Anda di halaman 1dari 5

Wawancara dan Pemeriksaan Pasien Bagian Ilmu Kesehatan Jiwa

Nama mahasiswa: Rifki Albana NIM : 20080310015


Nama Pasien: Tn. EP No RM: 378574
Umur : 31 th JK :L
Alamat : senik bumirejo Pekerjaan: pengangguran

A. Anamnesis
1. Keluan utama
Pasien datang ke RS untuk kontrol rutin
2. Riwayat gangguan sekarang
Sekitar tahun 2006 pasien putus dari pacarnya saat kerja di
maalaysia, pasien merasa down, teman teman kerja di malaysia
sering mengejek dan membully pasien. Pada tahun itu pula pasien
pulang ke Indonesia karena sakit demam.
Saat di Indonesia ibu dan orang orang di lingkungan sekitar melihat
pasien mulai menjadi aneh. Pasien jaragn keluar rumah, lebih banyak
mengurung diri dirumah dan tidak mau bersosialisasi. Selain itu pasien
mengaku sering melihat ibunya berubah menjadi genderuwo, begitu
juga saat akan keluar rumah saat pasien melihat orang saat itu juga
orang tersebut berubah menjadi pocong namun saat dekat pocong
berubah menjadi orang lagi. Pasien merasa seperti kerasukan yang
dapat mengontrol pikirannya sehingga apa yang di fikirkan pasien
bukan dari kehendaknnya dan dimunculkan oleh yang merasuki pasien
tersebut, menurut ibu pasien pasien pernah tidak pulang dan saat
pasien tidak pulang kerumah, didapati pasien mengumandangkan
adzan subuh pada pukul 03.00 dinihari, Pasien juga sering mendengar
suara orang berbisik bisik namun tidak ada orangnya, suara itu sering
memarahi pasien dan sering menyalahkan pasien, hal ini membuat
pasien merasa tidak berani dalam melakukan kegiatan, pasien
cenderung merasa bersalah terhadap dirinya sendiri. Pasien juga
mengaku merasa emosinya sering meninggi namun hal itu di tahan
pasien sehingga pasien tidak marah marah ataupun merusak
lingkungan di sektarnya.
Sejak tahun 2006 sampai sekitar tahun 2010an pasien dibawa
keluarga untuk berabat ke orang pintar ataupun di obati di
pesantren, namun tidak ada perubahan, barulah sekitar tahun 2010an
atas saran warga desa pasien di periksakan di poli jiwa RSUD wates,
sejak saat itu pasien rutin kontrol dan minum obat dari rumah sakit
hingga sekarang. Saat ini pasien merasa bisik-bisik di telinganya sudah
berkurang dan pasien sudah bisa melakukan kegiatan di rumah seperti
menyapu atau mengepel.
3. Gangguan Riwayat Sebelumnya
a. Psikiatri
Pasien mengaku saat kecil pernah melihat hantu berupa bayang
bayang hitam besar tinggi, namun pasien lupa usia berapa
pasien mulai melihat hal hal tersebut
b. Medis umum
Pasien pernah menderita sakit demam di Malaysia sebelum
akhirnya pulang ke Indonesia karena sakit tersebut, riwayat
opname disangkal, konsumsi obat rutn selain dari poli jiwa
disangkal
c. Riwayat penggunaan obat-obatan dan alkohol
Saat di malaysia pasien mengaku sering diajakan temannya
minum minuman keras, riwayat penggunaan psikotropika
disangkal
4. Riwayat keluarga
Tidak ada keluarga pasien yang mengalami hal yang sama dengan
pasien

5. Riwayat Kehidupan Pribadi dan aktivitas sosial


a. Riwayat persalinan
Menurut ibu pasien, pasien dilahirkan dengan persalinan normal
di dukun bayi, tidak terdapat masalah berarti saat kelahiran
pasien
b. Usia 0-3 tahun
Pasien bersifat pasif dalam sehari hari, pasien di asuh oleh
ibunya sembari bekerja
c. Usia 3-11 tahun
Pasien merasa pernah melihat hantu berupa bayangan tinggi
besar berwarna hitam, ibu pasien merasa pasien adalah anak
yang penurut
d. Remaja
di usia ini pasien sudah mulai bekerja membantu orang tuanya
untuk bersih bersih dirumah orang lain untuk menambah uang
jajan, pasien pendiam, tidak terlalu banyak bermain diluar
bersama teman teman, teman teman pasien sering mengejek
dan membully pasien.
Tidak terdapat masalah berarti mengenai akamdemis pasien,
pasin relatif lacar dalam menjalani/ menamatkan sekolah hingga
STM
e. Dewasa
Setelah lulus seklah pasien tidak langsung bekerja, barulah
tahun 2004/2005 pasien diajak temannya untuk ikut bekerja di
malaysia, pekerjaan pasien dinilai pasien bukan pekerjaan berat
dan tidak memiliki tekanan berarti, pekerjaan pasien
mengeringkan kulit kayu.
Teman teman kerja pasien tidak terlalu baik, saat bekerjadi
malaysia pasien merasa di paksa minum miras jika tidak mau
maka pasien diancam akan di jauhi teman temannya. Di
malaysia ini juga pasien merasa patah hati setelah putus dari
pacarnya yang membuat pasien merasa depresi
1) Riwayat militer
Pasien tidak memiliki pengalaman di bidang militer
2) Riwayat pendidikan
Pasien lulusan STM dan tidak memiliki masalah berarti dalam
hal akademik
3) Aktivitas keagamaan
Pasien cukup taat dalam menjalankan kegiatan agamanya,
pasien ering solat walaupun sering bolong bolong juga, saat
ini pasien lebih sering sholat di rumah ketimbang di masjid
karena takut akan bisikan-bisikan atau orang orang yang
berubah menjadi pocong/ genderuwo. Tetangga sekitar
sebenarnya sudah mengajak pasien untuk datang
kepengajian=pengajian kampung, namun pasien juga masih
belum berani dan minder untuk datang ke acara yang ramai
4) Aktivitas sosial
Pasien lebih banyak berada di dalam rumah, tidak bergaul
dengan masyarakat sekitar karena masih merasa takut dan
minderdengan orang lain
5) Situasi hidup sekarang
Pasien tinggal bersama ibu pasien, saat ini pasien sudah bisa
bantu bantu mengurusi kegiatan rumah tangga seperti
menyapu
6) Riwayat hukum
Pasien tidak memiliki masalah hukum
f. Fantasi, impian dan nilai nilai
Tidak terdapat nlai-nilai atau paham paham yang anah yang
dianut pasien, pasien berkeinginan ingin semub, ingin kembali
kepesantren untuk belajar agama dan ingin bisa bergaul dengan
masyarakat sekitar

B. Pemeriksaan Fisik
KU : Baik
VS :
TD : 110/70
Nadi : 80 x/m
RR : 20 x/m
T : afebris
C. Pemeriksaan Status mental
1. Deskripsi Umum:
a. Penampilan : penampilan baik, terlihat
sehat namun seperti orang kelelahan, terawat, terlihat minder
b. Perilaku dan aktifitas motorik: pasien saat di wanwancara lebih
banyak menunduk, melihat kebawat dengan kedua telapak
tangan disatukan di taruh di depantubuh.
c. Sikap terhadap pemeriksa : pasien dapa bekerjasama
dengan baik
2. Kesadaran : komposmentis
3. Mood dan afek : seperti mersa bersalah, depresi, down, mider, afek
depresif (sesuai dengan mood)
4. Pembicaraan
a. Kuantitas : sedikit tersendat
b. Kecepatan : lambat (terlihat berfikir agak lama sebelum
mengeluarkan kalimat)
c. Kualitas : baik, relevan dan jawaban berhubungan dengan apa
yang di tanyakan
5. Persepsi
a. Ilusi : pasien sering melihat ibunya berubah menjadi
genderuwo, atau orang orang lain berubah menjadi pocong
b. Kendali pikir: pasien dulu merasa dirasuki dan ada yang
mengendalikan dirinya, apasien megnumandangkan adzan
subuh pada pukul 03.00 dinihari
c. Halusinasi auditorik: pasien sering mendengan suara bisik bisik
yang memarahi dan menyalahkan pasien, suara muncul hampir
sepanjang hari
6. Pikiran
a. Bentuk: berfikir lambat, masih relevan, tidak mengelak dengan
pertanyaan, relevan, masih sering sesuai realita
b. Ini pikiran: terdapat waham kendali pikir dan waham merasa
bersalah
7. Orientasi
a. Waktu: psien mengetahui hari pemeriksaan, tahu kalau masih
pagi
b. Tempat: pasien tahu dimana saat ini dia berada (rumah sakit)
c. Orang: pasien tahu, nama ibunya, siapa yang mengantarkan
pasien berobat, tahu siapa yang memeriksa
d. Situasi: pasien tahu, sedang diwawancara untuk di ambil
datanya
8. Daya ingat:
a. Jangka panjang : pasien dapat menceritakan pengalaman
pengalamannya saat kecil dan sekolah, ingat nam ibunya, nama
pacarnya, ingat nilai rata rata saat sekolah (6,5)
b. Jangka pendek : saat di tes untuk mengulai 5 nama hewan dan
5 nama buah yang di sebtkan pemeriksa, pasien dapat
menyebutkan dengan baik
9. Konsentrasi dan perhatian
Konsentrasi pasien tergolng baik saat di testuntuk mengurangi 100
dengan angka 3, pasien dapat mengurangkan angka 100 dengan
lancar
Perhatian juga baik, pasien memperhatikan apa yang di tanyakan dan
menjawab dengan hal yang relevan
10.Kemampuan bahasa, membaca dan menulis
pasien dapat membaca dengan baik, pasien dapat pula menulis dan
tulidannya dapat dibaca dengan mudah, pasien dapat berhitung 1-10
dengan baik
11.Pemikiran abstrak
Pasien dapat membedakan antara jerk dan apel dari warnanya
12.Pengendalian impuls
Pasien merasa bisa menahan amarahnya, walaupun sering dalam
emosi tinggi yang di akibatkan bisikan bisikan ataupun interaksi
dengan orang lain
13.Insight
Insight pasien baik, pasien mengetahui kalau pasien sedang sakit dan
berharap sembuh, pasien juga mengetahi bahwa suara bisikan atau
perubahan orang sekitar menjadi hantu hanya di alami pasien saja
kibat sakit yang diderita pasien
D. Differential diagnosa
1. F20.4 depresi pasca skizofrenia
2. F.25.1 skizoafektif tipe depresif
3. F32.3 episode depresif berat dengan gejala psikotik