Anda di halaman 1dari 3

MALAM MINGGU YANG MENEGANGKAN

Halo nama gue Ronald Ivan Wijaya, tapi lu bisa panggil gue Ronald. Yang harus kalian tau gue
adalah seorang pelajar SMA yang menjalani kehidupan gue yang luar biasa ini dengan kebebasan
sebagai seorang jomblo. Buat jomblo kayak gue malam minggu itu bukan malam yang
membosankan meskipun gue gak punya pacar tapi buat gue malam minggu itu seperti
menghabiskan banyak kegiatan dengan keluarga, teman dan membantai tugas-tugas. Banyak
para jomblo liar di luar sana yang takut sama yang namanya malam minggu, bagi gue malam
minggu selain melakukan semua kegiatan yang gue sebutin di atas, malam minggu adalah saat
dimana gue harus melakukan banyak hal seperti menyalamatkan bumi dari para alien yang
berambisi ingin menguasai dunia dan menjadikan kita budaknya, ternyata kehidupan gue sulit
juga ya, oh salah itu kehidupan para Ultraman, maaf-maaf. Oke gue lurusin ya kehidupan gue
emang keren seperti hari ini, setelah pulang sekolah gue harus memikirkan ribuan tugas yang
ingin memangsa gue dan malam ini gue harus menyiapkan banyak amunisi untuk membunuh
ribuan tugas ini, pertama-tama gue harus bertarung melawan tugas cerpen yang menurut data
yang gue dapat dia memiliki ribuan senjata yang belum di ketahui dan siap untuk menghabisi
nyawa gue.

Saat gue melihat data terperinci tentang tugas cerpen ini gue mulai gemeteran dan tak yakin
untuk menghadapinya malam ini, dengan menguatkan tekad baja dan menyewa ninja-ninja
terbaik dari konoha untuk mendampingi gue malam ini gue siap menghadapinya. Dengan merasa
yakin bahwa gue bakal bisa membunuh tugas ini, gue pulang dengan gaya bagaikan superhero
yang siap menghadapi ribuan monster tak terkalahkan.

Gue pulang dengan motor yang selalu mendampingi gue kemana pun dan gue harus mengingat
jasa-jasanya. Motor, terima kasih karena elu telah menemani gue selama ini dalam ke adaan
suka maupun senang, mungkin ini perjalanan terakhir gue karena sesampai gue di rumah gue
akan menghadapi tugas cerpen yang gue gak tau gue bakal selamat atau tidak kata gue. Setelah
itu gue langsung berangkat untuk menghadapi misi sulit ini.

Sesampai di rumah entah kenapa gue merasa tiba-tiba udara terasa seperti mencekik gue, langit
menjadi gelap dan suara guntur dimana-mana. Pintu rumah kali ini terbuka lebar sehingga dari
luar terlihat begitu gelap ruang tamu yang menghiasi rumah gue. Aku pulangkata gue dan tak
ada terdengar balasan salam gue dari dalam rumah, sehingga gue harus mengucap salam ini
sampai 3 kali, gue mulai merasa cemas apa mungkin ribuan tugas gue yang berada di dalam
rumah sudah memakan keluarga gue? Saat mulai memasuki rumah gue berdoa seraya berharap
semoga semua baik-baik saja.
Saat memasuki ruang tamu semua terlihat biasa dan gue harap ini sebuah pertanda yang baik
karena gue takut malam minggu ini bisa menjadi lebih buruk lagi dengan tidak adanya
keberadaan keluarga gue. Lalu gue berjalan memasuki ruang keluarga, entah kenapa suasana
begitu tenang sampai-sampai gue bisa mendengar suara detak jantung gue. Ternyata ada kakak
gue yang bernama Robby tapi sering dipanggil Bobby ya mungkin itu nama dari teman-
temannya. Tapi kalo gue panggil dia koko(harusnya: ge ge) yang artinya kakak laki-laki.
Langsung saja gue tanyakan apakah bapak dan ibu ada di rumah. Tidak ada katanya. Oke gue
langsung memasuki kamar sambil berkata Jangan ganggu gue malam ini karena hari ini ada
misi dari agen rahasia untuk membunuh para monster dari wilayah yang belum di ketahui dia
hanya menatap gue sambil memasang muka aneh.

Gue langsung memasuki kamar, suasana kamar langsung berubah 180 derajat dari suasana yang
menyenangkan berubah menjadi suasana yang mencengkamkan dan gue merasa bahwa langit-
langit dan tembok mulai mendekati gue seakan-akan ingin menjepit tubuh ini, dan gue gak bisa
melihat apapun yang ada di sekitar gue, gue langsung berteriak meminta bantuan. Koko, tolong
disini gelap sekali apa yang terjadi dengan kamar?. Kakak gue langsung masuk dan menyelamat
kan gue dan menekan tombol untuk menyalakan lampu yang ada di kamar gue. Makanya masuk
kamar langsung nyalain lampu kamarnya kata kakak gue. Oh iya lupa, maaf-maaf pantes
gelap gue langsung menyuruh dia segera keluar sambil berkata Ngapain masuk kamar? Kan
tadi udah di bilang jangan ganggu gue malam ini. Kakak gue langsung pergi dengan memasang
muka jengkel.

Setelah kakak gue keluar, gue merasa inilah waktunya untuk menjalankan misi yang Ultraman
sendiri gak bisa menyelesaikannyua dan tidak ada satupun alat canggih dari alat Doraemon yang
bisa membantu gue, bahkan sebuah pelukan seekor Teletubies tidak cukup untuk saat ini. Ya, jadi
gue mulai mengambil tugas mengerikan itu dari atas tumpukan tugas yang siap untuk di bantai
oleh gue. Tiba-tiba saja tumpukan tugas itu menyerang gue dan gue langsung menggunakan jurus
seribu langkah ke belakang. Gue lupa menyiapkan perbekalan untuk menaklukan monster cerpen
ini, langsung saja gue memanggil beberapa petarung terkuat gue seperti netbook, buku catatan,
botol minum dan pasangannya si tutup botol, tidak lupa gue juga melengkapi tubuh gue dengan
senjata tersakti yang gue miliki seperti pedang pensil, tombak pulpen dan tameng penghapus.

Kali ini gue merasa yakin bisa menaklukan tugas cerpen yang begitu mengerikan. Dengan gagah
gue berjalan dengan petarung-petarung terbaik di samping kanan kiri gue. Langsung saja gue
maju ke depan monster itu sambil menatapnya dan menghunuskan pedang pensil ke hadapannya
gue berteriak Semuanya serang!!

Netbook langsung maju kehadapan monster cerpen dan bertarung dengannya, gue
mengomandokannya dari belakang apa yang harus dia lakukan. Netbook menyala, lalu
keluarkan kurungan Microsoft Word untuk mengalahkannya Kata gue sambil mengeluarkan
ramuan imajinasi dari dalam kantung. Kurungan Microsoft Word pun mengurung monster cerpen
dan monster cerpen tidak bisa pergi kemana-mana. Ramuan imajinasasi dan beberapa bumbu
pengalaman pribadi gue langsung gue jadiin satu dalam kuali karya untuk mengalahkan monster
cerpen. Tapi semua campuran resep itu tidak terlalu mempengaruhi monster cerpen, netbook pun
tak kuat untuk menahan amukan monster ini. Gue langsung bertarung satu lawan satu dengannya
berbagai memori tentang pengalaman pribadi gue munculkan untuk bergabung dengan imajinasi
dari pengalaman saat gue masih sd hingga smp, mulai dari gue suka dora the explorer sampai
gue bingung kenapa dulu bisa suka. Semua memori dan imajinasi itu tidak cukup kuat untuk
menandingi kekuatan dan kesulitan monster tugas cerpen. Entah kenapa tiba-tiba suasana
berubah udara menjadi dingin dan tercium bau kekalahan dalam kamar gue. Panggilan dari kasur
pun tak mengelakkan, saat gue lengah monster cerpen menyerang dengan jurus mautnya dan gue
pingsan seketika dalam pelukan sang kasur.

Begitulah malam minggu gue kali ini, mungkin gak semesra malam minggu lu semua yang
punya pacar tapi malam minggu gue cukup keren menurut gue. Jomblo bukan berarti gak bisa
menuangkan rasa kasih sayangnya walau bukan sama pasangannya tapi gue punya keluarga yang
harus gue sayangi karena keluarga dan juga teman-teman gue. Keluarga dan teman ada pengaruh
besar dalam hidup gue, gue dapat banyak pengalaman dan pelajaran dari mereka.

Nama : Ronald Ivan Wijaya

Kelas : XI-IPA-A

No. Urut: 23