Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Penjalaran Gelombang Seismik

Hukum Snellius
Suatua sinar gelombang yang menjalar ketika melawati dua medium yang
mempunyai perbedaan densitas, gelombang tersebut akan dibaskan, jika sudut
datang gelombang sama dengan sudut kritis, Gelombang akan dipantulkan
kembali jika sudut datangnya lebih besar dari sudut kritisnya. Perumusan
matematis hokum snellius adalah:

sin 1 V 1 n1
= =
sin 2 V 2 n2

Dalam persamaan diatas 1 dan 2 menunjukkan sudut datang dan sudut


bias, V1 merupakan kecepatan dari gelombang datang dan V 2 merupakan
kecepatan gelombang setelah melewati batas bidang. Indaks bias lapisan
pertama dilambangan dengan n1 dan indeks bias medium dua didefinisikan
sebagai n2.

Pemantulan dan Pembiasan Gelombang


Penjalaran gelombang seismik mengikuti Hukum Snellius yang dikembangkan
dari Prinsip Huygens, menyatakan bahwa sudut pantul dan sudut bias
merupakan fungsi dari sudut datang dan kecepatan gelombang. Gelombang P
yang datang akan mengenai permukaan bidang batas antara dua medium
berbeda akan menimbulkan gelombang refraksi dan refleksi (Hutabarat, 2009).
Prinsip Huygens
Prinsip ini sangat penting dalam memahami penjalaran gelombang, dan sering
digunkan untuk menggambarkan posisi muka gelombang. Dalam geometri
seismik, muka gelombang didefinisikan sebagai permukaan yang mempunyai
travel time sama, atau didefinisikan juga sebagai permukaan dimana gelombang
mempunyai fase yang sama. Perinsip Huygens menyatakan bahwa setiap titik
pada muka gelombang dapat dipandang sebagai sumber gelombang yang baru.
Melalui titik-titik sumber gelombang yang baru, posisi muka gelombang
berikutnya dapat digambarkan atau ditentukan. Prinsip Huygens
mengungkapkan sebuah mekanisme dimana sebuah pulsa seismik akan
kehilangan energi seiring dengan bertambahnya kedalaman (Asparini, 2011).
Prinsip Huygen (Asparini, 2011)
Prinsip Fermat
Salah satu perinsip dasar yang menjelaskan mekanisme penjalaran gelombang
adalah prinsip Fermat. Prinsip ini menyatakan bahwa waktu jalar gelombang
elastic antara dua titik, misalkan titik A dan B, sama dengan waktu tempuh yang
terukur sepanjang lintasan minimum yang menghubungkan titik A dan B. Oleh
karena itu, prinsip Fermat di sebut juga prinsip waktu minimum. Dengan
demikian, jika gelombang melewati sebuah medium yang memiliki variasi
kecepatan gelombang seismik, maka gelombang tersebut akan cenderung
melalui zona-zona kecepatan tinggi dan menghindari zona-zona kecepatan
rendah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini. (Jamady, 2011)

Prinsip Fermat (Oktavinta,2008)

Anda mungkin juga menyukai