Anda di halaman 1dari 9

TAHAPAN-TAHAPAN PELAKSANAAN

PENGHAPUSAN
BARANG MILIK DAERAH
1. Menyampaikan surat kepada masing-masing SKPD perihal usul
Penghapusan
2. Usulan penghapusan dari SKPD kepada Bupati Toba Samosir perihal
daftar Barang Milik Daerah yang diajukan untuk dihapus, disertai
alasan dan pertimbangan.
3. Bupati membentuk Tim Penghapusan Barang Milik Daerah dalam
keputusan yang terdiri dari unsur teknis terkait.
4. Berdasarkan Keputusan Bupati atas pembentukan Tim, Tim
melaksanakan Pemeriksaan, Penelitian Kepemilikan, kaitannya
dengan pelaksanaan tugas, fisik kendaraan, nilai wajar kendaraaan
dan lain-lain yang dipandang perlu.
5. Tim menyampaikan hasil pemeriksaan / penelitian dalam bentuk
Berita Acara kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah, daftar Barang
Milik Daerah yang diusulkan untuk dihapus sekaligus persetujuan
penjualan dengan cara pelelangan.
6. Berdasarkan Persetujuan Bupati Penjualan Barang Milik Daerah
dilakukan melalui Pelelangan Umum.
7. Atas Persetujuan Kepala Daerah Pengelola menyurati KPKNL
Pematang Siantar untuk permintaan nama-nama sebagai Tim Penilai
dengan melampirkan Daftar Barang Milik Daerah dan Nilai Limit yang
dibuat oleh Tim.
8. KPKNL Pematang Siantar akan mengirimkan Nama-nama sebagai
pejabat penilai berdasarkan banyaknya Barang Milik Daerah
yang akan dinilai.
9. Dengan adanya Nama-nama dari KPKNL sebagai Penilai, maka Bupati
menetapkan Keputusan pejabat penilai.
10. Tim bersama SKPD pengguna barang mengusulkan seluruh BMD
yang akan dihapus dikumpulkan pada satu tempat bila
memungkinkan, guna memudahkan pejabat penilai melaksanakan
penilaian, penilaian sebagaimana dimaksud untuk memperoleh harga
yang wajar, Harga wajar merupakan nilai terendah atas yang akan di
lelang
11. Setelah Barang yang akan dinilai telah terkumpul dalam satu tempat,
Tim memberitahukan kepada KPKNL untuk hadir melakukan penilaian
di Toba Samosir.
12. Setelah selesai dilakukan penilaian dan seluruh rangkaian untuk
penjualan melalui pelelangan umum sudah rampung, Tim
merencanakan pengumuman lelang pada media cetak maupun
elektoronik/radio tentang pelaksanaan waktu pelelangan dengan
tujuan agar diketahui orang banyak.
13. Sesudah ditetapkan waktu pelelangan Pemkab Toba Samosir
menyampaikan waktu pelaksanaan pelelangan kepada KPKNL yang
bertugas sebagai Pejabat pelaksana lelang dan selanjutnya membuat
Pengumuman Pelelangan pada Media Cetak/ Surat Kabar maupun
media informasi lainnya.
14. Pada saat dilakukan pengumuman pelelangan, Barang Milik Daerah
yang akan dilelang sudah harus dapat dilihat oleh masyarakat guna
menarik perhatian mengikuti lelang/menjadi peserta lelang.
15. Media yang dipilih dalam penyebarluasan informasi adalah : Surat
Kabar Daerah beroplah sampai 5.000 examplar per hariyang
terbit di daerah setempat, dan apabila tidak ada akan dialihkan ke
Kabupaten tetangga terdekat atau memilih surat kabar harian yang
terbit di Ibukota Provinsi dengan oplah/tiras 15.000 eksamplar per
hari, dan dibaca oleh masyarakat banyak dan juga penyebar luasan
informasi melalui Radio setempat, sehingga diketahui orang banyak,
antara pemberitaan di media dengan hari pelaksanaan lelang diberi
tenggang waktu sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kalender.
16. Tatacara penjualan/pelelangan Barang :
1. Atas pemberitahuan Pemkab kepada KPKNL tentang hari
pelaksanaan Pelelangan umum, maka pejabat pelaksana
lelang akan hadir sesuai waktu yang telah ditentukan untuk
melaksanakan pelelangan dimaksud.
2. Pelaksanaan lelang dilakukan oleh pejabat lelang dari KPKNL
Pematang Siantar dihadapan para peserta lelang secara
terbuka dan yang menjadi pemenang adalah penawar tertinggi
atas unit Barang Milik Daerah yang dijual/di lelang.
3. Pesertalelang menyampaikan/penawaran sesuai keinginannya.
4. Untuk satu jenis Barang yang ditawar harus ada masing-masing
satu jaminan penawaran.
5. Jaminan penawaran sekurang-kurangnya 40% dari nilai limit
Barang yang dilelang dan harus disetorkan kepada pejabat
lelang sebelum hari pelaksanaan lelang.
6. Jaminan penawaran disetorkan kepada pejabat lelang sesuai
besarnya jaminan penawaran yang telah ditetapkan dan
sebagai syarat menjadi peserta lelang.
7. Apabila penawaran tidak menjadi pemenang, maka jaminan
penawaran akan dikembalikan kepada masing-masing penawar
yang bersangkutan.
8. Peserta penawaran sebagai pemenang membatalkan
pembelian lelang maka jaminan penawaran tidak dapat
dikembalikan/menjadi Hak Pemerintah Daerah.
9. Pembayaran harga lelang harus lunas selambat-lambatnya 5
(lima) hari setelah hari pelaksanaan lelang.
10. Pembayaran dilakukan melalui PT. Bank Sumut Cabang
Balige pada Rekening Kas Umum Daerah ( RKUD ) Nomor
Rekening 240.01.02.002067-0.
11. Bukti Pembayaran/penyetoran harga lelang sesuai dengan
penawaran merupakan alat bagi yang bersangkutan untuk
mengambil Barang lelang dari Tim penghapusan.
17. Jaminan Penawaran
1. Setiap lelang diwajibkan adanya jaminan penawaran.
2. Bentuk jaminan penawaran ditentukan oleh penjual /pemilik
barang adalah berupa Uang
3. Jaminan penawaran besarnya sekurang-kurangnya 40% dari
nilai limit dan setinggi-tingginya sebesar nilai limit.
26. Pengumuman lelang paling sedikit memuat :

a. Identitas penjual
b. Hari, tanggal, waktu dan tempat pelaksanaan lelang
dilakukan
c. Jenis dan jumlah barang
d. Spesifikasi barang
e. Waktu dan tempat melihat barang yang akan dilelang
f. Uang jaminan penawaran lelang, meliputi
besaran,jangka waktu, cara dan tempat penyetoran.
g. Nilai limit
h. Cara penawaran lelang
i. Jangka waktu kewajiban pembayaran lelang oleh
pembeli