Anda di halaman 1dari 2

NAMA : 1.

2.

3.

KELAS : Komputerisasi Akuntansi 5A

Soal soal auditing

1. Apa tujuan pengujian subtantif terhadap utang ? ( pita)


2. Pengertian pengujian subtantif ? (ansori)
3. Sebutkan tahap prosedur audit verifikasi pada penyajian dan pengungkapan ? (iyan)
4. Kegunaan jurnal penyesuaian pada pengujian subtantif ? (alia)
5. Jelaskan pengertian pengujian kompilasi ?(angga)
6. Jelaskan tujuan klasifikasi utang usaha dalam audit siklus pengeluaran ?(alviani)
7. Kapan terjadi rekonsiliasi ?(ana)
8. Mengapa penyajian dan pengungkapan harus berdasarkan akuntansi berteima umum?
(erin)
9. Jelaskan fungsi saldo utang yang tercantum dalam neraca?
10. Perbedaan utang usaha dan utang bersyarat ?
11. Apa yang dimaksud dengan verifikasi ?(riska)
12. Apa akibatnya jika tidak menggunakan cutoff ?

Jawaban :

1. Membuktikan bahwa saldo akun utang usaha yang dicantumkan dalam neraca
mencerminkan akun saldo utang usaha yang sesungguhnya pada tanggal neraca
tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang pengujian substantif yang di
golongkan dalam lima kelompok yaitu : prosedur audit awal, prosedur analitik,
pengujian terhadap transaksi rinci, pengujian terhadap akun saldo rinci, verifikasi
terhadap penyajian dan pengungkapan.
2. Pengujian substantif merupakan langkah ketiga dari tahap pelaksanaan
pemeriksaan. Pengujian substantive meliputi prosedur- prosedur audit
yang diracang untuk mendeteksi monetary errors atau salah saji yang
secara langsung berprngaruh terhadap kewajaran saldo saldo laporan
keuangn.
3. Verifikasi penyajian dan pengungkapan :
a. Memeriksa klasifikasi utang usaha di neraca
b. Memeriksa pengungkapan yang bersangkutan dengan tang non usaha
c. Memeriksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha
d. Meminta informasi dari klien untuk menemukan komitmen yang belum di
ungkapkan dan utang bersyarat dan memeriksa penjelasan yang bersangkutan
dengan utang tersebut
4. Aku ndak tau jawabane mbk
5. Pengujian kompilasi merupakan pengujian untuk memverifikasi apakah hasil
perhitungan fisik dari utang usaha telah di ikhtisarkan dengan benar.
6. Tujuan klasifikasi utang usaha dalam audit siklus pengeluaran untuk mempermudah
dalam hal kegiatan transaksi setiap hari dan mempermudah auditor dalm
melaksanakan tugas audit. Klasifikasi dapat dibedakan berdasarkan jenis pihak mana
yang menjadi relasi dari utang tersebut maupun utang dapat di klasifikasikan
berdasarkan waktu utang dan batas pembayaran utang tersebut.
7. Pada saat prosedur audit awal
8. Prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU) adalah seperangkat
prinsip akuntansi, standar dan prosedur yang yuridis, teoritis, dan praktis
yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan mereka.
PABU ini dibentuk oleh 2 pedoman yaitu: pedoman yang ditentukan secara
resmi oleh badan yang berwenang dalam bentuk standar akuntansi atau
juga pedoman-pedoman yang baik dan tengah banyak dipraktikkan dapat
digunakan sebagai acuan bila hal tersebut tidak bertentangan dengan
kerangka konseptual atau didukung berlakunya secara autoritatif.
Sehingga auditor dalam melaksanakan kegiatan uadit harus berdasarkan
peraturan legal yang ada di indonesia
9. Usut saldo utang usaha yang tercantum di neraca ke saldo utang usaha
yang bersangkutan di dalam buku besar. Untuk memperoleh keyakinan
bahwa saldo utang usaha yang tercantum di neraca di dukung dengan
catatan akuntansi yang dapat di percaya kebenaran mekanisme
pencatatannya, maka saldo utang usaha yang di cantumkan di neraca di
usut ke akun buku besar pada utang usaha dan utang wesel.
10. Utang usaha merupakan akun yang timbul pada saat terjadi transaksi
pembelian bahan baku dan berbagai golongan sediaandan pelunasannya.
Sedangkan utang bersyarat merupakan kewajiban potensial yang
mempunyai kemungkinan akan sungguh-sungguh menjadi utang atau
akan dapat di selesaikan tanpa pengeluaran uang di masa yang akan
datang. Sehingga perbedaan utang usaha dan utang besyarat ada pada
sistem pengembaiannya jika utang usaha pasti mengeluarkan aktiva
lancar dalam proses pengembaliannya sedangkan utang bersyarat dapat
terjadi kemungkinan bahwa tidak terjadi pengembalian di masa yang akan
datang
11. Verifikasi merupakan pernyataan logis tentang suatu hal yang telah di
pecahkan dengan menggunakan metode verifikasi empirik. Verifikasi di
gunakan untuk melengkapi sebuah kriteria sehingga dapat di gunakan
12. Jika klien tidak menggunakantanggal pisah batas yang konsisten, akibatnya adalah
transaksi pembelian yang seharusnya di akui sebagai unsur penentuan kos barang
yang di jual tahun berikutnya, di catat oleh klien sebagai unsur kos barang yang dijual
tahun yang di audit