Anda di halaman 1dari 4

1. Tentukan sistem koordinat.

X+ kekanan dan Y+ keatas untuk bagian A-B


dan B-C
2. Mencari persamaan momen

Bagian: A-B Bagian: B-C


Interval momen: 0<=x<=a Interval momen: a<=x<=a+b
Jika x=0 , maka berarti pada posisi Jika x=a , maka berarati pada
A(jepit) posisi B
Jika x=a , maka berarti pada posisi B Jika x=a+b , maka berarati pada
posisi C (ujung bebas0
Mx = -1/2q(a-x)2 Mx = 0
d2 y d2 y
EI 2
=M EI 2
=M
dx dx
2 2
d y 1 d y
EI 2 = q( ax )2 EI 2 =0
dx 2 dx
2
d y 1 2 2
EI 2 = q( a 2 ax+ x )
dx 2
Integralkan sekali terhadap x: Integralkan terhadap x:
3 dy
EI
dy 1
=
dx 2 ( x
)
q a 2 xa x 2 + +C 1 Type
3
EI
dx
=C 3

equation here.
Integralkan sekali lagi terhadap x: Integralkan terhadap x:
2 4 EIy=C 3 x +C 4
EIy=
1 1
2 (
2
1
q a x 2 a x 3 +
3
x
12 )
+ C 1 x +C 2
Type equation here.
Jika x=0 , maka berarati pada posisi Jika x=a , maka berarti pada
A(jepit), putaran sudutnya = 0 dan posisi B, putaran sudut titik B =
lendutannya = 0 putaran sudut titik B dari bagian
A-B, sbb:

a3
1
2 (
q a 2 aa a 2+ =C 3
3 )
3
qa3
C 3=
1 a
2
q
3
= ( ) ( )
6
03 Jika x=a , maka berarti pada
EI0=
1
2 ( 3 )
q a2 0a 02 + +C 1 Type posisi B, lendutan titik B =
lendutan titik B dari bagian A-B,
equation here. sbb:
C1 = 0
1 1 2 2 1 3 a4 qa3
2 2 (
q a a aa +
3 12
=
6 ) ( )
a+ C 4
Type equation here.
2 4
1 1 4 1 a4 qa 4
EI0=
1 1
2 2 ( 1
q a 02 a 0 3+
3
0
12 )
+C 10+C 2 C 4= q a a4 +
2 2 3 12
+( 6 )( )
Type equation here.
C2 = 0
Persamaan putaran sudut bagian A-B qa
4
1 1 1 1
menjadi: C 4=
2 ( 2
+ +
3 12 3 )
x3 7 qa 4
dy 1
EI =
dx 2 (
q a 2 xa x 2 +
3 ) C 4=
24
Persamaan lendutan bagian A-B Persamaan putaran sudut bagian
menjadi : B-C menjadi:
2 4 3
EIy=
1 1
2 ( 1
q a x 2 a x 3 +
2 3
x
12 ) dy
EI =
dx
qa
6 ( )
Persamaan lendutan bagian B-C
menjadi :
qa3 7 qa4
EIy= ( )
6
x+
24

1. Tentukan sistem koordinat. X+ kekanan dan Y+ keatas untuk bagian A-B


dan B-C
2. Mencari persamaan momen

Bagian: A-B Bagian: B-C


Interval momen: 0<=x<=a Interval momen: a<=x<=a+b
Jika x=0 , maka berarti pada posisi Jika x=a , maka berarati pada
A(jepit) posisi B
Jika x=a , maka berarti pada posisi B Jika x=a+b , maka berarati pada
posisi C (ujung bebas0
Mx = -M Mx = 0
d2 y d2 y
EI =M EI =M
dx 2 dx 2
d2 y d2 y
EI 2 =M EI 2 =0
dx dx
Integralkan sekali terhadap x: Integralkan terhadap x:
dy dy
EI =Mx +C 1 Type equation here. EI =C 3
dx dx
Integralkan sekali lagi terhadap x: Integralkan terhadap x:
1 EIy=C 3 x +C 4
EIy= ( M x 2 ) +C 1 x+C 2 Type
2
equation here.
Jika x=0 , maka berarati pada posisi Jika x=a , maka berarti pada
A(jepit), putaran sudutnya = 0 , maka posisi B, putaran sudut titik B =
EI0=M0+C 1 Type equation putaran sudut titik B dari bagian
here. A-B, sbb:
C1 = 0
Ma=C 3
C 3=Ma
Jika x=0 , maka berarati pada posisi Jika x=a , maka berarti pada
A(jepit), dan lendutannya = 0, maka posisi B, lendutan titik B =
lendutan titik B dari bagian A-B,
sbb:
1
( M a2 ) =( M a2 ) +C 4 Type
2
equation here.
1 1
EI0= ( M02 ) +C 10+C 2 Type C 4= ( M a2 )
2 2
equation here.
C2 = 0
Persamaan putaran sudut bagian A-B Persamaan putaran sudut bagian
menjadi: B-C menjadi:
dy dy
EI =( Mx ) EI =( Ma )
dx dx
Persamaan lendutan bagian A-B Persamaan lendutan bagian B-C
menjadi : menjadi :
1 1
EIy= ( M x2 ) EIy=( Ma ) x+ ( M a2 )
2 2

1. Tentukan sistem koordinat. X+ kekanan dan Y+ keatas untuk bagian A-B


dan B-C
2. Mencari persamaan momen

Bagian: A-B Bagian: B-C


Interval momen: 0<=x<=a Interval momen: a<=x<=a+b
Jika x=0 , maka berarti pada posisi Jika x=a , maka berarati pada
A(jepit) posisi B
Jika x=a , maka berarti pada posisi B Jika x=a+b , maka berarati pada
posisi C (ujung bebas)
Mx = -P(L-x) Mx = -P(L-x)
d2 y d2 y
EI =M EI =M
dx 2 dx 2
2 2
d y d y
EI 2 =P(Lx ) EI 2 =P( Lx )
dx dx
Integralkan sekali terhadap x: Integralkan terhadap x:
2
dy x x2
EI
dx
=P(Lx )+C 1 Type equation
2
EI
dy
dx (
=P Lx +C 3
2 )
here.
Integralkan sekali lagi terhadap x: Integralkan terhadap x:
3
x x3
EIy=P(L x 2 )+C 1 x+C 2 Type EIy=P( L x 2 )+C 3 x+ C 4
6 6
equation here.
Jika x=0 , maka berarati pada posisi Jika x=a , maka berarti pada
A(jepit), putaran sudutnya = 0 , maka posisi B, putaran sudut titik B =
0
2 putaran sudut titik B dari bagian
EI0=P( L 0 )+ C 1 Type equation A-B, sbb:
2
here.
a2 a2
C1 = 0
P(La
2 (
)=P La +C 3
2 )
C 3=0
Jika x=0 , maka berarati pada posisi Jika x=a , maka berarti pada
A(jepit), dan lendutannya = 0, maka posisi B, lendutan titik B =
lendutan titik B dari bagian A-B,
sbb:
3 3
a a
P(L ax 2 )=P (La 2 )+C 4
6 6
Type equation here.
3 C 4=0
(
EIy=P L x 02
0
6 )
+ C 10+ C 2 C2
=0
Persamaan putaran sudut bagian A-B Persamaan putaran sudut bagian
menjadi: B-C menjadi:
dy x2 dy x2
EI =P( Lx ) EI =P( Lx )
dx 2 dx 2
Persamaan lendutan bagian A-B Persamaan lendutan bagian B-C
menjadi : menjadi :
x3 2 x3
2
EIy=P(L x ) EIy=P( L x )
6 6

Persamaan gabungan adalah:

Persamaan putaran sudut bagian A-B Persamaan putaran sudut bagian B-


menjadi: C menjadi:
x3 x 2 dy qa3 x2
EI
dy 1
=
dx 2 ( 3 )
q a 2 xa x 2 + ( Mx )P(Lx EI) =
2 dx 6 ( )
( Ma )P( Lx )
2
Persamaan lendutan bagian A-B Persamaan lendutan bagian B-C
menjadi : menjadi :
1 1 2 2 1 3 x 4 3 3
7 qa4 x3
EIy=
2 (
q a x ax +
2 3
1
12 2 )
( M x 2 ) PEIy=
xqa
66 ( )
( L x 2 ) x +
24
1
( Ma ) x + ( M a2 )P(L x 2 )
2 6