Anda di halaman 1dari 7

A.

SEJARAH AKUNTANSI
1.1 SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI
Sejarah perkembangan akuntansi di awali dengan terjadinya
pencatatan yang sangat mencengangkan. Orang pertama yang melakukan
pencatatan justru bukan dari seorang ahli akuntansi pada saat itu, Melainkan
dari seorang ahli matematika yang bernama Luca Pacioli pada tahun 1494.
Awal pencatatan dimulai dari adanya dua kegiatan penting yang dilakukan
oleh para bangsawan saat itu. Kegiatan tersebut adalah: Kegiatan pencatatan
penarikan pajak/pendapatan sewa dan Kegiatan pencatatan perjalanan
perdagangan per 1 kali jalan. Kegiatan diatas dilakukan dengan suatu
pencatatan yang teratur dan berkelanjutan. Hasil dari aktifitas inilah yang
menjadikan Luca Pacioli menghasilkan sebuah karangan yang berjudul:
Summa de aritmatica geometria proportiono et proportionalita .
Perkembangan akuntansi selanjutnya terjadi sangat drastis seiring dengan
perkembangan bisnis. Namun demikian karakter bentuk perkembangan
yang terjadi pada saat itu adalah perkembangan dunia bisnis mendahului
perkembangan akuntansi. Karakter ini sangat menarik untuk dicermati,
karena kita bisa menyimpulkan bahwa akuntansi berkembang setelah
adanya kebutuhan dunia bisnis. Bentuk karakter perkembangan seperti ini
sampai saat sekarang masih terjadi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan
jumlah PSAK dengan nomor urut, dimana urutan- urutan tersebut memiliki
interval waktu sesuai dengan perkembangan transaksi yang terjadi. Apabila
kita amati, maka loncatan perkembangan akuntansi yang sangat besar terjadi
pada saat terjadinya revolusi industri di tahun 1845. Pada saat terjadinya
revolusi industri ini, akuntansi ikut berkembangan secara cepat mengikuti
perkembangan industri.

1.2 SEJARAH METODE PENCATATAN DOUBLE ENTRY


Akuntansi yang ada saat ini merupakan hasil dari perkembangan
sistim pembukuan berpasangan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk
mengidentifikasi tempat dan waktu lahirnya sistim pembukuan berpasangan
tersebut. Sebagian besar para ahli mengakui bahwa sistim pencatatan
sebenarnya telah ada dalam berbagai peradapan sejak kurang lebih 3000

1
SM. Diantara peradapan tersebut adalah peradapan kaldea, babilonia, asiria,
dan samaria yang merupakan pembentuk sistim pemerintahan pertama
didunia. Begitu juga dengan peradapan mesir, china, yunani dll. Praktek
organisasi yang berkembang saat itu adalah adanya celah tempat
berputarnya seluruh mesin keuangan dan departemen di china,
diperkenalkannya sistim akuntansi pertanggungjawaban yang luas di
yunani, dan adanya kewajiban bagi pembayar pajak untuk membuat laporan
posisi keuangan di Roma.
Adanya berbagai peradapan tersebut diatas, umumnya disebabkan
oleh telah ditemukannya sistim penulisan, pengenalan angka arab dan sistim
desimal. Kemudian juga disebabkan oleh adanya penyebaran pengetahuan
aljabar, bahan-bahan penulisan yang murah dan adanya medium pertukaran
yang baku. Berdasarkan perkembangan tersebut, C Littleton menyimpulkan
terdapat 7 faktor lahirnya pembukuan yang sistimatik. Ketujuh faktor
tersebut adalah: seni menulis aritmetika kekayaan pribadi uang kredit
perniagaan dan modal. Luca Pacioli seperti telah disebutkan diatas bukanlah
seorang pakar akuntansi, melainkan seorang rahib Franciscan yang
menekuni bidang matematika. Namun namanya lebih dikenal sebagai orang
pertama yang memperkenalkan sistim pembukuan berpasangan lewat
bukunya yang berjudul: Summa de arithmetica geomeria, proportioni et
proportionalita. Dalam buku tersebut dia merefleksikan praktek yang terjadi
di Venesia dan terkenal dengan nama metode venesia/Italia. Dia enyatakan
bahwa tujuan pembukuan adalah untuk member informasi yang tepat waktu
bagi para pedagang mengenai asset dan kewajibannya. Dia mengatakan
bahwa semua pencatatan harus dilakukan secara berpasangan yang artinya
bahwa jika anda menjadikan debitor seseorang, maka anda harus
menjadikan kreditor orang lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan
berpasangan tersebut.
Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan
cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan
tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu
berasal dari Babilonia pada 3600 SM. Penemuan yang sama juga diperoleh
di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis

2
dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di
Italia setelah dikenal angka-angka desimal arab dan semakin
berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi
sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha, karena
kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan
tergambar di dalamnya.
Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca
Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul Tractatus de
Cumputis at Scritorio buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan.
Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek
transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang
berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian
yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian
dalam double entry bookkeeping.

1.3 PERKEMBANGAN ILMU AKUNTANSI


Revolusi industri di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek
positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang
perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang
organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur
tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham,
membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan.
Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai
informasi maupun sebagai pertanggungjawaban. Dalam artikelnya, Herbert
(dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai
berikut :
Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan
perkembangan akuntansi sebagai berikut:

Tahun 1775 : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang
single entry maupun double entry.

3
Tahun 1800 : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama
digunakan dalam perusahaan.
Tahun 1825 : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial
auditing).
Tahun 1850 : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan
yang dianggap lebih penting.
Tahun 1900 : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang
dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
Tahun 1925 : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:

1. Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk


perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana
pemerintah;
2. Laporan keuangan mulai diseragamkan
3. Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
4. Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan
mulai dikenalkannya punch card record.

Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam
perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut.

1. Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk


pengolahan data.
2. Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
3. Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
4. Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan
pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
5. Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus
untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang
cepat.
6. Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan
pengawasan.
7. Perencanaan manajemen serta management auditing mulai
diperkenalkan.

4
Tahun 1975 : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan
meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara
lain:
1. Timbulnya management science yang mencakup analisis proses
manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan
kekurangan-kekurangannya;
2. Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan
model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori
pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit,
3. Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori
cybernetics,
4. Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif
mulai dikenal,
5. Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap
transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

B. SEJARAH AKUNTANSI DI INDONESIA


2.1 SEJARAH AKUNTANSI SAAT ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA
Perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku.
Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari
pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya,
diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika
(Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan
yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem
Amerika (Anglo-Saxon). Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di
Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen,
menyusun dan mengontrol pembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen
ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD
Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915.
Akuntan public pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan
kantornya di Indonesia tahun 1918.

5
2.2 SEJARAH AKUNTANSI SAAT ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG
Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-
jabatan pimpinan dib Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh bangsa
belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet,
didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatab tadi dengan
tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan
berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan
akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian
diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran
(1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962),
dan universitas Gadjah Mada (1964). Perkembangan akuntansi di Indonesia
terjadi seiring dengan perkembangan dunia bisnis baik dibidang industri
jasa, manufaktur maupun perdagangan. Akuntansi sebagai suatu aktifitas
jasa, sangat bergantung perkembangannya pada aktifitas ekonomi suatu
komunitas. Bisnis di Indonesia dalam perkembangannya mengalami
kemajuankemajuan yang sangat beragam. Pengaruh perkembangan itu
sendiri membawa dampak yang sangat besar terhadap perkembangan
akuntansi di Indonesia. Semakin maju dunia bisnis, tentu akan berpengaruh
terhadap semakin kompleksnya transaksi yang terjadi baik dari sisi jenis
maupun dari sisi jumlah transaksi itu sendiri. Pada akhirnya hal ini akan
berpengaruh langsung bagi kemajuan disiplin ilmu akuntansi itu
sendiri.Untuk lebih jelasnya bagaimana perkembangan akuntansi di
Indonesia, berikut ini akan diuraikan beberapa informasi yang menyangkut
dengan sejarah, misi, dan visi perkembangan akuntansi yang diwakili oleh
organisasi akuntansi di Indonesia. Satusatunya organisasi akuntansi di
Indonesia berada dibawah Sejarah,naungan Ikatan Akuntan Indonesia
atau disingkat dengan IAI. Visi, dan Misi Perkembangan akuntansi di
Indonesia di indikasikan oleh jumlah akuntan orang Indonesia pada waktu

6
tertentu. Dimulai pada waktu Indonesia merdeka, pada waktu itu hanya ada
satu orang akuntan pribumi yakni Prof. Dr. Abutari. Jumlah tersebut baru
bertambah setelah 10 tahun berikutnya yakni dengan lulusnya Prof.
Soemardjo dari belanda pada tahun 1956. Jumlah akuntan yang sangat
minim tersebut terus diupayakan jumlahnya dari tahun ketahun. Usaha
tersebut akhirnya berhasil meluluskan beberapa akuntan yang tamat dalam
negeri seperti Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go
Tie Siem. Mereka-mereka inilah akuntan pertama yang lulus di Indonesia
pada tahun 1957an. Keempat mereka ini bersama Prof. Soemardjo
mengambil inisiatif untuk mendirikan organisasi akuntan khusus untuk
bangsa Indonesia saja, dengan alasan bahwa mereka ini tidak mungkin
menjadi anggota organisasi akuntan milik belanda yang dinamakan dengan
NIVA (Nederlands Institu Institut Van Accountans) atau VAGA (Vereniging
Academisch Gevormd Accountants). Mereka juga berfikir bahwa tidak
mungkin kedua organisasi akuntan milik belanda ini akan mau memikirkan
perkembangan akuntansi di Indonesia. Inilah yang melatarbelakangi mereka
untuk mendirikan organisasi akuntan di Indonesia. Pada hari kamis, 17
Oktober 1957 kelima akuntan tadi mengadakan pertemuan di aula
Universitas Indonesia (UI), dan sepakat untuk mendirikan perkumpulan
akuntan Indonesia. Setelah mengalami beberapa hambatan teknis, akhirnya
terbentuk juga organisasi profesi akuntan yang diberi nama Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) pada tanggal 23 desember 1957.