Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH SUHU RUANG PENYIMPANAN DAN LAMA PENYINARAN

PADA RESIN KOMPOSIT BULK FILL TERHADAP KEKERASAN

PERMUKAAN

Usulan Proposal Skripsi

Diajukan sebagai syarat memasuki Bidang Skripsi Dental Material guna

menyusun skripsi

Diajukan oleh

Muhammad Deni Rahman

I1D114288

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

Januari, 2017
I. Fenomena
Banyaknya dokter gigi yang menyimpan resin komposit

refrigerator (kulkas) dengan persepsi dapat memperpanjang masa

kadaluarsa dari bahan resin komposit tersebut dan sedang

populernya pemanasan resin komposit untuk mendapatkan adaptasi

marginal yang baik sebelum diaplikasikan.

II. Masalah
Kebiasaan dokter gigi menyimpan resin komposit tipe bulk-

fill dalam suhu rendah dan populernya dokter gigi meningkatkan

suhu resin komposit tipe bulk-fill sebelum digunakan belum dapat

dijelaskan pengaruhnya terhadap kekerasan resin komposit tipe

bulk-fill.

III. Rumusan Masalah


1. Bagaimana pengaruh suhu rendah ruang penyimpanan pada

resin komposit tipe bulk-fill sebelum digunakan terhadap

kekerasan permukaan ?
2. Bagaimana pengaruh pemanasan resin komposit tipe bulk-fill

sebelum digunakan terhadap kekerasan permukaan ?

IV. Tujuan
a. Tujuan Umum
Mengetahui pengaruh suhu rendah ruang penyimpanan dan

pemanasan pada resin komposit tipe bulk-fill terhadap kekerasan

permukaan.
b. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui pengaruh suhu rendah penyimpanan resin

komposit tipe bulk-fill dalam refrigerator (kulkas) terhadap

kekerasan permukaan.
2. Untuk menegtahui pengaruh penyimpanan resin komposit tipe

bulk-fill dengan suhu tinggi terhadap kekerasan permukaan.

V. Kerangka Konsep

Variabel Terikat :
Variabel Bebas :
Perbedaan nilai kekerasan
- Suhu rendah ruang permukaan pada resin
penyimpanan komposit tipe bulk-fill
(refrigerator)
- Suhu tinggi ruang
penyimpanan (oven)
Variabel Terkendali :
- Suhu ruang (room
temperature)
- Ukuran komposit
- Lama dan jarak
penyinaran
- Tipe resin komposit tipe
bulk-fill (Filtex Bulk-fill
posterior)
- Bentuk dan ukuran
sampel (t= 2 mm dan
d=3 mm)

VI. Kerangka Teori

Kompo
sit

Komposi Sifat
si

Matrik Resin Fisik Mekan Kimia Biologis

Filler Perubahan
Kekuat Modulu Kekeras
kekerasan
s
Coupling permukaan

Kekuatan Perubahan
Storage Akselerator Room Tekan kekerasan
Degradasi
Temperatur Yang
dan
Yang tidakPre-heat
Inisiator
diteliti
Pigmen Refrigerator
Temperature
cure permukaan
Viscositas
Polimerisasi
Resin Matrik
VII. Penjelasan Kerangka Konsep

VIII. Hipotesis Penelitian

IX. Manfaat
a. Manfaat Teoritis
1. Yaitu mengetahui perbedaan nilai kekasaran permukaan

terhadap berbagai suhu ruang penyimpanan pada resin komposit

tipe bulk-fill
2. Memberikan informasi ilmiah tentang bahan tumpatan resin

komposit tipe bulk-fill

b. Manfaat Praktis
1. Sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi operator dalam

suhu penyimpanan resin komposit tipe bulk-fill


2. Memberi informasi ilmiah pada masyarakat dan khusunya

dokter gigi tentang perbandingan suhu penyimpanan pada resin

komposit tipe bulk-fill terhadap kekasaran permukaan.

X. Judul
PENGARUH SUHU RUANG PENYIMPANAN DAN

LAMA PENYINARAN PADA RESIN KOMPOSIT BULK FILL

TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar belakang

Resin komposit memiliki nilai estetik yang baik sehingga banyak diminati

masyarakat. Bahan restorasi ini banyak digunakan oleh praktisi di bidang


kedokteran gigi karena memiliki nilai estetik yang baik. Penggunaan resin

komposit sebagai bahan restorasi di bidang kedokteran gigi semakin meningkat

dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain usaha keinginan pasien, agar

gigi kembali utuh, dapat berfungsi dengan baik dan hasilnya terlihat seperti gigi

asli (Putriyanti, dkk, 2012).

Resin komposit adalah bahan restorasi yang dibentuk oleh pencampuran

beberapa komponen yang memiliki struktur-struktur dan sifat yang berbeda.

Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mendapatkan suatu material yang

memiliki sifat yang tidak dapat diperoleh dari masing-masing komponen tersebut.

Dua komponen utama dari material komposit adalah resin dan filler atau bahan

pengisi. Kelebihan dari resin komposit ini adalah kekakuan,kekerasan, kekuatan

dan koefien ekspansi termal yang rendah (McCabe, John F, 2014)

Matriks organik, partikel pengisi (filler) anorganik, bahan pengikat dan bahan

inisiator-akselerator adalah empat komponen utama pembentuk resin komposit.

Komponen inisiator-akselerator diformulasikan pada bahan dengan tujuan dapat

mengeras secara kimiawi (self-curing), sinar (light-activated), maupun keduanya

(dual-cured). Matrix organik terdiri dari Bis GMA (bisfenol A glisidilmetakrilat)

yang meiliki viskositas tinggi, biasanya digunakan TEGMA (trietilen glikol

dimetakrilat) untuk mengontrol viskositas. Bahan filler yang sering dijumpai

adalah berbentuk manik-manik kaca dan batang, partikel keramik seperti quartz

(SiO2), litium-aluminium silikat (Li2O.Al2O3.4SiO2) dan kaca barium (BaO)

yang ditambahkan untuk membuat komposit menjadi radiopak. Bahan pengikat

(coupling agent) metakriloksipropiltrimet-oksisilan, material inisiator atau


aktivator benzoin metil eter. (McCabe, John F. 2014, Baum, Lloyd. 1997, dan

Powers, Sakaguchi. 2006)

Pada tahun 2009 berkembang resin komposit jenis terbaru yaitu resin

komposit tipe bulk-fill. Cara pengaplikasian resin komposit tipe bulk-fill

menggunakan metode bulk fill yaitu metode penumpatan resin komposit dalam

satu tahap aplikasi kemudian disinar. Resin komposit tipe bulk-fill dapat

diaplikasikan dengan ketebalan 4 mm sehingga mempunyai keuntungan tidak

membentuk ruang kosong setelah pengaplikasian dibandingkan dengan resin

komposit sebelumnya dengan metode incremental. ( Flury, S. Dkk. 2012. Dan

Kwong. 2012)

Sifat bahan resin komposit dapat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan. Suhu

berperan penting dalam proses polimerisasi monomer, terutama pada bahan

restoratif yang berbasis dimetakrilat. Beberapa dokter gigi cenderung minyimpan

resin komposit dengan keadaan suhu rendah. Peyimpanan resin komposit dengan

suhu diharapkan dapat memperpanjang waktu kadaluarsa dari resin komposit

tersebut. Penyimpanan resin komposit dengan suhu rendah dapat meningkatkan

viskositas, sehingga bahan menjadi lebih kaku dan susah dimanipulasi ke dalam

kavitas. Sehingga dapat menyebabkan ruang makrsoskopik dan porositas

mikroskopik pada restorasi. ( Chaves F.O. dkk, 2015)

Temperatur penyimpanan resin komposit telah terbuki dapat mempengaruhi

sifat-sifat dari resin komposit tersebut. Memanaskan resin komposit dengan suhu

540 600 sebelum digunakan dapat meningkatkan sifat-sifat resin komposit.

Meningkatnya nilai derajat konversi sehingga faktor C lebih bebas dari


polimerisasi dini. Pemanasan resin komposit juga dapat menurunkan viskositas

sehingga lebih memudahkan resin komposit untuk berpenetrasi kedalam kavitas

dan membuat ikatan terhadap email dan dentin lebih baik. Dengan meningkatnya

sifat resin komposit tersebut menghasilkan hasil marginal seal yang baik,

mengurangi potensi microshringkage dan degredasi resin komposit. ( Calheirosa

C, dkk. 2014, Didron, dkk. 2013 )

Kekerasan digunakan sebagai alat ukur bahan restorasi untuk mengetahui

kemampuan bahan dalam menahan daya tekanan. Kekerasan yang tidak maksimal

dapat mengakibatkan resin komposit tidak mampu untuk menahan daya tekanan

yang dihasilkan saat manusia melakukan pengunyahan sehingga dapat mengalami

cracking (pecah) dan tumpatan bisa terlepas dari gigi. Kekerasan permukaaan

resin komposit dapat diuji dengan alat Micro Vikers Hardness Test. ( Theodorus

C.N, 2016)

DAFTAR PUSTAKA

1. Putriyanti, F., Herda, E., dan Soufyan, A., 2012, Pengaruh Saliva

Buatan terhadap Diametral Tensile Strength Micro Fine Hybrid

Resin Composite yang Direndam dalam Minuman Isotonic, J.

PDGI., 61(1): 43-47


2. Powers, J.M., Sakaguchi, R.L., 2006, Craigs Restorative Denta Materials, 12nd

ed., Elsevier, India


3. Flury, S., Hayoz, S. Peutzfeldt, A. Husler, et al. Depth of Cure of Resin

Composite : Is the ISO 4049 Method Suitable for Bulk Fill Materials?, Dental

Materials. 2012. 28: 521-528


4. Kwong, W. How to Complete Bulk Fill Restoration, Dental Product Report. 2012
5. Theodorus,CN., Pengaruh Larutan Markisa Ungu Passiflora Edulis Terhadap

Kekerasan Resin Komposit Nanohibrid. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas

Hasanudin. 2016
6. Chaves, F,E. dkk. Mechanical Properties of Composites as Functiouns of the

Syringe Storage Temperature and Energy Dose. 2015;23(2):120-8


7. Fernanda, F. dkk. Effect of Temperature on Composite

Polymerizationstress and Degree of Conversion. Academy of

Dental Materials. University of Ibirapuera, So Paulo, Brazil. 2014


8. Didron, P,P. dkk. Effect of Temperatures on Polymerization Stress and

Microleakage of Class V Composite Restorations. Open Journal of Composite

Materials. 2013, 3, 107-112