Anda di halaman 1dari 4

1.

Sumber-sumber masalah penelitian


Menurut Suryabrata (1994:61-63), sumber-sumber masalah yang dapat diidentifikasi
meliputi:
1) Bacaan terutama hasil penelitian
Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dapat menjadi sumber identifikasi
masalah. Tidak pernah ada penelitian yang tuntas. Penelitian selalu menampilkan
masalah yang lebih banyak dari pada yang dijawabnya, karena dengan demikian ilmu
pengetahuan selalu mengalami kemajuan.
2) Diskusi, seminar, pertemuan ilmiah
Diskusi, seminar dan pertemuan ilmiah dapat menjadi sumber masalah penelitian
karena para peserta dapat melihat hal-hal yang dipersoalkan secara profesional
sehingga muncul masalah.
3) Pernyataan pemegang otoritas (dalam pemerintahan dan ilmu pengetahuan).
Pernyataan pemegang otoritas dapat menjadi sumber masalah, baik otoritas
pemerintahan maupun ilmu pengetahuan. Contoh pernyataan pemegang otoritas
pemerintahan adalah pernyataan menteri pendidikan mengenai daya serap siswa
SMU. Contoh pernyataan otoritas ilmu pengetahuan adalah pernyataan ahli
pendidikan mengenai penjurusan di SMU.
4) Pengamatan sepintas
Pengamatan sepintas dapat menjadi sumber masalah. Misalnya, ahli kesehatan
menemukan masalah ketika menyaksikan dari mana penduduk mendapatkan air
minum.
5) Pengalaman pribadiPengalaman pribadi sebagai sumber masalah penelitian berkaitan
dengan sejarah perkembangan dan kehidupan dengan sejatah perkembangan dan
kehidupan pribadi atau profesional

2. Kriteria pemilihan masalah penelitian


Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan
masalah penelitian yaitu
a. Kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau
yang bersifat kalimat interogatif, baik pertanyaan yang memerlukan jawaban
deskriptif, maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris, yaitu yang
menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusia.
b. Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan
dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori, dalam arti pemecahannya
secara jelas, diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti,
baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang
sudah ada.
c. Kriteria ketiga, adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik, juga hendaknya
dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual, sehingga
pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula, dan dapat
diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia.
3. Pedoman merumuskan masalah penelitian
Fraenkel dan Wallen (1990, dalam Sugiyono, 2000) mengemukakan bahwa masalah
penelitian yang baik memenuhi hal-hal berikut.
a. Masalah harus feasible, dalam arti masalah tersebut harus dapat dicarikan
jawabannya melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana,
tenaga dan waktu.
b. Masalah harus jelas, dalam arti semua orang memberikan persepsi yang
sama terhadap masalah tersebut
c. Masalah harus signifikan, dalam arti jawaban atas masalah tersebut harus
memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah
dalam kehidupan praktis.
d. Masalah bersifat etis, yaitu tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat
etika, moral, nilai-nilai keyakinan dan agama.
Tidak ada aturan umum dalam perumusan masalah. Sumadi (1989) menyarankan
perumusan masalah sebagai berikut :
1. Masalah hendaknya dirumuskan dalam kalimat tanya?
2. Rumusan masalah hendaknya padat dan jelas
3. Menautkan hubungan antara dua atau lebih variabel (..?..)
4. Rumusan masalah hendaknya memberikan petunjuk tentang kemungkinan
pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Dalam perumusan masalah perlu memperhatikan bentuk-bentuk masalah. Sugiyono (2000)
menyebutkan ada tiga bentuk masalah yaitu masalah deskriptif, masalah komparatif,
masalah asosiatif. Secara singkat ketiga bentuk masalah tersebut dijelaskan sebagai
berikut.
1) Masalah deskriptif
Masalah deskriptif yaitu masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap
keberadaan variabel mandiri. Dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan
variabel tersebut pada sampel yang lain. Penelitian dengan rumusan masalah deskriptif
disebut dengan penelitian deskriptif. Contoh rumusan masalah deskriptif : Seberapa
tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Samudra?
2) Masalah komparatif
Masalah komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan
keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda.Contoh
rumusan masalah komparatif : Adakah perbedaan produktivitas kerja antara kryawan
BUMN dan Swasta?
3) Masalah Asosiatif
Masalah asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua
variabel atau lebih. Hubungan tersebut bisa dalam hubungan simetris, kausal maupun
hubungan timbal balik.
a. Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang
kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal ataupun interaktif.
Contoh: Adakah hubungan antara banyaknya bunyi burung prenjak dengan tamu
yang datang?
b. Hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifay sebab akibat. Dalam hal ini ada
variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependent (variabel tak bebas).
Variabel bebas mempengaruhi variabel tak bebas. Contoh: Adakah pengaruh
sistem penggajian terhadap prestasi kerja?
c. Hubugan timbal balik atau interaktif yaitu hubungan yang saling mempengaruhi.
Disini tidak diketahui mana variabel dependen dan variabel independen. Contoh:
Hubungan antara motivasi dan prestasi Kerja. Disini dapat dinyatakan apakah
motivasi mempengaruhi prestasi kerja? atau sebaliknya Apakah prestasi kerja
mempengaruhi motivasi?
4. Pertanyaan penelitian, pertanyaan manajemen, pertanyaan investigatif, dan
pertanyaan pengukuran
Pertanyaan Manajemen
Pertanyaan manajemen adalah pertanyaan yang mencerminkan suatu keputusan
yang harus dibuat seorang manajer dan merupakah masalah yang menyebabkan
penelitian dilakukan. Suatu pertanyaan yang menunjukkan pertanyaan manajemen seperti
misalnya bagaimana meningkatkan keuntungan? Dalam hal ini tidak terlihat jenis
penelitian yang akan dilakukan. Pertanyaan manajemen terkait dengan masalah
manajerial.
Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan penelitian (research question) adalah suatu pertanyaan yang
menekankan pada fakta dan pengumpulan informasi. Terkait dengan kegagalan bank
dalam memperoleh keuntungan lebih tinggi, dapat diajukan beberapa pertanyaan
penelitian sebagai berikut :
1. Faktor utama apa yang menyebabkan kegagalan bank dalam mencapai pertumbuhan
yang lebih tingi dalam tingka tabungannya?
2. Seberapa baik bank menjalankan hal-hal berikut :
a. Mutu lingkungan kerjanya?
b. Efisiensi operasi dibandingkan dengan standar industri perbankan?
c. Keadaan keuangan dibandingkan dengan standar industri perbankan?
Pertanyaan Penyelidikan
Pertanyaan Penyelidikan (investigation question) merupakan pertanyaan yang
harus dijawab peneliti untuk dapat menanggapi pertanyaan umum secara memuaskan.
Tujuannya adalah untuk mengambil pertanyaan penelitian yang lebih umum dan
merincinya menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih rinci. Pertanyaan penyelidikan
terkait dengan pertanyaan penelitian tersebut di atas dapat diajukan :
1. Bagaimana kedudukan masyarakat berkaitan dengan jasa keuangan dan
pemanfaatannya?
a. Jasa-jasa keuangan khusus apa yang dipakai?
b. Sejauh mana berbagai jasa demikian adalah menarik?
c. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan jasa
tertentu?
2. Bagaimana posisi persiangan bank tersebut?
a. Bagaimana pola geogafis dari nasabah-nasabahnya?
b. Sejauh mana masyarakat tahu mengenai usaha-usaha promosi yang dilakukan
oleh bank?
3. Bagaimana pertumbuhan dalam jasa-jasa bila dibandingkan dengan lembaga-lembaga
saingannya.
Pertanyaan Pengukuran
Pertanyaan pengukuran (measurement question). Dalam survei pertanyaan-pertanyaan
pengukuran adalah pertanyaan yang sebenarnya diajukan kepada responden. Pertanyaan-
pertanyaan ini sering muncul dalam kuesioner.