Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH AGAMA

TENTANG
ZAKAT

Oleh Kelompok VI :
Zamril Ahmad
Yumitha Safitri
Yuza Pratiwi

Dosen Pembimbing :
Virgo Vicnori, M.Ag

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES PIALA SAKTI
PARIAMAN
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga, zakat
merupakan suatu ibadah yang paling penting kerap kali dalam Al-Quran,
Allah menerangkan zakat beriringan dengan menerangkan sembahyang. Pada
delapan puluh dua tempat Allah menyebut zakat beriringan dengan urusan
shalat ini menunjukan bahwa zakat dan shalat mempunyai hubungan yang
rapat sekali dalam hal keutamaannya shalat dipandang seutama-utama ibadah
badaniyah zakat dipandang seutama-utama ibadah maliyah. Zakat juga salah
satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat
adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat
tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan
puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan al-Qur'an dan as-
Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan
yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.
Seluruh ulama Salaf dan Khalaf menetapkan bahwa mengingkari
hukum zakat yakni mengingkari wajibnya menyebabkan di hukum kufur.
Karena itu kita harus mengetahui definisi dari zakat, harta-harta yang harus
dizakatkan, nishab- nishab zakat, tata cara pelaksanan zakat dan berbagai
macam zakat akan dibahas dalam bab selanjutnya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi/ pengertian zakat ?
2. Apa saja macam-macam zakat ?
3. Apa saja harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya ?
4. siapa saja yang berhak menerima zakat ?
5. Apa saja hikmah dari zakat ?

BAB II
PEMBAHASAN

1
A. Pengertian Zakat
Secara bahasa, zakat berarti tumbuh (numuww) dan bertambah
(Ziyadah). Jika diucapkan, zaka al-zar, adalah tanaman tumbuh dan
bertambah jika diberkati.[1] Kata ini juga sering dikemukakan untuk
makna thaharah (suci) Allah SWT. berfirman:


Artinya:
Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. (QS.
Asy Syams [91]: 9).
Sedangkan arti zakat menurut istilah syariat Islam ialah sebagian
harta benda yang wajib diberikan orang-orang yang tertentu dengan beberapa
syarat, atau kadar harta tertentu yang diberikan kepada orang-orang yang
berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu pula.
Adapun tentang zakat telah dijelaskan dalam al-Quran firman Allah
Surah at-Taubah ayat 103:

Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat


itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk
mereka . . . (QS. at-Taubah [9]: 103).
Maksud dari ayat diatas adalah dengan zakat itu mereka menjadi
bersih dari kekikiran dan dari berlebih-lebihan dalam mencintai harta benda
atau zakat itu akan menyucikan orang yang mengeluarkannya dan akan
menumbuhkan pahalanya.
Adapun dalan hadits diantaranya adalah:


:

.
.
,

2
,
( )
Artinya: Rasulullah sewaktu mengutus Sahabat Muadz bin Jabal ke
negeri Yaman (yang telah ditaklukkan oleh umat Islam) bersabda: Engkau
datang kepada kaum ahli kitab ajaklah mereka kepada syahadat, bersaksi,
bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi
Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka telah taat untuk itu,
beritahulah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka melakukan
sholat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka telah taat untuk itu,
beritahukanlah kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan mereka menzakati
kekayaan mereka. Yang zakat itu diambil dari yang kaya dan dibagi-bagikan
kepada yang fakir-fakir. Jika mereka telah taat untuk itu, maka hati-hatilah
(janganlah) yang mengambil yang baik-baik saja (bila kekayaan itu bernilai
tinggi, sedang dan rendah, maka zakatnya harus meliputi nilai-nilai itu)
hindari doanya orang yang madhlum (teraniaya) karena diantara doa itu
dengan Allah tidak terdinding (pasti dikabulkan).[3]
Dalam pengertian istilah syara, zakat mempunyai banyak
pemahaman, diantaranya:
1. Menurut Yusuf al-Qardhawi, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang
diwajibkan oleh Allah diserahkan kepada orang-orang yang berhak.
2. Abdurrahman al-Jaziri berpendapat bahwa zakat adalah penyerahan
pemilikan tertentu kepada orang yang berhak menerimanya dengan
syarat-syarat tertentu pula.
3. Muhammad al-Jarjani dalam bukunya al-Tarifat mendefinisikan zakat
sebagai suatu kewajiban yang telah ditentukan oleh Allah bagi orang-
orang Islam untuk mengeluarkan sejumlah harta yag dimiliki.
4. Wahbah Zuhaili dalam karyanya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu
mendefinisikan dari sudut empat mazhab, yaitu:
- Madzhab Maliki, zakat adalah mengeluarkan sebagian yang tertentu
dari harta yang tertentu pula yang sudah mencapai nishab (batas
jumlah yang mewajibkan zakat) kepada orang yang berhak
menerimanya, manakala kepemilikan itu penuh dan sudah mencapai
haul (setahun) selain barang tambang dan pertanian.

3
- Madzhab Hanafi, zakat adalah menjadikan kadar tertentu dari harta
tertentu pula sebagai hak milik, yang sudah ditentukan oleh
pembuat syariat senata-mata karena Allah SWT.
- Madzhab Syafei, zakat adalah nama untuk kadar yang dikeluarkan
dari harta atau benda dengan cara-cara tertentu.
- Madzhab Hambali, memberikan definisi zakat sebagai hak (kadar
tertentu) yang diwajibkan untuk dikeluarkan dari harta tertentu
untuk golongan yang tertentu dalam waktu tertentu pula.
Dari beberapa pendapat diatas dapat dipahami bahwa zakat adalah
penyerahan atau penunaian hak yang wajib yang terdapat di dalam harta
untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak seperti tertulis dalam Surat
at-Taubah ayat 60 yaitu:

Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang


fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang
dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang,
untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai
suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi
Maha Bijaksana. (QS. at-taubah [9]: 60).[4]

B. Macam-Macam Zakat
Zakat terbagi atas dua tipe yakni:
Zakat Fitrah,
Adalah zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri
pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram
makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
Zakat Maal (Zakat Harta )

4
Adalah zakat kekayaan yang harus dikeluarkan dalam jangka satu
tahun sekali yang sudah memenuhi nishab mencakup hasil perniagaan,
pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan
perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki
perhitungannya sendiri-sendiri. [5]

C. Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya


Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu :
Zakat Maal (Zakat Harta)
1. Emas, perak dan mata uang
Zakat emas dan perak wajib dikeluarkan zakatnya berdasarkan
firman Allah:

Artinya: Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak


(tidak dikeluarkan zakatnya) dan tidak membelanjakanya di jalan
Allah, Maka beritakanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan
mendapat) azab yang pedih.(QS. at-Taubah [9]: 34 ).
Syarat- syarat wajib zakat emas dan perak sebagai berikut:
- Milik orang Islam
- Yang memiliki adalah orang yang merdeka
- Milik penuh( dimiliki dan menjadi hak penuh )
- Sampai nishabnya
- Genap satu tahun
- Nisab dan zakat emas
Nishab emas bersih adalah 20 dinar (mitsqal) = 12,5
pound sterling (96 gram ) zakatnya 2,5% atau seperempat
puluhnya. Jadi seorang Islam yang memiliki 96 gram atau lebih
dari emas yang bersih dan telah cukup setahun dimilikinya maka
wajiblah ia mengeluarkan zakatnya 2,5% atau seperempat
puluhnya. Seperti yang tercantum dalam hadits yang diterima dari
Ali r.a bahwa Rasulullah Saw.
- Nishab dan zakat perak

5
Nishab perak bersih 200 dirham ( sama dengan 672 gram),
zakatnya 2,5 % apabila telah dimiliki cukup satu tahun .Emas dan
perak yang dipakai untuk perhiasan oleh orang perempuan dan
tidak berlebih- lebihan dan bukan simpanan, tidak wajib
dikelurkan zakatnya.
Beberapa pendapat tentang emas yang telah dijadikan
perhiasan pakaian:
Pendapat imam Abu Hanifah : Berpendapat bahwa emas dan
perak yang telah dijadikan perhiasan dikeluarkan zakatnya
pula.
Pendapat imam Malik : Jika perhiasan itu kepunyaan
perempuan untuk dipakai sendiri atau disewakan,atau
kepunyaan lelaki untuk dipakai isterinya,maka tidak wajib
dikeluarkan zakatnya. Tetapi jika seorang lelaki memilkinya
untuk disimpan atau untuk perbekalan dimana perlu,maka
wajiblah dikeluarkan zakatnya.
Pendapat Imam Syafii : Tak ada zakat pada perhiasan emas
dan perak,menurut satu riwayat yang lain dari padanya,wajib
zakat perhiasan emas dan perak.[7]
- Nishab dan zakat uang
Peredaran uang pada dasarnya berstandar emas, karena
peredaran uang itu berdasar emas, maka nishab dan zakatnya 2,5
% atau seperempat.

2. Zakat harta perniagaan


Barang (harta) perniagaan wajib dikeluarkan zakatnya. Syarat
wajibnya zakat perniagaan ialah:
- Yang memiilki orang Islam
- Milik orang yang merdeka
- Milik penuh
- Sampai nishabnya
- Genap setahun
Setiap tahun pedagang harus membuat neraca atau perhitungan
harta benda dagangan.tahun perniagaan di hitung dari mulai berniaga.
Yang dihitung bukan hanya labanya saja tetapi seluruh barang yang

6
diperdagangkan itu apabila sudah cukup nishab,maka wajiblah
dikeluarkan zakatnya seperti zakat emas yaitu 2,5 %. Harta dagangan
yang mencapai jumlah seharga 96 gram emas, wajib dikeluarkan
zakatnya sebanyak 2,5% . Kalau sekiranya harga emas 1gram Rp
100,maka barang dagangan yang seharga 96x RP 100 = RP.9600,
wajib dikeluarkan zakatnya 2,5% = RP 240. Harta benda perdagangan
perseroan, Firma, CV atau perkongsian dan sebagainya, tegasnya
harta benda yang dimilki oleh beberapa orang dan menjadi satu maka
hukumnya sebagai suatu perniagaan.
3. Zakat binatang ternak
Dasar wajib mengeluarkan zakat binatang ternak ialah:
Diberitahukan oleh Bukhari dan muslim dari Abu Dzarr, bahwasanya
Nabi Saw, bersabda sebagai berikut:
. .


, , , .

Artinya:
Tidaklah pemilik unta,sapi, dan kambing yang tidak
mengeluarkan zakatnya maka binatang binatang itu nanti pada hari
Qiyamat akan datang dengan keadaan yang lebih besar dan gemuk
dan lebih besar dari pada didunia,lalu hewan hewan itu menginjak-
nginjak pemilik dengan kaki- kakinya. Setiap selesai mengerjakan
yang demikian, bintang- binatang itu kembali mengulangi pekerjaan
itu sebagaimana semula:dan demikianlah terus menerus sehingga
sampai selesai Allah menghukum para manusia. ( HR. Abu Dzarr ).
Binatang ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya ialah : unta,
lembu dan kerbau, kambing dan biri-biri .[8]
Syarat-syarat wajibnya zakat binatang ternak sebagai berikut:
- Pemiliknya orang Islam
- Pemiliknya merdeka
- Miliknya sendiri
- Sampai senishab
- Cukup setahun
- Makannya dengan penggembalaan,bukan dengan rumput belian

7
- Binatang itu bukan digunakan untuk bekerja seperti angkutan dan
sebagainya
a. Nishab dan zakat unta
Orang yang memilki unta 5 ekor keatas wajib dikeluarkan
zakatnya. Tentang pengeluaran zakat ini diatur sebagai berikut:
- 5 ekor unta zakatnya 1ekor kambing
- 10 ekor unta zakatnya 2 ekor kambing
- 15 ekor unta zakatnya 3 ekor kambing
- 20 ekor unta zakatnya 4 ekor kambing
- 25 ekor unta zakatnya 1ekor unta betina umur 1 tahun masuk
tahun kedua kalau tidak ada boleh dengan seekor unta jantan
berumur 2 tahun masuk tahun ketiga
- 36 ekor unta zakatnya 1ekor unta betina umur 2 tahun masuk
tahun ketiga
- 46 ekor unta zakatnya seekor unta betina umur 3 tahun masuk
tahun keempat
- 61 ekor unta zakatnya 1ekor unta betina umur 4 tahun masuk
tahun kelima
- 76 ekor unta zakatnya 2 ekor unta betina umur 2 tahun masuk
tahun ketiga 91ekor unta sampai 121ekor zakatnya 2 ekor
unta betina umur 3 tahun masuk tahun keempat
Tiap- tiap bertambah 40 ekor unta zakatnya 1 ekor unta
betina umur dua tahun masuk tahun ketiga dan tiap-tiap tambah
50 ekor unta, zakatnya seekor unta umur 3 tahun masuk keempat.
b. Nishab dan zakat lembu/kerbau
Orang yang memiliki lembu/kerbau 30ekor keatas wajib
mengeluarkan zakatnya sebagai berikut:
- 30 s/d 39 lembu/kerbau zakatnya 1ekor anak sapi/kerbau
- 40 s/d 59 lembu /kerbau zakatnya 1ekor sapi/kerbau betina
yang berumur 2tahun
- 60 s/d 69 lembu /kerbau zakatnya 2 ekor anak sapi/kerbau
(ta-bi)
- 70 s/d 79 lembu/kerbau zakatnya 1ekor anak sapi/kerbau (ta-
bi) dan 1ekor musinnah
- 80 s/d 89 lembu/kerbau zakatnya 2 ekor musinah
- 90 s/d 99 lembu/kerbau zakatnya 3 ekor ta-bi

8
- 100s/d 109 lembu /kerbau zakatnya 2 ekor ta-bi dan 1 ekor
musinnah
Zakat kerbau sama dengan zakat lembu, baik nishab
maupun zakatnya
c. Nishab dan zakat kambing
Orang yang memilki kambing 40 ekor wajibmengeluarkan
zakatnya sebagai berikut:
- 40 sampai 120 ekor kambing zakatnya 1ekor
- 121 sampai 200 ekor kambing zakatnya 2ekor
- 201 sampai 300 ekor kambing zakatnya 3ekor
- 301 sampai 400 ekor kambing zakatnya 4ekor
- 401 sampai 500 ekor kambing zakatnya 5ekor dan seterusnya
tiap- tiap 100 ekor kambing zakatnya 1ekor.

4. Zakat hasil bumi


Hasil bumi yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu yang dapat
dijadikan makanan pokok seperti: padi, jagung,gandum, dan
sebagainya.Sedangkan buah- buahan yang wajib dikeluarkan zakatnya
ialah :gandum, Syar zabib dan kurma. Buah-buahan yang wajib
dikeluarkan zakatnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw sebagai
berikut:
( ) .

Artinya:
Tidak ada sedekah(zakat ) pada biji dan kurma kecuali
apabila mencapai lima wasaq( 700kg). (HR. Muslim)
Syarat-syarat wajib mengeluarkan zakat hasi bumi sebagai berikut:
1. Pemiliknya orang Islam
2. Pemiliknya orang Islam yang merdeka
3. Milik sendiri
4. Sampai senishab
Tidak disyaratkan setahun memilki tetapi wajib dikeluarkan
zakatnya pada tiap-tiap menuai/panen.
Nishab zakat hasil bumi ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw.:

:

( ) . .

9
Artinya:
Dari Jabir dari Nabi saw.: Beliau berkata: Pada biji yang
dialiri dengan air sungai dan hujan, zakatnya sepersepuluh, dan
yang dialiri dengan kincir ditarik oleh binatang, zakatnya
seperdua puluh. (HR. Ahmad Muslim dan Nasai).

Nishab hasil bumi yang sudah dibersihkan ialah 5 wasaq yaitu


kira- kira 700 kg,sedang yang masih berkulit nishabnya 10 wasaq=
1400 kg Zakatnya 10% (sepersepuluh ) jika diairi dengan air hujan, air
sungai, siraman air yang tidak dengan pembelian (perongkosan ). Jika
diari dengan air yanng diperoleh dengan pembelian maka zakatnya
5% (seperdua puluh). Semua hasil bumi yang sudah masuk, wajib
dikeluarkan zakatnya, termasuk yang dikeluarkan untuk ongkos
menuai dan angkutan.
5. Zakat barang tambang dan barang temuan
Hasil tambang yang wajib dikeluarkan zakatnya ialah emas
dan perak yang diperoleh dari hasil pertambangan. Rikaz ialah harta
benda orang orang purbakala yang berharga yang ditemukan oleh
orang orang pada masa sekarang,wajib dikelurkan zakatnya. Barang
rikaz itu umumnya berupa emas dan perak atau benda logam lainnya
yang berharga.
Sabda Rasulullah saw.:

) :
(
Artinya:
Dari Abi Hurairah bahwasanya Rasulullah saw.
bersabda: Dan pada rikaz simpanan orang-orang zaman dahulu
di dalam bumi itu, zakatnya seperlima. (HR. Bukhari dan
Muslim).[9]
Syarat-syaratnya mengeluarkan zakat rikaz:
- Orang Islam
- Orang merdeka
- Milik Sendiri
- Sampai nishabnya

10
Tidak perlu persyaratan harus dimilki selama 1 tahun. Nishab
zakat barang tambang dan barang temuan, dengan nishab emas dan
perak yakni 20 mitsqa l = 96 gram untuk emas dan 200 dirham (672
gram ) untuk perak. Zakatnya masing-masing 2,5% atau seperempat
puluh
Zakat fitrah
Zakat fitrah dilihat dari komposisi kalimat yang membentuknya
terdiri dari kata zakat dan fitrah. Zakat secara umum sebagaimana
dirumuskan oleh banyak ulama bahwa dia merupakan hak tertentu yang
diwajibkan oleh Allah terhadap harta kaum muslimin menurut ukuran-
ukuran tertentu (nishab dan khaul) yang diperuntukkan bagi fakir miskin
dan para mustahiq lainnya sebagai tanda syukur atas nikmat Allah swt.
Dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, serta untuk membersihkan diri
dan hartanya. Dengan kata lain, zakat merupakan kewajiban bagi seorang
muslim yang berkelebihan rizki untuk menyisihkan sebagian dari padanya
untuk diberikan kepada saudara-saudara mereka yang sedang
kekurangan.
Sabda Rasulullah saw,:

.


Artinya:
Barang siapa membayar fitrah sebelum shalat, maka itu adalah
zakat yang makbul, akan tetapi barang siapa membayarnya sesudah
shalat Id maka merupakan shadaqah biasa.
Sementara itu, fitrah dapat diartikan dengan suci sebagaimana
hadits Rasul kullu mauludin yuladu ala al fitrah (setiap anak Adam
terlahir dalam keadaan suci) dan bisa juga diartikan juga dengan ciptaan
atau asal kejadian manusia.
Dari pengertian di atas dapat ditarik dua pengertian tentang zakat
fitrah. Pertama, zakat fitrah adalah zakat untuk kesucian. Artinya, zakat ini
dikeluarkan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan atau
perilaku yang tidak ada manfaatnya. Kedua, zakat fitrah adalah zakat
karena sebab ciptaan. Artinya bahwa zakat fitrah adalah zakat yang

11
diwajibkan kepada setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini. Oleh
karenanya zakat ini bisa juga disebut dengan zakat badan atau pribadi.
Zakat fitrah ialah zakat pribadi yang harus dikeluarkan pada hari
raya fitrah.
Seperti hadits Nabi saw.:




Artinya:
Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah guna menyucikan orang
yang berpuasa dari ucapan dan perbuatan yang tidak baik dan guna
makanan bagi para miskin.[10]
Yang wajib dizakati :
- Untuk dirinya sendiri; tua,muda,baik laki- laki maupun perempuan
- Orang-orang yang hidup dibawah tanggungannya
Dari ibnu Umar ra,berkata ia: telah bersabda Rasulullah saw:
Bayarlah zakat fithrah orang orang yang menjadi
tanggunganmu. (HR.Daruquthni dan Baihaqi).

Syarat-syarat wajib zakat fithrah :


- Islam
- Mempunyai kelebihan makanan untuk sehari semalam bagi seluruh
keluarga pada waktu terbenam matahari dari penghabisan bulan
ramadhan
- Orang-orang yang bersangkutan hidup dikala matahari terbenam
pada akhir bulan Ramadhan
Zakat yang perlu dikeluarkan :
- Zakat fithrah untuk tiap- tiap jiwa 1sha = 2,305 kg dibulatkan
menjadi 2,5 kg dari beras atau lainnya yang menjadi makanan
pokok bagi penduduk negeri.Lebih utama dikeluarkan sebelum
shalat Idul Fithri. Boleh juga dikeluarkan semenjak permulaan
bulan Ramadhan sebagai tajil Seperti yang tercantum dalam hadits
nabi yaitu:
Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah Saw telah mewajibkan
zakat fithrah dengan kurma satu sha atau dengan syair satu sha atas
hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki,perempuan, anak-anak,

12
orang tua, dari golongan kaum muslimin dan beliau menyuruh zakat
fithrah itu ditunaikan sebelum orang-oranng keluar(selesai) shalat
Ied Muttafaq alaih Dan dalam riwayat Ibnu Ady dan Daraquthni
dengan sanad yang lemah: Cukuplah mereka (orang orang
miskin) jangan sampai berkeliling (mencari nafkah) pada hari itu
(hari raya).
Untuk zakat fithrah dari seorang yang makanan pokoknya beras
tidak boleh dikeluarkan zakat dari jagung ,walaupun jagung termasuk
makanan pokok tetapi, jagung nilainya lebih rendah dari pada beras.
Dilihat dari aspek dasar penentuan kewajiban antara zakat fitrah
dan zakat yang lain ada perbedaan yang sangat mendasar. Zakat fitrah
merupakan kewajiban yang bersumber pada keberadaan pribadi-pribadi
(badan), sementara zakat-zakat selain zakat fitrah adalah kewajiban yang
diperuntukkan karena keberadaan harta. Meskipun dalam hal
pendistribusian zakat fitrah terdapat perbedaan pendapat, yakni antara
yang memperbolehkan dibagikan kepada seluruh ashnaf yang delapan dan
antara yang hanya memperbolehkan kepada fakir dan miskin, akan tetapi
apabila dilihat dari maqashid al syariah atau berbagai pertimbangan logis
disyariatkannya zakat fitrah, maka tampak bahwa yang paling mendekati
ke arah sana adalah pendapat yang hanya mengkhususkan zakat fitrah
kepada fakir dan miskin.
Amil zakat fitrah sebagaimana lazim disebut orang tidak bisa
dikategorikan ke dalam amil zakat. Sebab, panitia zakat fitrah hanya
bersifat temporer, sementara amil bersifat jangka panjang. Paniti zakat
fitrah tidak bisa dijadikan sebagai sumber mata pencaharian sementara
amil diorientasikan sebagai lapangan pekerjaan yang sekaligus menjadi
mata pencaharian bagi mereka yang berkecimpung di sana.

D. Orang yang berhak menerima zakat dan yang tidak berhak menerima
zakat
Dapat dijelaskan bahwa orang yang berhak menerima zakat itu ialah
sebagai berikut:

13
- Fakir yaitu orang yaang tidak mempunyai harta atau usaha yang dapat
menjamin 50% kebutuhan hidupnya untuk sehari-hari.
- Miskin yaitu orang yang mempunyai harta dan usaha yang dapat
menghasilkanlebih dari 50% untuk kebutuhan hidupnya tetapi tidak
mencukupi.
- Amil yaitu panitia zakat yang dapat dipercayakan untukmengumpulkan
dan membagi-bagikannya kepada yang berhak menerimanya sesuai
dengan hukum Islam .
- Muallaf yaitu orang yang baru masuk Islam dan belum kuat imannya dan
jiwanya perlu dibina agar bertambah kuat imannya supaya dapat
meneruskan imannya.
- Hamba sahaya yaitu yang mempunyai perjanjian akan dimerdekakan
oleh tuan nya dengan jalan menebus dirinya.
- Gharimin yaitu orangyang berhutang untuksesuatu kepentingan yanng
bukan maksiat dan ia tidak sanggup untuk melunasinya.
- Sabilillah yaitu orang yang berjuang dengan suka rela untuk menegakkan
agama Allah.
- Musafir yaitu orang yang kekurangan perbekalan dalam perjalanan
dengan maksud baik, seperti menuntut ilmu, menyiarkan agama dan
sebagainya.

Yang tidak berhak menerima zakat :


- Orang kaya. Rasulullah bersabda, "Tidak halal mengambil sedekah
(zakat) bagi orang yang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan
tenaga." (HR Bukhari).
- Hamba sahaya, karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari
tuannya.
- Keturunan Rasulullah. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya tidak halal
bagi kami (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat)." (HR Muslim).
- Orang yang dalam tanggungan yang berzakat, misalnya anak dan istri.
- Orang kafir.

E. Hikmah Zakat
Adapun hikmah zakat itu adalah sebagai berikut:

14
1. Zakat menjaga dan memelihara harta dari incaran mata dan tangan para
pendosa dan pencuri. Nabi saw bersabda:
, .

Artinya:
Peliharalah harta-harta kalian dengan zakat. Obatilah orang-
orang sakit kalian dengan sedekah. Dan persiapkanlah doa untuk
(menghadapi) malapetaka.
2. Zakat merupakan pertolongan bagi orang-orang fakir dan orang-orang
yang sangat memerlukan bantuan.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan sebagai berikut:
,


Artinya:
Sesungguhnya Allah Swt. mewajibkan orang-orang
Muslim yangkaya untuk (menafkahkan) harta-harta mereka
dengan kadar yang mencukupi orang-orang Muslim yang fakir.
Sungguh, orang-orang fakir sekali-kali tidak akan lapar atau
bertelanjang kecuali karena perbuatan orang-orang yang kaya.
Ketahuilah. Sesungguhnya Allah wt. akan menghisab mereka
dengan hisab yang keras dan menyiksa mereka dengan siksaan
pedih.
3. Zakat menyucikan jiwa dari penyakit kikir dan bakhil.
5. Zakat diwajibkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat harta yang telah
dititipkan kepada seseorang.

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Secara bahasa, zakat berarti tumbuh (numuww) dan bertambah
(Ziyadah). Sedangkan menurut istilah zakat adalah penyerahan atau
penunaian hak yang wajib yang terdapat di dalam harta untuk diberikan
kepada orang-orang yang berhak.
Zakat terbagi dua yaitu zakat Fitrah dan zakat Maal (Zakat Harta)
- Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan Muslim
menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara
dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang ada di daerah
bersangkutan.
- Zakat Maal (Zakat Harta ) adalah zakat kekayaan yang harus
dikeluarkan dalam jangka satu tahun sekali yang sudah memenuhi
nishab mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil
laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja
(profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-
sendiri.
Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu :
o Zakat Maal (Zakat Harta)
1. Emas, perak dan mata uang
2. zakat harta perniagaan
3. Zakat binatang ternak
4. Zakat hasil bumi
6. Zakat barang tambang dan barang temuan
Orang yang berhak menerima zakat itu ialah sebagai berikut:
- Fakir
- Miskin
- Amil
- Muallaf
- Hamba sahaya
- Gharimin
- Sabilillah
- Musafir
Yang tidak berhak menerima zakat :
- Orang kaya
- Hamba sahaya

16
- Keturunan Rasulullah
- Orang yang dalam tanggungan yang berzakat
- Orang kafir
Adapun hikmah zakat itu adalah sebagai berikut:
1. Zakat menjaga dan memelihara harta dari incaran mata dan tangan para
pendosa dan pencuri.
2. Zakat merupakan pertolongan bagi orang-orang fakir dan orang-orang
yang sangat memerlukan bantuan.
3. Zakat menyucikan jiwa dari penyakit kikir dan bakhil.
4. Zakat diwajibkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat harta yang telah
dititipkan kepada seseorang.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Zuhayly, Wahbah. 1997. Zakat Kajian Berbagai Mazhab. Bandung: PT.


Remaja Rosdakarya

17
Moh. Rowi Latief & A. Shomad Robith. 1987. Tuntunan Zakat Praktis. Surabaya:
Indah, 1987
K.H.M. Syukri Ghozali, dkk. 1997. Pedoman Zakat 9 Seri. Jakarta: Proyeksi
Peningkatan Sarana Keagamaan Islam, Zakat dan Wakaf
Dr. H. Amiruddin Inoed, dkk. 2005. Anatomi Fiqh Zakat (Potret & Pemahaman
Badan Amil Zakat Sumatera Selatan). Sumatera Selatan: Pustaka Pelajar
Dr. Abdul Al-Hamid Mahmud Al-Baly. 2006. Ekonomi Zakat : Sebuah Kajian
Moneter dan Keuangan Syariah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
http://alimudinmakalah.blogspot.com/2009/04/zakat.html

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................ii

18
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Zakat................................................................................2
B. Macam-Macam Zakat.........................................................................5
C. Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya............................................5
D. Orang yang berhak menerima zakat dan yang tidak berhak menerima zakat.....14
E. Hikmah Zakat.................................................................................16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
ii

19
Dengan kebesaran allah swt. yang maha pengasih lagi maha penyayang,
penulis panjatkan rasa puji syukur atas hidayah-nya, yang telah melimpahkan
rahmat, nikmat, dan inayah-nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Makalah Zakat.
Adapun Makalah Zakat ini telah penulis usahakan dapat disusun dengan
sebaik mungkin dengan mendapat bantuan dari berbagai pihak, sehingga
penyusunan makalah ini dapat diselesaikan secara tepat waktu. untuk itu penulis
tidak lupa untuk menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini.
Terlepas dari upaya penulis untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-
baiknya, penulis tetap menyadari bahwa tentunya selalu ada kekurangan, baik dari
segi penggunaan kosa-kata, tata bahasa maupun kekurangan-kekurangan lainnya.
oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang bermaksud untuk memberikan kritik dan saran kepada penulis agar
penulis dapat memperbaiki kualitas makalah ini.
Penulis berharap semoga Makalah Zakat ini bermanfaat, dan pelajaran-
pelajaran yang tertuang dalam makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya
oleh para pembaca.

Pariaman, November 2016

Penulis

20