Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KIMIA ZAT PADAT

POLIMER KARET ALAM DAN NILON

Disusun oleh:

Kelompok 7

Diah Anggraini (06101281419023)


Dwi Anggraini (06101381419056)
Robiatul Adawiyah (06101381419050)
Tri Rahmasari (06101381419057)

Dosen Pengampu:
Drs. M. Hadeli L., M.Si.
NIP 196308181990031002

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2016/2017
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ 3
BAB I........................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN........................................................................................................... 4
B. RUMUSAN MASALAH......................................................................................... 4
C. TUJUAN PENULISAN........................................................................................... 5
D. MANFAAT PENULISAN......................................................................................... 5
BAB II.......................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN............................................................................................................. 6
A. POLIMER............................................................................................................ 6
1. Polimer Alam.................................................................................................... 6
2. Polimer sintesis.................................................................................................. 7
B. KARET................................................................................................................. 7
A. Sejarah Karet........................................................................................................ 7
B. Karakteristik..................................................................................................... 8
C. Jenis dan Manfaat Karet Alam.................................................................................. 9
a. Karet Alam Konvensional......................................................................................... 9
b. Lateks Pekat........................................................................................................ 10
c. Karet bongkah (block rubber)..................................................................................10
d. Karet spesifikasi teknis (crumb rubber)......................................................................10
e. Tyre rubber......................................................................................................... 10
f. Karet reklim (reclaimed rubber)................................................................................ 11
C. NILON......................................................................................................... 11
A. Sejarah Nilon.................................................................................................... 11
B. Karakteristik Nilon............................................................................................... 12
C. Reaksi Pembuatan Nilon...................................................................................... 13
D. Aplikasi Penggunaan Nilon...................................................................................13
BAB III....................................................................................................................... 15
PENUTUP................................................................................................................... 15
A. KESIMPULAN...................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 16

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami hanturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Polimer Karet Alam dan Nilon
untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Kimia Zat Padat.
Kami telah berusaha untuk menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Namun,
kami juga mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini yang kurang
berkenan di hati para pembaca. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca agar makalah ini dapat diperbaiki dengan lebih baik lagi.
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan kita
semua. Amin.

Palembang, 1 September 2016

Kelompok 7

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Polimer merupakan ilmu pengetahuan yang berkembang secara aplikatif. Kertas, plastik,
ban, serat - serat alamiah, dan juga yang lainnya merupakan produk - produk dari polimer.
Polimer merupakan ilmu yang sangat menarik untuk dapat dipelajari. Oleh karena itulah, sangat
dibutuhkan pengetahuan yang baik mengenai konsep-konsep dasar polimer, hal ini berguna
untuk dapat memahami dan mengembangkan ilmu polimer.
Polimer alam yang telah kita kenal sangat banyak yaitu antara lain selulosa, protein, karet
alam dan sejenisnya. Pada mulanya manusia menggunakan polimer alam hanya untuk
membuat perkakas dan senjata, tetapi keadaan ini hanya bertahan hingga akhir abad
19 dan selanjutnya manusia mulai memodifikasi polimer menjadi plastik. Plastik
yang pertama sekali dibuat secara komersial adalah nitroselulosa. Material plastik
telah berkembang pesat dan sekarang mempunyai peranan yang sangat penting dibidang
elektronika, pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik,
mainan anak-anak dan produk-produk industri yang lainnya.
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan.
Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea
brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks
dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin),
sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila).
Nilon adalah kopolimer kondensasi dibentuk dengan mereaksikan bagian yang sama dari
sebuah diamina dan asam dikarboksilat, sehingga amida yang terbentuk pada kedua ujung
masing-masing monomer dalam proses analog dengan polipeptida biopolimer .
Karet dan nilon sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk itu dalam makalah
ini akan mengulas contoh polimer alami dan buatan, yakni karet dan nilon.

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun permasalahan pada pembahasan makalah ini antara lain :

4
1. Apa yang dimaksud dengan polimer?
2. Apay ang diketahui dan contohnya tentang karet alam?
3. Apa yang diketahui dan contohnya tentang nilon?

C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain :
1. Memberi penjelasan tentang polimer
2. Mengetahui tentang karet alam
3. Mengetahui tentang nilon

D. MANFAAT PENULISAN
Manfaat penulisan makalah ini:
1. Mempertajam analisa penulisan.
2. Memahami bagaimana cara penulisan makalah
3. Mengetahui isi tentang karet alam dan nilon

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. POLIMER
Polimer merupakan suatu bahan yang terdiri dari unit molekul yang disebut monokmer.
Apabila monomernya sejenis maka polimer tersebut disebut homopolimer, dan apabila
monomernya berbeda maka akan menghasilkan kopolimer.
Polimerisasi adalah reaksi pembentukan rantai polimer organik yang panjang dan berulang.
Polimerisasi digolongkan ke beberapa sistem: sistem adisi-kondensasi dan sistem pertumbuhan
rantai bertahap. Bentuk lain dari polimerisasi adalah polimerisasi membuka cincin yang serupa
dengan polimerisasi rantai. Polimer alamiah mencakup protein seperti sutera, enzim dan serat
otot. Polimer disebut juga makromolekul. Polimer adisi contohnya: polietilena, teflon, PVC.
Polimer kondensasi contohnya : nilon, kevlar, silikon rubber, dan poliester.
Dari berbagai jenis polimer yang banyak kita jumpai, polimer dapat digolongkan
berdasarkan asalnya, pembuatannya, jenis monomer, sifatnya terhadap panas dan reaksi
pembentukannya.

1. Polimer Alam
Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam dan berasal dari makhluk hidup.

No Polimer Monomer Polimerisasi Contoh


1. Pati/amilum Glukosa Kondensasi Biji-bijian, akar umbi
2. Selulosa Glukosa Kondensasi Sayur, Kayu, Kapas
3. Protein Asam amino Kondensasi Susu, daging, telur, wol,
sutera
4. Asam nukleat Nukleotida Kondensasi Molekul DNA dan RNA
(sel)
5. Karet alam Isoprena Adisi Getah pohon karet

6
2. Polimer sintesis
Polimer sintesis atau polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat di alam dan harus dibuat
oleh manusia.

No Polimer Monomer Terdapat pada


1. Polietena Etena Kantung, kabel plastik
2. Polipropena Propena Tali, karung, botol plastik
3. PVC Vinil klorida Pipa paralon, pelapis lantai
4. Polivinil alcohol Vinil alcohol Bak air
5. Teflon Tetrafluoroetena Wajan atau panci anti lengket
6. Dakron Metil tereftalat dan Pipa rekam magnetik, kain atau
etilena glikol tekstil (wol sintetis)
7. Nilon Asam adipat dan Tekstil
heksametilena diamin
8. Polibutadiena Butadiena Ban motor
9. Poliester Ester dan etilena glikol Ban mobil
10. Melamin Fenol formaldehida Piring dan gelas melamin
11. Epoksi resin Metoksi benzena dan Penyalut cat (cat epoksi)
alcohol sekunder

B. KARET

A. Sejarah Karet
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan.
Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea
brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks
dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin),
sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila), Euphorbiaceae lainnya, serta dandelion.
Pada masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan
karet. Sekarang, getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha), sedangkan lateks sawo
manila biasa dipakai untuk permen karet (chicle). Karet industri sekarang dapat diproduksi
secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan.

7
Pada dasarnya karet berasal dari alam yaitu dari getah pohon karet (atau dikenal dengan
istilah latex), maupun produksi manusia (sintetis). Saat pohon karet dilukai, maka getah yang
dihasilkan akan jauh lebih banyak. Sumber utama getah karet adalah pohon karet Para Hevea
Brasiliensis (Euphorbiaceae).
Pada dasarnya karet tidak hanya dapat diperoleh dari pohon Para (Hevea brasiliensis)
namun oleh karena pohon Para merupakan tanaman yang paling banyak ditanam khususnya
ditanam di kawasan Asia Tenggara yang sebagian besar merupakan kawasan penghasil karet
alam terbesar dunia maka, pohon Para identik dengan Pohon Karet. Selain pohon Para , ada juga
pohon pohon jenis lainnya yang dapat menghasilkan lateks.

B. Karakteristik
Karet alam memiliki sifat-sifat unggul dan sifat-sifat yang lemah sbb :
1. Karet alam bersifat keras dan elastis, tetapi akan melunak dan lengket bila berada pada
suhu yang tinggi dan mengeras dan padat pada suhu rendah.
2. Warnanya agak kecoklat-coklatan, tembus cahaya atau setengah tembus cahaya.
3. Memiliki daya elastisitas tinggi.
4. Memiliki ketahanan terhadap daya gesek dan kekuatan tensil rendah.
5. Tidak dapat larut dalam air, acetone, alkali.
6. Larut dalam larutan ether, karbon disulphide, karbon tetrakhloride, turpentine dan minyak
tanah.
7. Bila karet alam divulkanisasi akan memiliki sifat-sifat seperti tabel dibawah.
8. Vulkanisasi karet alam dilakukan dengan memanaskan karet alam dan dicampur dengan
(5%-8% belerang), zinc oxide (5%) dan accelerator (0.5%-1%) pada suhu 400-440 Kelvin sekitar
setengah jam. Semakin banyak belerang / sulfur ditambahkan maka karet akan semakin keras.

Karet Alam Karet Alam Yang telah Di Vulkanisasi


Lunak dan lengket pada suhu tinggi Keras tidak lengket pada suhu tinggi
Kekuatan tensil rendah dan tidak kuat Kekuatan tensil tinggi dan kuat
Daya pegas rendah Daya pegas tinggi
Hanya dapat digunakan pada Dapat digunakan pada temperatur dari
temperatur 10 - 60 derajat celcius. (minus) - 40 sampai 100 derajat Celcius
Resisten terhadap Abrasi Rendah Resisten Terhadap Abrasi Tinggi

8
Karet Alam Karet Alam Yang telah Di Vulkanisasi
Menyerap Banyak Air Menyerap Sedikit Air
Dapat cair di larutan ether, karbon
disuphide, carbon tetrachloride, Tidak dapat dilarutkan pada larutan biasa
petrol dan turpentine

C. Jenis dan Manfaat Karet Alam

a. Karet Alam Konvensional


Karet adalah bahan utama pembuatan Ban, beberapa alat-alat kesehatan, alat-alat yang
memerlukan kelenturan dan tahan goncangan. Dibeberapa tempat salah satunya perkebunan
karet di Jember biji karet bisa dijadikan camilan dengan proses tetentu, rasanya gurih namun
jangan berlebihan karena kadang membuat pusing kepala. Jenis-jenis karet sebagai berikut :
1. Ribbed smoked sheet (RSS) adalah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses
pengasapan dengan baik.
2. White crepe dan pale crepe adalah jenis crepe yang berwarna putih atau muda dan ada yang
tebal dan tipis.
3. Estate brown crepe adalah jenis crepe yang berwarna cokelat dan banyak dihasilkan oleh
perkebunan-perkebunan besar atau estate.
4. Compo crepe adalah jenis crepe yang dibuat dari bahan lump, scrap pohon, potongan-
potongan sisa dari RSS atau slab basah.
5. Thin brown crepe remilis adalah crepe coklat yang tipis karena digiling ulang.
6. Thick blanket crepes ambers adalah crepe blanket yang tebal dan berwarna coklat, biasanya
dibuat dari slab basah, sheet tanpa proses pengasapan dan lump serta scrap dari perkebunan atau
kebun rakyat yang baik mutunya. Scrap tanah tidak boleh digunakan.
7. Flat bark crepe adalah karet tanah atau earth rubber, yaitu jenis crepe yang dihasilkan dari
scrap karet alam yang belum diolah, termasuk scrap tanah yang berwarna hitam.
8. Pure smoked blanket crepe adalah crepe yang diperoleh dari penggilingan karet asap yang
khusus berasal dari RSS, termasuk juga block sheet atau sheet bongkah, atau dari sisa
pemotongan RSS. Jenis karet lain atau bahan bukan karet tidak boleh digunakan.
9. Off crepe adalah crepe yang tidak tergolong bentuk beku atau standar. Biasanya tidak dibuat
melelui proses pembekuan langsung dari bahan lateks yang masih segar, melainkan dari contoh-

9
contoh sisa penentuan kadar karet kering, lembaran-lembaran RSS yang tidak bagus
penggilingannya sebelum diasapi, busa-busa dari lateks, bekas air cucian yang banyak
mengandung lateks serta bahan-bahan lain yang jelek.

b. Lateks Pekat
Lateks pekat adalah jenis karet yang berbentuk cairan pekat, tidak berbentuk lembaran atau
padatan lainnya. Lateks pekat dijual di pasaran ada yang dibuat melalui proses pendidihan atau
creamed lateks dan melalui proses pemusingan atau centrifuged lateks. Biasanya lateks pekat
banyak digunakan untuk pembuatan bahan- bahan karet yang tipis dan bermutu tinggi.

c. Karet bongkah (block rubber)


Karet bongkah adalah karet lemah yang telah dikeringkan dan dikilang menjadi bandela-
bandela denga ukuran yang telah ditentukan. Karet bongkah ada yang berwarna muda dan setiap
kelasnya mempunyai kode warna tersendiri.

d. Karet spesifikasi teknis (crumb rubber)


Karet spesifikasi teknis adalah karet alam yang dibuat khusus sehingga terjamin mutu
teknisnya. Penetapan mutu juga didasarkan pada sifat-sifat teknis. Warna atau penilaian visual
yang menjadi dasar penentuan golongan mutu pada jenis karet sheet, crepe maupun lateks pekat
tidak berlaku pada jenis ini.

e. Tyre rubber
Tyre rubber adalah bentuk lain dari karet alam yang dihasilkan sebagai barang setengah jadi
sehingga bisa langsung dipakai oleh konsumen, baik untuk pembuatan ban atau barang yang
menggunakan bahan baku karet alam lainnya.

f. Karet reklim (reclaimed rubber)


Karet reklim adalah karet yang diolah kembali dari barang-barang karet bekas, terutama
ban-ban mobil bekas dan bekas ban-ban berjalan. Karenanya boleh dibilang karet reklim dalah
suatu hasil pengolahan scrap yang sudah divulkanisir. Biasanya karet reklim banyak dipakai
sebagai bahan campuran, sebab bersifat mudah mengambil bentuk dalam acuan serta daya lekat
yang dimilikinya

10
C. NILON

A. Sejarah Nilon
Nilon merupakan suatu keluarga polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace
Carothers di DuPont. Produk pertama adalah sikat gigi berbulu nilon (1938), kemudian
dilanjutkan dengan produk yang lebih dikenal: stoking untuk wanita pada 1940. Nilon dibuat dari
rangkaian unit yang ditautkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan
dengan poliamida (PA). Nilon merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial, dan
merupakan serat sintetik pertama yang dibuat seluruhnya dari bahan anorganik: batu bara, air,
dan udara. Elemen - elemen ini tersusun menjadi monomer dengan berat molekular rendah, yang
kemudian selanjutnya direaksikan untuk membentuk rantai polimer panjang.
Bahan ini ditujukan untuk menjadi pengganti sintetis dari sutra yang diwujudkan dengan
menggunakannya untuk menggantikan sutra sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat
memasuki Perang Dunia II pada 1941, yang menyebabkan stoking sulit diperoleh sampai perang
berakhir.
Nilon adalah kopolimer kondensasi dibentuk dengan mereaksikan bagian yang sama dari
sebuah diamina dan asam dikarboksilat, sehingga amida yang terbentuk pada kedua ujung
masing-masing monomer dalam proses analog dengan polipeptida biopolimer elemen kimia
termasuk adalah karbon , hidrogen , nitrogen , dan oksigen . Akhiran numerik menentukan
jumlah karbon yang disumbangkan oleh monomer-monomer, sedangkan diamina pertama dan
kedua diacid. Varian yang paling umum adalah nilon 6-6 yang mengacu pada fakta bahwa
diamina ( heksametilena diamina , IUPAC Nama: heksana-1 ,6-diamina ) dan diacid ( asam
adipat , IUPAC Nama: asam hexanedioic ) masing-masing menyumbangkan 6 karbon untuk
rantai polimer. Seperti biasa lainnya kopolimer seperti poliester dan poliuretan, terdiri dari satu
monomer masing - masing, sehingga mereka bergantian dalam rantai tersebut. Karena setiap
monomer dalam kopolimer ini memiliki sama kelompok reaktif pada kedua ujungnya, arah dari
ikatan amida membalikkan antara masing-masing monomer.

11
B. Karakteristik Nilon

a. Sifat Nilon
Variasi kilau: nilon memiliki kemampuan untuk menjadi sangat berkilau, semilustrous atau
membosankan.
Durabilitas: serat yang tinggi keuletan digunakan untuk sabuk pengaman, ban tali, kain
balistik dan penggunaan lainnya.
Elongasi tinggi
Ketahanan abrasi yang sangat baik
Sangat tangguh (kain nilon yang panas-set)
Membuka jalan untuk memudahkan perawatan pakaian
Resistensi tinggi terhadap serangga, jamur, hewan, serta bahan kimia cetakan, jamur,
membusuk dan banyak
Digunakan dalam karpet dan stoking nilon
Mencair bukan terbakar
Transparan terhadap cahaya inframerah

b. Parameter Nilai
Titik lebur 363-367
Kekerasan rockwell 106
Konduktivitas termal 2,01
Panas laten difusi 35,98
Koefisien ekspansi linier 5,055 x 10-5
Kekuatan tarik pada hasil 4496-4786
Koefisien gesekan 0,10-0,30
Kepadatan 1,15 g/cm3
Konduktivitas listrik 10-12 S/m

C. Reaksi Pembuatan Nilon


Polimer Kondensasi
Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang sama atau
monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi kadang-kadang disertai dengan
terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl.
Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi secara
adisi untuk membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang dibentuk akan
bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air dari atom-atom monomer.

12
Pada reaksi semacam ini, tiap monomer harus mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat
menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya dari rantai tersebut. Jenis reaksi polimerisasi ini
disebut reaksi kondensasi.
Dalam polimerisasi kondensasi, suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer bergabung
dengan gugus -OH dari ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air.
Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda yaitu 1,6 diaminoheksana dan asam
adipat yang umum digunakan untuk membuat jenis nylon. Nylon diberi nama menurut jumlah
atom karbon pada setiap unit monomer. Contoh lain dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah
bakelit yang bersifat keras, dan dracon, yang digunakan sebagai serat pakaian dan karpet,
pendukung pada tape audio dan tape video, dan kantong plastik.
Monomer yang dapat mengalami reaksi polimerisasi secara kondensasi adalah monomer-
monomer yang mempunyai gugus fungsi, seperti gugus -OH; -COOH; dan NH3.

D. Aplikasi Penggunaan Nilon

a. Industri Benang
Dengan ketahanan tarik tinggi kekuatan, kelelahan dan ketangguhan, satu aplikasi utama
untuk nilon 6 adalah dalam pembuatan benang industri. Adhesi unggul untuk karet membuat
sebuah media yang ideal untuk memproduksi kain, ban, kabel, media untuk memperkuat bias-ply
ban bus dan truk. Terlebih lagi, dapat dicampur dengan polietilena (PE), polimer lebih murah,
untuk menghasilkan biaya rendah benang industri tanpa secara signifikan menurunkan kualitas
produk akhir.

b. Tekstil
Nylon 6 digunakan secara luas dalam industri tekstil untuk memproduksi kain . Kain yang
terbuat dari nilon 6 adalah warna-warni dan ringan namun kuat dan tahan lama. Contoh pakaian :
kemeja, gaun, Kaus kaki, Pakaian dalam wanita, Jas hujan, Pakaian Ski, Jaket, Pakaian renang,
dll

c. Penyerapan UV
Nylon 6 film plastik sering diproduksi dengan kapasitas serapan UV, sebuah properti yang
bermanfaat signifikan dalam pengendalian penyakit virus menular. Industri lain yang
menggunakan nilon 6 film untuk serapan UV yang meliputi rekayasa, medis, dan pertanian.

13
d. Perlengkapan Rumah
Alas tidur, karpet, atap dan perkakas rumah lainnya.

e. Peralatan Industri
Tali Ban, Pipa karet, Alat pengangkutan, Ikat pinggang di pesawat, Parasut, Dawai-Dawai
Raket, Tali temali dan jaring, kantong tidur, kain terpal, tenda, benang, bulu sikat gigi.

14
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari unit-unit molekul yang biasanya disebut
monomer. Kemudian jika monomernya sejenis maka disebut homopolimer dan jika monomernya
berbeda maka akan menghasilkan kopolimer.
2. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah ban, beberapa alat-alat kesehatan, alat-alat yang
memerlukan kelenturan dan tahan goncangan.
3. Nilon adalah kopolimer kondensasi dibentuk dengan mereaksikan bagian yang sama dari
sebuah diamina dan asam dikarboksilat , sehingga amida yang terbentuk pada kedua ujung
masing-masing monomer dalam proses analog dengan polipeptida biopolimer. Elemen kimia
termasuk adalah karbon , hidrogen , nitrogen , dan oksigen. Contoh aplikasi dalam kehidupan
sehari-hari untuk industri benang, tekstil, perlengkapan rumah, peralatan industry.

15
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Reece-Mitchel. 2002. Biologi edisi kelima jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Heddy, S. 1990. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.

Fessenden, Ralph J. 1986. Kimia Organik edisi ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pine, Stanley H. 1988.Kimia Organik II terbitan keempat. Bandung: Penerbit ITB.

Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Suseno, Rs. Suwarti.1989. Pedoman Teknis Pengolahan Karet Sit Yang Diasap (Ribbed Smoked
Sit). Bogor: Balai Penelitian Perkebunan Bogor.

Tjitrosoepomo, H.S. 1998. Botani Umum. UGM Press.Yogyakarta.

Zuhra, Cut Fatima. 2006. Karet. Karya Tulis Ilmiah. Departemen Kimia Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara. Medan.

16