tahun 2015

PDRB ADHB

Kab/Kota

(JUTA RUPIAH)

PDRB ADHB

Per-Kapita

(juta rupiah/

orang)

Kuningan 16.992.197,59 16,09 Cirebon 35.748.884,91 16,81 Majalengka 21.249.128,81 17,98 Indramayu 65.390.202,76
Kuningan
16.992.197,59
16,09
Cirebon
35.748.884,91
16,81
Majalengka
21.249.128,81
17,98
Indramayu
65.390.202,76
38,66
Kota Cirebon
16.702.165,72
54,32

http://cirebonkota.bps.go.id

TABEL

LAMPIRAN

BANYAKNYA CURAH HUJAN

DI KOTA CIREBON TAHUN 2013-2015

Bulan

2013

2014

2015

Januari

404,5

710,4

276,0

Februari

161,0

319,7

383,1

Maret

334,0

243,4

107,9

April

175,7

216,0

48,0

Mei

214,5

85,0

139,6

Juni

235,5

169,5

10,0

Juli

190,0

62,0

0

Agustus

0

0

0

September

http://cirebonkota.bps.go.id

30,0

0

0

Oktober

74,0

37,0

0

November

136,0

66,7

30,6

Desember

731,1

459,4

199,5

Sumber : DKP3 Kota Cirebon

TEMPERATUR DAN BANYAK HARI HUJAN DI KOTA CIREBON TAHUN 2015

Bulan

Rata-rata

Min

Max

Hari Hujan

Temperatur

Temperatur

Temperatur

Januari

27,4

23,5

30,3

18

Februari

27,6

24,1

30,6

12

Maret

28,4

24,4

31,4

6

April

28,7

25,1

31,4

6

Mei

28,9

23,9

31,8

7

Juni

28,1

23,8

31,4

1

Juli

28,3

22,7

30,9

0

Agustus

27,9

21,1

31,0

0

September

29,1

21,9

31,8

0

Oktober

29,1

23,0

32,6

0

November

30,9

24,8

33,8

1

Desember

29,1

24,8

31,5

13

rata-rata per bulan

28,54

http://cirebonkota.bps.go.id

23,59

31,56

5,33

Sumber : DKP3 Kota Cirebon

http://cirebonkota.bps.go.id

LUAS WILAYAH KOTA CIREBON MENURUT PENGGUNAANNYA

Penggunaan Lahan Lahan Pertanian Sawah Luas Lahan Kecamatan Lahan Non (km²) Pertanian Jumlah Pertanian Non
Penggunaan Lahan
Lahan Pertanian
Sawah
Luas
Lahan
Kecamatan
Lahan Non
(km²)
Pertanian
Jumlah
Pertanian
Non Sawah
Irigasi
Non-Irigasi

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Harjamukti

17,615

0

0

0

17

18

Lemahwungkuk

6,506

0

0

0

6

7

Pekalipan

1,569

0

0

0

2

2

Kesambi

8,059

0

0

0

6

7

Kejaksan

3,616

0

0

0

4

4

TOTAL

37,358

0

1

1

35

37

Sumber : Data Luas Wilayah darivBagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kota Cirebon dan Data Penggunaan Lahan dari pengolahan PODES 2014

http://cirebonkota.bps.go.id

BANYAK DESA DI KOTA CIREBON MENURUT KEJADIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN

 

Perubahan

Perubahan Penggunaan dari Lahan Pertanian Non Sawah Menjadi:

Perubahan Penggunaan dari Lahan Non Pertanian Menjadi:

Penggunaan dari

Lahan Pertanian

Kecamatan

Sawah Menjadi:

Lahan

   

Lahan

Pertanian

Non-

Sawah

Lahan

Non

Pertanian

Lahan

Pertanian

Sawah

Lahan

Non

Pertanian

Lahan

Pertanian

Sawah

Pertanian

Non

Sawah

Harjamukti

1

3

0

0

0

0

Lemahwungkuk

0

0

0

0

0

0

Pekalipan

0

0

0

0

0

0

Kesambi

1

2

0

2

0

0

Kejaksan

0

0

0

0

0

0

TOTAL

2

5

0

2

0

0

Sumber : Diolah dari PODES 2014

http://cirebonkota.bps.go.id

PNS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA CIREBON MENURUT UNIT KERJA DAN PENDIDIKAN TAHUN 2015

 

PENDIDIKAN

 

Unit Kerja

SD

SLTP SLTA D1/D2

D3

D4/S1

S2

S3

Setda Kota

3

2

71

3

6

106

22

Sekretariat DPRD

3

8

1

18

5

Badan/ Inspektorat/ RSUD

8

5

308

20

208

509

86

Dinas-Dinas

23

34

765

349

351

2654

218

4

Satuan/Kantor

1

1

27

3

33

7

Kecamatan/ Kelurahan

6

4

125

3

18

158

21

Perusahaan Daerah

Jumlah

41

49

1304

375

587

3478

359

4

Sumber: BKD Kota Cirebon

http://cirebonkota.bps.go.id

BELANJA DAN PENERIMAAN PEMERINTAH KOTA CIREBON TAHUN ANGGARAN 2015

Uraian

Jumlah

Belanja

1.354.751.922.315

Penerimaan

1.403.866.685.439

1. PAD

1.1 Pajak Daerah

1.2 Retribusi Daerah

1.3 Laba BUMD

1.4 Penerimaan Lainnya

2. Dana Perimbangan

2.1 Bagi hasil pajak/ bukan pajak

2.2

2.3

3 Lain-lain yang sah

DAU

DAK

319.893.842.205

118.309.937.709

13.319.525.717

4.042.548.348

184.221.830.431

773.113.885.766

53.649.789.766

577.764.436.000

141.699.660.000

310.858.957.468

Sumber: Dinas pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah Kota Cirebon

http://cirebonkota.bps.go.id

ANGGOTA DPRD KOTA CIREBON MENURUT KOMISI DAN TINGKAT PENDIDIKAN TAHUN 2015

 

PENDIDIKAN

 

Komisi

SLTA

D1/D2/D3

D4/S1

S2

Pimpinan DPRD

1

Wakil Ketua

1

1

Komisi A

3

5

2

Komisi B

4

1

4

2

Komisi C

7

3

1

Sumber: Setda DPRD Kota Cirebon

http://cirebonkota.bps.go.id

JUMLAH PENDUDUK KOTA CIREBON MENURUT KECAMATAN TAHUN 2015

 

Luas Wilayah

Kepadatan

Kecamatan

Lk

Pr

Lk+Pr

(km²)

Penduduk

Harjamukti

53.536

52.451

105.987

17,615

6.017

Lemahwungkuk

27.908

26.880

54.788

6,507

8.419

Pekalipan

14.787

15.226

30.013

1,561

19.227

Kesambi

36.530

36.289

72