Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Nikmat yang penting bagi umat muslim sesudah Islam dan iman adalah
kesehatan. Allah telah menempatkan kesehatan jasad dan alat-alat tubuh sebagai
amanat yang diserahkan kepada manusia untuk dipelihara dan dijaga agar
berfungsi dengan baik, lalu digunakan untuk beramal shalih. Islam mengenal
satu konsep yang dinamik tentang kesehatan dan di dalamnya tercakup
pengertian tentang shihah yaitu keadaan jasmani yang memungkinkan seluruh
anggota tubuh berfungsi dengan baik. Selain pengertian shihah masih ada
pengertian tentang aafiyah, yakni suatu keadaan yang lebih afdhal dan
dampaknya menjangkau kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.
Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia.
Islam menganjurkan kepada umatnya untuk hidup serba sehat dan didahului
oleh perintah mewujudkan kesucian dan kebersihan. Seorang yang akan
shalat terlebih dahulu dianjurkan harus suci serta bersih dari hadats dan najis.
Sholat merupakan tiang dan pondasi agama yang sangat penting bagi
seorang muslim. Ialah yang membedakan antara orang muslim dengan orang
kafir. Sungguh yang memisahkan antara seorang muslim dengan kesyirikan
dan kekufuran adalah meninggalkan sholat. (HR. Muslim)
Hukum meninggalkan sholat dalam agama Islam, menurut jumhur ulama
adalah termasuk dosa besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh,
merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras.
Apabila orang itu mengingkari wajibnya sholat, maka dia telah kafir. misalnya,
meyakini bahwa sholat itu hukumnya sunnah atau mubah (sholat boleh, tidak
sholat juga boleh). Selain itu, apabila mereka tetap meyakini bahwa sholat itu
wajib, namun tidak pernah melaksanakannya karena alasan malas, maka
setidaknya ada tiga pendapat ulama yang berbeda soal hal ini:
Menurut mazhab Hambali, sebagian ulama Syafi'i dan sebagian ulama
Maliki, dianggap murtad (keluar dari islam) dan hukuman atasnya adalah
bunuh.

1
Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki serta sebagian ulama Hambali, tidak
dianggap murtad/kafir, namun tetap dihukumi had dengan dibunuh.
Menurut mazhab Hanafi, dianggap fasiq (telah berbuat dosa besar) dan
hukuman atasnya ialah harus dipenjara sampai ia bertaubat dan mau
melaksanakan sholat.
Kriteria malas jika dilihat secara kasuistik:
1. Malas mengerjakan sholat karena meyakini bahwa sholat itu tidak wajib.
maka orang yang seperti ini mutlak dihukumi kafir sebagaimana
kesepakatan jumhur ulama.
2. Malas mengerjakan sholat karena menggampangkan dan ujung-ujungnya
tidak melaksanakan sholat itu. Bahkan ketika diajak sholat selalu enggan
dan menembak dengan kalimat "tar! tar! tar!". Orang yang semacam ini
juga pantas dihukumi kafir menurut Imam Ahmad dan mayoritas ulama
salaf.
3. Malas mengerjakan sholat dengan rutin alias bolong-bolong, maka orang
semacam ini masih tetap dianggap sebagai muslim. Namun keimanannya
sebatas perintah yang dikerjakannya saja.
4. Malas mengerjakan sholat karena tidak mengetahui bahwa meninggalkan
sholat itu dapat membuat orang kafir. Maka baginya tetap dianggap
muslim, namun mendapat predikat jahil (bodoh).
5. Malas mengerjakan sholat pada waktunya. artinya dia tetap sholat, namun
selalu ditunda-tunda yang berakibat mengerjakan sholat diluar waktunya.
baginya tidak dianggap kafir namun dia tercela dan berdosa karena telah
lalai. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:Maka kecelakanlah bagi
orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.
(Q.S. Al-Maun, 107: 4-5)

1.2 Rumusan Masalah


1. Pengertian sholat?
2. Berapa besar presentase umat Islam mengerjakan sholat dalam hidupnya?
3. Apa manfaat sholat apabila ditinjau dari dimensi rohani dan dimensi
medis?
4. Apa manfaat gerakan sholat?

2
1.3 Tujuan
a. Mengetahui pengertian sholat baik secara entimologi dan terminologi.
b. Mengetahui berapa besar presentase umat Islam mengerjakan sholat
dalam hidupnya.
c. Mengetahui manfaat sholat apabila ditinjau dari dimensi rohani dan
dimensi medis.
d. Mengetahui manfaat gerakan sholat.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sholat


Sholat berasal dari bahasa Arab As-Sholah, sholat menurut Bahasa
(Etimologi) berarti Do'a dan secara terminology / istilah, para ahli fiqih
mengartikan secara lahir dan hakiki. Secara lahiriah shalat berarti beberapa
ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan yang telah ditentukan
(Sidi Gazalba,88).
Adapun scara hakikinya ialah berhadapan hati (jiwa) kepada Allah,
secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan didalam
jiwa rasa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nyaatau
mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan
perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua-duanya. (Hasbi AsySyidiqi, 59).
Dalam pengertian lain shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara
hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk, ibadah yang di dalamnya merupakan
amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai
dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat
dan rukun yang telah ditentukan syara. (Imam Bashari Assayuthi, 30).
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa shalat
adalah merupakan ibadah kepada Tuhan, berupa perkataan dengan perbuatan
yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat dan
rukun yang telah ditentukan syara. Juga shalat merupakan penyerahan diri
(lahir dan bathin) kepada Allah dalam rangka ibadah dan memohon rido-Nya.
Sholat dalam agama islam menempati kedudukan yang tidak dapat
ditandingi oleh ibadat manapun juga, ia merupakan tiang agama dimana ia tak
dapat tegak kecuali dengan itu.

2.2 Kedudukan Shalat Dalam Islam


Shalat sebenarnya telah dipersintahkan Allah kepada umat terdahulu
sebelum umat nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam. Allah Taala
berfirman (artinya), Wahai Bani Israil ingatlah nikmat yang telah Aku berikan

4
kepada kalian tegakkanlah shalat, keluarkanlah zakat dan rukulah
bersama orang-orang yang ruku. [Al Baqarah: 40-43]. Allah juga berfirman
(artinya), Dan tidaklah mereka (ahlul kitab dan musyrikin) diperintah kecuali agar
mereka beribadah kepada Allah semata, menegakkan shalat dan mengeluarkan
zakat. Demikianlah agama yang lurus. [Al Bayyinah: 5].
Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu, dia mengatakan
bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
Islam dibangun atas lima (perkara): kesaksian bahwa tidak ada ilah yang
berhak diibadahi selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan
shalat, mengeluarkan zakat, haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan.
Adapun kedudukan sholat dalam islam yaitu:
1. Shalat sebagai sebab seseorang ditolong oleh Allah. Hal ini karena Allah
sendiri berfirman (artinya), Wahai orang-orang yang beriman mintalah
pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan shalat [Al Baqarah
153]. Shalat bila ditunaikan sebagaimana mestinya niscaya akan
menyebabkan seseorang ditolong oleh Allah dalam setiap urusannya.
2. Shalat merupakan sebab seseorang tercegah dari kekejian dan
kemungkaran. Allah berfirman (artinya), Sesungguhnya shalat itu
mencegah dari perbuatan keji dan kemungkaran. [Al Ankabuut 45]. Jika
shalat dikerjakan dengan semestinya pasti akan mencegah pelakunya dari
kekejian dan kemungkaran dengan ijin Allah.
3. Shalat merupakan salah satu rukun islam. [H.R Al bukhari 8 dan Muslim 16].
4. Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab/ dihitung di hari
kiamat. Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda (artinya),
Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab pada
hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka ia akan beruntung
dan selamat. Namun bila shalatnya jelek maka ia akan merugi dan
celaka.. [H.R At Tirmidzi 413 dan dishahihkan Asy Syaikh Al Albani].
Yang dimaksud shalat merupakan amalan pertama kali yang dihisab di
hari kiamat adalah shalat wajib, sebagaimana sabda beliau Shallallahu
alaihi Wasallam yang lain (artinya), Sesungguhnya yang pertama kali
dihisab dari seorang muslim pada hari kiamat adalah shalat wajib

5
[H.R ibnu Majah 1425 dan dishahihkan Asy Syaikh Al Albani]. Telah
dimaklumi bahwa shalat yang diwajibkan kepada kita adalah shalat 5
waktu (Zhuhur, Ashr, Maghib, Isya dan Subuh). Demikian pula shalat
Jumat bagi pria. Inilah yang disepakati seluruh ulama.
5. Keutamaan shalat dapat dilihat dari awal perintah untuk mengerjakannya
yaitu diperintahkan langsung kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam
tanpa melalui perantara Jibril alaihis Salaam, di tempat yang tertinggi yang
pernah dicapai manusia yaitu langit ketujuh, di malam yang paling utama bagi
Nabi Shallallahu alaihi Wasallam yaitu malam Isra Miraj dan diwajibkan
disetiap hari sepanjang hidup seorang muslim.

2.3 Sifat Wudhu Nabi Shallallahu alaihi wa Salam


Secara syriat wudhu ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci
anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyariat kan Allah
swt. Allah memerintahkan: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu
hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai
dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan ,
kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).
Allah tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia berwudhu
(HSR. Bukhari di Fathul Baari, I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).
Rasulullah juga mengatakan bahwa wudhu merupakan kunci diterimanya
shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60). Utsman bin Affan ra berkata:
Barangsiapa berwudhu seperti yang dicontohkan Rasulullah saw, niscaya
akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju
masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya (HSR. Muslim,
I/142, lihat Syarah Muslim, III/13). Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa
menyempurnakan wudhunya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib
bersama orang-orang dengan berjamaah atau di masjid (berjamaah), niscaya
Allah mengampuni dosa-dosanya (HSR. Muslim, I//44, lihat Mukhtashar
Shahih Muslim, no. 132). Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk
mencontoh Rasulullah saw dalam segala hal, lebih-lebih dalam berwudhu.
Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara wudhu

6
Rasulullah saw melakukan wudhu:
1. Memulai wudhu dengan niat.
Niat artinya menyengaha dengan kesungguhan hati untuk
mengerjakan wudhu karena melaksanakan perintah Allah swt dan
mengikuti perintah Rasul-Nya saw.
Ibnu Taimiyah berkata:
Menurut kesepakatan para
imam kaum muslimin, tempat
niat itu di hati bukan lisan
dalam semua masalah ibadah,
baik bersuci, shalat, zakat,
puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat
adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmuatu ar-Rasaaili
al-Kubra, I/243). Rasulullah saw menerangkan bahwa segala perbuatan
tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan
menurut apa yang diniatkannya (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary,
1:9; Muslim, 6:48).
2. Tasmiyah (membaca bismillah)
Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu.
Beliau bersabda: Tidak sah/sempurna wudhu sesorang jika tidak
menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi,
26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jamiu ash-
Shaghir, no. 744). Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih
mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu. Pendapat ini diikuti pula
oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan
berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasulullah untuk
membaca bismillah saat berwudhu. Rasulullah saw bersabda:
Berwudhulah kalian dengan membaca bismillah! (HSR. Bukhari, I:
236, Muslim, 8: 441 dan Nasai, no. 78)
Dengan ucapan Rasulullah saw: Berwudhulah kalian dengan
membaca bismillah maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang

7
yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu
alam.
3. Mencuci kedua telapak tangan
Bahwa Rasulullah saw mencuci kedua telapak tangan saat
berwudhu sebanyak tiga kali. Rasulullah saw juga membolehkan
mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua
telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan
tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah
mencucinya.(HR. Bukhari-Muslim)
4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung
Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu
memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan
sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung,
kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan
tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan
air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)
Imam Nawawi berkata: Dalam hadits ini ada penunjukkan yang
jelas bagi pendapat yang
shahih dan terpilih, yaitu
bahwasanya berkumur
dengan menghirup air ke
hidung dari tiga cidukan dan
setiap cidukan ia berkumur
dan menghirup air ke hidung,
adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122). Demikian pula Rasulullah saw
menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung,
kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin
Shabrah. (HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasai )
5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.
Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu
adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan
kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:

8
Dan basuhlah muka-muka kamu. (Al-Maidah: 6) Imam Bukhari dan
Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi saw
membasuh mukanya saat wudhu sebanyak tiga kali. (HR Bukhari,
I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14)
Setalah Nabi saw
membasuh mukanya beliau
mengambil seciduk air lagi (di
telapak tangan), kemudian
dimasukkannya ke bawah
dagunya, lalu ia menyela-
nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan
oleh Allah swt. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154
dan Hakim, I/149, Shahih Jaamiu ash-Shaghir no. 4572).
6. Membasuh kedua tangan sampai siku
Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah
swt berfirman: Dan bashlah tangan-tanganmu sampai siku (Al-
Maaidah: 6)
Rasulullah membasuh tangannya yang kanan sampai melewati
sikunya, dilakukan tiga kali, dan
yang kiri demikian pula,
Rasulullah mengalirkan air dari
sikunya (Bukhari-Muslim, HR.
Daraquthni, I/15, Baihaqz,
I/56)
Rasulullah juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari
batas wudhu pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-
bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim
I/149)

7. Mengusap kepada, telinga dan sorban

9
Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau
sebagian kepala. Sebab Allah swt memerintahkan: Dan usaplah kepala-
kepala kalian (Al-Maidah: 6).
Rasulullah mencontohkan
tentang caranya mengusap
kepala, yaitu dengan kedua
telapak tangannya yang telah
dibasahkan dengan air, lalu ia
menjalankan kedua tangannya
mulai dari bagian depan
kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke
depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28
lih. Fathul Baari, I/251)
Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung
mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke
dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga.
Karena Rasulullah bersabda: Dua telinga itu termasuk kepala. (HSR.
Tirmidzi, no. 37, Ibnu
Majah, no. 442 dan 444,
Abu Dawud no. 134 dan
135, Nasai no. 140)
Syaikh Al-Albani
dalam Silsilah Ahadits
adh-Dhaifah, no. 995
mengatakan: Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi saw)
yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga.
Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits
Rubayyi: Bahwasanya Nabi saw mengusap kepalanya dengan air sisa
yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad
hasan).
Dalam mengusap kepala Rasulullah melakukannya satu kali,
bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib ra : Aku

10
melihat Nabi saw mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu
Dawud, no. 106). Kata Rubayyi bin Muawwidz: Aku pernah melihat
Rasulullah saw berwudhu, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap
bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua
telinganya satu kali. (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31).
Rasulullah saw juga mencontohkan bahwa bagi orang yang
memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya
saat berwudhu, cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam
Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu
dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.
Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban,
sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya
saat berwudhu seperti layaknya sorban. Alasannya karena:
1. Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh
kepala.
2. Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.
Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk
mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi)
pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir.(Lihat
al-Mughni, I/312 atau I/383-384).
8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
Allah swt berfirman: Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua
mata kaki(Al-Maidah: 6)
Rasulullah menyuruh
umatnya agar berhati-hati
dalam membasuh kaki, karena
kaki yang tidak sempurna cara
membasuhnya akan terkena
ancaman neraka, sebagaimana
beliau mengistilahkannya
dengantumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki
sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi

11
betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali
kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah
menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR.
Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)
Imam Nawai di dalam Syarh Muslim berkata. Maksud Imam
Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua
kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.
Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari
kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat
dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja.
Rasulullah saw bersabda: barangsiapa diantara kalian yang
sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka,
dua tangan dan kakinya. (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih
Muslim no. 246)
9. Tertib
Semua tatacara wudhu tersebut dilakukan dengan tertib
(berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan
disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri)
[Bukhari-Muslim]. Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan
tidak berlebihan, sebab Rasulullah pernah mengerjakan dengan sekali
basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari]
10. Berdoa
Yakni membaca doa yang diajarkan Nabi saw:
Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan
abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj
alni minattawwabiina wajaalni minal
mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu
Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)

12
Dan ada beberapa bacaan lain yang diriwayatkan dari Nabi saw.
Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu yang benar serta
merupakan pedoman kita sehari-hari.

2.4 Rahasia Jumlah Tulang Manusia dan Hubungannya dengan Wudhu


Secara anatomis, anggota wudhu terletak pada ujung-ujung tubuh
(kepala, tangan, kaki). Bagian-bagian tersebut paling banyak mengandung
susunan tulang dan sendi, dan banyak pula melakukan gerakan-gerakan.
Dalam hubungannya dengan wudhu, pembasuhan anggota wudhu
kebanyakan tiga kali dan ada yang satu kali. Dalam kajian dr. Sagiran,
didapatkan bahwa tubuh ini mengandung sejumlah tulang yang mendekati
bilangan hari dalam setahun. Tulang-tulang penyusun anggota wudhu
jumlahnya tertentu, dikalikan masing-masing dengan jumlah kali pembasuhan
pada saat wudhu, akan menghasilkan bilangan yang sama dengan keseluruhan
jumlah tulang manusia. Berikut penjelasannya:
1. Lengan dan tangan: 30 buah (terdiri atas 1 buah tulang lengan atas, 2
buah tulang lengan bawah, 8 buah tulang pergelangan tangan, 19 buah
tulang telapak dan jari-jari).
2. Tungkai dan kaki: 31 buah (terdiri atas 2 buah tulang tungkai bawah, 8
buah tulang pergelangan kaki, 21 buah tulang telapak dan jari-jari).
3. Wajah: 12 buah (terdiri atas tulang dahi, baji, rahang atas-bawah masing-
masing 1 buah, tulang air mata, pelipis, hidung dan pipi masing-masing
2 buah).
4. Rongga mulut dan hidung: 41 buah (terdiri atas geligi 32 buah, langit-
langit dan rahang masing-masing 1 buah, sekat dan karang hidung 7
buah).
5. Kepala dan telinga: 12 buah (terdiri atas 2 buah tulang pelipis, 2 buah
tulang ubun-ubun, 1 buah tulang baji, dahi, dan belakang kepala, 6 buah
tulang pendengaran).

Bagian tubuh pada poin a-d dijumlahkan menghasilkan angka 114.


angka tersebut dikalikan 3 karena pembasuhan waktu melakukan wudhu
sebanyak 3 kali, menghasilkan angka 342. Poin e tidak dikalikan 3 karena

13
karena memang hanya satu kali pembasuhan, sehingga jumlah dari poin a-e
adalah 354, yakni sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun hijriyah, selain itu
sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. Dengan demikian, membasuh
anggota wudhu pada saat berwudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh
tubuh.

2.5 Wudhu dan Aliran Darah Perifer


Dalam Hadits riwayat Imam yang empat (Imam Abu Hanafiah, Imam
Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad Hambal) diterangkan, Sempurnakanlah
dalam berwudhu dan gosoklah sela-sela jari-jari kalian... . Perintah ini
secara medis sangat bermakna. Ternyata, dibagian itulah berjalan serabut
saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela-sela jari
sudah tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin
pasokan makanan dan oksigen.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh
perbuatan kita menggosok sela-sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan
adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul
reseptor saraf. Tiap 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120-230 ujung saraf
peraba. Dari sini kita bisa pahami bahwa bagi orang yang tidak bisa melihat,
tangan bagaikan mata, karena dengan tangan dia bisa membaca huruf
braile. Oleh sebab itu hendaknya kita mensyukuri serta merawatnya dengan
senantiasa melaksanakan semua kewajibanNya dan menjauhi semua
laranganNya.

2.6 Ear Acupunture


Akupuntur telinga berkembang menjadi suatu cabang spesialisasi
kedokteran di China. Menurut ilmu akupuntur, telinga adalah representasi
dari tubuh manusia. Bentuk telinga serupa dengan bentuk tubuh saat masih
berupa janin yang meringkuk dalam rahim ibu. Kepalanya adalah bagian yang
sering dipasang anting. Daerah lubang adalah rongga tubuh tempat
tersimpannya organ-organ dalam. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan
berpengaruh baik terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar

14
menggambarkan punggung. Pemijatannya juga seakan-akan melakukan
stimulasi daerah punggung dan ruas-ruas tulang belakang.

2.7 Macam-Macam Gerakan Sholat Sebagai Telaah Dari Manfaat Kesehatan


Terdapat berbagai manfaat gerakan sholat bagi kesehatan tubuh
manusia. Apabila umat Islam melakukan gerakan sholat dengan benar, maka
semakin banyak manfaat yang diperoleh untuk kesehatan diri. Kewajiban
sholat yang dilakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan
investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan. Mulai dari berwudlu,
gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa untuk
kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional, tetapi
hanya sedikit dari yang memahaminya. Berikut rangkaian gerakan dalam
sholat yang dapat dikaji.
Sebagai seorang muslim sebelum melakukan sholat, maka diwajibkan
untuk berwudhu. Adapun keuntungan atau terapi yang di dapatkan dari
berwudhu menurut beberapa penelitian ternyata bermanfaat untuk menjaga
kebersihan dan kesehatan tubuh. Wudhu memberi manfaat antara lain:
meningkatkan tekanan darah, menambah gerakan jantung, menambah jumlah
sel-sel darah merah, mengaktifkan pertukaran (sirkulasi) dalam tubuh,
menambah kadar oksigen, serta memperbanyak kadar CO2 (Carbon dioksida)
yang keluar.
Muhammad Salim, seorang peneliti dari Fakultas Kedokteran
Universitas Iskandariah dengan studinya tentang manfaat medis yang digali
dari ibadah wudhu mengatakan, orang yang tidak berwudhu warna hidung
mereka memudar dan berminyak, kotoran debu lebih ke dalam. Rongga
hidung memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap. Adapun orang-
orang yang teratur berwudhu, permukaan rongga hidungnya tampak
cemerlang, bersih dan tidak ada debu. Menurut pengamatan melalui
mikroskop, hidung orang-orang yang tidak berwudhu merupakan tempat
pertumbuhan kuman dalam jumlah besar yang cepat penularannya. Adapun
orang yang selalu berwudhu hidung mereka tampak bersih dari kuman.
Penelitian itu juga menjelaskan pentingnya memasukkan air ke hidung sekali
saja, ketika berwudhu dapat membersihkan hidung dari separuh kuman.

15
Sedangkan memasukkan air dua kali, dapat menambah 1/3 kebersihan. Jika
memasukkannya sampai tiga kali, maka hidung benar-benar bersih dari
kuman. Hikmah tersebut memperkuat sabda Rasulullah Sempurnakan
wudhu, lakukan istinsyaq (mengambil air ke hidung) kecuali jika kamu
berpuasa. Secara ilmiah hidung terjaga kebersihannya selama 3 sampai
dengan 5 jam saja,kemudian kotoran kembali lagi, yang kemudian dapat
dibersihkan melalui wudhu berikutnya.
Dari penelitian juga menyatakan bahwa persentase terkena penyakit
bagi orang yang tidak sholat dan tidak berwudhu, lebih banyak dari pada
orang-orang yang berwudhu. Istinsyaq dan Istintsar dapat menghilangkan 11
bakteri membahayakan yang ada dalam hidung, yang menyebabkan penyakit
saluran pernafasan, radang paru-paru, dan panas rheumati. Dr. Ahmad
Syauqy Ibrahim, anggota Ikatan Dokter Kerjaan Arab Saudi di London dan
Penasihat Jantung mengatakan, Para Pakar berkesimpulan bahwa
mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh
yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadikan rileks syaraf-
syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot,
kecemasan dan insomnia.
Selanjutnya, bagian-bagian sholat yang lain adalah:
1. Takbiratul Ihram
Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan
aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot
lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan
darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat
mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang
sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut
atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari
berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

16
2. Ruku
Gerakan ini bermanfaat untuk
menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi
tulang belakang (corpus vertebrae)
sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.
Posisi jantung sejajar dengan otak, maka
aliran darah maksimal pada tubuh bagian
tengah. Tangan yang bertumpu di lutut
berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot
bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih
sehingga gangguan prostate dapat dicegah.
3. Itidal
Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang
baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat Itidal
dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut
mengalami pemijatan dan pelonggaran secara
bergantian sehinga memberi efek melancarkan
pencernaan.
4. Sujud
Posisi sujud berguna
untuk memompa getah bening ke
bagian leher dan ketiak. Posisi
jantung di atas otak menyebabkan
daerah kaya oksigen bisa mengalir
maksimal ke otak. Aliran ini
berpengaruh pada daya pikir
seseorang. Oleh karena itu,
sebaiknya lakukan sujud dengan tumaninah, tidak tergesa-gesa agar
darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan
seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku maupun
sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ
kewanitaan.

17
5. Duduk di antara sujud
Posisi ini mampu menghindarkan nyeri
pada pangkal paha yang sering menyebabkan
penderitanya tidak mampu berjalan dan baik bagi
pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih
(uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan
saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan
benar, posisi seperti ini mampu mencegah
impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru
menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks
kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan
dan kekuatan organ-organ gerak.
6. Salam
Salam bermanfaat untuk merelaksasikan
otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan
aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit
kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki
falsafah bahwa manusia meneundukkan diri
serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari
pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu
psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut
pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini
mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya.
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di
otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud,
posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir
maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya
oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang
tumaninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan
seseorang.

18
Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk
berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam
otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut
memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah
akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat,
sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.
Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan
tubuh. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat
segera tergantikan, regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Semakin
banyak rakaat yang dikerjakan, semakin banyak hikmah yang diperoleh
dari gerakan-gerakan tersebut untuk tubuh.
Gerakan-gerakan sholat memberi kontribusi yang besar bagi
kesehatan tubuh. Adapun beberapa penyakit yang dapat disembuhkan
oleh sholat baik gerakan, wudhu, dan prosesnya adalah:
a. Sholat mampu menyembuhkan rematik
Para ilmuan dan para dokter mengungkapkan, salah satu cara
untuk menyembuhkan rematik (khususnya pada tulang punggung)
yang disebabkan ketidakseimbangan otot adalah dengan berolahraga.
Berdasarkan saran dari dokter ini maka tidak ada solusi terbaik untuk
menghindari rematik sejak dini kecuali dengan melaksanakan sholat
5 waktu secara konsisten, karena gerakan sholat adalah jenis gerakan
terbaik yang mampu mengembalikan fungsi otot dengan baik.
Gerakan yang dimaksud adalah gerakan rukuk, berdiri tegak
dan sujud. tentu saja gerakan itu adalah gerakan yang tumanina
(tidak tergesa-gesa) dan sebaiknya lebih lama. Gerakan yang
dilakukan secara berulang tersebut merupakan terapi terbaik dan
penyembuhan terhebat bagi siapapun yang menderita penyakit tulang
dalam waktu yang cepat.
b. Manfaat Sholat untuk kelancaran sistem peredaran darah dan terapi
penyakit jantung:
Penelitian kedokteran mengungkapkan bahwa kasus
tersumbatnya peredaran darah yang berimbas pada terhambatnya

19
fungsi paru-paru dan kasus tersumbatnya peredaran darah di kaki
bukanlah termasuk kasus yang dialami oleh kaum muslimin yang
disiplin melakukan sholat. Kasus ini umumnya banyak dialami oleh
penderita degan persentase 5 dari seribu orang non muslim pasca
bedah. Kenapa, karena kajian kedokteran mengungkapkan bahwa
gerakan ruku dan sujud dalam waktu yang lama mampu
menstabilkan detak jantung, sehingga peredaran darah berjalan lancar
serta meminimalisir tekanan darah tinggi secara akut di kepala.
c. Sholat merupakan gerakan olahraga terbaik.
Beberapa tahun terakhir tersebar penyakit desk di kalangan
penduduk prancis tersebar penyakit desk dengan persentase 18 dari
20 orang karena duduk dalam waktu yang lama di perpustakaan.
Lucunya, para dokter yang menganalisisnya malah
merekomendasikan dan menyimpulkan bahwa sholat dalam agama
Islam adalah solusi terbaik untuk terapi penyakit desk. Kenapa?,
karena diketahui secara medis dengan disiplin melakukan sholat
setiap waktunya plus sholat malam, berdampak pada perubahan pada
gerak otot dan hal ini mampu membangkitkan semangat baru pada
tubuh, mengikis timbunan lemak di sekitar perut dan paha dan
memperlambat efek-efek penuaan pada tubuh. Bahkan, konsistensi
sholat pun mampu menjaga bentuk ideal tubuh dan gerakannya serta
mempercepat munculnya vitalitas tubuh secara non stop 24 jam setiap
harinya. dengan demikian sholat adalah latihan yang paling mudah
dan cocok dijadikan sebagai olah tubuh dalam menjaga kesehatan
tubuh.
d. Manfaat wudhu dalam terapi penyakit kanker kulit
Berbagai kajian yang berhubungan dengan faktor pemicu
kanker kulit mengungkapkan bahwa faktor yang mendominasi
munculnya kanker kulit adalah karena kulit banyak menyrap zat
kimiawi; dan solusi terbaik untuk mencegahnya adalah dengan
menghilangkannya dengan membersihkannya secara berulang kali.
Selain itu keringat dan lemak yang keluar dari pori-pori tubuh dan

20
bercampur dengan debu pada umumnya mengandung zat kimiawi
dan bakteri berbahaya.
e. Manfaat istinsyaq
Istinsyaaq adalah membersihkan lubang hidung dengan cara
menyedot air pada lubang hidung lalu menyemburkannya kembali.
Sekelompok peneliti dari Fakultas Kedokteran di Iskandariyah Mesir,
bekerja sama dengan kelompok peneliti kesehatan dan obat-obatan
melakukan penelitian untuk mengungkap hubungan antara ilmu
pengetahuan dan aktivitas berwudhu. Hasil yang diperoleh adalah
hidung bagian dalam yang tidak dibasuh umumnya berwarna pucat,
berminyak, serat penuh debu dan kotoran. Di bagian bulu hidung
umumnya rentan dihinggapi debu dan kotoran. Otomasis Hidung
yang kotor tersebut ditemukan kumpulan mikroba dan bakteri.
Padahal penyakit banyak tersebar melalui pernafasan, mulai dari
influenza, radang paru-paru, kelumpuhan dan penyakit lainnya. Jadi,
Istinsyaaq adalah solusi dan terapi terbaik karena dilakukan berulang-
ulang ketika akan sholat.
Berbagai kajian psikologi modern mengungkapkan bahwa
semua motivasi dan daya rasa manusia sangat terkait erat dengan
perubahan zat kimia dalam otak. Meningkatnya adrenalin dalam
tubuh sebanding dengan peningkatan kekhawatiran dalam diri
seseorang. Selanjutnya hal tersebut akan berpengaruh pada
meningkatnya detak jantung akibat tekanan darah menuju jantung.
Selain itu, syaraf menjadi menjauh dari sistem pencernaan sehingga
prosesnya terganggu. Kadar gula pada hati makin menumpuk dan
persentasenya meningkat dalam aliran darah. Jika semuanya itu terus
terjadi, maka permasalahan pada tubuh dan akhirnya otak pun terjadi.
Berbagai gejolak pemikiran dan penyimpangan perilaku ini menjadi
imbas pengaruh buruk tersebut.
Dalam harian surat kabar London West diungkapkan bahwa
selama 10 tahun, Eropa mengadakan penelitian komparasi antara
mereka yang selalu disiplin melakukan ritual ibadah dengan mereka

21
yang tidak pernah sama sekali. kesimpulan yang mereka dapatkan
adalah bahwa persentase penderita tekanan darah tinggi, penyakit
jantung, depresi dan stress tidak begitu banyak menyerang mereka
yang konsisten dengan ritual ibadahnya.
Dengan sholat yang khusyu dapat dipastikan kekhawatiran
dalam diri akan hilang. Maka benarlah apa yang disabdakan
Rasulullah : Lapangkanlah diri kami dengan sholat wahai Bilal.
yakni ajakan Rasulullah agar bilal mengumandangkan adzan agar
Beliau dan sahabat melakukan sholat untuk bermunajat dan
menenangkan hati kepada-Nya
f. Manfaat sujud ditinjau dari sisi kesehatan
Pengulangan sujud dalam sholat setiap harinya minimal
dilakukan 34 x. Bilangan tersebut dianggan bilangan yang tepat untuk
meningkatkan aktivitas otot dan saraf tubuh serja menjaga
keseimbangan antar sendi, khususnya tangan, paha. lutut dan kaki.
Dengan aktivitas sujud juga, peredaran darah dalam tubuh bisa
berjalan dan bergerak dengan mudah dari atas ke bawah. Selain itu
meningkatnya lipatan tangan mampu melancarkan peredaran darah
dari atas pergelangan ke bawah hingga mampu mencegah infeksi
yang umumnya menyerang pergelangan tangan.
g. Manfaat kehusyukan dalam sholat
William Molton Marstein, seorang ahli psikolog pada majalah
Reader Digest mengungkapkan bahwa bahwa kemampuan untuk
memusatkan pikiran biasa dialami oleh setiap individu dalam
kehidupannya. Misal, seorang pemimpin akan memusatkan
pikirannya dalam menghadapi masalah. Hal yang dapat menurunkan
kemampuan memusatkan pikiran, bahkan merusaknya merupakan
penyimpangan serta terlalu sibuk dalam menuruti hawa nafsu.
William juga mengungkapkan bahwa akal merupakan alat yang
mengagumkan dan memiliki kemampuan yang sangat hebat jika
difokuskan pada suatu titik. Berkaitan dengan itu di Amerika
dilakukan latihan berbicara kepada suatu obyek dengan

22
menghadirkan hati dalam setiap kalimat yang diucapkannya dengan
tujuan meningkatkan semangat dan kekuatan untuk berkeinginan
dalam beraktivitas. Jika saja mereka tahu tentang sholatnya kaum
Muslim. Dan harap dicatat: obyek yang dituju dalam sholat adalah
Dzat Yang Maha Agung, tentu saja kekuatan yang didapatkan sangat
jauh. Subhanallah
Akhir-akhir ini, muncul kontroversi hukum haram terhadap
yoga. Banyak pro dan kontra atas isu tersebut. Saya tidak bisa
melakukan justifikasi akan hukum itu. Tapi, mengacu pada manfaat
kekhusyukan dalam sholat serta temuan bahwa sholat mampu
menghilangkan kekhawatiran dalam diri dengan menuju kepada
Allah, Dzat Yang Maha Agung, lalu kenapa kita malah memalingkan
diri dari sholat yang merupakan manifestasi yang dahsyat dan
melakukan meditasi yoga? Sungguh tidak perlu diperdebatkan
dengan menguras nalar. Sesungguhnya sungguh beruntunglah
orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam
sholatnya (QS Al-Muminuun 1-2)
h. Kedahsyatan sholat tahajjud dan sholat subuh (yang tepat waktu)
Melalui berbagai penelitian, percobaan dan kajian, sebuah
fakta ilmiah mengungkapkan bahwa seseorang yang tidurnya dalam
waktu yang sangat lama akan sangat mudah terserang penyakit
jantung. Hal ini dikarenakan lemak yang ada dalam darah menempel
pada dinding syaraf di sekitar jantung. Para ulama dan ilmuwan
modern banyak menganjurkan agar setiap manusia bangun dari
tidurnya setelah 4 jam, kemudian melakukan gerakan tubuh ataupun
melakukan kegiatan yang membutuhkan otot selama 1/4 jam. Hal ini
berguna untuk menghindari bahaya serangan jantung dan menjaga
vitalitas tubuh, khususnya jantung karena menghindarinya dari
timbunan lemak. Jadi ajaran Islam telah mendahului temuan modern
dalam mengungkapkan fenomena di atas untuk kemudian
menyarankan suatu manajemen kesehatan tubuh yang indah, yakni
dengan menganjurkan setiap individu untuk bisa bangun melakukan

23
sholat tahajud pada 1/3 malam terakhir dan dilanjutkan dengan sholat
subuh. Diriwayatkan Ali, Rasulullah Saw bersabda, Dalam surga
terdapat suatu ruangan yang dari luar bisa terlihat dalamnya dan dari
dalam bisa dilihat luarnya. Lalu seorang Arab bertanya.
Diperuntukkan untuk siapakah tempat itu, wahai Rasulullah?
Rasulullah menjawab, Bagi siapa saja yang memiliki ucapan yang
baik, memberikan makan kepada orang yang membutuhkan,
konsisten melaksanakan puasa dan melaksanakan sholat demi
mengharapkan ridha-Nya ketika orang lain sedang tertidur. (HR
Ahmad).
Sholat sebaiknya dilakukan secara tumaninh, karena
tumaninah merupakan tekhnik relaksasi dalam sholat. Relaksasi ini
merupakan jalan meditasi atau perjalanan jiwa menuju Allah
sehingga diperlukan persiapan yang siap maupun rileks.

24
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Membasuh anggota wudhu pada saat berwudhu seakan-akan sudah
membasuh seluruh tubuh, karena jika jumlah tulang yang kita basuh dikalikan
3 (untuk pembasuhan 3 kali) dan dikalikan 1 (untuk pembasuhan 1 kali),
maka jumlahnya 354 sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun dan jumlah
tulang manusia. Dalam berwudhu, kita diperintahkan untuk menggosok sela-
sela jari, karena ternyata dibagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena,
dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela-sela jari dapat memperlancar
aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen.
Menurut ilmu akupuntur, telinga adalah representasi dari tubuh
manusia. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan berpengaruh baik terhadap
fungsi organ dalam tubuh kita. Gerakan berdiri tegak pada shalat dapat
bermanfaat melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot
lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke
seluruh tubuh dan penurunan resiko terjadinya patah tulang yang sering
terjadi. Gerakan takbiratul ihram dapat bermanfaat, pada saat mengangkat
kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen
menjadi lancar dan menghindarkan dari berbagai gangguan persendian,
khususnya pada tubuh bagian atas. Selain itu, sekat rongga badan (diafragma)
akan terlatih, dan pada posisi ini akan terjadi gerakan active pumping yang
sangat bermanfaat.
Gerakan rukuk pada shalat bermanfaat, karena pada saat rukuk
sempurna, tulang belakang menjadi relatif lurus ini mengakibatkan terjadinya
gerakan anti kompresi alias peregangan. Postur ini menjaga kesempurnaan
posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh
dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah
maksimal pada tubuh bagian tengah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih
untuk mencegah gangguan prostat. Pada saat gerakan sujud, debit darah yang
naik karena posisi jantung lebih tinggi dari otak ini merupakan latihan otak
menambah elastisitas pembuluh darah, yang dapat menjadikannya gerakan

25
anti-stroke. Selain itu, dapat memperkuat ikatan penggantung organ ke
dinding rongga tempat organ itu berada dan tubuh dapat mengembalikan serta
mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
Pada saat duduk dalam shalat, otot-otot tersebut diregangkan
maksimal sehingga terjadi pemulihan dan bebas dari timbunan asam laktat
penyebab nyeri dan kelelahan. Dengan duduk ini pula, seluruh persendian di
tungkai, kaki, dan jari-jari menjadi aktif, lentur dan bebas pengapuran serta
kekakukan. Gerakan salam pada shalat juga bermanfaat untuk melatih
kelenturan leher, memperkuat otot-otot dan seluruh struktur leher berikut
fungsi refleks-refleksnya. Selain itu, gerakan ini dapat mencegah sakit kepala
dan menjaga kekencangan kulit wajah. Jika kita menjalankan shalat dengan
khustuk dan penuh kedisiplinan, masih banyak manfaat lain yang dapat kita
terima, karena Allah tidak akan memerintahkan hambanya atas sesuatu yang
tidak bermanfaat bagi hambanya tersebut.

3.2 Saran
1. Dalam menjalankan shalat, hendaknya kita menjalankannyadengan
ikhlas dan senang hati, karena dengan hal itu kita akan lebih merasakan
manfaat dari shalat itu.
2. Dalam setiap gerakan shalat, jangan terlalu terburu-buru, laksanakanlah
tumaninah supaya manfaat dari setiap gerakan shalat dapat lebih terasa.
3. Selalu bersyukur, atas semua yang telah Allah perintahkan, niscaya
semua ada hikma dan manfaatnya.

26
DAFTAR PUSTAKA

Gerakan Shalat Bermanfaat Untuk Kesehatan Tubuh. Diakses dari


http://tahajudcallmq.wordpress.com.

Indah Mulya. 2008. Gerakan Shalat Mengandung Terapi Kesehatan. Dari edisi no.
477 Tahun VI.

Abi Nizma. 2006. Gerakan Shalat dan Kesehatan di Dalamnya. Diakses dari
www.dudung.net.

Diaksesdari http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1926942-
mukjizat-gerakan-shalat-untuk-pencegahan/.

Sangkan, Abu.2007. Pelatihan Sholat Khusyu Sholat Sebagai Meditasi Tertinggi


dalam Islam. Jakarta: Shalat Center dan Baitul Ihsan

27