Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

AGAMA

TEKNOLOGI KLONING MANUSIA, BAYI TABUNG & INSEMINASI

Oleh :

ELISA MELVIA FITRI


160101037

Dosen Pembimbing :
VIRGO VICNORI, M.Ag

PRODI S1 KEPERAWATAN
STIKES PIALA SAKTI
PARIAMAN
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teknologi kloning, bayi tabung dan inseminasi buatan merupakan
hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral sebagai
bentuk kemajuan ilmu kedokteran dan biologi.Sehingga meskipun memiliki
daya guna tinggi, namun juga sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan
kesalahan etika bila dilakukan oleh orang yang tidak beragama, beriman dan
beretika sehingga sangat potensial berdampak negative.Dalam perkembangan
ilmu Pengetahuan dan tekhnologi dalam dunia kedokteran berkembang proses
Kloning, Kloning (klonasi) yaitu teknik membuat keturunan dengan kode
genetik yang sama dengan induknya pada makhluk hidup tertentu baik berupa
tumbuhan, hewan, maupun manusia. Kloning telah berhasil dilakukan pada
tanaman sebagaimana pada hewan belakangan ini, kendatipun belum berhasil
dilakukan pada manusia. Tujuan kloning pada tanaman dan hewan pada
dasarnya adalah untuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan, mening-
katkan produktivitasnya, dan mencari obat alami bagi banyak penyakit
manusia terutama penyakit-penyakit kronis guna menggantikan obat-obatan
kimiawi yang dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia.
Bayi tabung adalah suatu istilah teknis. Istilah ini tidak berarti bayi
yang terbentuk di dalam tabung, melainkan dimaksudkan sebagai metode
untuk membantu pasangan subur yang mengalami kesulitan di bidang
pembuahan sel telur wanita oleh sel sperma pria. Secara teknis, dokter
mengambil sel telur dari indung telur wanita dengan alat yang
disebut"laparoscop" ( temuan dr. Patrick C. Steptoe dari Inggris ). Sel telur itu
kemudian diletakkan dalam suatu mangkuk kecil dari kaca dan dipertemukan
dengan sperma dari suami wanita tadi. Setelah terjadi pembuahan di dalam
mangkuk kaca itu tersebut, kemudian hasil pembuahan itu dimasukkan lagi ke
dalam rahim sang ibu untuk kemudian mengalami masa kehamilan dan
melahirkan anak seperti biasa.Inggris merupakan negara yang menjadi
tonggak awal sejarah bayi tabungdi dunia .Di sanalah sejumlah dokter untuk
pertama kalinya menggagas pelaksanaanprogram bayi tabung.Bayi tabung
pertama yang berhasil dilahirkan dari program tersebut adalah Louise Brown
yang lahir pada tahun 1978.

1
Inseminasi yaitu temuan kedokteran dengan metode kerja pembuahan
diluar rahim.Inseminasi buatan yang dilakukan untuk menolong pasangan
yang mandul, untuk mengembang biakan manusia secara cepat, untuk
menciptakan manusia jenius, ideal sesuai dengan keinginan, sebagai
alternative bagi manusia yang ingin punya anak tetapi tidak mau menikah dan
untuk percobaan ilmiah.

B. Rumusan Masalah
Ajaran syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak boleh berputus asa
dan menganjurkan untuk senantiasa berikhtiar (usaha) dalam menggapai
karunia Allah SWT.Tujuan filosofis syariah Islam yaitu memelihara fungsi
dan kesucian reproduksi bagi kelangsungan dan kesinambungan generasi
umat manusia. Allah telah menjanjikan setiap kesulitan ada solusi (QS.Al-
Insyirah:5-6) termasuk kesulitan reproduksi manusia dengan adanya
kemajuan teknologi kedokteran dan ilmu biologi modern yang Allah
karuniakan kepada umat manusia agar mereka bersyukur dengan
menggunakannya sesuai kaedah ajaran-Nya. Masalah yang penulis akan kaji
khususnya yang berkaitan dengan hukum islam, ialah Bagaimana pendapat
ulama Fiqh berkenaan dengan praktek kloning, bayi tabung dan inseminasi
buatan? .

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kloning
1. Pengertian

Kata kloning berasal dari Bahasa Inggris yaitu clone, pertama


kali diusulkan oleh Herbert Webber pada tahun 1903 untuk
mengistilahkan sekelompok makhluk hidup yang dilahirkan tanpa proses
seksual dari satu induk..Kloning adalah teknik membuat keturunan
derngan kode genetik yang sama dengan induknya, pada manusia kloning
dilakukan dengan mempersiapkan sel telur yang sudah di ambil intinya
lalu disatukan dengan sel somatic dari suatu organ tubuh, kemudian
hasilnya ditanamkan dalam rahim seperti halnya pada bayi tabung.

Prosedur Kloning : Kloning dilakukan dengan cara mengambil sel


tubuh (sel somatik) yang telah diambil ini selnya (nukleus) dari tubuh
manusia yang selanjutnya ditanamkan pada sel telur (ovum) wanita.
Perbandingan antara Pembuahan Alami dengan Kloning: Pembuahan
alami berasal dari proses penyatuan sperma yang mengandung 23
kromosom dan ovum yang mempunyai 23 kromosom. Ketika menyatu
jumlah kromosomnya menjadi 46. Jadi anak yang dihasilkan akan
mempunyai ciri ciri yang berasal dari kedua induknya. Dalam proses
kloning, sel yang diambil dari tubuh manusia telah mengandung 46
kromosom, sehingga anak yang dihasilkan dari kloning hanya mewarisi
sifat-sifat dari orang yang menjadi sumber pengambilan inti sel tubuh.

2. Hukum kloning menurut hukum Islam

Sesungguhnya tujuan kloning pada tanaman dan hewan adalah


untuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan, mening-katkan
produktivitasnya, dan mencari obat alami bagi banyak penyakit manusia
terutama penyakit-penyakit kronis guna menggantikan obat-obatan
kimiawi yang dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan

3
manusia. Upaya memperbaiki kualitas tanaman dan hewan dan men-
ingkatkan produktivitasnya tersebut menurut syara tidak apa-apa untuk
dilakukan dan termasuk aktivitas yang mubah hukumnya. Demikian pula
memanfaatkan tanaman dan hewan dalam proses kloning guna mencari
obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit manusia terutama
yang kronis adalah kegiatan yang dibolehkan Islam, bahkan hukumnya
sunnah (mandub), sebab berobat hukumnya sunnah. Oleh karena itu,
dibolehkan memanfaatkan proses kloning untuk memperbaiki kualitas
tanaman dan mempertinggi produktivitasnya atau untuk memperbaiki
kualitas hewan seperti sapi, domba, onta, kuda, dan sebagainya. Juga
dibolehkan memanfaatkan proses kloning untuk mempertinggi
produktivitas hewan-hewan tersebut dan mengembangbiakannya, ataupun
untuk mencari obat bagi berbagai penyakit manusia, terutama penyakit-
penyakit yang kronis. Demikianlah hukum syara untuk kloning tanaman
dan hewan.

Adapun hukum kloning manusia andaikata saja sudah berhasil


dilakukan, padahal kenyataannya belum dan kloning embrio adalah
sebagai berikut :

1. Kloning Embrio: Kloning embrio terjadi pada sel embrio yang berasal
dari rahim istri, yang terbentuk dari pertemuan antara sel sperma
suaminya dengan sel telurnya. Lalu sel embrio itu dibagi dengan suatu
teknik perbanyakan menjadi beberapa sel embrio yang berpotensi
untuk membelah dan berkembang. Kemudian sel-sel embrio itu
dipisahkan agar masing-masing menjadi embrio tersendiri yang persis
sama dengan sel embrio pertama yang menjadi sumber pengambilan
sel. Selanjutnya sel-sel embrio itu dapat ditanamkan dalam rahim
perempuan asing (bukan istri), atau dalam rahim istri kedua dari suami
bagi istri pertama pemilik sel telur yang telah dibuahi tadi. Kedua
bentuk kloning ini hukumnya haram. Sebab dalam hal ini telah terjadi
pencampuradukan dan penghilangan nasab (garis keturunan). Padahal
Islam telah mengharamkan hal ini. Akan tetapi jika sel-sel embrio

4
tersebut atau satu sel darinya ditanamkan ke dalam rahim perempuan
pemilik sel telur itu sendiri, maka kloning seperti ini hukumnya
mubah menurut syara, sebab kloning seperti ini adalah upaya
memperbanyak embrio yang sudah ada dalam rahim perempuan itu
sendiri, dengan suatu teknik tertentu untuk menghasilkan anak
kembar. Inilah hukum syara untuk kloning embrio.

2. Kloning Manusia : Adapun hukum kloning manusia, meskipun hal ini


belum terjadi, tetapi para pakar mengatakan bahwa keberhasilan
kloning hewan sesungguhnya merupakan pendahuluan bagi
keberhasilan kloning manusia. Kloning manusia dapat berlangsung
dengan adanya laki-laki dan perempuan dalam prosesnya. Proses ini
dilaksanakan dengan mengambil sel dari tubuh laki-laki, lalu inti
selnya diambil dan kemudian digabungkan dengan sel telur
perempuan yang telah dibuang inti selnya. Sel telur ini setelah
bergabung dengan inti sel tubuh laki-laki lalu ditransfer ke dalam
rahim seorang perempuan agar dapat memeperbanyak diri,
berkembang, berubah menjadi janin, dan akhirnya dilahirkan sebagai
bayi. Bayi ini merupakan keturunan dengan kode genetik yang sama
dengan laki-laki yang menjadi sumber pengambilan sel tubuh.
Kloning manusia dapat pula berlangsung di antara perempuan saja,
tanpa memerlukan kehadiran laki-laki. Proses ini dilaksanakan dengan
mengambil sel dari tubuh seorang perempuan, kemudian inti selnya
diambil dan digabungkan dengan sel telur perempuan yang telah
dibuang inti selnya. Sel telur ini setelah bergabung dengan inti sel
tubuh perempuan lalu ditransfer ke dalam rahim perempuan agar
memperbanyak diri, berkembang, berubah menjadi janin, dan
akhirnya dilahirkan sebagai bayi. Bayi yang dilahirkan merupakan
keturunan dengan kode genetik yang sama dengan perempuan yang
menjadi sumber pengambilan sel tubuh. Hal tersebut mirip dengan apa
yang telah berhasil dilakukan pada hewan domba (Dolly). Mula-mula
inti sel diambil dari tubuh domba, yaitu dari payudara atau
ambingnya, lalu sifat-sifat khusus yang berhubungan dengan fungsi

5
ambing ini dihilangkan. Kemudian inti sel tersebut dimasukkan ke
dalam lapisan sel telur domba, setelah inti selnya dibuang. Sel telur ini
kemudian ditanamkan ke dalam rahim domba agar memperbanyak
diri, berkembang, berubah menjadi janin, dan akhirnya dihasilkan
bayi domba. Inilah domba bernama Dolly itu, yang mempunyai kode
genetik yang sama dengan domba pertama yang menjadi sumber
pengambilan sel ambing. Kloning yang dilakukan pada laki-laki atau
perempuan baik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas
keturunan dengan menghasilkan keturunan yang lebih cerdas, lebih
kuat, lebih sehat, dan lebih rupawan, maupun yang bertujuan untuk
memperbanyak keturunan guna meningkatkan jumlah penduduk suatu
bangsa agar bangsa atau negara itu lebih kuat seandainya benar-benar
terwujud, maka sungguh akan menjadi bencana dan biang kerusakan
bagi dunia.

Kloning ini haram menurut hukum Islam dan tidak boleh


dilakukan. Dalil-dalil keharamannya adalah sebagai berikut :

1. Anak-anak produk proses kloning tersebut dihasilkan melalui cara yang


tidak alami. Padahal justru cara alami itulah yang telah ditetapkan oleh
Allah untuk manusia dan dijadikan-Nya sebagai sunnatullah untuk
menghasilkan anak-anak dan keturunan. Allah SWT berfirman : dan
Bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki
dan perempuan, dari air mani apabila dipancarkan. (QS. An Najm : 45-
46). Allah SWT berfirman : Bukankah dia dahulu setetes mani yang
ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal
darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya. (QS. Al
Qiyaamah : 37-38)

2. Anak-anak produk kloning dari perempuan saja (tanpa adanya laki-


laki), tidak akan mempunyai ayah. Dan anak produk kloning tersebut
jika dihasilkan dari proses peminda-han sel telur yang telah
digabungkan dengan inti sel tubuh ke dalam rahim perempuan yang

6
bukan pemilik sel telur, tidak pula akan mempunyai ibu. Sebab rahim
perempuan yang menjadi tempat pemindahan sel telur tersebut hanya
menjadi penampung, tidak lebih. Ini merupakan tindakan menyia-
nyiakan manusia, sebab dalam kondisi ini tidak terdapat ibu dan ayah.
Hal ini bertentangan dengan firman Allah SWT : Hai manusia,
sesunguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan. (QS. Al Hujuraat : 13) Hal ini juga bertentangan
dengan firman-Nya : Panggillah mereka (anak-anak angkat itu)
dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. (QS. Al Ahzaab : 5)

B. Bayi Tabung
1. Pengertian

Bayi tabung adalah Yang dimaksud dengan bayi tabung (Test


tubebaby) adalah bayi yang di dapatkan melalui proses pembuahan yang
dilakukan di luar rahim sehingga terjadi embrio dengan bantuan ilmu
kedokteran. Dikatakan sebagai kehamilan, bayi tabung karena benih laki-
laki yang disedut dari zakar laki-laki disimpan dalam suatu tabung.).
Untuk menjalani proses pembuahan yang dilakukan di luar rahim, perlu
disediakan ovom (sel telur dan sperma). Jika saat ovulasi (bebasnya sel
telur dari kandung telur) terdapat sel-sel yang masak maka sel telur itu di
hisab dengan sejenis jarum suntik melalui sayatan pada perut, kemudian
di taruh dalam suatu taqbung kimia, lalu di simpan di laboratorium yang
di beri suhu seperti panas badan seorang wanita. Kedua sel kelamin
tersebut bercampur (zygote) dalam tabung sehingga terjadinya fertilasi.
Zygote berkembang menjadi morulla lalu dinidasikan ke dalam rahim
seorang wanita. Akhirnya wanita itu akan hamil. Inseminasi permainan
(pembuahan) buatan telah dilakukan oleh para sahabat nabi terhadap
pohon korma. Bank sperma atau di sebut juga bank ayah mulai tumbuh
pada awal tahun 1970. Bayi tabung pertama lahir ke dunia ialah Louise
Brown. Ia lahir diManchester, Inggris, 25 Juli 1978 atas pertolongan Dr.
Robert G. Edwardsdan Patrick C. Steptoe. Sejak itu, klinik untuk bayi
tabung berkembangpesat. Teknik bayi tabung ini telah menjadi metode

7
yang membantu pasangan subur yang tidak mempunyai anak akibat
kelainan pada organ reproduksi anak pada wanita.

2. Hukum bayi tabung menurut Islam


Berbagai masalah yang muncul:
1. Pembuahan Dipisahkan dari Hubungan Suami-Isteri
Teknik bayi tabung memisahkan persetubuhan suami istri dari
pembuahan bakal anak. Dengan teknik tersebut, pembuahan dapat
dilakukan tanpa persetubuhan.Dengan demikian teknik kedokteran
telah mengatur dan menguasai hukum alam yang terdapat dalam tubuh
manusia pria dan wanita. Dengan pemisahan antara persetubuhan dan
pembuahan ini, maka bisa muncul banyak kemungkinan lain yang
menjadi akibat dari kemajuan ilmu kedokteran dibidang pro-kreasi
manusia.
2. Wanita Sewaan untuk Mengandung Anak
Ada kemungkinan bahwa benih dari suami istri tidak bisa
dipindahkanke dalam rahim sang istri, oleh karena ada gangguan
kesehatan ataualasan-alasan lain. Dalam kasus ini, maka diperlukan
seorang wanita lainyang disewa untuk mengandung anak bagi
pasangan tadi. Dalamperjanjian sewa rahim ini ditentukan banyak
persyaratan untukmelindungi kepentingan semua pihak yang
terkait.Wanita yang rahimnyadisewa biasanya meminta imbalan uang
yang sangat besar.Suami istribisa memilih wanita sewaan yang masih
muda, sehat dan punyakebiasaan hidup yang sehat dan baik.
3. Sel Telur atau Sperma dari Seorang Donor.

8
Masalah ini dihadapi kalau salah satu dari suami atau istri
mandul; dalamarti bahwa sel telur istri atau sperma suami tidak
mengandung benihuntuk pembuahan. Itu berarti bahwa benih yang
mandul itu harusdicarikan penggantinya melalui seorang
donor.Masalah ini akan menjadi lebih sulit karena sudah masuk unsur
baru,yaitu benih dari orang lain. Pertama, apakah pembuahan yang
dilakukanantara sel telur istri dan sel sperma dari orang lain sebagai
pendonor ituperlu diketahui atau disembunyikan identitasnya. Kalau
wanita tahuorangnya, mungkin ada bahaya untuk mencari hubungan
pribadi denganorang itu.Ketiga, apakah pria pendonor itu perlu tahu
kepada siapabenihnya telah didonorkan. Masih banyak masalah lain
lagi yang bisamuncul.
4. Munculnya Bank Sperma
Praktik bayi tabung membuka peluang pula bagi didirikannya
bank banksperma. Pasangan yang mandul bisa mencari benih yang
subur dari bank -bank tersebut. Bahkan orang bisa menjual belikan
benih - benih itudengan harga yang sangat mahal misalnya karena
benih dari seorangpemenang Nobel di bidang kedokteran, matematika,
dan lain-lain.Praktek bank sperma adalah akibat lebih jauh dari teknik
bayi tabung. Kinibank sperma malah menyimpannya dan
memperdagangkannya seolah-olah benih manusia itu suatu benda
ekonomis.
Masalah bayi tabung ini menurut pandangan Islam termasuk
masalah kontemporer ijtihadiah, karena tidak terdapat hukumnya
seara spesifik di dalam Al-Quran dan As-Sunnah bahkan dalam
kajian fiqih klasik sekalipun. Karena itu, kalau masalah ini hendak
dikaji menurut Hukum Islam, maka harus dikaji dengan memakai
metode ijtihad yang lazimnya dipakai oleh para ahli ijtihad
(mujtahidin), agar dapat ditemukan hukumnya yang sesuai dengan
prinsip dan jiwa Al-Quran dan As-Sunnah yang merupakan sumber
pokok hukum Islam. Namun, kajian masalah bayi tabung ini
seyogyanya menggunakan pendekatan multi disipliner oleh para

9
ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang
relevan, agar dapat diperoleh kesimpulan hukum yang benar-benar
proporsional dan mendasar. Misalnya ahli kedokteran, peternakan,
biologi, hukum, agama dan etika.
Masalah bayi tabung ini sejak tahun 1980-an telah banyak
dibicarakan di kalangan Islam, baik di tingkat nasional maupun
internasional. Misalnya Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam
Muktamarnya tahun 1980, mengharamkan bayi tabung dengan sperma
donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514
tanggal 1 September 1986. Lembaga Fiqih Islam Organisasi
Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986
mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum, dan
membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum
dari istri sendiri.
Dengan demikian, mengenai hukum bayi tabung pada manusia
harus diklasifikasikan persoalannya secara jelas. Bila dilakukan
dengan sperma atau ovum suami istri sendiri, baik dengan cara
mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina,
tuba palupi atau uterus isteri, maupun dengan cara pembuahannya di
luar rahim, kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam
rahim istri; maka hal ini dibolehkan, asal keadaan suami istri tersebut
benar-benar memerlukan proses inseminasi buatan untuk membantu
pasangan suami istri tersebut memperoleh keturunan. Hal ini sesuai
dengan kaidah al hajatu tanzilu manzilah al dharurat (hajat atau
kebutuhan yang sangat mendesak diperlakukan seperti keadaan
darurat).
Sebaliknya, kalau proses inseminasi buatan itu dilakukan
dengan bantuan donor spermadan ovum, maka diharamkan dan hanya
berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. Menurut dalil-dalil
syari hukumnya sama dengan zina. Sebagai akibat hukumnya, anak
hasil inseminasi itu tidak sah dan nasabnya yang dapat dijadikan

10
landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor
ialah
Pertama; firman Allah SWT dalam surat al-Isra:70 dan At-
Tin:4. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan
oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/
keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya.
Dan Tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia, maka sudah
seharusnya manusia bisa menghormati martabatnya sendiri serta
menghormati martabat sesama manusia.Dalam hal ini inseminasi
buatan dengan donor itu pada hakikatnya dapat merendahkan harkat
manusia sejajar dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang
diinseminasi.
Kedua; hadits Nabi Saw yang mengatakan, tidak halal bagi
seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan
airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain). (HR. Abu
Daud, Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban).
Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada
manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak
mendatangkan mudharat daripada maslahah. Maslahah yang dibawa
inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul, baik
keduanya maupun salah satunya, untuk mendapatkan keturunan atau
yang mengalami gangguan pembuahan normal. Namun mudharat dan
mafsadahnya jauh lebih besar, antara lain berupa:
1. Percampuran nasab, padahal Islam sangat menjada kesucian/
kehormatan kelamin dan kemurnian nasab, karena nasab itu ada
kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan.

2. Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam.

3. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi, karena terjadi


percampuran sperma pria dengan ovum wanita tanpa perkawinan
yang sah.

11
4. Kehadiran anak hasil inseminasi bisa menjadi sumber konflik
dalam rumah tangga.

5. Anak hasil inseminasi lebih banyak unsur negatifnya daripada anak


adopsi.

6. Bayi tabung lahir tanpa melalui proses kasih sayang yang alami,
terutama bagi bayi tabung lewat ibu titipan yang menyerahkan
bayinya kepada pasangan suami-isteri yang punya benihnya sesuai
dengan kontrak, tidak terjalin hubungan keibuan secara alami. (QS.
Luqman:14 dan Al-Ahqaf:14).
Adapun mengenai status anak hasil proses bayi tabung dengan
donor sperma atau ovum menurut hukum Islam adalah tidak sah dan
statusnya sama dengan anak hasil prostitusi atau hubungan perzinaan.

C. Inseminasi Buatan
1. Pengertian
Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari artificial
insemination. Artificial artinya buatan ataua tiruan, sedangkan
insemination berasal dari kata latin. Inseminatus artinya pemasukan atau
penyampaian. artificial insemination adalah penghamilan atau
pembuahan buatan. Dalam kamus , seperti dalam kitab al-
fatawa karangan mahmud syaltut.
Jadi, inseminasi buatan adalah penghamilan buatan yang
dilakukan terhadap wanita dengan cara memasukan sperma laki-laki ke
dalam rahim wanita tersebut dengan pertolongan dokter, istilah lain yang
semakna adalah kawin suntik, penghamilan buatan dan permainan buatan
(PB ).
2. Motivasi di lakukan inseminasi buatan
Inseminasi buatan yang dilakukan untuk menolong pasangan
yang mandul, untuk mengembang biakan manusia secara cepat, untuk
menciptakan manusia jenius, ideal sesuai dengan keinginan, sebagai

12
alternative bagi manusia yang ingin punya anak tetapi tidak mau menikah
dan untuk percobaan ilmiah
3. Hukum inseminasi buatan
Inseminasi buatan dilihat dari asal sperma yang dipakai dapat
dibagi dua:
1. Inseminasi buatan dengan sperma sendiri atau AIH (artificial
insemination husband)

2. Inseminasi buatan yang bukan sperma suami atau di sebut donor atau
AID (artificial insemination donor)

untuk inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri di


bolehkan bila keadaannya benar-benar memaksa pasangan itu untuk
melakukannya dan bila tidak akan mengancam keutuhan rumah
tangganya (terjadinya perceraian) sesuai dengan kaidah usul fiqh

hajat itu keperluan yang sangat penting dilakukan seperti keadaan darurat.

Adapun tentang inseminasi buatan dengan bukan sperma suami


atau sperma donor para ulama mengharamkannya seperti pendapat Yusuf
Al-Qardlawi yang menyatakan bahwa islam juga mengharamkan
pencakukan sperma (bayi tabung). Apabila pencakukan itu bukan dari
sperma suami.
Mahmud Syaltut mengatakan bahwa penghamilan buatan adalah
pelanggaran yang tercela dan dosa besar, setara dengan zina, karena
memasukan mani orang lain ke dalam rahim perempuan tanpa ada
hubungan nikah secara syara, yang dilindungi hukum syara.
Pada inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri tidak
menimbulkan masalah pada semua aspeknya, sedangkan inseminasi
buatan dengan sperma donor banyak menimbulkan masalah di antaranya
masalah nasab.

13
http://udhiexz.wordpress.com/2008/05/30/hasil-anak-inseminasi-
dan-bayi-tabung/

D. Proses Pembuatan Bayi Tabung


Bayi tabung menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang sulit
memiliki momongan. Menjadi solusi di tengah banyaknya pasangan yang telah
mencoba teknik pembuahan alami selama belasan tahun, namun belum berhasil
memiliki keturunan. Perkembangan teknologi untuk program bayi tabung di
Indonesia bisa dikata pesat. Bahkan, tingkat keberhasilannya mampu menyamai
keberhasilan program bayi tabung di luar negeri yakni 25-35 persen.
Menurut dr Andon Hestiantoro SpOG, Reproductive Endoctrinology
and Infertility Consultant Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, usia maksimal
wanita yang bisa melakukan program bayi tabung adalah 35 tahun. Namun,
ini bukan aturan kaku karena semua tergantung kondisi sel telurnya. Proses
program bayi tabung tidak singkat. Pasangan harus menunggu kurang lebih
10 bulan hingga dapat dipastikan keberhasilannya.
Berikut beberapa tahapan dalam proses bayi tabung:

14
1. Seleksi pasien. Pada proses ini, tingkat kesuburan Anda dan suami akan
dilihat. Anda pun harus menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisi
rahim sehat, bebas dari mioma atau kanker, dan tidak mengidap penyakit
menular.
2. Merangsang indung telur. Dalam ovulasi alami dibutuhkan hanya satu sel
telur. Dalam proses bayi tabung dibutuhkan banyak sel telur untuk
dibuahi oleh sperma sehingga dokter dapat memilih embrio yang paling
berkualitas untuk dimasukkan kembali ke rahim sang ibu.
3. Pemantauan pertumbuhan folikel (cairan tempat pertumbuhan sel telur)
melalui ultrasonografi untuk melihat kematangan sel telur yang akan
diambil.
4. Mematangkan sel telur.
5. Pengambilan sel telur dari tubuh ibu.
6. Pengambilan sel sperma suami melalui mansturbasi. Pemilihan sel
sperma berkualitas yaitu sperma yang gesit dan berjalan lurus.
7. Pembuahan yang dibantu oleh dokter di laboratorium.
8. Pengembangan menjadi embrio. Embrio terbaik akan dimasukkan
kembali ke dalam rahim ibu.
9. Penguatan dinding rahim agar siap menerima kehadiran janin.
10. Embrio yang tersisa akan dibekukan dan disimpan, dan akan kembali
dimasukkan ke dalam rahim ibu jika kehamilan gagal terjadi atau untuk
kehamilan selanjutnya.

E. Proses Kloning
Pengertian kloning yaitu : gen-gen yang direkombinasi dan di
kembangkan. Kloning berasal dari kata clone yang diturunkan dari bahasa
Yunani klon yang artinya potongan yang digunakan untuk memperbanyak
tanaman. Kata ini digunakan dalam dua pengertian (1) klon sel adalah
sekelompok sel yang identik sifat-sifat genetiknya, semua berasal dari satu
sel. (2) klon gen atau molekuler adalah sekelompok salinan gen yang bersifat
identik yang direplikasi dari satu gen yang dimasukan dalam sel inang
Proses kloning manusia dapat digambarkan seperti ditunjukkan dan
dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :
Mempersiapkan sel stem : suatu sel awal yang akan tumbuh menjadi
berbagai sel tubuh. Sel ini diambil dari manusia yang hendak dikloning.

15
Sel stem diambil inti sel yang mengandung informasi genetic kemudian
dipisahkan dari sel.
Mempersiapkan sel telur : suatu sel yang diambil dari sukarelawan
perempuan kemudian intinya dipisahkan.
Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel telur
Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan pertumbuhan. Setelah
membelah (hari kedua) menjadi sel embrio.
Sel embrio yang terus membelah (disebut blastosis) mulai memisahkan
diri (hari ke lima) dan siap diimplantasikan ke dalam rahim.
Embrio tumbuh dalam rahim menjadi bayi dengan kode genetik persis
sama dengan sel stem donor.

Dari pengertian kloning dan prosesnya di atas yang menghasilkan


individu baru dan mempunyai sifat genetik yang identik (sama). Sifat
identik inilah yang akan coba dibahas dalam koridor ruang waktu proses
kloning.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kata inseminasi berasal dari bahasa inggris insemination yang
artinya pembuahan atau penghamilan secara teknologi, bukan secara alamiah.
Kat inseminasi itu sendiri, di maksudkan oleh dokter arab, dengan istilah at-
talqih yang berarti mengawinkan atau mempertemukan (memadukan). Ada
dua macam inseminasi yaitu:
1. Inseminasi alamiah atau natural insemination yaitu pembuahan dengan
cara hubungan badan antara dua jenis mahluk biologis.
2. Dan inseminasi buatan atau artificial insemination.
Cloning adalah produksi satu individu atau lebih pada mahkluk hidup,
termasuk manusia yang identik secara genetika. Ada dua macam motivasi
yang mendasari dilakukannya tekhnologi cloning manusia :
a. Tekhnologi cloning dengan motivasi penyempurnaan anggota tubuh yang
cacat bawaan maupun Karena kecelakaan, maka dilakukan pengembangan
anggota tubuh yang diperlukan, misalnya khusus mengkloning jantung, ginjal,

16
tangan, kaki dan anggota tubuh yang lain, lalu menjadi bahan yang akan
dipakai menyempurnakan anggota tubuh yang cacat.
b. Tekhnologi cloning dengan motivasi menciptakan seorang manusia atau
beberapa manusia yang utuh. Tekhnologi cloning yang kedua inilah yang
diterapkn kepada hewan ternak, untuk memperbanyak populasi hewan
yang diperlukan oleh manusia.
B. Kritik dan saran
Penulis menyadari sepenuhnya, makalah ini masih banyak kekurangan
dan bahkan menimbulkan banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab.
Oleh karena itu, kritik, saran dan masukan yang konstruktif sangat penulis
harapkan dari berbagai kalangan demi perbaikannya ke depan. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca, terutama bagi
mahasiswa. Bagi penulis, semoga mendapat ridho Allah, sebagai amal sholeh
dan menjadi ilmu yang bermanfaat fid al danya wa al akhirat. Amin.

DAFTAR PUSTAKA
Ali, M D. 1984. Kedudukan Islam dan Sistem Hukum Islam. Jakarta: Yayasan
Risalah.
Subra, Rao. 1994. Rekayasa Genetika. Jakarta: UI-Press.
Ahmad. 2015. Perspektif Genetika Menurut Pandangan Islam. http://ahmadin
2013.blogsport.com/2015/03/perspektif-genetika-menurut-pandangan -
islam.html
Afrianti, Yeni. 2007. Pengertian Bayi Tabung. http//bayi-tabung.com/definisi-
bayi-tabung/
Wikipedia. 2016. Rekayasa Genetika. http://Wikipedia.com/2016/05/rekayasa-
genetika.html

17
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................1
B. Rumusan Masalah.............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Kloning........................................................................................... 3
1. Pengertian..................................................................................... 3
2. Hukum kloning menurut hukum Islam..................................................3
B. Bayi Tabung..................................................................................... 7
1. Pengertian..................................................................................... 7
2. Hukum bayi tabung menurut Islam......................................................8
C. Inseminasi Buatan............................................................................ 12
1. Pengertian...................................................................................12
2. Motivasi di lakukan inseminasi buatan................................................12

18
3. Hukum inseminasi buatan...............................................................12
D. Proses Pembuatan Bayi Tabung............................................................14
E. Proses Kloning................................................................................15
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................... 16
B. Kritik dan saran............................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
ii

Dengan kebesaran allah swt. yang maha pengasih lagi maha penyayang,
penulis panjatkan rasa puji syukur atas hidayah-nya, yang telah melimpahkan
rahmat, nikmat, dan inayah-nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Makalah Hukum Kloning, Bayi Tabung & Inseminasi.
Adapun Makalah Hukum Kloning, Bayi Tabung & Inseminasi ini telah
penulis usahakan dapat disusun dengan sebaik mungkin dengan mendapat bantuan
dari berbagai pihak, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan secara
tepat waktu. untuk itu penulis tidak lupa untuk menyampaikan banyak terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini.
Terlepas dari upaya penulis untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-
baiknya, penulis tetap menyadari bahwa tentunya selalu ada kekurangan, baik dari
segi penggunaan kosa-kata, tata bahasa maupun kekurangan-kekurangan lainnya.
oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang bermaksud untuk memberikan kritik dan saran kepada penulis agar
penulis dapat memperbaiki kualitas makalah ini.

19
Penulis berharap semoga Makalah Hukum Kloning, Bayi Tabung &
Inseminasi ini bermanfaat, dan pelajaran-pelajaran yang tertuang dalam makalah
ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya oleh para pembaca.

Pariaman, Januari 2017

Penulis

20