Anda di halaman 1dari 2

Daftar Isi

Pendahuluan
Definisi KWH Meter
Fungsi
Bab 6 KWH Meter Analog
6.1 Teori
6.2 Rumus
6.3 Penjabaran Rumus
6.4 Prinsip Kerja
6.4.1 Prinsip kerja KWH meter 1 Fasa
6.4.2 Prinsip kerja KWH meter 3 Fasa
6.5 Cara Kerja
6.6 Komponen
6.7 Contoh pemakaina
6.8 Diagram Pengkabelan
BAB 7 KWH Meter Digital
7.1 Teori
7.2 Rumus
7.3 Penjabaran Rumus
7.4 Prinsip Kerja
7.5 Cara Kerja
7.6 Komponen
7.7 Contoh pemakaian alat
BAB 8 AMR ( Automatic Meter Reading )
8.1 Teori
8.2 Rumus
8.3 Penjabaran Rumus
8.4 Prinsip Kerja
8.5 Cara Kerja
8.6 Komponen
8.7 Contoh pemakaian Alat
8.8 Monitoing AMR
8.8 Daftar Pustaka
8.8 Monitoring AMR

Pembacaan dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan media komunikasi. Parameter yang
dibaca pada umumnya terdiri dari Stand, Max Demand (penggunaan tertinggi), Instantaneous,
Load Profile (load survey) dan Event (SMILE). Parameter-parameter tersebut sebelumnya
didefinisikan terlebih dahulu di meter elekronik, agar meter dapat menyimpan data-data sesuai
dengan yang diinginkan. Pada gambar 2.4 dibawah ini suatu contoh AMR SERVER buatan
DELL type EDGE 2950 yang sering digunakan pada dunia control SCADA. Data hasil
pembacaan tersebut disimpan ke dalam database dan dapat digunakan untuk melakukan analisa,
transaksi serta troubleshooting. Pada gambar 2.5 dibawah menggambar schematic dari digital
meter elektronik AMR yang biasa pakai pada pengontrolan SCADA. Teknologi ini tentu saja
dapat membantu perusahaan penyedia jasa listrik untuk menekan biaya operasional, serta
menjadi nilai tambah kepada pelangganya dalam hal penyediaan, ketepatan dan keakurasian data
yang dibaca, dan tentu saja dapat menguntungkan pengguna jasa tersebut.