Anda di halaman 1dari 35

1

BAB I
TINJAUAN TEORI

A. Pengkajian Data
1. Data Subjektif
a. Biodata
PER sering didapatkan pada ibu usia lebih dari 35 tahun.
(Wiknjosastro, 1999:287).
Frekuensi Pre Eklampsi juga banyak dipengaruhi oleh keadaan sosial
ekonomi didapatkan antara 3-7%. (Wiknjosastro, 1999:287).
b. Keluhan Utama
Pada PER tidak ditemukan keluhan/gejala subjektif. (Wiknjosastro,
1999:287).
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Adanya Diabetes Melitus, obesitas merupakan tablet predisposisi
untuk terjadinya pre eklampsi. (Wiknjosastro, 1999:287).
Faktor predisposisi seperti penyakit hipertensi. (Sulaiman, 1984:99).
d. Riwayat Penyakit Keturunan
Keturunan hamil ganda dan hidrops foetalis. (Wiknjosastro, 1999:287).
e. Riwayat Obstetrik
1) Riwayat Kehamilan
Pada primigravida frekuensi pre eklampsi lebih tinggi
dibandingkan dengan multigravida muda, molahydaticlosa,
kehamilan ganda, hidrops foetalis. (Wiknjosastro, 2000:287).
Adanya riwayat antenatal yang buruk meningkatkan angka
morbiditas. (Manuaba, 1998:242).
Pada umumnya Pre Eklampsi baru timbul sesudah kehamilan 20
minggu dan makin tua kehamilan makin besar resikonya.
(Sulaiman, 1981:91).
Tapi terkadang juga dijumpai pada usia kehamilan sebelum 20
minggu.

1
2

2) Riwayat Persalinan
Terkadang hipertensi timbul untuk pertama kali dalam persalinan
dan dapat menjadi eklampsi, walaupun pemeriksaan antenatal tidak
ditemukan tanda-tanda pre eklampsi ringan.
Biasanya persalinan diakhiri dengan cunam atau ekstraktor vakum
dengan memberikan narkose umum untuk menghindari rangsangan
syaraf pusat. (Wiknjosastro, 2000:294).

f. Pola Kebiasaan Sehari-hari


1) Pola Nutrisi
Terjadinya spasme pembuluh dara anteriol mempengaruhi organ-
organ penting mengakibatkan gangguan metabolisme jaringan
dengan terjadinya metabolisme an aerob lemak dan protein.
Didapatkan gejala mual dan muntah. (Manuaba, 1998:240).
2) Pola Eliminasi
Spasma anteriol menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun
sehingga filtrasi glomerulus berkurang. Penyerapan air dan garam
tubulus tetap terjadi retensi air dan garam. Terjadi penurunan
produksi urine spasmae anterior. (Manuaba, 1998:241-242).
3) Pola Aktivitas
Timbulnya cedera maternal resiko tinggi terhadap efek/respon
merugikan terhadap intervensi terapeutik. (Doengoes and
Moorhouse, 2001:332).
4) Pola Psikososial
Ketakutan, anxietas berhubungan dengan krisis situasi, ancaman
yang dirasakan pada klien/janin. (Doengoes dan Moorhouse,
2001:332).
Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi,
prognosis, dan kebutuhan tindakan berhubungan dengan kurangnya
penajaman/tidak mengenal sumber-sumber informasi, kesalahan
interpretasi. (Doengoes and Moorhouse, 2001:189).
3

5) Kehidupan Seksual
Pada umumnya coitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika
dilakukan dengan hati-hati, pada akhir kehamilan jika kepala sudah
masuk rongga panggul, coitus sebaiknya dihentikan karena dapat
menimbulkan perasaan nyeri, perdarahan, infeksi. (Wiknjosastro,
1997:160).
2. Data Objektif
a. Pemeriksaan Fisik
1) Kesadaran
Bisa normal/composmentis maupun menurun sampai koma.
(Manuaba, 1998:239).
2) Tandatanda Vital
a) Tekanan Darah
Tekanan sistolik 140 mmHg atau kenaikan 30 mmHg dengan
interval pemeriksaan 6 jam, tekanan diastolik 90 atau kenaikan
15 mmHg dengan interval pemeriksana 6 jam. (Manuaba,
1998:242).
Hipertensi biasanya timbul lebih dahulu daripada tanda-tanda
lain. (Wiknjosastro, 2006:282).
b) Berat Badan
Ditemukan adanya kenaikan berat badan disebabkan oleh
penimbunan air yang berlebihan dalam rongga intestitial.
(Mochtar, 1998:199).
Kenaikan berata badan kg setiap minggu dalam kehamilan
masih dapat dianggap normal tetapi bila kenaikan 1 kg
seminggu beberapa kali, hal ini perlu menimbulkan
kewaspadaan terhadap timbulnya pre-eklampsia.
(Wiknjosastro, 2006:282).
4

b. Pemeriksaan Umum
1) Kepala
Pada pre-eklampsia aliran dan pemakaian oksigen tetap dalam
batas normal. (Mochtar, 1998:199).
2) Muka
Edema kehamilan patologis di antaranya pada muka. (Marillyn E.
Doengoes, 2001:11).
3) Mata
Tanda pre-eklampsia didapatkan edema pada kelopak mata. (Safe
Motherhood, 2002:11).
4) Abdomen
Dijumpai odema pada dinding abdomen. (Safe Motherhood,
2002:11).
5) Ekstremitas
Adanya edema pada tungkai karena retensi air dan garam.
(Manuaba, 1998:241).
Adanya edema tekan pada tungkai (pretibial). (Dr. Syahrul Rauf,
Sp.OG, dkk., 2006).
Edema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan
biasa, sehingga tidak seberapa berrti untuk penentuan diagnosis pre
eklampsia. (Wiknjosastro, 2006:282).
c. Pemeriksaan Penunjang
1) Pemeriksaan Laboratorium
Ditemukan proteinuria 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kuantitatif
plus 102 pada urine kateter atau urine aliran pertengahan.
(Manuaba, 1998:242).
Pemeriksaan laboratorium: hemoglobin, hematokrit, trombosit,
urine lengkap, asam urat darah, fungsi hati, fungsi ginjal. (Dr.
Syahrul Rauf, Sp.OG, dkk., 2006).
2) Urine
Protein uria ++/+++/++++. (Sarwono Prawirohardjo, 1994:282).
5

B. Diagnosa Kebidanan
Setelah pengumpulan data kemudian dilakukan analisa data. Dari hasil
analisa data dapat dirumuskan diagnosa sebagai berikut: ibu primigravida
hamil ...minggu, janin hidup, tunggal/kembar, intrauteri, membujur/melintang,
punggung kanan/kiri, presentasi kepala/bokong/melintang, keadaan janin
baik/distres, keadaan ibu baik/buruk.
Adapun masalah yang mungkin timbul adalah sebagai berikut:
- Nyeri akut berhubungan dengan perubahan karakteristik kontraksi yang
dirangsang secara kimia.
- Perubahan perfusi uteroplacenter berhubungan dengan efek/respon
merugikan terhadap intervensi terapeutik.
- Resiko tinggi cedera pada ibu berhubungan dengan efek/respon merugikan
terhadap intervensi terapeutik.
- Anxietas berhubungan dengan ancamaan yang dirasakan pada klien/janin.
(Doengoes and Morhouse, 2001:330-337).

C. Perencanaan
1. Diagnosa
Ibu primigravida, janin hidup, tunggal/kembar, intrauterine,
membujur/melintang, presentasi kepala/bokong/melintang, punggung
kanan/kiri, keadaan janin baik/distress, keadaan ibu baik/buruk.
Tujuan :
- PER tidak berlanjut ke PEB.
- Proses persalinan lancar tanpa penyulit.
- Bayi lahir dengan trauma sekecil-kecilnya.
Kriteria hasi l :
- Tidak didapatkan gejala subjektif beruap:
o Sakit kepala terutama daerah frontal.
o Nyeri daerah epigastrium.
o Gangguan mata penglihatan kabur.
o Adanya mual dan muntah.
o Gangguan pernapasan dan kesadaran.
6

- Kala 1 dapat berlangsung 12-13 jam, kala II : 1 jam dan kala III =
jam.
- Ketuban pecah saat pembukaan lengkap.
- His adekuat 3-4 x dalam 10 menit lama 40-60 detik.
- DJJ normal 120-160 x/menit.
- TTV: TD = 140/90 mmHg N = 70-80 x/mnt.
- Bayi lahir dengan AS > 7 pada menit 1dan 5.
Intervensi :
a. Jelaskan tentang keadaan klien, penyebab, implikasi dan tujuan
tindakan.
R/ Penjelasan sederhana klien mampu mengerti dan kooperatif dengan
tindakan yang diberikan juga membantu memudahkan rencana
tindakan selanjutnya.
b. Jelaskan tentang proses persalinan.
R/ Ibu mengerti dan memahami kondisi diri dan bayinya.
c. Penuhi rasa nyaman selama kala I
- Melakukan usapan ringan pada pinggang ibu saat ada his dan
mempersilahkan ibu memilih posisi yang nyaman.
- Meminta ibu menarik napas panjang saat ada his.
R/ Memberikan perasaan tenang pada ibu.
d. Persilahkan ibu untuk istirahat/mengatur napas sewaktu tidak ada his
dan makan atau minum.
R/ Memulihkan tenaga ibu dan mencegah terjadinya
kelelahan/exhaution serta persiapan energi ibu untuk mengejan dan
memenuhi kebutuhan nutrisinya.
e. Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam/sesuai indikasi.
R/ Perubahan tanda vital dari batas normal menunjukkan suatu
keadaan patologi.
f. Periksa DJJ tiap jam.
R/ Peningkatan ataupun penurunan denyut jantung (120-160 x/menit)
menandakan gawat janin.
7

g. Observasi gerakan janin dengan palpasi fundus teri (normal 7 x / 20


menit)
R/ Deteksi dini tanda-tanda gawat janin.
h. Observasi CHBPK (Cortonen, his, bandel, pembukaan ketuban serta
penurunan kepala janin).
R/ Memantau perkembangan proses persalinan dan keadaan janin.
2. Masalah 1
Tujuan : Pasien mampu beradaptasi dengan kondisinya.
Kriteria Hasil :
- Klien tidak histeris saat his.
- Rileks di antara kontraksi.
- Mampu menggunakan teknik relaksasi dan distraksi yang tepat.
Intervensi :
a. Jelaskan pada klien tentang penyebab his
R/ Penjelasan yang diberikan meningkatkan pengetahuan pasien dan
mampu menghadapi persalinan dengan perasaan tenang.
b. Berikan tindakan kenyamanan (masase, gosokan punggung, sandaran
bantal, pemberian kompres sejuk).
R/ Meningkatkan relaksasi, menurunkan ketegangan/anxietas,
meningkatkan koping dan kontrol klien.
c. Tinjau/anjurkan penggunaan teknik relaksasi dan pernapasan
terkontrol.
R/ Klien memungkinkan tidak menyelesaikan/berpartisipasi sewaktu
kelahiran bayinya, ataupun dress dengan siliasi dapat mengganggu
kemampuan untuk melakukan anjuran.
d. Anjurkan untuk istirahat/mengatur napas di saat tidak his.
R/ Memulihkan kondisi ibu dan merelaksasi otot-otot untuk persiapan
persalinan.
8

3. Masalah 2
Tujuan : Perfusi uteroplacenter maksimal
Kriteria Hasil :
- Tingkat kesadaran tidak berubah.
- Janin tidak menunjukkan tanda-tanda distress.
- DJJ 120-160 x/mnt, pergerakan aktif (7x / 20 menit).
- TTV: T = 110-140 mmHg / 70-90 mmHg.
N = 70-90 x/mnt.
Intervensi :
a. Berikan informasi mengenai pencatatan aktivitas janin.
R/ Penurunan plasenta mengakibatkan penurunan pertukaran gas dan
kerusakan fungsi plasenta dan kematian janin.
b. Pantau DJJ secara manual atau secara elektronik sesuai indikasi.
R/ Mengevaluasi kesejahteraan janin peningkatan DJJ dapat
menandakan respon kompensasi pada hipoksia, prematuritas atau
absurpsi plasenta.
c. Anjurkan pasien berbaring miring ke kiri.
R/ Mencegah kompresi aorta dan vena cava inferior meningkatkan
aliran balik vena, sirkulasi plasenta dan perfusi ginjal.
d. Pantau keluaran urine.
R/ Volume sirkulasi cairan yang terganggu akan mempengaruhi
produksi urine.
4. Masalah 3
Tujuan : Cidera tidak terjadi.
Kriteria Hasil :
- Tidak terjadi gangguan pada SSP (sakit kepala, peka rangsang,
gangguan penglihatan) dan adanya nyeri pada kuadron kanan atas.
- Lingkungan sekitar pasien aman.
- Kadar faktor pembekuan dan enzim hepar normal..
9

Intervensi:
a. Kaji adanya masalah SSP misalnya sakit kepala, peka rangsangan,
gangguan penglihatan maupun adanya perubahan funduskopi.
R/ Edema serebral dan vasokontriksi dapat dievaluasi dari masa
perubahan gejala prilaku dan retina.
b. Anjurkan klien melaporkan segera apabila ada tanda-tanda gejala yang
salah berhubungan dengan SSP.
R/ Keterlambatan tindakan/awitan progresif gejala-gejala dapat
memperparah keadaan.
c. Perhatikan perubahan kesadaran.
R/ Adanya vasokontriksi dan vasopasme pembuluh darah serebral
menurunkan konsumsi O2 20% atau mengakibatkan ischemic
cerebri.
d. Pertahankan lingkungan tenang dan lampu temaram, batasi
pengunjung dan tingkatkan istirahat.
R/ Menurunkan faktor-faktor lingkungan yang dapat merangsang
kepekaan cerebium dan antisipasi berlanjut ke PEB.
e. Observasi tekanan darah, nadi, respirasi dan refleks tendon dalam.
R/ Menderita dini tanda-tanda PEB
5. Masalah 4
Tujuan : Anxietas berkurang.
Kriteria Hasi :
- Tampak rileks di antara kontraksi.
- Pasien mengungkapkan kesadaran akan kecemasan.
- Pasien tenang dan koperatif selama tindakan.
Intervensi :
a. Kaji sumber dan tingkat kecemasan pasien.
R/ Perasaan takut dan cemas akan penyakit yang diderita dan
pengaruh terhadap janin yang dilahirkannya akan mengurangi
kekuatan mengejan.
10

b. Tunjukkan sikap tenang, empati dan mendukung.


R/ Dapat membantu klien mempertahankan kontrol emosional dalam
berespon terhadap perubahan status fisiologi. Membantu dalam
menurunkan transmisi anxietas antar pribadi.
c. Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya.
R/ Membantu klien menghilangkan anxietas.
d. Informasikan pada klien siapa penolong persalinannya nanti.
R/ Menjamin klien/pasangan bahwa pada kelahiran bayinya nantinya
akan ada petugas yang menangani kompeten dan perawatan yang
tepat.
e. Pantau kontraksi uterus, laporkan apabila terdapat disfungsi persalinan.
R/ Pola kontraksi hipertonik/hipotnok dapat terjadi apabila stres
menetap dan akan memperpanjang pelepasan dan cara mengejan.
f. Ajarkan metode persalinan (relaksasi dan cara mengejan)
R/ Menurunkan stressor yang dapat memperberat anxietas sehingga
pasien mampu membentuk kopling yang efektif.

D. Pelaksanaan
Sesuai dengan masalah dan keubtuhan klien, maka dilakukan implementasi
dari rencana tindakan yang telah disusun. Implementasi selalu diupayakan
dalam waktu singkat, efektif, hebat dan berkualitas. (Depkes RI, 1995:11).

E. Evaluasi
Merupakan langkah akhir dari proses manajemen kebidanan yang menilai
sejauh mana keberhasilan tindakan dan pencapaian tujuan serta masalah-
masalah baru yang muncul. Di dalam evaluasi digunakan teknik pendekatan
SOAP yang diuraikan sebagai berikut:
S : Subjektif
Merupakan data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan dan hasil
wawancara dengan sasaran pelayanan.
11

O : Objektif
Merupakan data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan dan observasi
IPPA.
A : Assesment
Kesimpulan dari subjektif dan objektif yang bisa menilai sjauh mana
keberhasilan tindak yang dirumuskan dengan IPPA.
P : Perencanaan
Tindakan yang perlu dilakukan untuk meninjau terhadap langkah-
langkah pada proses manajemen kebidanan sebelumnya oleh karena
tindakan yang dilakukan kurang berhasil.
(Depkes RI, 1995:27).
12

BAB II
TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian
Tanggal Pengkajian : 30 Oktober 2012, pukul 08.00WIB
Tempat Pengkajian : PONED Puskesmas Takeran
1. Data Subjektif
a. Biodata
Istri Suami
Nama : Ny. S. Tn. I
Umur : 38 tahun 46 tahun
Agama : Islam Islam
Suku/Bangsa Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMP SMP
Pekerjaan : IRT Tani
Penghasilan : - Rp. 700.000,-/bln.
Status Marital : Menikah Menikah
Lama Kawin : 18 tahun/1x 18 tahun/1x
Alamat : Ds. Waduk RT. 8 RW. 2, Takeran, Magetan
b. Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil 9 bulan merasakan kenceng-kenceng sejak
tanggal 30-10-2012 pukul 02.00 WIB, dan mengeluarkan lendir
campur darah pada pukul 07.00WIB
c. Riwayat Kesehatan
1) Riwayat Kesehatan Dahulu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit dengan gejala
batuk lama lebih dari 4 minggu disertai atau tidak disertai dahak,
BB menurun, hilang nafsu makan (TBC), nyeri perut sebelah
kanan, kuning pada anggota badan, air kencing seperti teh
(hepatitis), banyak makan, banyak minum dan sering kencing
(DM),tekanan darah tinggi (Hipertensi), sesak nafas bila
beraktifitas (asma), jantung berdebar-debar, nyeri pada dada, dan
berkeringat berlebihan di telapak tangan (jantung), mudah lelah,
pusing dan terlihat pucat (Anemia), darah sukar membeku bila
terluka (hemofilia), keputihan berlebih, berbau dan gatal (PMS),
13

daya tahan tubuh menurun, diare 3 bulan(HIV/AIDS), sakit dan


terasa panas saat kencing (ISK), dan selama ini Ibu tidak pernah
menjalani operasi besar maupun kecil.
2) Riwayat Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga (ayah klien) menderita penyakit darah tinggi, tidak
menderita penyakit kencing manis, batuk lama, sesak napas dan
penyakit kuning, tidak ada keturunan kembar.
3) Riwayat Kesehatan Sekarang
12
Sekarang ibu sedang menderita tekanan darah tinggi. Ibu tidak
sedang menderita penyakit TBC, asma, jantung, hepatitis, dan
kencing manis. 16
d. Riwayat Kebidanan
1) Haid
Ibu mengatakan haid pertama kali saat umur 13 tahun, haid teratur
antara 28-30 hari, lama 6-7 hari, konsistensi encer, warna merah
tua. Ibu mengalami nyeri haid pada hari pertama, Sebelum haid
kadang-kadang mengalami keputihan berwarna jernih, encer, tidak
berbau, tidak gatal
HPHT : 22 Januari 2012
HPL : 29 Oktober 2012
2) Riwayat Kehamilan yang lalu
Ibu mengatakan saat hamil anak pertama dan kedua periksa rutin
ke bidan, tidak mempunyai keluhan yang berlebihan. Saat periksa
ibu sudah mendapatkan TT 2x dan kapsul yodium dan setiap
periksa ibu mendapatkan tablet tambah darah, vitamin. Ibu
mengatakan sudah meminumnya sesuai aturan dan di minum
sampai habis.

3) Riwayat Persalinan yang lalu


Ibu mengatakan anak pertama lahir ditolong bidan di rumah sakit
dengan indikasi ketuban pecah dini. Ibu melahirkan bayi laki-laki
14

spontan belakng kepala dengan BB : 3000gram, PB : 50 cm.


Plasenta lahir spontan lengkap, perdarahan normal
Ibu mengatakan anak kedua lahir ditolong bidan di rumah bidan,
spontan belakang kepala, jenis kelamin perempuan BB lahir 3200
gram PB 50 cm. Plasenta lahir spontan lengkap, perdarahan normal
4) Riwayat Nifas yang lalu
Masa nifas anak pertama dan kedua ibu berjalan normal, ibu tidak
mengalami perdarahan abnormal, Tidak terjadi infeksi, ASI keluar
lancar. Ibu memberikan ASI ekslusif pada bayinya sampai usia 4
bulan kemudian dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan.
Sekarang anak pertama berusia 17 tahun dan anak kedua berusia 10
tahun
5) Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu mengatakan hamil anak ketiga, usia kehamilan 9 bulan. Selama
hamil tidak mempunyai keluhan apa-apa, rutin periksa ke bidan
setiap bulan sampai usia kehamilan 7 bulan, selanjutnya tiap 2
minggu sekali sampai usia kehamilan 9 bulan dan 1 minggu sekali
mulai usia kehamilan 9 bulan sampai menjelang persalinan. Ibu
merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 4 bulan. Ibu telah
mendapatkan imunisasi TT 2x saat usia kehamilan 4 dan 5 bulan,
selama periksa ke bidan ibu mendapatkan tablet tambah darah,
yodium, vitamin c dan multivitamin lain, ibu rutin minum obat
sampai habis. Ibu mengatakan telah mendapatkan penyuluhan
tentang perawatan payudara, nutrisi, istirahat, kebersihan diri dan
ibu sudah melaksanakannya
6) Riwayat Persalinan Sekarang
Ibu mengatakan merasakan kenceng-kenceng pada pukul 02.00
WIB, dan merasakan kenceng-kenceng yang semakin lama
semakin sering pada pukul 06.00 WIB. Kemudian mengeluarkan
lendir campur darah pada pukul 07.00 WIB. Lalu ibu datang ke
Poned pada pukul 08.00 WIB.
15

7) Riwayat KB
Ibu mengatakan sebelumnya setelah melahirkan anak pertama
menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulanan. Lalu setelah anak
kedua ibu tetap menggunakan KB suntik 3 bulanan sampai anak
berusia 8 tahun. Lalu ibu ganti menggunakan kondom, Karena
setelah suntik 3 bulanan ibu merasakan berat badannya semakin
bertambah. Ibu mengatakan saat melakukan hubungan seksual
dengan suami pernah 1 x tidak menggunakan kondom karena
persediaan habis, sehingga ibu hamil sekarang. Rencana ibu hanya
ingin punya anak 3 saja.
e. Pola Kebiasaan Sehari-hari
1) Nutrisi
Selama hamil : Ibu mengatakan makan 3x sehari, porsi sedang
dengan komposisi nasi,sayur (bayam,
kangkung, sawi, wortel,kacang), lauk (tempe,
telor, daging, tahu, ikan), buah (pisang, jeruk,
pepaya). Munim air putih 7-8 gelas/hari. Ibu
jarang minum susu, jika minum susu cara
menyeduhnya sudah benar yaitu dengan air
hangan dulu
Selama Inpartu : Ibu terakhir makan dan minum tanggal 30-10-
2012 pukul 06.30 WIB sebelum pergi ke
Poned.
2) Eliminasi
Selama hamil : Ibu mengatakan saat hamil muda dan tua
sering kencing 7-8x perhari, warna kuning
jernih, bau khas. BAB 1x sehari, konsistensi
lunak, warna kuning trengguli, Tidak ada
keluhan saat BAK dan BAB
Selama Inpartu : Ibu mengatakan BAB terakhir tanggal 30-10-
2012 pukul 05.00 WIB, konsistensi lunak,
16

warna kuning trengguli. BAK terakhir tanggal


30-10-2012 pukul 06.30 warna kuning jernih,
bau khas, tidak nyeri saat BAK dan BAB
3) Istirahat/Tidur
Selama Hamil : Ibu mengatakan tidur 7-8 jam/hari, mulai
pukul 21.00-04.30 WIB, tidur siang 1 jam.
Tidur nyenyak tidak ada gangguan
Selama Inpartu : Ibu mengatakan sejak merasakan kenceng-
kenceng istirahatnya terganggu
4) Personal Hygiene
Selama Hamil : Ibu mengatakan mandi 2x sehari, gosok gigi 2x
sehari bersamaan dengan mandi, keramas 3x
seminggu, ganti pakaian 2x sehari ganti celana
dalam tiap selesai mandi/bila terasa basah.
Setelah BAK dan BAB ibu selalu
membersihkan genetalianya dengan air bersih
dan sabun dari depan ke belakang. Ibu rutin
membersihkan payudaranya dengan baby oil
tiap kali mandi
Selama Inpartu : Ibu mengatakan mandi terakhir tanggal 30-10-
2012 pukul 06.00 WIB, saat mandi ibu sudah
gosok gigi dan ganti pakaian dalam dan luar
5) Aktivitas
Selama Hamil : Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, biasanya
mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari
seperti memasak, menyapu, menyiapkan
makanan, mengurus anak, mencuci dengan
dibantu suami.
Selama Inpartu : Ibu hanya berbaring saja di tempat tidur
6) Kehidupan Seksual
17

Selama hamil : Ibu mengatakan selama hamil mengurangi


frekuensi berhubungan yaitu menjadi sekali seminggu, terakhir
berhubungan 1 minggu yang lalu.
7) Riwayat Ketergantungan
Ibu mengatakan sebelum dan selama hamil tidak pernah merokok,
namun suami terkadang merokok. Ibu juga tidak terbiasa minum
jamu tradisional, minum-minuman keras, obat-obatan terlarang.
8) Latar belakang Sosial Budaya
Ibu mengatakan tidak ada kebiasaan berpantang terhadap makanan
tertentu selama hamil ibu tidak pernah minum jamu. Dalam
keluarga masih ada tradisi selamatan bayi baru lahir 5 hari, 3 bulan
dan 7 bulanan. Tidak melakukan pijat di daerah perut. Pengambil
keputusan dalam keluarga adalah suami, termasuk juga keputusan
klinik
9) Data Psikososial dan spiritual
- Psikososial
Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya, begitu juga
dengan suami dan keluarga, semuanya berharap proses
persalinan berjalan lancar. Ibu sudah di beri penjelasan oleh
bidan yang merujuk mengenai keadaan diri dan bayinya,
namun ibu masih sering bertanya mengenai keadaan diri dan
bayinya ke bidan ruang bersalin.
- Spiritual
Ibu dan suami beragama islam, tekun beribadah, sholat 5
waktu. Suami dan keluarga terus berdoa untuk keselamatan ibu
dan bayi
2. Data Objektif
a. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan Umum: agak lemah.
Kesadaran : Composmentis
18

2) Tanda-tanda vital:
T = 140/90 mmHg S = 367 0C
N = 88 x/mnt Rr = 22 x/mnt.
3) TB : 158 cm
BB sebelum hamil : 59 kg
BB sekarang : 74 kg
LILA : 25 cm
b. Pemeriksaan Umum
Kepala
Rambut : warna hitam, bersih, tidak mudah rontok, tidak
berketombe, penyebaran rambut merata, tidak ada luka di kulit
kepala
Muka : Tidak sembab, tidak pucat, saat his ibu menyeringai dan
wajah tampak tegang
Mata : Bentuk simetris, kelopak mata tidak oedem, sklera putih,
conjunctiva palpebra merah muda
Hidung : Tidak ada polip, tidak ada secret, bersih
Telinga : Bersih, tidak ada serumen, fungsi pendengaran baik
Mulut : Bibir lembab, tidak pecah-pecah, mulut bersih, tidak ada
stomatitis, gusi tidak berdarah, tidak ada caries gigi
Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid, tidak ada
pembengkakan kelenjar limfe dan tidak ada bendungan vena
jugularis
Dada
Inspeksi : Simetris, pernafasan teratur, tidak ada tarikan
intercosta berlebihan
Auskultasi : Bunyi jantung normal, tidak ada suara
wheezing/ronchii
Payudara : Simetris, tidak ada benjolan abnormal pada
payudara dan terdapat hiperpigmentasi pada
19

areola dan papilla mammae, puting susu


menonjol dan bersih, kolostrum sudah keluar +/+
Abdomen
Inspeksi : Pembesaran perut membujur sesuai usia kehamilan,
terdapat linea nigra dan striae albicans, tidak ada luka bekas
operasi
Palpasi TFU Mc Donald : 31 cm
TBJ : 3100 gram
Leopold I : TFU 3 jari bawah px, pada fundus teraba bagian lunak,
kurang bundar dan tidak melenting
Leopold II : Pada perut bagian kiri teraba bagian yang keras dan
memanjang seperti papan dan pada perut bagian kanan teraba
bagian kecil janin
Leopold III : Pada bagian terendah teraba bulat, keras, tidak bisa
digoyangkan
Leopold IV : Tangan pemeriksa konvergen, kepala masuk 1/3
bagian dalam PAP, penurunan kepala 3/5
His sering 4x dalam 10 menit, lama 50-60 detik, intensitas kuat dan
teratur
Auskultasi : DJJ +, doppler 144x/menit (12.12.12) kuat dan teratur,
punctum maksimum 2 jari kiri bawah pusat sebelah kiri
Genetalia : Vulva vagina tidak oedem, tidak varises, tidak ada
condiloma matalata/akuminata, pengeluaran lendir campur darah
pervaginam +
Anus : Tidak ada hemoroid, bersih
Ekstremitas
Atas : bentuk simetris, tidak ada kelainan gerak/fungsi, oedem -/-
Bawah : bentuk simetris, tidak ada varises, reflek patella +/+,
oedem tungkai +/+
c. Pemeriksaan Dalam
Tanggal 30-10-2012 pukul 08.00 WIB
VT : v/v taa, 5 cm, eff 75 %, ket +, preskep, HII+ UUK Kiri depan,
tidak ada bagian janin yang terkemuka, sutura teraba terpisah, spina
20

ischiadica tidak teraba, ujung koksigeus dapat ditolak kebelakang,


sudut arcus pubis > 90
d. Pemeriksaan Laboratorium
Urine albumin +
e. Pemeriksaan Tambahan
Tidak terdapat sudut fibriae
Tidak ada undulasi fenomen
Ibu tidak merasa nyeri saat palpasi
f. Konsul Dr SPOG
Diagnosa : G3 P20002, hamil 39-40 minggu, tunggal, hidup, intrauterine,
situs bujur, habitus fleksi, posisi puki, presentasi kepala, keadaan ibu
baik, keadaan janin baik. Kala 1 fase aktif dilatasi maksimal dengan
PER
Terapi : Infus RL 500 cc
Dower Cateter
Injeksi MgSO4 20% dan 40 %
Antibiotik (viccilin inj) 1 gr
B. Analisa Data
No Masalah/diagnose Data dasar
1 G3P20002, hamil 39-40 minggu,DS :
tunggal, hidup, intrauterine, situs Ibu mengatakan hamil anak ke-3, usia
bujur, habitus fleksi, posisi puki, kehamilan 9 bulan.
presentasi kepala, keadaan ibu Ibu mengatakan HPHT : 22-01-2012, HPL
baik, keadaan janin baik. Kala 1 : 29-10-2012
fase aktif dilatasi maksimal Ibu mengatakan mulai merasakan kenceng
dengan PER. kenceng pada tgl 30-10-2012 pukul 02.00
WIB,dan merasakan kenceng-kenceng
yang semakin lama semakin sering pada
pukul 06.00 WIB. Kemudian
mengeluarkan lendir campur darah pada
pikul 07.00 WIB
DO :
KU agak lemah
Kesadaran composmentis
TTV
T : 140/90 mmHg
21

N : 88x/menit
R : 22x/menit
S : 367 C
TFU Mc Donald = 31 cm
TBJ : 3100 gram
Palpasi
Leopold I : TFU 3 jari bawah px, pada
fundus teraba bagian lunak, kurang
bundar dan tidak melenting
Leopold II : Pada perut bagian kiri teraba
bagian yang keras dan memanjang seperti
papan dan pada perut bagian kanan teraba
bagian kecil janin
Leopold III : Pada bagian terendah teraba
bulat, keras, tidak bisa digoyangkan
Leopold IV : Tangan pemeriksa
konvergen, kepala masuk 1/3 bagian
dalam PAP
Penurunan kepala 3/5
DJJ +, doppler 144x/menit (12.12.12) kuat
dan teratur, punctum maksimum 2 jari kiri
bawah pusat sebelah kiri
His sering 4x dalam 10 menit, lama 50-60
detik, intensitas kuat dan teratur
Genetalia : Vulva vagina tidak oedem,
tidak varises, tidak ada condiloma
matalata/akuminata, pengeluaran lendir
campur darah pervaginam +
Ekstremitas
Atas : bentuk simetris, tidak ada
kelainan gerak/fungsi, oedem -/-
Bawah : bentuk simetris, tidak ada
varises, reflek patella +/+, oedem
tungkai +/+
VT : v/v taa, 5 cm, eff 75 %, ket +,
preskep, HII+ UUK Kiri depan, tidak ada
bagian janin yang terkemuka, sutura teraba
terpisah, spina ischiadica tidak teraba,
ujung koksigeus dapat ditolak kebelakang,
sudut arcus pubis > 90
Pemeriksaan Laboratorium
Urine albumin +
Pemeriksaan Tambahan
Tidak terdapat sudut fibriae
22

Tidak ada undulasi fenomen


Ibu tidak merasa nyeri saat palpasi
Potensial terjadi Pre-Eklampsi S :
berat/ eklampsia Ibu mengatakan mempunyai penyakit darah
tinggi
O:
TTV
T = 140/90 mmHg
N = 88 x/mnt.
S = 367 0C
Rr = 22 x/mnt.
Terdapat oedem pada tungkai +/+
refleks patella (+) / (+).
His sering 4x dalam 10 menit, lama 50-60
detik, intensitas kuat dan teratur
Cemas Sehubungan kurangS :
pengetahuan mengenaiIbu sering bertanya mengenai keadaan diri
penyakitnya dan bayinya
O:
KU agak lemah
Wajah tampak tegang
Saat ada his ibu menyeringai
TTV
T : 140/90 mmHg
N : 88 x/menit
R : 22x/menit
S : 367 C

C. Diagnosa Kebidanan
G3P20002, hamil 39-40 minggu, tunggal, hidup, intrauterine, situs bujur, habitus
fleksi, posisi puki, presentasi kepala, keadaan ibu baik, keadaan janin baik.
Kala 1 fase aktif dilatasi maksimal dengan PER dengan masalah potensial
terjadi pre eklampsi berat/ eklampsi dan cemas sehubungan kurang
pengetahuan mengenai penyakitnya

D. Perencanaan
1. Diagnosa
23

G3P20002, hamil 39-40 minggu, tunggal, hidup, intrauterine, situs bujur,


habitus fleksi, posisi puki, presentasi kepala, keadaan ibu baik, keadaan
janin baik. Kala 1 fase aktif dilatasi maksimal dengan PER
Tujuan : Keadaan ibu dan janin baik, PEB tidak terjadi.
Kriteria :
- His adekuat frekuensi 4-5 x dalam 10 lama 50-60
- DJJ kuat teratur 120-160 x/mnt.
- Ibu dapat mengejan dengan baik.
- Lama kala I tidak boleh lebih dari 6 jam.
- Lama kala II tidak boleh lebih dari 1 jam.
- Bayi lahir spontan dengan AS 7-10 pada menit 1 dan 5.
- Kala III tidak lebih dari 30 menit.
- Perdarahan tidak lebih dari 500 cc.
Intervensi :
a. Jelaskan tentang pengertian, penyebab, tanda gejala, dan penanganan
pre eklampsi
R/ Ibu akan kooperatif selama tindakan sehingga memudahkan
tindakan selanjutnya.
b. Berikan ibu untuk informed consent dan minta tanda tangan klien.
R/ Informed consent adalah bukti persetujuan medis yang akan
dilaksanakan sebagai pegangan tenaga kesehatan dalam
melaksanakan tindakan medis terhadap klien.
c. Berikan rasa nyaman pada ibu dengan menyeka keringat, memberikan
minum dan memberikan masase ringan pada punggung.
R/ Perhatian petugas meningkatkan rasa percaya klien.
d. Lakukan VT 4 jam lagi atau jika ada indikasi.
R/ Mengetahui kemajuan persalinan dan menentukan tindakan
selanjutnya.
e. Anjurkan ibu berbaring ke kiri.
R/ Mengurangi tekanan pada vena cafa inferior.
24

f. Anjurkan ibu napas panjang saat ada his.


R/ Mencegah terjadinya oedema portio.
g. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital tiap 2 jam.
R/ Perubahan tanda-tanda vital petunjuk awal tentang kondisi ibu dan
janin dan penanganan dapat secepatnya diberikan.
h. Observasi CHBPK (Cortonen, His, Bandl, Pembukaan, Ketuban)
R/ Memantau kondisi ibu dan janin.
i. Siapkan partus set
R/ Mempersiapkan peralatan lebih awal memudahkan dalam
melakukan tindakan
j. Kolaborasi dengan dokter spesialis ObGyn, untuk pemberian:
- Infus RL 500 cc
- Dower Cateter
- Injeksi MgSO4 (40% dan 20%).
- Antibiotik (vicillin inj.) 1 gr.
2. Masalah : Potensial terjadi pre-eklampsia berat / eklampsia.
Tujuan : pre-eklampsia berat / eklampsia tidak terjadi.
Kriteria hasil:
- Kala II berlangsung tidak lebih dari 1 jam.
- KU baik, TD = 130-140 mmHg (systole), 90-100 mmHg (diastole).
- Refleks patela (+) / (+).
- Urine tidak boleh kurang dari 30 cc/jam.
- Tidak timbul kejang.
Intervensi :
a. Anjurkan ibu untuk mengurangi gerakan yang berlebihan.
R/ Aktivitas/gerakan berlebihan merupakan stimulus untuk timbulnya
kejang, karena his persalinan merupakan rangsang yang kuat.
Membatasi gerak upaya meminimalkan timbulnya stimulus.

b. Ukur tekanan darah dan denyut nadi tiap 2 jam.


R/ Peningkatan tekanan darah dan denyut nadi pada menyebabkan
kelainan.
25

c. Observasi his tiap 10 menit dan DJJ tiap 30 menit.


R/ Mengetahui adanya keadaan janin, kemajuan persalinan,
mendeteksi adanya kelainan.
3. Masalah : Cemas
Tujuan : Cemas Berkurang.
Kriteria hasil:
- Ibu tampak tenang.
- TTV dalam batas normal
T : 100/70 mmHg-130/90 mmHg
N : 70-90 x/menit
S : 36-375C
R : 16-24 x/menit
Intervensi :
a. Dampingi ibu dan Beri Support mental
R/ Akan menambah semangat dalam menghadapi persalinan dan
dengan berdoa akan menambah keyakinan sehingga ibu merasa
tenang.
b. Anjurkan ibu untuk terus berdoa.
R/ Dengan berdoa akan menambah keyakinan sehingga ibu merasa
tenang.
c. Observasi tanda-tanda vital tiap 2 jam.
R/ Keadaan cemas dapat merangsang pengeluaran adrenalin yang
dapat mempengaruhi TTV
E. Pelaksanaan
Tanggal 30 Oktober 2012, pukul 08.30 WIB
a. Menjelaskan tentang pengertian, penyebab, tanda gejala, dan
penanganan pre eklampsi. Pre eklampsi adalah penyakit dengan tanda-
tanda hipertensi, bengkak/edema, dan protein urin yang timbul karena
kehamilan, Penyebab dari pre eklampsi/ eklampsi sampai sekarang
belum diketahui. Pre eklampsi sendiri di bagi menjadi 2 golongan : pre
eklampsi ringan dan pre eklampsi berat. Pre eklampsi yang disertai
26

dengan kejang disebut eklampsi. Tanda Gejala pre eklampsi ringan :


tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi rebah
terlentang/ tidur berbaring atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau
lebih, kenaikan sistole 30 mmHg atau lebih, Edema/bengkak umum,
kaki, jari tangan, muka atau kenaikan BB 1 kg atau lebih perminggu,
Proteiurin 1+ atau 2+. Sedangkan Pre eklampsi Berat : tekanan darah
160/110 mmHg atau lebih, Protei urine 5 gr atau lebih perliter,
Oliguria = jumlah urin kurang dari 500 cc/ 24 jam, Adanya angguan
serebral, gangguan visus dan rasa nyeri di epigastrium, adanya edema
paru atau sianosis. ibu dengan Pre Eklampsi sebaiknya memilih
persalinan di rumah sakit.
Untuk Penanganan Umum :
Beri Obat antikonvulsan
Beri oksigen 4-6 liter per menit
Jika tekanan diastolik tetap lebih dari 110 mmHg, berikan obat
antihipertensi sampai tekanan diastolik diantara 90-100 mmHg
Pasang infus dengan jarum besar
Ukur keseimbangan cairan, jangan samapai terjadi overload
Katerisasi urin untuk memantau pengeluaran urin dan protein urin
Jika jumlah urin kurang dari 30 ml perjam hentikan MgSO4 dan
berikan cairan IV NaCL atau RL pada kecepatan 1 liter per 8 jam
Jangan tinggalkan pasien sendiri
Observasi TTV dan DJJ
b. Memberikan dan meminta tanda tangan surat persetujuan tindakan
(inform consent)
c. Menyeka keringat dengan sapu tangan, memberikan minum minum
saat his mereda dan memasase punggung ketika ada his.
d. Menganjurkan ibu berbaring miring kekiri
e. Menganjurkan ibu untuk menarik nafas panjang saat ada his
f. Mengobservasi his tiap 10 menit
27

g. Menyiapkan partus set


h. Menganjurkan ibu untuk mengurangi gerakan agar tidak terjadi kejang
i. Mendampingi ibu dan memberi Support mental
j. Menganjurkan ibu untuk terus berdoa
k. Melakukan kolaborasi dengan dokter Obgyn untuk pemberian:
- Infus RL 500 cc 20 tetes/menit
- Dower Cateter
- Injeksi MgSO4 20% dan 40% pukul 08.30 WIB
- Antibiotik (vicillin inj.) 1 gr.
Pukul 08.30 WIB skin test, hasil ibu tahan dengan viccilin, tidak
terjadi alergi
Pukul 08.45 WIB Vicillin dimasukkan IV.

Catatan Perkembangan
Tanggal 30-10-2012 Pukul 10.00 WIB
S : Ibu mangatakan kenceng-kencengnya semakin sering dan kuat, Ibu
mengatakan ingin mengejan dan sudah tidak tertahankan lagi
O : Wajah ibu berkeringat dan tampak merah
KU baik, kesadaran composmentis
TTV
T = 130/90 mmHg
N = 84 x/mnt.
S = 365 0C
Rr = 20 x/mnt
His sering kuat dan teratur 5x dalam 10 menit lama 50-60detik
DJJ kuat dan teratur 12.12.12 = 144x/menit
Perineum menonjol, Vulva vagina dan anus membuka
- VT: v/v tidak ada tumor, tidak ada varises, tidak ada condiloma
accuminata dan condiloma matalata, tidak ada pembengkakan
kelenjar bartolini dan kelenjar skene, portio tidak teraba, pembukaan
10 cm, eff 100 %, ket +, preskep H IV, UUK Kidep, sutura teraba
28

terpisah, tulang-tulang kepala janin terpisah, tidak ada bagian kecil


janin disamping kepala, koksigis dapat ditolak ke belakang.
- Palpasi perlimaan jari 0/5
A : G3P20002,, inpartu kala II, KU Ibu dan janin baik dengan PER
P : - Memberitahu hasil pemeriksaan bahwa pembukaan lengkap, ketuban +
- Menyiapkan alat, ibu dan diri sendiri, serta tempat persalinan
- Memantau DJJ tiap selesai HIS, DJJ normal
- Melakukan amniotomi
- Memimpin Ibu menekan saat ada His dan memberi ma/mi saat tidak ada
his (his reda)
- Memberi dukungan, pujian bila ibu meneran dengan baik
- Menolong kelahiran bayi mulai dari kepala, bahu, badan, tangan, kaki,
dengan sangga susur
- Menilai bayi dengan cepat dengan 2 pertanyaan (0-30 detik) : menangis
spontan, gerakan aktif
- Melakukan penanganan BBL
Tanggal 30-10-2012 pukul 10.15 wib
S : Ibu mengatakan sudah lega dan senang karena bayinya sudah lahir
O : - Ibu tampak tenang
- Bayi baru lahir spontan belakang kepala pukul 10.15 WIB, bayi aterm,
jenis kelamin perempuan, langsung menangis, pergerakan aktif,
caput/cephal - , cacat/kelainan - , Anus + , AS 8-9
A : BBL normal
P : - Meletakkan bayi diatas kain yang bersih dan kering
- Mengeringkan tubuh bayi dengan segera
- Menjepit dan memotong tali pusat
- Mengikat tali pusat dengan kuat
- Melakukan penatalaksaan awal resusitasi BBL (hangatkan, atur posisi,
isap lender, keringkan)
- Mengganti kain yang basah dengan kain yang kering dan bersih
- Mengukur antropometri bayi meliputi BB, TB, LIKA, LIDA, LILA
29

Tanggal 30-10-2012 Pukul 10.20 WIB


S : Ibu mengatakan perutnya agak mules
Ibu menanyakan apakah ari-ari sudah keluar
O : - TFU setinggi pusat
- Uterus keras, bundar
- Kandung kemih kosong
- Tali pusat memanjang, keluar darah sedikit-sedikit
- AS bayi 8-9
A : P30003, masuk kala III, KU Ibu dan bayi baik
P : - Melakukan palpasi pada fundus uteri untuk memastikan tidak ada janin
yang kedua
- Menginjeksikan oksitosin 10 IU secara IM
- Pada saat ada HIS melakukan PTT sambil merasakan adanya tahanan
- Melahirkan placenta setelah tidak ada tahanan-tahanan sesuai sumbu
jalan lahir
- Masase uterus 15 detik dan uterus berkontraksi terus
Tanggal 30-10-2012 pukul 10.30 WIB
S : Ibu mengatakan sangat lega karena bayi dan ari-arinya sudah lahir
O : - TFU 2 jari bawah pusat
- Uterus keras dan bundar
- Plasenta lahir spontan
- Kandung Kemih kosong
- Perdarahan 200 cc
- TTV : TTV.
T : 130/90 mmHg
N : 84 x/menit
R : 20 x/menit
S : 36,5 oC
A : Ibu P30003, masuk kala IV KU baik
P : - Memeriksa kelengkapan placenta berat 300 gram, diameter 20 cm,
tebal 2 cm permukaan halus licin, kotiledon lengkap, selaput ketuban
30

utuh, tidak ada pembuluh darah yang terputus, insersi sentralis,


panjang tali pusat 50 cm.
- Mengevaluasi pendarahan dan laserasi jalan lahir, tidak ada
pendarahan aktif, terdapat laserasi pada vagina derajat II
- Melakukan penjahitan
- Memandikan ibu
- Dekontaminasi alat dan lahan persalinan
- Mengajari Ibu cara memeriksa CU dan cara mesase fundus uteri
- Mengobservasi Tensi, nadi, TFU, CU, Kandung Kemih dan
pendarahan tiap 15 menit dalam 1 jam pertama PP dan tiap 30 menit
pada 1 jam berikutnya, suhu tiap 1 jam dalam 2 jam PP
- Menganjurkan Ibu untuk makan/minum
- MgSO4 dilanjutkan pukul 13.00 WIB
- Menganjurkan Ibu/keluarga untuk memanggil bidan jika terjadi
pendarahan abnormal/banyak, Ibu demam tinggi dan Ibu merasa
pusing.
- Melengkapi dokumentasi/partograf

DAFTAR PUSTAKA
31

Doengoes Marilynn E. 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi. EGC: Jakarta.

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana. EGC: Jakarta.

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri I. EGC: Jakarta.

Prawirohardjo, Sarwono, 2006. Ilmu Kebidanan, YBP-SP: Jakarta.

Rauf, Dr. Syahrul, Sp.Og, dkk. Pre-Eklampsia ringan.


http://www.geocities.com/klimkobgin/kelainan_kehamilan/pre-eklampsia-
eklampsia.htm.
LEMBAR PERSETUJUAN

Makalah ini telah disetujui untuk dihadapkan Tim Penguji dalam rangka
persyaratan untuk kenaikan pangkat dari golongan III B ke golongan III C

Mengetahui,

Kepala Puskesmas Takeran

dr. HENDRO YUWONO


NIP. 19581019 199011 1 001

ii
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah


memberikan rahmat serta Hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah Asuhan kebidanan pada Ny S G3P20002 Usia kehamilan 39-40 minggu
Bersalin dengan Pre Eklampsi Ringan di PONED Puskesmas Takeran.
Penulis menyadari adanya kekurangan dan keterbatasan dalam penyusunan
makalah ini, namun penulis mendapatkan banyak masukan dan bimbingan dari
berbagai pihak. Untuk itu penulis sampaikan banyak terimakasih kepada:
1. Bapak dr. Hendro Yuwono, selaku kepala Puskesmas Takeran yang telah
member izin pengambilan data kepada penulis.
2. Klien yang telah berpartisipasi dalam makalah ini.
3. Kepada seluruh rekan PONED Puskesmas Takeran.
4. Rekan-rekan Puskesmas Takeran dan semua pihak yang telah memberikan
masukan dan dukungannya.
Penyusun menyadari banyak kekurangan pada penyusunan makalah ini,
oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi penyempurnaan karya tulis selanjutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca
pada umumnya.

Magetan, Oktober 2012

Penulis

iii
DAFTAR ISI

JUDUL HALAMAN...................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... ii
KATA PENGANTAR.................................................................................... iii
DAFTAR ISI.................................................................................................. iv
BAB I TINJAUAN TEORI
A. Pengkajian.................................................................................... 1
B. Diagnosa Kebidanan.................................................................... 5
C. Perencanaa................................................................................... 5
D. Implementasi................................................................................ 10
E. Evaluasi........................................................................................ 10
BAB II TINJAUAN KASUS
A. Pengkajian data............................................................................ 12
B. Analisa data.................................................................................. 20
C. Diagnosa kebidanan..................................................................... 22
D. Perencanaan................................................................................. 23
E. Pelaksanaan.................................................................................. 25
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 31

iv
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU Ny S G3P20002 UK 39-40 MINGGU
BERSALIN DENGAN PRE EKLAMPSI RINGAN
DI PONED PUSKESMAS TAKERAN

OLEH :

TRI SULISTYAWATI, SST


NIP. 19690909 199001 2 003

BIDAN PUSKESMAS TAKERAN


KECAMATAN TAKERAN
KABUPATEN MAGETAN

2013