Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH AGAMA

TENTANG
Operasi Plastik dan Menghiasi Gigi

Oleh :
IMI WULANDARI

Dosen Pembimbing :
Virgo Vicnori, M.Ag

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES PIALA SAKTI
PARIAMAN
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di dalam masyarakat modern seperti di barat, kebutuhan dan aspirasi
masyarakat menempati kedudukan yang tinggi, sehingga berdasarkan itu,
suatu produk hukum yang baru dibuat. Dari sini dapat digambarkan bahwa
apabila terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat, maka interpretasi terhadap
hukum pun bisa berubah.
Masalah operasi plastik telah lama dipertimbangkan oleh kalangan
kedokteran dan para praktisi hukum di negara-negara barat. dan pandangan
masyarakat tentang bedah plastik berorientasi hanya pada masalah kecantikan
(estetik), Sesungguhnya, ruang lingkup bedah plastik sangatlah luas. Tidak
hanya masalah estetika, tetapi juga rekonstruksi, Namun bukan berarti nilai
estetika tidak diperhatikan.
Di Indonesia ini juga pernah dibahas yang melibatkan para ahli
kedokteran ahli hukum positif dan hukum Islam. Mengenai pembahasan
operasi plastik ini masih terus diperdebatkan. Dengan adanya makalah ini,
penulis berharap dapat mengungkapkan suatu pandangan konprehensif
mengenai operasi plastik menurut hukum Islam.

B. Pembatasan Masalah
Operasi plastik secara sederhana dapat didefinisikan sebagai tindakan
medis yang berkaitan dengan koreksi atau restorasi bentuk dan fungsi tubuh.
Dari hasil penelusuran literatur dan berbagai bukti tertulis diperoleh data
bahwa praktek penanganan medis terhadap cedera pada wajah sudah ada
sejak lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Teknik operasi yang bertujuan untuk
rekonstruksi dengan menggunakan kulit bagian tubuh lain telah dilakukan di
India sekitar 800 tahun SM.
Lalu apakah yang mendasari seseorang melakukan operasi plastik?
Pada mulanya operasi plastik hanya dilakukan jika ada kepentingan medis,
namun seiring dengan perkembangan jaman sekarang ini tindakan operasi
plastik juga dilakukan untuk kepentingan kosmetik. Secara umum terdapat 5
alasan utama mengapa seseorang melakukan operasi plastik. Alasan
kesehatan, misalnya pada orang yang mengalami obesitas dan dia harus
menurunkan berat badannya agar dia bisa hidup lebih sehat atau untuk

1
memperbaiki saluran hidung karena ada penyumbatan. Kecelakaan, tindakan
operasi yang dilakukan untuk memperbaiki struktur wajah atau tubuh yang
cacat atau rusak karena kecelakaan. Self-esteem pada orang yang merasa
rendah diri akan penampilannya maka ia merasa membutuhkan perbaikan
fisik untuk menambah rasa percaya dirinya. Rekonstruksi, dilakukan terutama
pada orang yang memiliki cacat tubuh yang bersifat bawaan, misalnya bibir
sumbing, jari yang berlebih, benjolan di wajah dan lain-lain. Vanity, secara
sederhana dapat diartikan sebagai kebanggaan atau pemujaan terhadap
penampilan fisik.

C. Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah ini :
a. Pengertian Operasi Plastik
b. Jenis-jenis Operasi Plastik
c. Efek Samping Operasi Plastik
d. Operasi Plastik Dilihat Dari Segi Agama Islam

D. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan masalah ini yaitu :
a. Mengetahui Pengertian Operasi Plastik dan Memasang Behel
b. Mengetahui Jenis-jenis Operasi Plastik dan Behel
c. Mengetahui Efek Samping Operasi Plastik dan Behel
d. Mengetahui Hukum Operasi Plastik dan Behel Dilihat Dari Segi Agam
Islam

BAB II
PEMBAHASAN

2
A. Operasi Plastik
1. Pengertian Operasi Plastik
Operasi plastik atau Bedah plastik adalah suatu cabang ilmu
kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki
bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Bedah plastik, berasal
dari bahasa Yunani, yaitu plastikos yang berarti membentuk atau
memberi bentuk. Ilmu ini sendiri merupakan cabang dari ilmu bedah
yang bertujuan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi yang normal dan
menyempurnakan bentuk dengan proporsi yang lebih baik.
Jenis operasi plastik secara umum dibagi dua jenis yaitu, pembedahan
untuk rekonstruksi dan pembedahan untuk kosmetik ( Estetik). Yang
membedakan operasi Rekonstruksi dan Estetik adalah dari tujuan
prosedur pembedahan itu sendiri. Pada operasi rekonstruksi diusahakan
mengembalikan bentuk/penampilan serta fungsi menjadi lebih baik atau
lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi
Estetik, pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal (sehat), namun
menurut norma bentuk tubuh kurang harmonik, maka diharapkan melalui
operasi bedah plastik estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati
sempurna.
Yang perlu dipahami mengenai bedah plastik, adalah bukan
permainan sulap, tindakan pembedahan sendiri didasarkan ilmu
pengetahuan kedokteran khususnya mengenai luka dan proses
penyembuhan yang berjalan alami. Penyembuhan luka dapat berlangsung
sampai 12 bulan, dengan akan meninggalkan bekas luka, disinilah peran
bedah plastik, dalam upaya menyembunyikan bekas luka sayatan atau
meninggalkan bekas luka yang samar.
Bedah plastik biasanya memang bertujuan untuk mempercantik
atau memperbaiki satu bagian didalam anggota badan, baik yang nampak
atau tidak, dengan cara ditambah, dikurangi atau dibuang, sehingga
anggota tubuh tampak lebih indah, dan ini disebut operasi yang
disengaja. Namun, selain untuk kecantikan, bedah plastik juga dilakukan
untuk tujuan kesehatan. Misalnya pada kasus tertentu, ada orang yang

3
mengalami luka bakar atau kena air keras, sehingga ada bagian tubuhnya
yang rusak. Maka untuk memperbaiki kerusakan ini, dianjurkan
melakukan bedah plastik, yang dikenal dengan operasi tanpa ada unsur
kesengajaan.
Bedah Plastik di Indonesia dirintis oleh Prof. Moenadjat
Wiratmadja. Setelah lulus sebagai spesialis bedah dari Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1958, beliau melanjutkan
pendidikan bedah plastik di Washington University/Barnes Hospital di
Amerika Serikat hingga tahun 1959. Sepulang dari luar negeri, beliau
mulai mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan pada umum dan
pendidikan bedah plastik pada mahasiswa dan asisten bedah di
FKUI/RSCM. Pada tahun 1979 beliau dikukuhkan sebagai profesor dalam
ilmu kedokteran di FKUI.

2. Jenis-Jenis Operasi Plastik


Operasi Plastik terbagi dalam dua bagian besar yaitu, Operasi
Plastik Rekonstruksi dan Operasi Plastik Estetika/Kosmetik. Penamaan
saat ini disebut secara lengkap yaitu Bedah Plastik Rekonstruksi dan
Estetik. Pada dasarnya Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik adalah
tindakan medis kedokteran. Dalam penanganan kasus harus ada indikasi
dan kontra indikasi pada setiap prosedur baik yang terkait medis maupun
non medis.
a. Operasi Plastik Rekonstruksi
Operasi Plastik Rekonstruksi adalah tindakan bedah yang
ditujukan untuk memperbaiki dari suatu keadaan yang tidak
normal/cacat diupayakan menjadi normal atau mendekati normal.
Cacat yang diperbaiki dapat berupa kelainan sejak lahir, cacat akibat
kecelakaan/traumaatau cacat yang ditimbulkan setelah tindakan
operasi. Tindakan rekonstruksi ditujukan untuk memperbaiki
penampilan agar dapat meningkatan kualitas kehidupannya. Prosedur
bedah atau operasi plastik menjadi salah satu opsi yang bisa diambil
untuk memperbaiki kerusakan atau luka permanen yang diderita
seseorang. Contohnya : cacat bawaan (bibir sumbing/ daun telinga

4
tidak ada atau kecil/ jari tangan dempet/ kemaluan bengkok dll), cacat
karena kecelakaan (luka bakar/ luka dimuka/patah tulang muka dll),
cacat bekas tumor, cacat bekas tatto, keloid dll. Selain itu, menurut
kidshealth.org, operasi plastik juga menjadi salah satu alternative
pilihan oleh mereka yang pernah menderita kanker payudara dan
berharap memperoleh payudaranya kembali setelah kanker diangkat.
b. Operasi Plastik Estetik/Kosmetik
Operasi Plastik Estetik/Kosmetik adalah tindakan bedah yang
ditunjukan untuk keperluan estetik (keindahan) dari pada fungsinya.
Biasanya dilakukan untuk menjadikan penamilan menjadi lebih
sempurna agar terlihat semakin menarik. Berikut ini adalah beberapa
contoh Operasi Plastik Estetik/Kosmetik yang biasa kalangan
masyarakat lakukan :
a) Facelift
Dilihat dari namanya saja, Anda mungkin sudah tahu kalau
facelift adalah operasi untuk mengencangkan kulit. Tidak hanya
itu, facelift juga dapat meghilangkan kerutan pada wajah. Facelift
akan berhasil dengan baik untuk wanita dengan struktur tulang
wajah sempurna dan mempunyai kulit yang tipis. Facelift untuk
membuat penampilannya lebih menarik dan terlihat lebih muda
dari usia sebenarnya.
b) Rhinoplasty
Ingin hidung pesek menjadi lebih bangir, merubah ukuran
hidung, atau ingin hidung yang bengok menjadi lurus. Rhinoplasty
adalah operasi untuk memperbaiki hidung sesuai dengan
keinginan Anda. Hidung akan terlihat indah dan sempurna.
Rhinoplasty menjadi salah satu cosmetic surgery favorit beberapa
selebriti.
c) Eyelid Surgery
Mata adalah salah satu daya tarik dari penampilan seorang
wanita. Kita melihat dunia dengan mata, begitupun juga dunia
melihat kita melalui mata. Eyelid surgery dibuat untuk

5
mengangkat lemak serta mengencangkan kulit dan otot di sekitar
mata. Prosedur ini akan membuat Anda terlihat lebih fresh.
Perubahan kecil pada mata juga membuat penampilan Anda
terlihat lebih muda dan vibrant. Operasi ini banyak dilakukan
mereka yang menginginkan mata indah dan seakan berbicara.
d) Cheek Implant
Operasi ini berguna untuk menambah tinggi tulang pipi.
Untuk sebagian orang, tulang pipi tinggi seperti supermodel akan
menambah nilai kecantikan pada dirinya. Operasi ini dilakukan
dengan memasukkan silikon lewat rongga mulut. Pipi tembem
atau chubby juga bisa dihilangkan dengan menyedot lemak di
bagian pipi dan mengencangkan ototnya.
e) Liposuction
Suatu cara menghilangkan lemak tubuh dengan cara
membuat lubang kecil pada kulit dan mengeluarkan lemak
tersebut dengan tenaga vakum. Hasil yang ditimbulkan memang
sepadan, perut akan terlihat lebih ramping dan langsing.
f) Breast Augmentation
Breast Augmentation adalah operasi untuk merubah ukuran
payudara dengan menggunakan silikon. Hal ini bisa
mengembalikan kembali bentuk payudara setelah melahirkan, atau
merubah ukuran payudara sesuai keinginan Anda.
g) Lip Augmentation
Bibir digunakan untuk berbicara, Beberapa orang mungkin
sudah puas dengan bibir yang mereka punya, tapi ada juga yang
menginginkan bibir lebih penuh. Karena faktor umur, banyak
wanita yang sudah kehilangan volume di bibirnya dan mulai
mendapat kerutan di bibir. Lip augmentation bisa membantu
mengembalikan bentuk bibir serta membuatnya penuh.
h) Botox
Botulinum Toxin atau biasanya disebut Botox adalah
injeksi tanpa operasi yang bersifat sementara untuk mengurangi

6
kerutan pada dahi, seputar mata dan kerutan pada bagian leher.
Proses Botox memakan waktu sekitar 20 menit, dan hasilnya akan
terlihat dalam 2 sampai 7 hari. Botox biasanya bertahan hingga
empat bulan. Botox Cosmetic dapat digunakan oleh berbagai
wanita segala umur.
3. Efek Samping Operasi Plastik
Operasi Plastik merupakan sebuah prosedur medis khusus yang
tidak bisa begitu saja dipraktekan tanpa lisensi. Menurut dokter bedah
plastik, Enrina Diah, Sp.BP-RE, reaksi bisa dilihat berdasarkan operasi
apa yang dilakukan. Kegagalan operasi juga hanya bisa diketahui oleh
dokter operasi plastik. Umumnya setelah melakukan operasi plastik,
pasien akan datang kembali untuk kontrol setelah tiga hari. Setelah satu
minggu, jahitan akan diangkat dan dilihat perkembangannya selama satu
bulan.
Biasanya pasien yang operasinya berhasil sudah tidak merasakan
reaksi apa pun setelah satu bulan. Namun tidak semua pasien memiliki
kondisi yang sama, perkembangan pun dilihat hingga tiga bulan untuk
menentukan bagus tidaknya hasil operasi. Biasanya, operasi plastik tidak
menimbulkan resiko kesehatan yang besar. Keluhan yang sering terjadi
sejauh ini adalah sakit kepala, mual, muntah, dan nyeri berkepanjangan,
yang dialami oleh beberapa orang setelah prosedur pembedahan.
Peradangan di sekitar area di mana prosedur dilakukan adalah masalah
lain yang terkait dengan operasi plastik.
Pasien yang memilih untuk operasi plastik terutama bedah
kosmetik, harus sangat menyadari bahwa hasil yang mereka peroleh
mungkin berbeda dari apa yang mereka harapkan sebelum mereka
dioperasi. Kadang-kadang prosedur ini dapat meninggalkan bekas luka
yang mungkin tidak dapat hilang. Hal ini dapat memiliki efek psikologis
terhadap pasien dan akhirnya menjadi depresi.
Telah diamati bahwa banyak orang yang menjalani operasi plastik
cenderung terobsesi dengan penampilan mereka. Hal ini dapat
menyebabkan kecanduan dan dapat mendorong mereka untuk menjalani

7
operasi plastik lagi. Gangguan psikologis semacam ini disebut dengan
body dysmorphic disorder, di mana seseorang mengembangkan persepsi
menyimpang dan aneh tentang tubuh mereka, bahwa mereka tidak bisa
puas dengan apapun.
Operasi plastik melibatkan beberapa resiko bedah seperti infeksi
dan reaksi alergi, yang umumnya terkait dengan jenis operasi.
Misalnya, tanda kemerahan setelah melakukan konstruksi pada hidung.
Jika ujung hidung mengalami merah berkepanjang itu merupakan tanda
bermasalah. Segera periksa ke dokter yang melakukan operasi agar cepat
ditindaklanjuti. Selain itu, reaksi obat, perdarahan yang berlebihan,
penolakan implan, pembekuan darah, nekrosis kulit, pigmentasi, jaringan
parut dan kerusakan saraf pada daerah tertentu, adalah beberapa efek
samping lain dari operasi plastik.
Beberapa artis holiwood dan publik figur ternama pun sempat
mengalami kegagalan operasi plastik yang pada akhirnya membuat
mereka menyesal karena telah melakukannya, bibir yang menjadi terlalu
tebal atau hidung yang terlalu mancung justru akan membuat kita nampak
sangat palsu.
Terlebih, penggunaan silikon untuk mengubah bentuk bibir, dahi,
dan bagian lainnya juga akan sangat beresiko karena sifatnya yang sulit
untuk dikeluarkan atau permanen. Oleh karena itu akan sangat sulit untuk
memperbaikinya jika hasil akhir operasi dirasa tidak sesuai dengan
keinginan kita atau justru memperburuk tampilan kita.

4. Operasi Plastik Dilihat Dari Segi Agama Islam


Dalam sebuah kaidah fiqih disebutkan bahwa:

Artinya: Asal segala sesuatu itu dibolehkan sampai adanya dalil
yang mengharamkannya. Berdasarkan kaidah tersebut, maka apapun
yang kita lakukan sebenarnya boleh kita lakukan, dan selamanya boleh

8
kita lakukan, hingga adanya dalil atau petunjuk yang menyatakan
haramnya melakukan sesuatu itu.
Oleh karena itu, operasi plastik tampaknya mesti dilihat dari
tujuannya. Ada yang melakukan operasi karena ingin lebih cantik bagi
perempuan atau lebih tampan bagi laki-laki, ada pula yang melakukan
operasi plastik karena menghilangkan bekas-bekas akibat kecelakaan,
cacat seperti bibir sumbing dan sebagainya.

Hukum Melakukan Operasi Plastik Untuk Tujuan Estetik


(Keindahan)/Kosmetik (Kecantikan)

Allah menyukai yang indah-indah dan Islam juga


membolehkan seseorang untuk berhias atau mempercantik diri selama
tidak berlebih-lebihan, apalagi sampai mengubah ciptaan Allah.. Kalau
kita pikir secara logika, apa ruginya Allah apabila ada yang melakukan
operasi kecantikan, sebab sesuatu yang telah baik diberikan Allah
kemudian dilakukan lagi upaya lain agar pemberian tersebut menjadi
super lebih baik, tentunya kalau dipikir-pikir Allah pasti senang,
terlebih Allah juga menyukai hal-hal yang indah-indah.
Persoalan inilah yang perlu kita sadari bahwa tidak semua yang
dilakukan manusia yang menurut manusia baik adalah baik pula dalam
pandangan Allah. Merubah bentuk salah satu anggota tubuh yang
berbeda dari apa yang diberikan Allah, dalam logika manusia
dipandang baik, karena akan lebih cantik, tampan dan menarik.
Asalnya kulit yang diberikan Allah hitam kemudian dirubah menjadi
putih atau warna lainnya. Asalnya hidung yang diberikan Allah pesek
kemudian dirubah menjadi mancung dan sebagainya. Namun
demikian, apa yang dilakukan sebenarnya merupakan tindakan yang
tidak percaya dengan pemberian Allah dan dapat dikatakan sebagai
bentuk penghinaan terhadap Allah.
Oleh karena itu merubah ciptaan atau pemberian Allah
sebagaimana dideskripsikan di atas sebenarnya bertentangan dengan
kodrat dan iradat Allah. Seharusnya manusia menyadari bahwa apapun

9
yang diciptakan Allah di dunia ini bukan merupakan hal yang sia-sia
(lihat Q.S. al-Baqarah ayat 26).
Artinya: Sesungguhnya Allah tiada segan membuat
perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.[4]
adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa
perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir
mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk
perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang
disesatkan Allah,[5] dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang
yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali
orang-orang yang fasik.
Menurut pandangan manusia atau seseorang yang melakukan
operasi bahwa salah satu anggota tubuhnya kurang menarik, sehingga
ia pun berkeinginan untuk merubahnya melalui operasi. Padahal dalam
pandangan Allah pemberian-Nya itu yang dipandang manusia kurang
menarik, sebenarnya memiliki manfaat yang luar biasa, hanya saja ia
tidak mengetahui dan menyadarinya. Mestinya manusia dapat
bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah dan memberdayakan
pemberian tersebut dengan baik.
Selain itu, apabila persoalan di atas dikembalikan kepada
sumber hukum Islam yaitu Alquran, maka Alquran telah secara jelas
menyatakan orang yang merubah ciptaan-Nya adalah orang yang
mengikuti jalan dan ajakan syaithan. Hal ini sesuai dengan firman
Allah dalam Q.S. an-Nisa ayat 119.
Artnya: Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan
akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh
mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka
benar-benar memotongnya,[7] dan akan Aku suruh mereka (mengubah
ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya". barangsiapa yang
menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka
Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

10
Dari ayat tersebut dapat dipahami, bahwa melakukan operasi
plastik, yang hanya bertujuan mempercantik diri termasuk perbuatan
syetan yang dilaknat Allah. Contohnya, operasi untuk memperindah
bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk menghilangkan
kerutan-kerutan tanda tua di wajah, dan sebagainya. Persoalan ini
apabila dilihat dari kaidah yang disebutkan sebelumnya bahwa operasi
plastik dengan tujuan untuk mempercantik [jirahah at-tajmil], maka
hukumnya adalah haram.

Hukum Melakukan Operasi Plastik Untuk Tujuan Merekonstruksi


(Memperbaiki Cacat/Kecelakaan)

Hukum melakukan operasi plastik dengan tujuan untuk


memperbaiki cacat yang dibawa sejak lahir (al-uyub al-khalqiyyah)
seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian (al-uyub at-
thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah
yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan, maka dapat dikategorikan
sebagai mubah atau dibolehkan melakukan operasi tersebut.
Dalam ushul fikih, cacat atau akibat kecelakaan dapat
dikategorikan sebagai mudharat atau disebut kemudaratan.
Kemudaratan mengakibatkan ketidakbaikan yang akhirnya membuat
orang yang mengalami kemudaratan ini tidak merasa nyaman
beragama. Oleh karena itu, Islam memang bukan agama yang
memudah-mudahkan sesuatu, tetapi bukan pula agama yang
mempersulit. Kemudaratan mesti dihilangkan atau setidaknya
menguranginya melalui operasi plastik.

Bolehnya menghilangkan kemudaratan berupa cacat sejak lahir


atau cacat akibat kecelakaan adalah berdasarkan kaidah fikih yang
berbunyi:

11
Artinya: Kemudaratan itu mesti dihilangkan,

Sehingga operasi plastik pun legal dilakukan dengan ketentuan


sesuai dengan tujuan yang disebutkan. Selain itu, bolehnya melakukan
operasi plastik adalah berdasarkan keumuman (amm) dalil yang
menganjurkan untuk berobat (at-tadawiy). Nabi SAW bersabda:

Artinya: Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali


Allah menurunkan pula obatnya. (HR Bukhari).[10]
Dalam hadits yang lain Nabi SAW bersabda pula:

Artinya: Wahai hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena


sesungguhnya Allah tidak menurunkan satu penyakit, kecuali
menurunkan pula obatnya. (HR Tirmidzi).
Dalam ushul fikih disebutkan bahwa selama tidak ada dalil
yang mengkhususkan dalil umum, maka selama itu pula dalil umum
dapat diamalkan. Hadis di atas dipandang sebagai hadis yang umum,
dan dapat diamalkan atau dapat dijadikan hujjah, karena tidak
ditemukan adanya dalil yang mengkhususkannya.
Dapat disimpulkan bahwa operasi plastik dengan tujuan untuk
kecantikan hukumnya haram dan apabila dilakukan untuk
memperbaiki cacat yang dibawa sejak lahir seperti bibir sumbing, kaki
pincang dan sebagainya atau memperbaiki cacat akibat kecelakaan,
maka hukumnya mubah (boleh) sepanjang tidak ada ketentuan agama
yang dilanggar.

12
B. Orthodonti (Merapikan Gigi)
1. Pengertian
Keahlian medis dalam masalah merapikan gigi yang dikenal
dengan istilah orthodonti (orthodontics) merupakan nikmat Allah SWT
kepada umat manusia untuk mengembalikan kepada fitrah penciptaannya
yang paling indah (fi ahsani taqwim) yang patut disyukuri dengan
menggunakannya pada tempatnya dan tidak disalahgunakan untuk
memenuhi nafsu insani yang kurang bersyukur. Oleh karena itu Islam
sangat memuliakan ilmu kesehatan dan kedokteran sebagai alat merawat
kehidupan dengan izin Allah swt. Ia bahkan memerintahkan kita semua
sebagai fardhu ain (kewajiban personal) untuk mempelajarinya secara
global dan mengenali diri secara fisik biologis sebagai media peningkatan
iman dan memenuhi kebutuhan setiap individu dalam menyelamatkan,
memperbaiki dan menjaga hidupnya. Firman Allah swt.yang artinya:
Dan di bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang
yang yakin. Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak
memperhatikan.? QS. Ad-Dzariyat ( 51) : 20, 21)
Sabda Nabi SAW: Berobatlah wahai hamba Allah!karena
sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit melainkan Ia telah
menciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu tua. (HR. Ahmad,
Abu Dawud dan Tirmidzi).
2. Hukum Orthodonti
Islam juga menetapkan fardhu kifayah (kewajiban kolektif) dan
menggalakkan adanya ahli-ahli di bidang kedokteran dan memandang
kedokteran sebagai ilmu yang sangat mulia. Imam Syafii berkata: Aku
tidak tahu suatu ilmu setelah masalah halal dan haram (Fiqih) yang lebih
mulia dari ilmu kedokteran. (Al-Baghdadi dalam Atthib Minal Kitab was
Sunnah:187).
Pemasangan gigi pada hakikatnya termasuk bagian dari praktek
transplantasi (pencangkokan) organ. Tatkala Islam muncul pada abad ke-7
Masehi, ilmu bedah sudah dikenal di berbagai negara dunia, khususnya
negara-negara maju saat itu, seperti dua negara adi daya Romawi dan

13
Persi.Namun pencangkokan jaringan belum mengalami perkembangan
yang berarti, meskipun sudah ditempuh berbagai upaya untuk
mengembangkannya.Selama ribuan tahun setelah melewati berbagai
eksperimen barulah berhasil pada akhir abad ke-19 M, untuk
pencangkokan jaringan, dan pada pertengahan abad ke-20 M untuk
pencangkokan organ manusia. Di masa Nabi saw. peradaban Islam telah
menunjukkan perhatian terhadap masalah kesehatan sehingga muncul
beberapa dokter ahli bedah di masa Nabi yang cukup terkenal seperti al
Harth bin Kildah dan Abu Ramtah Rafaah, juga Rafidah al Aslamiyah
dari kaum wanita.
Pembuatan dan pemasangan gigi sepanjang untuk alasan syari
yakni karena pertimbangan kebutuhan (haajah) medis untuk menormalkan
atau memperbaiki kelainan serta penggantian yang lepas untuk dapat
mengunyah dan menggigit kembali merupakan perbuatan dan profesi
yang terpuji karena membawa kepada kemaslahatan, bahkan sekalipun
menggunakan bahan logam emas bagi pria maupun wanita bila hal itu
lebih maslahat, kuat, sehat dan bukan untuk tujuan pamer kemewahan,
sekadar asesoris perhiasan dan gaya berlebihan. Hal ini dapat
dianalogikan dengan bolehnya bedah plastik dengan alasan syari tersebut
baik dengan organ asli maupun buatan. Operasi plastik yang
menggunakan organ buatan atau palsu sudah dikenal di masa Nabi saw.,
sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Daud dan Tirmidzi dari
Abdurrahman bin Tharfah yang mengisahkan bahwa kakeknya Arfajah
bin Asad pernah terpotong hidungnya pada perang Kulab, lalu ia
memasang hidung (palsu) dari logam perak, namun hidung tersebut justru
mulai membusuk, maka Nabi saw. menyuruhnya untuk memasang hidung
palsu dari bahan logam emas.

3. Pemasangan Gigi Emas


Dalam hal pemasangan gigi emas, secara spesifik Imam Ibnu
Saad dalam Thabaqatnya (III/58) telah meriwayatkan dari Waqid bin Abi
Yaser bahwa sahabat dan menantu Nabi saw Utsman bin Affan ra.

14
pernah memasang mahkota gigi dari emas, supaya giginya lebih kuat dan
tahan lama. Pemakaian gigi emas tidak dilarang sebagaimana dilarangnya
laki-laki oleh Nabi saw untuk memakai perhiasan emas atau pemakaian
bejana emas sebagai asesoris (HR. Muslim dan Abu Dawud), sebab disini
yang harus menjadi penekanan adalah fungsi kekuatan dan kesehatan gigi
palsu dengan bahan emas dan bukan untuk fungsi perhiasan dan pamer
kemewahan sebagaimana alasan yang dipakai oleh Utsman dalam
menggunakan gigi palsu emas. Di samping itu penggunaan bahan emas
pada gigi palsu adalah untuk pemakaian yang tergolong dalam bukan
pemakaian luar sebagaimana lazimnya perhiasan.
Gigi palsu yang terbuat dari emas tersebut bila pemakainya
meninggal apakah dikubur bersamanya ataukah dicabut dahulu sebelum
dikebumikan mayatnya, maka terdapat silang pendapat di kalangan
ulama. Namun pada dasarnya pendapat yang lebih kuat adalah yang lebih
dekat kepada prinsip syariah dan kaidah fiqih.Prinsip syariah menekankan
kemaslahatan secara luas. Dengan demikian, penguburan gigi emas
bersama mayat merupakan perbuatan tabzir (menyia-nyiakan nikmat
Allah) yang tidak disukai dalam Islam padahal barang tersebut dapat
berguna bagi orang yang masih hidup. (QS. Al-Isra: 26-27). Di samping
itu membiarkan mayat dengan emas bersamanya dapat mengundang
kriminalitas dengan pencurian dan pembongkaran mayat yang justru akan
menodai kesucian dan kehormatan mayat. Dengan demikian sebaiknya
gigi emas tersebut dicabut oleh dokter gigi yang berpengalaman dari
mayat sebelum dikebumikan dengan cara yang lembut, hati-hati dan
diupayakan agar secepat dan semudah mungkin.

4. Masalah Pemasangan Kawat Gigi


Adapun masalah pemasangan kawat gigi atau behel memang
sebenarnya diperuntukkan bagi orang-orang yang bermasalah dengan
penampilan giginya, atau dalam bahasa medis disebut sebagai memiliki

15
persoalan ortodontik seperti posisi gigi yang tonggos, tidak rata, jarang-
jarang dan sebagainya yang diakibatkan oleh berbagai faktor penyebab.Di
antaranya karena faktor keturunan dari orangtua, seperti cameh atau cakil,
tonggos gigi berjejal, gigi jarang dan sebagainya.Kelainan bawaan seperti
sumbing juga bisa menyebabkan kelainan ortodontik apalagi jika pada
daerah sumbing itu tak ditumbuhi gigi.Faktor penyebab lainnya adalah
penyakit kronis, misalnya amandel, pilek-pilek (rhinitis alergika),
bernafas melalui mulut dan sebagainya. Beberapa kebiasaan buruk seperti
menopang dagu dan menjulurkan, kebiasaan menghisap jari terutama
dalam jangka waktu lama sampai lebih dari lima tahun atau kebiasaan
ngempeng anak balita terutama jika dotnya tak ortodontik (tak sesuai
dengan anatomi rongga mulut dan geligi) bisa pula menyebabkan
penampilan gigi buruk.
5. Tujuan Pemasangan Kawat Gigi
Tujuan pemasangan alat cekat atau kawat gigi, menurut pakar
ortodontik drg Tri Hardani, SpOrt, Kepala Departemen Klinik Lembaga
Kedokteran Gigi TNI-AL RE Martadinata Jakarta, dan sebagaimana
dikemukakan para dokter gigi yang menangani masalah ortodonsi bahwa
perawatan ortodonti tidak terlepas dari nuansa keharmonisan wajah yang
melibatkan gigi geligi, tulang muka serta jaringan lunak wajah. Tapi,
Estetika itu hanya salah satu tujuan ortodontik ini.Adapun tujuan lainnya
adalah mengembalikan fungsi pengunyahan menjadi normal kembali.
Upaya yang dilakukan antara lain dengan merapikan susunan gigi serta
mengembalikan gigi geligi pada fungsinya secara optimal. Hal ini
sebenarnya merupakan pekerjaan dokter gigi spesialis yang
menggabungkan antara art dan science, seni dan pengetahuan medis.

Tujuan kosmetik itu terkait erat dengan oklusi, yaitu tutup


menutupnya gigi geligi atas dan bawah secara sempurna.Dan agar
terbentuk oklusi yang normal diperlukan susunan gigi yang baik, jumlah
gigi dan hubungan antara gigi atas dan bawah serta kanan kiri yang
sempurna.Jadi, yang utama dari perawatan ortodontik ini adalah

16
mengembalikan susunan gigi pada fungsinya sebagai alat pengunyah,
pendukung pengucapan dan estetika.
Secara umum alat untuk merapikan gigi ada dua macam, yaitu alat
yang lepasan (removeable appliances) dan alat cekat (fixed
appliances).Dibanding alat cekat, alat yang lepasan lebih mudah
dibersihkan sehingga gigi tetap terjaga kebersihannya.Tapi alat yang
terbuat dari akrilik ringan ini memiliki keterbatasan kemampuan untuk
menangani kasus-kasus sulit.Alat ini terbatas untuk menggerakkan gigi
dengan jarak jauh. Akibatnya untuk pasien dewasa akan kurang efektif
jika menggunakan alat lepasan ini.
Berbeda dengan alat lepasan, alat cekat memiliki jangkauan
perawatan lebih tinggi sehingga mampu digunakan untuk kasus-kasus
sulit.Alat ini terdiri dari kawat, baracket (penopang kawat yang
ditempelkan pada gigi terbuat dari logam, keramik, atau plastik) dan
cincin karet yang berwarna warni.Kawat ini sendiri terbuat dari logam
titanium ringan, tak berkarat dan memiliki kelentingan, ukuran serta
bentuk yang bermacam-macam sesuai kebutuhan. Karena menempel pada
gigi maka cara membersihkan alat cekat ini menjadi tak bebas. Karena
itulah biasanya disediakan sikat gigi khusus bagi para pemakai alat cekat
ini. Selain itu sebelum memakai alat cekat, pasien juga dilatih bagaimana
cara menyikat dan mengontrol gigi agar tetap bersih. Alat ini tak
dianjurkan bagi anak-anak yang belum bisa merawat giginya sendiri,
seperti cara menggosok gigi. Hanya saja pada orang dewasa, pemasangan
alat ini sangat tergantung pada kondisi jaringan pendukung gigi, seperti
gusi, tulang yang mengikat, serta ada tidaknya penyakit yang melemahkan
tubuh seperti diabetes, TBC, dan lain-lain.
Melihat berbagai faktor penyebab kelainan dan penanganan
orthodontik karena alasan medis tersebut di atas diperbolehkan dalam
Islam baik sebagai pasien maupun dokter gigi yang menanganinya,
bahkan dianjurkan dan dapat bernilai ibadah.Sebab Islam menganjurkan
untuk berobat bila terjadi kelainan dan ketidaknormalan pada fisik dan

17
psikis.Bukankah Islam sangat memperhatikan kesehatan sebagaimana
pesan dalil-dalil yang telah di kemukakan di atas.
6. Fenomena Penggunaan Kawat Gigi
Belakangan ini ada kecenderungan dan fenomena penggunaan
kawat gigi menjadi semacam tren aksesoris yang merata khususnya yang
lebih banyak kaum perempuan, mulai dari siswa SD, anak ABG, para
remaja, gadis belia dan dewasa sampai kalangan ibu-ibu yang suka
menggunakan kawat gigi dengan hiasan mata cincin berwarna warni dan
bahkan tidak jarang berlian serta permata yang tidak jarang hanya sekadar
ingin ikut-ikutan, sekadar ingin bergaya dan tampil trendi atau biar
kelihatan berkelas dan keren meskipun sebenarnya tidak perlu
memakainya dengan kondisi gigi yang normal. Pemasangan kawat pada
pasien yang sebenarnya secara medis dan kesehatan gigi dan gusi tidak
memerlukan perawatan itu sebenarnya merupakan perbuatan yang
berlebih-lebihan, tidak perlu, termasuk mubazir dan praktik tolong
menolong dalam kemaksiatan serta perbuatan dosa.Sebab, biasanya, rata-
rata lama perawatan ortodontik berkisar dua tahun atau tergantung tingkat
keparahan ketidaknormalan struktur giginya dengan biaya yang tak
sedikit. Untuk memiliki alat cekat seseorang membutuhkan biaya minimal
Rp 5 juta hingga Rp 12 juta di luar tarif kontrol yang wajib dilakukan
setiap tiga minggu sekali untuk mengecek keadaan alat. Tentunya biaya
tersebut di luar tingkat kualitas behel dan asesorisnya seperti berlian dan
batu permata (QS. Al-Maidah:2).
Semua itu jika di luar kebutuhan mendesak medis dikategorikan
sebagai perbuatan tabzir (kemubaziran) dan isrof (berlebihan) demi
gengsi, gaya hidup (life style) dan sekadar pamer yang tidak terpuji dalam
Islam karena kawat tersebut tidak akan membawa pengaruh apa-apa pada
pertumbuhan gigi selanjutnya tetapi justru membuang-buang uang untuk
sesuatu yang tidak perlu dan cenderung berlebih-lebihan (israf) dan
bermewah-mewahan yang dibenci dan dikutuk Allah Swt (QS. Al-
Mukminun:64-65, QS. Al-Isra:26-27). Akan lebih baik bila kelebihan
rezki tersebut digunakan untuk beramal shalih berupa sedekah terutama

18
kepada korban kondisi krisis ekonomi dan bencana yang justru secara
spiritual akan mempercantik kepribadian diri secara hakiki di samping
akan membawa kebahagiaan dan keberkahan dunia dan akhirat. Wallahu
Alam Wa Billahit taufiq wal Hidayah.

19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah yang telah diuraikan
di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut : Operasi Plastik atau Bedah plastik
adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi
atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran.
Operasi Plastik terbagi dalam dua bagian besar yaitu, Operasi Plastik
Rekonstruksi dan Operasi Plastik Estetika/Kosmetik namun dari kedua operasi
tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Pada operasi rekonstruksi
diusahakan mengembalikan bentuk/penampilan serta fungsi menjadi lebih baik
atau lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi Estetik,
pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal (sehat), namun menurut norma
bentuk tubuh kurang harmonik, maka diharapkan melalui operasi bedah plastik
estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati sempurna.
Hukum operasi plastik ada yang mubah (diperbolehkan) dan ada yang
haram. Operasi plastik yang mubah adalah yang bertujuan untuk memperbaiki
cacat sejak lahir (al-uyub al-khalqiyyah) seperti bibir sumbing, atau cacat yang
datang kemudian (al-uyub al-thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau
semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan. Adapun
operasi plastik yang diharamkan, adalah yang bertujuan semata untuk
mempercantik atau memperindah wajah atau tubuh, tanpa ada hajat untuk
pengobatan atau memperbaiki suatu cacat/kecelakaan.

B. Saran
Penulis menyarankan bagi pembaca agar dapat memahami pengertian
operasi plastik, macam-macamnya, serta mengetahui hukum-hukumnya dalam
agama Islam. Bagi pembaca dan mahasiswa lain yang ingin mengetahui dan
memahami lebih dalam lagi mengenai materi ini, maka dapat menjadikan
makalah ini sebagai referensi. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca untuk kesempurnaan makalah ini selanjutnya.

20
DAFTAR PUSTAKA

http://nininkarengga.blogspot.com/makalah-bedah-plastik.html
http://id.m.wikipedia.org/wiki/bedah_plastik/
http://coretanbinderhijau.blogspot.com/2013/09/makalah-operasi-plastik-menurut-
hukum.html/

21
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................1
B. Pembatasan Masalah...........................................................................1
C. Perumusan Masalah............................................................................ 2
D. Tujuan Penulisan................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Operasi Plastik..................................................................................3
1. Pengertian Operasi Plastik.................................................................3
2. Jenis-Jenis Operasi Plastik.................................................................4
3. Efek Samping Operasi Plastik............................................................7
4. Operasi Plastik Dilihat Dari Segi Agama Islam.......................................9
B. Orthodonti (Merapikan Gigi)...............................................................13
1. Pengertian...................................................................................13
2. Hukum Orthodonti........................................................................13
3. Pemasangan Gigi Emas..................................................................15
4. Masalah Pemasangan Kawat Gigi......................................................16
5. Tujuan Pemasangan Kawat Gigi.......................................................16
6. Fenomena Penggunaan Kawat Gigi....................................................18
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................... 20
B. Saran............................................................................................ 20
DAFTAR PUSTAKA

22
ii
KATA PENGANTAR

Dengan kebesaran allah swt. yang maha pengasih lagi maha penyayang,
penulis panjatkan rasa puji syukur atas hidayah-nya, yang telah melimpahkan
rahmat, nikmat, dan inayah-nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Makalah Operasi Plastik dan Menghiasi Gigi.
Adapun Makalah Operasi Plastik dan Menghiasi Gigi ini telah penulis
usahakan dapat disusun dengan sebaik mungkin dengan mendapat bantuan dari
berbagai pihak, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan secara tepat
waktu. untuk itu penulis tidak lupa untuk menyampaikan banyak terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini.
Terlepas dari upaya penulis untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-
baiknya, penulis tetap menyadari bahwa tentunya selalu ada kekurangan, baik dari
segi penggunaan kosa-kata, tata bahasa maupun kekurangan-kekurangan lainnya.
oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang bermaksud untuk memberikan kritik dan saran kepada penulis agar
penulis dapat memperbaiki kualitas makalah ini.
Penulis berharap semoga Makalah Operasi Plastik dan Menghiasi Gigi
ini bermanfaat, dan pelajaran-pelajaran yang tertuang dalam makalah ini dapat
diambil hikmah dan manfaatnya oleh para pembaca.

Pariaman, Desember 2016

Penulis

i
23