Anda di halaman 1dari 2

KEBIASAAN YANG DAPAT MEMBANTU MENCEGAH KELELAHAN DAN

KECEMASAN
Pernahkah anda mengalami kelelahan? Pernahkan anda mengalami
kecemasan? Saya kira setiap orang pernah mengalami hal tersebut
dengan segala masalah yang dialami. Apalagi kita sebagai mahasiswa
sering dihadapi dengan banyak tugas dan deadline yang harus
diselesaikan. Kadang kala dapat menyebabkan kita kelelahan karena
tugas yang tiada henti dan terus ada tugas baru setiap hari baik tugas
kampus maupun tugas organisasi yang kita geluti. Kecemasan juga
muncul ketika kita mendapatkan banyak tugas dan merasa tidak mampu
untuk menyelesaikan tugas tersebut secara tepat waktu. Untuk dapat
mencegah kelelahan dan kecemasan yang timbul tentu dapat dilakukan
dengan mengelola tugas tersebut agar tidak menumpuk. Salah satu
caranya dengan menciptakan kebiasaan kerja yang baik. Menurut Dale
Carnegie dalam buku yang berjudul Hidup Tanpa Cemas, saya mengutip
bagian empat kebiasaan kerja yang baik yang akan membantu mencegah
kelelahan dan kecemasan, antara lain:

No.1 Kebiasaan kerja yang baik yang pertama adalah bersihkan


meja anda dari semua hal kecuali yang berhubungan dengan
permasalahan yang sedang ditangani saat itu. Roland L.William,
Presiden Perusahaan Kereta Api Chicago dan Northwestern
mengatakan Seseorang yang mejanya penuh dengan tumpukan
kertas yang bermacam-macam akan bekerja lebih mudah dan lebih
akurat jika ia mau membersihkan mejanya dari semua hal selain
maslaah yang sedang ditanganinya.
Jika anda berkunjung ke perpustakaan Kongres di Washington D.C.,
anda akan menemukan kata-kata
Keteraturan adalah hukum pertama Surga
Hanya memandang saja kepada sebuah meja yang penuh dengan
tumpukkan kertas bermacam-macam sudah cukup menimbulkan
kebingungan, ketegangan, dan kecemasan. Hal ini lebih buruk lagi
dari itu. Terus-menerus mengingat tentang sejuta hal yang harus
dilakukan dan tidak ada waktu untuk mengerjakan bisa
mencemaskan anda maka dari itu, sebaiknya agar kecemasan dapat
dicegah ada baiknya anda merapikan meja dengan hal-hal yang
tidak ada hubungan pekerjaan yang sedang anda hadapi.

No.2 Lakukan sesuatu berdasarkan Urutan Kepentingannya. Menurut


Henry L. Doherty, pendiri Cities Service Company yang telah
memilki jaringan nasional, berkata bahwa tidak peduli berapa
banyak gaji yang ia tawarkan, ada dua kemampuan yang
menurutnya sulit untuk ditemukan. Kemampuan yang tidak terniali
harganya itu adalah: pertama, kemampuan untuk berfikit. Kedua,
kemampuan untuk melakuakn sesuatu berdasarkan urutan
prioritasnya. Salah satu pengalaman dari Franklin Bettger, yang
merupakan penjual ansuransi paling berhasil di Amerika, ia
merencanakan hal itu malam sebelumnya-menyiapkan target untuk
diri sendiri-target untuk menjula jumlah tertentu asuransi pada hari
itu. Apabila ia gagal, jumlah itu ditambahkan ke hari berikutnya dan
begitu seterusnya.
Berdasarkan pengalaman, memang sulit untuk menentukan
prioritas yang mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Kita
harus menganalisis aktivitas atau kegiatan yang memang penting
utnuk diselesaikan terlebih dahulu. Jadi untuk itu kita perlu
mengetahui yang mana hal yang penting dan mendesak untuk
diselesaikan terlebih dahulu.
No3 Ketika anda menghadapi sebuah masalah, selesaikan saat itu
juga dan di tempat itu juga jika anda memiliki fakta-fakta yang
diperlukan untuk membuat sebuah keputusan. Jangan terus
menerus menunda keputusan. Tn.Howell dalam rapat dewan
direktur membujuk dewan direktur untuk mengambil satu persoalan
mengambil satu persoalan setiap waktu dan langsung membuat
sebuah keputusan tentang hal itu. Keputusan bisa jadi
membutuhkan adanya fakta-fakta tambahan: keputusan juga bisa
jadi harus melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Tapi
sebuah keputusan harus diambil setiap masalah sebelum sampai ke
masalah yang lain. Hasilnya menunjukan hasil yang bermanfaat dan
cukup menarik perhatian: agendanya menjadi bersih. Tidak perlu
lagi bagi anggota dewan untuk membawa pulang sebundel laporan.
Tidak adalagi perasaan cemas tentang masalah yang belum
terselesaikan.
No4 Kebiasaan bekerja yang baik yang keempat yaitu belajar untuk
mengorganisir, mendelegasikan, dan mengawasi.
Banyak pengusaha mengalami kematian yang prematur, masuk ke
dalam kuburan sebelum waktunya, karena ia pernah belajar untuk
medelegasikan tanggung jawabnya kepada orang lain dan
bersikeras untuk mengerjakan sesuatunya sendiri. Hasilnya: hal-hal
detail dan kebingungan akan menyerangnya. Ia akan terganggu
oleh perasaan buru-buru, kecemasan, ketegangan, dan
kegelisahaan. Memang sulit untuk mendelegasikan tanggung jawab
kita. Tapi eksekutif harus melakukan hal tersebut jika ingin
menghindari kecemasan, keletihan, dan ketegangan. (by:bps)

Sumber: Carnegie, Dale. 2007. Hidup Tanpa Cemas. Penerbit: Media


Sukses.