Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

AGAMA
HOMOSEKSUAL & LESBIAN

Oleh :

PUTRI YUNITA LAILA SARI


160201003

Dosen Pembimbing :
VIRGO VICNORI, M.Ag

PRODI S1 KEPERAWATAN
STIKES PIALA SAKTI
PARIAMAN
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jika kita telaah sejarah peradaban manusia, sebenarnya fenomena
penyimpangan seksual sudah muncul jauh sebelum masa Nabi Muhammad
SAW, tepatnya pada masa Nabi Luth yang diutus untuk kaum Sadoum.
Hampir semua kitab tafsir mengabadikan kisah tersebut ketika menyingkap
kandungan ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Luth.
Allah berfirman: Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya:
mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah
dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi
laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini
kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:
Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan
pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang
tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu);
maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa
itu. [QS Al-Araf:80-84].
Allah menggambarkan Adzab yang menimpa kaum nabi
Luth : Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu
yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan
batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh
Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim [Hud :
82-83]
Semua ayat di atas secara jelas mengutuk dan melaknat praktik
homoseksual karena bertentangan dengan kodrat dan kenormalan manusia.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Homoseksual dan Lesbian ?
2. Bagaimana Homoseksual dan Lebian dalam pandangan islam?

1
3. Apa Hukum Homoseksual dan Lesbian ?
4. Dampak Homoseksual dan Lesbian

C. Tujuan
1. Agar mahasiswa mampu memahami Homoseksual dan Lesbian
2. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana islam memandang Homoseksual
dan Lesbian
3. Agar mahasiswa mengetahui hukum Homoseksual dan Lesbian
4. Agar mahasiswa mengetahui Dampak Homoseksual dan Lesbian

BAB II
PEMBAHASAN

2
A. Homoseksual/Liwath
1. Pengertian Homoseksual
Homo seksual (Liwath) adalah hubungan antara sesama jenis
(laki-laki dengan laki-laki), Perbuatan ini merupakan salah satu
penyelewengan seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi
fitrah makhluk ciptaanNya. Pada penggunaan mutakhir, kata
sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan atau hubungan
sexual diantara orang-orang berjenis kelamin yang sama, yang bisa
jadi mengidentifikasi diri merek sebagai gay.
Homoseks ala kaum Gay, akhir-akhir ini semakin banyak terjadi di
Indonesia. Dan perbutan ini merupakan perbuatan asusila yang sangat
terkutuk dan menunjukkan pelakunya seorang yang mengalami
penyimpangan psikologis dan tidak normal.
Homoseksual merupakan dosa besar dalam Islam. Karena
bertentangan dengan norma agama, norma susila dan juga menyalahi
fitrah manusia. Allah menjadikan manusia terdiri dari pria dan wanita agar
dapat berpasang-pasangan sebagai suami istri untuk mendapatkan
keturunan yang sah dan untuk memperoleh ketenangan dan kasih
sayang, sebagaimana tersebut dalam surat An-Nahl ayat 72: Allah
menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan
menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu,
dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka
beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?"
Menurut Dr. Muhammad Rashfi dalam kitab Al-Islam wa al-Thib,
sebagaimana dikutip oleh Sayyid Sabiq, bahwa Islam melarang keras
homosex, karena mempunyai dampak negatif terhadap kehidupan pribadi
dan masyarakat, antara lain:
a) Tidak tertarik kepada lawan jenis. Akibatnya jika si homo itu
menikah dengan wanita, maka istrinya akan merana karena ia tidak
dapat melaksanakan tugas sebagai suami, sehingga pasangannya
hidup tanpa ketenangan dan kasih sayang, dan tidak akan dapat
mempunyai keturunan

3
b) Kelainan jiwanya akibat mencintai sesama jenis, akan membuat
jiwanya tidak stabil, dan timbul tingkah laku yang aneh-aneh.
Misalnya jika ia seorang homo, akan bergaya seperti wanita dalam
berpakaian dan berhias. Dan jika ia seorang lesbian maka ia akan
bertingkah dan berpakaian seperti laki-laki.
c) Gangguan syaraf otak yang dapat melemahkan daya fikir, kemauan
dan semangat.
d) Terkena penyakit AIDS, yang menyebabkan penderitanya kehilangan
daya tahan tubuh. Penyakit ini belum ditemukan obatnya.

2. Homoseksual menurut pandangan islam


Dalam pandangan islam perbuatan homoseksual merupakan
perbuatan tak terpuji dan ini telah terjadi jauh sebelum Allah SWT
mengutus Rasulullah sebagai rahmat bagi sekalian alam, yaitu kurang
lebih empat belas abad yang lalu Allah SWT mengutus nabi Luth A.S
kepada kaumnya untuk mengajak mereka kejalan yang benar dan agar
mereka meninggalkan perbuatan homoseksual ini. Tetapi mereka menolak
sehingga Allah memusnahkan mereka dari muka bumi. Kisah nabi Luth
A.S ini bisa kita temukan di beberapa surat didalam al-Quran maupun
hadits.
Berdasarkan firman Allah Taala tentang kaumnya Nabi Luth
alaihi assalam (artinya):

Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya:
Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji
yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum
kamu (Al Ankabut 28)

Rasulallah Saw bersabda :


4
Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan
perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya
beserta pasangannya.

Setelah kaum nabi Luth A.S musnah dari muka bumi berabad-
abad yang lalu, pada saat ini muncul generasi penerus mereka yang secara
mati-matian memperjuangkan praktek homoseksual. Amerika dan Eropa
berdiri di barisan terdepan, maka tidak heran jika perkawinan ala
homoseksual menjadi perkawinan yang sah yang di akui oleh Negara
dibeberapa Negara Eropa dan Amerika. Kita patut prihatin, tetapi yang
lebih memprihatinkan adalah sikap beberapa cendekiawan muslim yang
malah ikut-ikutan membelah praktek ini. Entah itu merupakan keyakian
mereka atau memang pengaruh faham liberalisme barat yang sekarang ini
sedang menggrogoti umat islam. Hal ini tentu menarik perhatian kita
untuk membahas pandangan agama islam terhadap homoseksual.

3. Hukum Homoseksual
Perbuatan homoseksual hukumnya adalah haram dipandang dari
segi apapun, ini termasuk dosa besar karena perbuatannya sangat
menjijikan dan yang paling mengerikan adalah adzab dan laknat yang
akan Allah berikan bagi para pelakunya.
Ada beberapa pendapat ulama-ulama fiqh mengenai hukuman bagi
pelaku homoseksual. Diantara pendapat para ulama tersebut adalah:
1. Fuqoha Madzhaf Hambali: Mereka sepakat bahwa hukuman bagi pelaku
homoseksual sama persis dengan hukuman bagi pelaku perzinahan. Yang
sudah menikah di rajam dan yang belum menikah dicambuk 100 kali dan
diasingkan selama setahun. Adapun dalil yang mereka pergunakan
adalah Qiyas. Karena defenisi Homoseksual (Liwath) menurut mereka
adalah menyetubuhi sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah. Maka
mereka menyimpulkan bahwa hukuman bagi pelakunya adalah sama
persis dengan hukuman bagi pelaku perzinahan. Tetapi qiyas yang mereka
lakukan adalahqiyas maa al-fariq (mengqiyaskan sesuatu yang berbeda)
karena liwath (homoseksual) jauh lebih mejijikkan dari pada perzinahan.
Al-Imam Asy-Syafii berkata,

5



Maka dengan (dalil) ini, kami menghukum orang yang
melakukan perbuatan gay dengan rajam, baik ia seorang
yang sudah menikah maupun belum.

2. Syekh ibnu Taymiyah mengatakan bahwa seluruh sahabat Rasulullah


SAW sepakat bahwa hukuman bagi pelaku homoseksual adalah hukuman
mati. Karena virus ini kalau saja tersebar dimasyarakat maka ia akan
menghancukan masyarakat tersebut.
Hanya saja para sahabat berbeda pendapat tentang cara
ekskusinya. Sebagian sahabat mengatakan bahwa kedua-duanya harus
dibakar hidup-hidup, sehingga menjadi pelajaran bagi yang lain.
Pendapat ini diriwayatkan dari khalifah pertama Abu Bakar As-
Shiddiq.


Tidaklah ada satu umat pun dari umat-umat (terdahulu)
yang melakukan perbuataan ini, kecuali hanya satu umat (yaitu kaum
Luth) dan sungguh kalian telah mengetahui apa
yang Allah Subhaanahu wa taala perbuat atas mereka, aku
berpendapat agar ia dibakar dengan api.

Sahabat yang lain berpendapat bahwa keduanya dibawa


kepuncak yang tertinggi di negeri itu kemudian diterjunkan dari atas
dan dihujani dengan batu. Karena dengan demikianlah kaum nabi Luth
A.S dihukum oleh Allah SWT.
Abdullah bin Abbas berkata,

Ia (pelaku gay) dinaikkan ke atas bangunan yang paling tinggi
di satu kampung, kemudian dilemparkan darinya dengan
posisi pundak di bawah, lalu dilempari dengan bebatuan.

6
B. Lesbian
1. Pengertian Lesbian
Pada awalnya istilah lesbian lebih dikenal dengan menggesekkan
kemaluan dan tidak memasukkannya (mahsyur, 1990). Namun, dalam
perkembangannya istilah lesbian kini lebih dikenal sebagai hubungan
seksual sesama perempuan. Atau dapat juga disebut sebagai kebalikan
dari istilah homoseksual. Dalam bahasa arab istilah lesbian dikenal
dengan nama As-sahaq dan pelakunya dikenal dengan sebutan As-saahiq.
Biasanya istilah As-sahaq sering dikenal dengan perkataan
(perempuan yang selalu menggumpuli perempuan lainnya).

Sebab-sebab lesbian :
Sebab-sebab orang yang melakukan lesbian sangat bervariatif.
baik karena pengaruh dari luar maupun pengaruh dari dalam dirinya
sendiri, antara lain adalah :
1. Cacat pembawaan yang kemudian didorong oleh pengaruh
lingkungan. Sejak lahir sudah memiliki pembawaan yang mengarah
kepada prilaku lesbian. Pembawaan ini akan cepat berkembang
apabila didorong oleh pengaruh lingkungan dan pergaulan.
2. Salah asuh dan salah didik semasa kecil, hal ini juga dapat dipicu
karena pengalaman masa kecil yang buruk sehingga menimbulkan
traumatik. Sehingga dapat menimbulkan kecenderungan untuk
melakukan lesbian.
3. Moerthiko berpendapat, bahwa lesbian terjadi disebabkan karena
pengalaman-pengalaman di masa lampau tentang seks yang
membekas pada pikiran bawah sadarnya.
4. Dr. Cario mengemukakan, bahwa menurutnya lesbian adalah suatu
gejala kekacauan saraf, yang berasal karena ada hubungan dengan
orang-orang yang berpenyakit saraf.

2. Lesbian menurut pandangan islam


Menurut pandangan islam lesbian merupakan perbuatan yang
bertentangan dengan agama, norma susila, dan bertentangan pula dengan
sunatullah dan fitrah manusia. Karena itu, Islam melarangnya secara

7
keras. Oleh karenanya Rasulullah Salallahu alaihi wasallam telah
memberikan peringatan kepada umatnya agar menjauhi perbuatan ini. Hal
itu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, bahwa
Rasulullah Salallahu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya yang
paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth.(HR.
Ibnu Majah : 2563). Dalam hadist yang lain, Ibnu Abbas meriwayatkan,
bahwa Rasulullah saw bersabda : Allah melaknat siapa saja yang
melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga
kali). (HR Nasai. No. 7337).
Berdasarkan hal tersebut di atas, para ulama telah sepakat bahwa
praktek lesbi adalah haram secara mutlak, dan tidak ada khilaf diantara
mereka dalam masalah ini, bahkan perbuatan ini disebut sebagai zina
perempuan() . Hal itu berdasarkan sabda Nabi Salallahu alaihi
wasallam::

Apabila seorang wanita mendatangi (menyetubuhi) seorang
wanita maka keduanya berzina (Ibn Qayyim, Al-Jawab Al-Kafi, Dar Al-
Marifah,1997, hlm.177)
Menyimpulkan hadis tersebut, Ibn Hajar menggolongkan
perbuatan lesbian ini sebagai bentuk penyimpangan fitrah manusia, dan
pelakunya termasuk dalam kategori pelaku dosa-dosa besar yang
mewajibkan baginya untuk segera bertaubat kepada Allah.

3. Hukum Lesbian
Perbuatan Lesbian hukumnya adalah haram mutlak karena ia
bentuk dari zina. para ulama telah sepakat bahwa hukuman bagi
pelaku sihaq (lesbi) adalah tazir, dimana pemerintah yang memiliki
wewenang untuk menentukan hukuman yang paling tepat, sehingga bisa
memberikan efek jera bagi pelaku perbuatan haram ini. Ibn Qayyim
berkata dalam Al-Jawab Al-Kafisebagaimana berikut :



Akan tetapi, tidaklah wajib padanya (yaitu dalam perbuatan lesbi)
hukuman (bunuh) karena tidak adanya ilajj (solusi/obat, yaitu jima)

8
walaupun disematkan kepada keduanya (yakni homo dan lesbi) nama zina
secara umum (Ibn Qayyim, Al-Jawab Al-Kaf, hlm.177). Ibn Qudamah
dalam Al-Mughni menyatakan bahwa lesbi termasuk kategori zina, meski
hukumannya berbeda. Ia mengatakan :
: ;
. .
.
Apabila dua perempuan saling bergesekan (lesbi), maka
keduanya adalah berzina yang dilaknat, karena telah diriwayatkan dari
Nabi saw, bahwa beliau bersabda : jika perempuan mendatangi
perempuan, maka keduanya adalah berzina. Keduanya tidak dihadd,
karena tidak adanya ilajj yaitu jimak. Maka hal itu serupa dengan
mubasyaroh ( ) bersentuhan tanpa farji dan keduanya harus
ditazir( Ibn Qudamah,Al-Mughni, Vol.10, hlm.162).
Jadi, hukuman bagi lesbi adalah tazir. Hukuman tazir tidak
sampai membunuh pelakunya, tidak sebagaimana rajam bagi pezina laki-
laki dan perempuan. Meski begitu, bukan berarti ini dosa sepele. Karena
lesrbi juga perbuatan keji. Ia bentuk dari zina yang dilaknat oleh Allah. Ia
disamakan dengan liwath zina yang pernah dilakukan kaum nabi Luth.
Lesbi dan liwath adalah perbuatan keji, yang bisa mengundang adzab
Allah.
Apabila hukuman tazir tersebut tidak terlaksana di dunia, maka
hukuman tersebut akan dilaksanakan di akhirat. Dalam hal ini Allah
berfirman :

Dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras. (QS. Ar-Rad [13]: 34).

C. Dampak Negatif Homoseksual Ditinjau Dari Sisi Kesehatan


Islam sangat keras dalam meberikan hukuman atas kejahatan yang
satu ini karena dampaknya yang buruk dan kerusakan yang ditimbulkannya
kepada pribadi dan masyarakat.
Dampak negatif tersebut di antaranya.

9
a. Benci terhadap wanita
Kaum Luth berpaling dari wanita dan kadang bisa sampai tidak
mampu untuk menggauli mereka. Oleh karena itu, hilanglah tujuan
pernikahan untuk memperbanyak keturunan. Seandainya pun seorang
homo itu bisa menikah, maka istrinya akan menjadi korbannya, tidak
mendapatkan ketenangan, kasih sayang, dan balas kasih. Hidupnya
tersiksa, bersuami tetapi seolah tidak bersuami.
b. Efek Terhadap Syaraf
Kebiasaan jelek ini mempengaruhi kejiwaan dan memberikan efek
yang sangat kuat pada syaraf. Sebagai akibatnya dia merasa seolah dirinya
diciptakan bukan sebagai laki-laki, yang pada akhirnya perasaan itu
membawanya kepada penyelewengan. Dia merasa cenderung dengan
orang yang sejenis dengannya.
c. Efek terhadap otak
d. Menyebabkan pelakunya menjadi pemurung
e. Seorang homoseks selalu merasa tidak puas dengan pelampiasan hawa
nafsunya.
f. Hubungan homoseksual dengan kejelekan akhlaq
Kita dapatkan mereka jelek perangai dan tabiatnya. Mereka
hampir tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang
mulia dan yang hina.
g. Melemahkan organ tubuh yang kuat dan bisa menghancurkannya. Karena
organ-organ tubuhnya telah rusak, maka didapati mereka sering tidak
sadar setelah mengeluarkan air seni dan mengeluarkan kotoran dari
duburnya tanpa terasa.
h. Hubungan homoseksual dengan kesehatan umum. Mereka terancam oleh
berbagai macam penyakit. Hal ini disebabkan karena merasa lemah
mental dan depresi.
i. Pengaruh terhadap organ peranakan. Homoseksual dapat melemahkan
sumber-sumber utama pengeluaran mani dan membunuh sperma sehingga
akan menyebabkan kemandulan
j. Dapat meyebabkan penyakit thypus dan disentri
k. Spilis, penyakit ini tidak muncul kecuali karena penyimpangan hubungan
sek
l. Kencing nanah

10
D. Efek perkawinan lesbian terhadap kesehatan reproduksi
1. Fisik Kesehatan
Perilaku seksual yang tidak sehat terjadi di antara baik
heteroseksual dan homoseksual.Namun bukti ilmu kedokteran dan sosial
menunjukkan bahwa perilaku homoseksual adalah seragam tidak sehat.
Meskipun kedua praktek pria dan wanita homoseksual menyebabkan
kenaikan Penyakit Menular Seksual, praktek dan penyakit yang cukup
berbeda bahwa mereka merit diskusi yang terpisah.
2. Kesehatan Mental
a. Psikiatri Penyakit
Beberapa studi telah mengidentifikasi tingginya tingkat
penyakit jiwa, termasuk, penyalahgunaan obat depresi dan mencoba
bunuh diri, antara gay selfprofessed dan lesbian menerima.Beberapa
pendukung GLB hak telah menggunakan temuan ini untuk
menyimpulkan mental bahwa penyakit ini disebabkan orang lain
dengan keengganan untuk sama- daya tarik dan perilaku seks seperti
biasa.Mereka menunjuk ke homofobia, efektif didefinisikan sebagai
oposisi atau kritik terhadap seks gay, sebagai penyebab untuk tingkat
yang lebih tinggi dari penyakit jiwa, terutama di kalangan pemuda
gay.Meskipun homofobia harus dipertimbangkan sebagai penyebab
potensial untuk peningkatan masalah kesehatan mental , literatur
medis menunjukkan kesimpulan lain.
Sebuah studi yang ekstensif di Belanda merongrong asumsi
bahwa homofobia adalah penyebab dari penyakit jiwa meningkat di
kalangan gay dan lesbian.Belanda telah jauh lebih menerima
hubungan sex yang sama dari negara-negara Barat lainnya - pada
kenyataannya, pasangan sesama jenis kini memiliki hak hukum
untuk menikah di Belanda Belanda.Jadi tinggi tingkat psikiatri
penyakit yang berhubungan dengan perilaku homoseksual di berarti
bahwa penyakit kejiwaan tidak dapat dengan mudah dikaitkan
dengan penolakan sosial dan homophobia.
Studi Belanda, diterbitkan dalam Archives of General
Psychiatry, memang menemukan tingginya tingkat penyakit

11
kejiwaan yang berhubungan dengan seks jenis kelamin yang
sama.Dibandingkan dengan kontrol yang tidak punya pengalaman
homoseksual dalam 12 bulan sebelum wawancara, laki-laki yang
punya menghubungi homoseksual dalam periode waktu itu jauh
lebih mungkin mengalami depresi berat, gangguan bipolar, gangguan
panik, agoraphobia dan gangguan obsesif kompulsif.Wanita dengan
kontak homoseksual dalam waktu 12 bulan sebelumnya lebih sering
didiagnosis dengan depresi mayor, fobia sosial atau ketergantungan
alkohol.Bahkan, mereka yang memiliki riwayat kontak homoseksual
memiliki tingkat yang lebih tinggi dari hampir semua patologi jiwa
yang diukur dalam studi.Para peneliti menemukan "homoseksualitas
yang tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan mental selama
masa remaja dan dewasa awal, seperti yang telah disarankan, tetapi
juga di kemudian hari. "peneliti benar-benar takut bahwa fitur
metodologis dari" studi yang mungkin meremehkan perbedaan
antara homoseksual dan heteroseksual 80 orang. "
Para peneliti Belanda menyimpulkan, "Studi ini menawarkan
bukti bahwa homoseksualitas dikaitkan dengan prevalensi yang lebih
tinggi gangguan kejiwaan.. Hasil yang sejalan dengan temuan awal
dari studi dalam waktu kurang ketat yang desain telah
dipekerjakan"Para peneliti yang ditawarkan tidak ada pendapat
untuk apakah perilaku homoseksual menyebabkan gangguan
kejiwaan, atau apakah itu adalah hasil dari gangguan kejiwaan.
b. Perilaku Seksual
Depresi dan penyalahgunaan obat dapat menyebabkan
perilaku seksual sembrono, bahkan di antara mereka yang paling
mungkin untuk memahami risiko mematikan.
3. Shortened Life Span
Insiden besar masalah kesehatan fisik dan mental antara gay dan
lesbian memiliki konsekuensi serius untuk panjang kehidupan. Sementara
banyak yang menyadari korban tewas akibat AIDS, telah ada sedikit

12
perhatian publik yang diberikan kepada besarnya tahun-tahun yang hilang
dari kehidupan.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Homo seksual (Liwath) adalah hubungan antara sesama jenis (laki-
laki dengan laki-laki), Perbuatan ini merupakan salah satu penyelewengan
seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi fitrah makhluk
ciptaanNya. Homoseksual merupakan dosa besar dalam Islam dan hukumnya
haram. Karena bertentangan dengan norma agama, norma susila dan juga
menyalahi fitrah manusia. Syekh ibnu Taymiyah mengatakan bahwa seluruh
sahabat Rasulullah SAW sepakat bahwa hukuman bagi pelaku homoseksual

13
adalah hukuman mati, sebagaimana azab yang diberikan Allah terhadap kaum
nabi luth.
Lesbian lebih dikenal dengan menggesekkan kemaluan dan tidak
memasukkannya (mahsyur, 1990). Namun, dalam perkembangannya istilah
lesbian kini lebih dikenal sebagai hubungan seksual sesama perempuan. para
ulama telah sepakat bahwa praktek lesbi adalah haram secara mutlak, dan
tidak ada khilaf diantara mereka dalam masalah ini, bahkan perbuatan ini
disebut sebagai zina perempuan. hukuman bagi pelaku sihaq (lesbi)
adalah tazir, dimana pemerintah yang memiliki wewenang untuk
menentukan hukuman yang paling tepat, sehingga bisa memberikan efek jera
bagi pelaku perbuatan haram ini.
Mastrubasi didefinisikan sebagai rangsangan yang disengaja yang
dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan
seksual. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi moral dan
kesucian pengikutnya, maka dari itu islam memberikan beberapa solusi
supaya terhindar dari perbuatan ini, diantaranya seperti yang diajarkan
Rasulullah Saw : yang pertama sebaiknya segera menikah jika memang telah
mampu, tetapi jika belum mampu biasakanlah berpuasa agar dapat menahan
hawa nafsu. Dalam menentukan hukum telah terjadi perbedaan pendapat
dikalangan para ulama dalam permasalahan mastrubasi : madzhab Maliki,
Syafii dan Zaidiyah berpendapat bahwa onani adalah haram. Ibnu Hazm
berpendapat bahwa onani itu makruh. Dan yang membolehkannya adalah
Ibnu Abbas, al Hasan dan sebagian ulama tabiin yang masyhur.

B. Saran dan Kritik


Homoseksual, Lesbian, dan Mastrubasi merupakan perbuatan yang tak
terpuji maka dari itu hendaknya para pemuda lebih mendekatkan diri kepada
Allah SWT, dan menjaga diri dari pergaualan bebas.
Seharusnya Pemerintah lebih memberikan perhatian khusus pada
kasus homoseksual dan lesbian ini dengan penyuluhan yang diselipkan
dikurikulum pendidikan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Al Baghdadi, Abdurrahman, 1998, Emansipasi Adakah Dalam Islam, Gema Insani


Press, Jakarta

Hasan, M. Ali, 1995, Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah


Kontemporer Hukum Islam, RajaGrafindo Persada, Jakarta

Mahjuddin, 1990, Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum
Islam Masa Kini, Kalam Mulia, Jakarta

Uman, Cholil, 1994, Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern,
Ampel Suci, Surabaya

15
Zallum, Abdul Qadim, 1998, Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan
Islam : Kloning, Transplantasi Organ, Abortus, Bayi Tabung, Penggunaan
Organ Tubuh Buatan, Definisi Hidup dan Mati, Al-Izzah, Bangil

Zuhdi, Masjfuk, 1993, Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam, Haji
Masagung, Jakarta

http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................. 2
C. Tujuan............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Homoseksual/Liwath..........................................................................3
1. Pengertian Homoseksual...................................................................3

16
2. Homoseksual menurut pandangan islam................................................4
3. Hukum Homoseksual.......................................................................5
B. Lesbian........................................................................................... 7
1. Pengertian Lesbian..........................................................................7
2. Lesbian menurut pandangan islam.......................................................8
3. Hukum Lesbian..............................................................................8
C. Dampak Negatif Homoseksual Ditinjau Dari Sisi Kesehatan........................10
D. Efek perkawinan lesbian terhadap kesehatan reproduksi.............................11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................... 14
B. Saran dan Kritik............................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
ii

Dengan kebesaran allah swt. yang maha pengasih lagi maha penyayang,
penulis panjatkan rasa puji syukur atas hidayah-nya, yang telah melimpahkan
rahmat, nikmat, dan inayah-nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Makalah Homoseksual & Lesbian.
Adapun Makalah Homoseksual & Lesbian ini telah penulis usahakan
dapat disusun dengan sebaik mungkin dengan mendapat bantuan dari berbagai
pihak, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan secara tepat waktu.
untuk itu penulis tidak lupa untuk menyampaikan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini.

17
Terlepas dari upaya penulis untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-
baiknya, penulis tetap menyadari bahwa tentunya selalu ada kekurangan, baik dari
segi penggunaan kosa-kata, tata bahasa maupun kekurangan-kekurangan lainnya.
oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang bermaksud untuk memberikan kritik dan saran kepada penulis agar
penulis dapat memperbaiki kualitas makalah ini.
Penulis berharap semoga Makalah Homoseksual & Lesbian ini
bermanfaat, dan pelajaran-pelajaran yang tertuang dalam makalah ini dapat
diambil hikmah dan manfaatnya oleh para pembaca.

Pariaman, Januari 2017

Penulis

18