Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH AGAMA

TENTANG
PUASA DAN MANFAAT BAGI KESEHATAN

Oleh Kelompok VII :


Aprilia Siska
Elisa Melvia Fitri
Windi Yesika

Dosen Pembimbing :
Virgo Vicnori, M.Ag

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES PIALA SAKTI
PARIAMAN
2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Puasa Telah dilakukan sejak zaman dahulu, tidak hanya oleh orang-
orang muslim saja tapi juga oleh orang-orang yang non islam dengan cara
masing-masing sesuai dengan agama yag di percayainya. Karena puasa
memiliki manfaat yang positif bagi kesehatan Jasmani dan rohani.
Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang dilaksanakan oleh
kaum muslimin di seluruh dunia. Allah swt. telah mewajibkannya kepada
kaum yang beriman, sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum
Muhammad saw. Puasa merupakan amal ibadah klasik yang telah diwajibkan
atas setiap umat-umat terdahulu.
Selain itu, Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam
menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama
Fasting Center International, Inc. sebagaimna yang telah dituturkan oleh
salah satu ilmuwan bahwa puasa benar-benar memiliki manfaat yang tinggi:
Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau imun system
terhadap berbagai penyakit. Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel
limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara significan
bertambah, setelah puasa (Riyad Albiby and Ahmed Elkadi :84 )

B. Rumusan Masalah
a. Menjelaskan Pengertian Puasa dari aspek kesehatan
b. Menjelaskan Manfaat Puasa dalam menyembuhkan berbagai penyakit
c. Menjelaskan bahwa Puasa dapat membentuk pikiran yang positif

C. Tujuan
a. Tujuan Umum
Agar mahasiswa mengetahui apa arti puasa dari aspek kesehatan
b. Tujuan Khusus
Agar mahasiswa mengetahui apa saja manfaat puasa dan
bagaimana bisa puasa dapat membentuk pikiran yang positif bagi yang
melaksanakannya

1
BAB II
PUASA DAN KESEHATAN

A. Pengertian Puasa Dalam Islam


Secara etimologi, puasa berarti menahan, baik menahan makan,
minum, bicara dan perbuatan. Sedangkan secara terminologi, puasa adalah
menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa.
Sebagian ulama mendefinisikan, puasa adalah menahan nafsu dua anggota
badan, perut dan alat kelamin sehari penuh, sejak terbitnya fajar kedua sampai
terbenamnya matahari dengan memakai niat tertentu. yang menjadi parameter
antara sah atau rusaknya puasa seseorang. adalah:
Pertama, Nilai Formal yaitu yang berlaku dalam perspektif ini puasa
hanya tinjau dari segi menahan lapar, haus dan birahi. Maka menurut nilai ini,
seseorang telah dikatakan berpuasa apabila dia tidak makan, minum dan
melakukan hubungan seksual mulai dari terbit fajar sampai terbenam
matahari. Padahal Rasulullah SAW telah memberikan warning terhadap umat
muslim melalui sebuah haditnya yang berbunyi : Banyak orang yang puasa
mereka tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya rasa lapar dan haus
saja. H.R. bukhari. Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa
hakekat atau esensi puasa tidak hanya menahan rasa lapar, haus dan gairah
birahi saja, melainkan dalam puasa terkandung berbagai aturan, makna dan
faedah yang mesti diikuti.
Kedua, Nilai Fungsional yaitu yang menjadi parameter sah atau
rusaknya puasa seseorang ditinjau dari segi fungsinya. Adapun fungsinya
yaitu untuk menjadikan manusia bertakwa (laalakum tattaqun). QS. Al-
Baqarah 183. Kemudian menurut nilai ini, puasa seseorang sah dan tidak
rusak apabila orang tesebut dapat mencapai kualitas ketakwaan terhadap
Allah SWT.

2
B. Adapun Aturan-Aturan Mengenai Puasa Dalam Islam Adalah :
1. Hukum Puasa
Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :
Wajib Puasa pada bulan Ramadhan.
Sunat Puasa pada hari-hari tertentu.
Haram Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.
2. Syarat Wajib Puasa
Beragama Islam
Baligh (telah mencapai umur dewasa)
Berakal
Berupaya untuk mengerjakannya.
Sihat
Tidak musafir
3. Rukun Puasa
Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan
Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa
sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari
sehingga terbit fajar.
Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar
sehingga masuk matahari.
4. Syarat Sah Puasa
Beragama Islam
Berakal
Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum
wanita
Hari yang sah berpuasa.
5. Sunat Berpuasa
Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
Melambatkan bersahur
Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air
Membaca doa berbuka puasa
6. Perkara Makruh Ketika Berpuasa
Selalu berkumur-kumur
Merasa makanan dengan lidah

3
Berbekam kecuali perlu
Mengulum sesuatu
7. Hal yang membatalkan Puasa
Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
Muntah dengan sengaja
Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
Kedatangan haid atau nifas
Melahirkan anak atau keguguran
Gila walaupun sekejap
Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari
Murtad atau keluar daripada agama Islam
8. Hari yang Disunatkan Berpuasa
Hari Senin dan Kamis
Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
Enam hari dalam bulan Syawal
9. Hari yang diharamkan Berpuasa
Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
Hari syak (29 Syaaban)
Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

C. Puasa Ditinjau Dari Aspek Kesehatan


Pada dasarnya orang yang berpuasa itu hanya melewatkan saat makan
siang dan mempercepat waktu makan pagi. Orang yang berpuasa juga hanya
tidak minum selama 8 sampai 10 jam dan itu tidak membahayakan kesehatan
dan tidak menyebabkan dehidrasi yang buruk bagi tubuh manusia.
Sebaliknya, dehidrasi ringan dan penyimpanan air dalam tubuh bisa
meningkatkan kesempatan hidup.
Dampak positif lainnya bagi tubuh, puasa bisa menurunkan kadar gula
darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa
sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes,
kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan
dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang
sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal.

4
Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan
adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit terutamanya
kegendutan yang menyebabkan timbulnya sub penyakit lain. Maka puasalah
satu-satunya cara yang dapat memelihara anggota badan daripada semua
penyakit kerana melaluinya unsur-unsur racun di dalam makanan dapat
dinetralkan setelah berpadu di antara satu sama lain. Sesungguhnya kesan
lapar di dalam perubatan adalah lebih baik daripada penggunaan obat.
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi
berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :
Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan, Pada hari-hari
ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja
keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan
puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga
menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang
bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk
menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah
putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, Memperbaiki
fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,
Meningkatkan fungsi organ tubuh

Puasa juga mencegah lebih banyak lagi zat racun yang memasuki
tubuh. Organ hati dalam hal ini bisa melakukan metabolisme dan pengeluaran
racun secara lebih efektif. Sistem kekebalan tubuh juga rehat dari tugas
mengusir racun yang berasal dari makanan, air, maupun udara.
Menurut Jalal Saour bahwa : berkurangnya cairan pada puasa akan
menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap
penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.(Jalal,
Riyad,1990)

5
D. Puasa Menurut Para Ahli
PUASA memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh,
ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat
beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk
bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan
kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan
mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk
memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya
tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.
NAMA PENDAPAT
NO
AHLI
Seorang ahli dari Amerika, telah menghimpun hasil
pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai
negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why
Fast membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain:
a. To feel better physically and mentally (merasa lebih
baik secara fisik dan mental). b. To look and feel
younger (melihat dan merasa lebih muda). c. To clean
Allan out the body (membersihkan badan) d. To lower blood
1. Cott, pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan
M.D., darah dan kadar lemak. e. To get more out of sex (lebih
mampu mengendalikan seks). f. To let the body health
itself (membuat badan sehat dengan sendirinya). g. To
relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa). h. To
sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi). i. To
gain control of oneself (memperoleh kemampuan
mengendalikan diri sendiri). j. To slow the aging
process (memperlambat proses penuaan).
Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow
Dr. Yuri
menilai kemampuan untuk berpuasa yang
2 Nikolaye
mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet
v
muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini
Direktur Lembaga Makanan Sehat Fultonia di
3 Alvenia Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara

6
terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita
M. Fulton secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona
dan daya pikat.
Riyad Mengatakan Puasa dapat meningkatkan kekebalan
Albiby tubuh atau imun system terhadap berbagai penyakit.
4 and Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel limfa yang
Ahmed memproduksi sel limfosit T yang secara significan
Elkadi bertambah, setelah puasa.
Mengatakan bahwa untuk penyakit seperti diabetes
sekalipun puasa ramadhan tidak akan berbahaya, malah
5 Sulimami
memberikan banyak manfaat (Sulimami, dll, 1988: 549-
552)
Berpendapat bahwa berkurangnya cairan pada puasa
akan menurunkan heart rate atau kerja jantung,
Jalal
6 pencegahan terhadap penggumpalan darah yang
Saour
termasuk penyebab serius panyakit jantung.(Jalal,
Riyad,1990)
Berpendapat bahwa puasa juga aman untuk pasien yang
Muzam
mempunyai gangguan ulcer pada lambung. Penelitian
MG, Ali
7 dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam
M.N dan
observasi terhadap efek puasa ramadhan terhadap asam
Husain
lambung
8 Elson M. Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984)
Haas M.D mengatakan dalam puasa (cleansing dan detoksifikasi)
merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing,
building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah
bagian yang hilang missing link dalam diet di dunia
barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau
terlalu banyak makan, makan dengan protein yang
berlebihan, lemak yang berlebihan pula. Sehingga ia
menyarankan agar orang lain mulai mengatur
makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa,
karena puasa bermanfaat sebagai: purifikasi,
peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging,

7
mengurangi alergi, mengurangi berat badan,
detoksikasi, relaxasi mental dan emosi, perubahan
kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi
lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan
imunitas tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam
pengawasan dokter. Puasa dapat mengobati penyakit
seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi
makanan, astma, aterosklerosis, penyakit jantung
koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi,
sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris
(nyeri dada karena jantung), panas dan insomnia

E. Puasa Dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit


Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta
benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk
istirahat. Puasa, yang mensyaratkan pelakunya untuk tidak makan, minum,
dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari
terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk
menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya.
Puasa dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit yang timbul
karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum
tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi
mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif
seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis
(diabetes mellitus), dan lain-lain.

F. Fisiologis Puasa
Selama hari-hari pertama puasa, tubuh membakar simpanan gula yang
disebut glikogen. Setelah itu, tubuh mulai membakar lemak untuk bahan
bakar, sementara otak terus memerlukan gula darah. Di hari selanjutnya,
sejumlah jaringan otot dipecah menjadi asam amino yang kemudian diubah
oleh hati menjadi glukosa untuk makanan otak.

8
Setelah itu masuk kondisi yang disebut ketosis, ketika hati mengubah
simpanan lemak menjadi zat kimia keton, yang dapat digunakan oleh otak,
jantung, dan otot sebagai energi. Selama periode ini, mungkin berat badan
berkurang sekitar 1 kg karena pembakaran lemak meningkat, racun-racun dari
tumpukan lemak yang dilepaskan ke aliran darah dimetabolisme oleh hati dan
ginjal.
Umumnya, sepanjang periode inilah, ketika tubuh sudah beradaptasi
dan tidak lagi kelaparan, terjadi peningkatan energi dan kesadaran rasa yang
meningkat pula. Peningkatan ini juga mencakup pikiran dan jiwa yang
semakin cerah. (Kompas Female.htm/2010)

G. Puasa : Trilogy Nutrisi


Menurut Elson M. Haas M.D. Direktur Medical Centre of Marin
(sejak 1984). Dalam puasa (cleasing dan detoksifikasi) merupakan
bagian dari TRILOGY NUTRISI, balancing, building (toning). Elson
percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang missing link dalam
diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu
banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan, lemak yang
berlebihan pula.
Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur
makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa
bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan,
anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, detoksikasi, relaxasi
mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk
menjadi lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan imunitas
tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam pengawasan dokter. Puasa dapat
mengobati penyakit seperti:
Influeza Obesitas
Bronkitis Kanker
Diare Epilepsi
Konstipasi Sakit pada punggung
Alergi makanan Sakit mental
Astma -

9
Aterosklerosis Angina pectoris (nyeri dada karena j
Penyakit jantung koroner antung),
Hipertensi Panas dan insomnia.
Diabetes, dll.
(www.healthynet.com)

H. Manfaat puasa secara umum:


Mengistirahatkan Saluran Cerna
Bisa Menurunkan Berat Badan
Mencegah Hipertensi
Meningkatkan Imunitas
Menekan Kadar Kolesterol
Mengendalikan Gula Darah
Mempertahankan tubuh dari toksinasi
Mencegah berbagai kemungkinan penyakit yg disebabkan oleh makanan
Meningkatkan kesadaran rasa
Melatih pikiran jernih (Psikologis terjaga)
Membantu proses autolisis (proses autolisis yang oleh sebagian ahli
dipandang sebagai program pengaturan mekanisme selular organ-organ
tubuh ini, autolisis akan berfungsi dalam pembuangan sel-sel yang sudah
rusak dan mati, (Erma D.K/Majalah Chic)

I. Puasa Dapat Membentuk Pikiran Yang Positif


Puasa sering dilaksanakan sebagai ibadah yang melatih manusia untuk
memperoleh kemampuan pengendalian diri. Kemampuan pengendalian diri
merupakan ciri unik manusia yang membedakan dirinya dengan binatang.
Kemampuan untuk dapat mengendalikan diri merupakan wujud dari
sebuah kharakter yang tangguh. Dengan demikian, sebuah tesis yang bisa
diajukan adalah bahwa puasa dapat menawarkan fungsinya sebagai
pendidikan karakter. Sebelum mengiluminasi kontribusi puasa dalam
pendidikan karakter, setidaknya dua terminologi memerlukan elaborasi,yakni;
pendidikan dan karakter.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Abu Hurairah
r.a, katanya Rasullullah bersabda Allah Azza wa Jalla berfirman: Setiap
amal anak Adam teruntuk baginya kecuali puasa, puasa itu adalah untuk
Ku dan Aku akan memberinya pahala. Puasa itu perisai. Apabla kamu puasa

10
janganlah kamu rusak puasamu itu dengan sanggama dan jangan
menghina orang. Apabila kamu yang dihina atau dipukul orang, maka
katakanlah :Aku puasa, Demi Allah yang jiwa Muhammad berada
ditangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang puasa lebih harum disisi Allah
pada hari kiamat kelak dari pada bau kesturi. Dan bagi orang puasa ada dua
kegembiraan. Apabila dia berbuka dia gembira dengan bukaannya dan
apabila dia menemui Tuhannya (meninggal) dia gembira dengan puasanya.
(Muslim:hadist 1117)
Allah juga berfirman tentang puasa dalam beberapa ayat dalam
Al-Quran sebagai berikut: Bahwa Puasa adalah wajib hukumnya agar kita
dapat menjadi orang yang bertaqwa. Dalam Alquran Qs Al-Baqarah
2:183.Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu
agar kamu bertakwa
Menurut Quraish Shihab puasa yang dilakukan umat Islam digaris
bawahi oleh Al-Quran sebagai bertujuan untuk memperoleh taqwa, Tujuan
tersebut tercapai dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Memahami dan
menghayati arti puasa memerlukan pemahaman terhadap dua hal pokok
menyangkut hakikat manusia dan kewajiban di bumi, Pertama, manusia
diciptakan Allah dari tanah, kemudian dihembuskan kepadaNya Ruh ciptaan-
Nya dan diberi potensi untuk mengembangkan dirinya hingga mencapai satu
tingkat yang menjadikannya wajar untuk menjadi khalifah (pengganti)
Tuhan dalam memakmurkan bumi ini, menurut hadis pula bahwa tuhan
menciptakan manusia menurut petanya, dalam arti memberikan potensi
untuk memiliki sifat-sifat sesuai dengan kemampuannya sebagai mahluk.
Menurut Muhammad Ali As-Shabuni dalam ensiklopedia islam
bahwa puasa sedikitnya mempunyai empat hikmah yaitu:
Sarana Pendidikan bagi manusia agar tetap bertaqwa, membiasakan diri
untuk patuh, terhadap perintah Allah SWT, penghambaan diri terhadap
Allah SWT.

11
PendidIkan jiwa dan membiasakan diri untuk tetap sabar dan tahan
terhadap segala penderitaan demi menempuh dan melaksanakan perintah
Allah. Menahan diri dari segala keinginan dan hawa nafsunya
Merupakan sarana menumbuhkan sayang dan rasa persaudaraan terhadap
orang lain sehingga terdorong membantu dan menyantuni orang yang
tidak berkecukupan.
Dapat menanamkan dalam diri manusia rasa takwa kepada Allah
SWT dengan senantiasa menjalankan perintahnya dalam keadaan
sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
Dari beberapa hikmah dari puasa itu sendiri, puasa mampu
memberikan manfaat yang signifikan pada kemampuan mental atau jiwa yang
mana dari suplay positif itu puasa mampu mengelola cara berpikir dalam otak
sehingga memiliki pengendalian yang tinggi. Maka dari situlah tercipta
algoritma penikiran yang positif, yang terbangun kokoh. Ditambah lagi, puasa
dalam konteks agama memang dianggap memiliki nilai spiritualitas yang
tinggi.
Adapun beberapa manfaatnya adalah :
Melatih Kesabaran
Melatih diri untuk mengendalikan diri dari hal-hal negatif (Amarah,
dengki, dll)
Menguatkan kemauan
Mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri
Mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, yang
ini merupakan hikmah puasa yang paling utama. Firman Allah Ta
ala : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa. (Al-Baqarah: 183)
Mengosongkan Hati Hanya Untuk Berfikir Dan Berdzikir.
Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan
meningkat pesat

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa (Qs Al-Baqarah 2:183).
Secara etimologi, puasa berarti menahan, baik menahan makan, minum,
bicara dan perbuatan.
Sedangkan secara terminologi, puasa adalah menahan dari hal-hal yang
membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa. Sebagian ulama
mendefinisikan, puasa adalah menahan nafsu dua anggota badan, perut
dan alat kelamin sehari penuh, sejak terbitnya fajar kedua sampai
terbenamnya matahari dengan memakai niat tertentu.
Menurut Jalal Saour bahwa : berkurangnya cairan pada puasa akan
menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap
penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.
(Jalal, Riyad,1990)

13
Puasa mampu memberikan manfaat yang signifikan pada kemampuan
mental atau jiwa yang mana dari suplay positif itu puasa mampu
mengelola cara berpikir dalam otak sehingga memiliki pengendalian yang
tinggi. Maka dari situlah tercipta algoritma penikiran yang positif, yang
terbangun kokoh. Ditambah lagi, puasa dalam konteks agama memang
dianggap memiliki nilai spiritualitas yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

http://blog.wahyu-winoto.com/2010/08/manfaat-puasa-ramadhan-dari-segi
sosial.html
http://female.kompas.com/read/2010/08/23/14013883/rajin.puasa.dijamin.sehat
http://blog.wahyu-winoto.com/2010/08/manfaat-puasa-ramadhan-dari-segi-
sosial.html
http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/08/19/puasa-menurut-para-ahli-
kedokteran/

14
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................. 1
C. Tujuan............................................................................................. 1
BAB II PUASA DAN KESEHATAN
A. Pengertian Puasa Dalam Islam...............................................................2
B. Adapun Aturan-Aturan Mengenai Puasa Dalam Islam Adalah :......................3
1. Hukum Puasa................................................................................. 3
2. Syarat Wajib Puasa..........................................................................3
3. Rukun Puasa..................................................................................3
4. Syarat Sah Puasa............................................................................. 3
5. Sunat Berpuasa...............................................................................3
6. Perkara Makruh Ketika Berpuasa........................................................4
7. Hal yang membatalkan Puasa.............................................................4

15
8. Hari yang Disunatkan Berpuasa..........................................................4
9. Hari yang diharamkan Berpuasa..........................................................4
C. Puasa Ditinjau Dari Aspek Kesehatan......................................................4
D. Puasa Menurut Para Ahli......................................................................6
E. Puasa Dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit.........................................8
F. Fisiologis Puasa.................................................................................9
G. Puasa : Trilogy Nutrisi.........................................................................9
H. Manfaat puasa secara umum:...............................................................10
I. Puasa Dapat Membentuk Pikiran Yang Positif..........................................11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
ii

Dengan kebesaran allah swt. yang maha pengasih lagi maha penyayang,
penulis panjatkan rasa puji syukur atas hidayah-nya, yang telah melimpahkan
rahmat, nikmat, dan inayah-nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Makalah Puasa dan Manfaatnya Bagi Kesehatan.
Adapun Makalah Puasa dan Manfaatnya Bagi Kesehatan ini telah
penulis usahakan dapat disusun dengan sebaik mungkin dengan mendapat bantuan
dari berbagai pihak, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan secara
tepat waktu. untuk itu penulis tidak lupa untuk menyampaikan banyak terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini.
Terlepas dari upaya penulis untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-
baiknya, penulis tetap menyadari bahwa tentunya selalu ada kekurangan, baik dari
segi penggunaan kosa-kata, tata bahasa maupun kekurangan-kekurangan lainnya.
oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya bagi

16
pembaca yang bermaksud untuk memberikan kritik dan saran kepada penulis agar
penulis dapat memperbaiki kualitas makalah ini.
Penulis berharap semoga Makalah Puasa dan Manfaatnya Bagi
Kesehatan ini bermanfaat, dan pelajaran-pelajaran yang tertuang dalam makalah
ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya oleh para pembaca.

Pariaman, November 2016

Penulis

17