Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DALAM KONTEKS KELUARGA Tn.

M RT 05
RW 024 KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA

DISUSUN OLEH :

Nama : Devi Wijayanti

Nim : 2014020314

PRODI DIPLOMA III KEBIDANAN STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2016


LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTEK KLINIK LAPANGAN KEBIDANAN KOMUNITAS BIBIS BARU, RT 05


RW XXIV,NUSUKAN,BANJARSARI,SURAKARTA

Laporan Individu

Telah Disetujui dan Mmenuhi Syarat

Tanggal,

Menyetujui dan Mengesahkan

Penguji 1

( Nevia Zulfanunnisa, SST,M.kes )

Mengetahui

Kaprodi D III Kebidanan

STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta

( Nevia Zulfanunnisa,SST,M.kes )

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.

Dengan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan
rahmar, karunia serta hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
ini. Asuhan kebidanan komunitas keluarga Tn.M dengan Gizi ibu hamil pada Ny.K di
Bibis Baru Rt 05 Rw XXIV , Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota
Surakarta dapat tersusun dengan baik. Laporan ini di susun dalam rangka
memenuhi tugas pengalaman belajar praktek komunitas.

Dalam penyusunan laporan ini, penyusun mendapat bantuan pengarahan dan


bimbingan untuk itu saya pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada :

1. Weny Hastuti,S.Kep,M.kes : Ketua PKU Muhammadiyah Surakarta.


2. Nevia Zulfatunnisa, SST,M.kes : Ka.Prodi DIII Kebidanan Stikes PKU
Muhammadiyah Surakarta
3. Nevia Zulfatunnisa, SST,M.kes: Pembimbing Askeb individu
4. Ketua Rt 05 Rw XXIV, Bibis Baru, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Bnajarsari,
Kota Surakarta: Bp.Sarjono
5. Seluruh warga Bibis Baru Rt 05 Rw XXIV
6. Keluarga Bp. Mohhammad Bayu

Penyusun laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis memohon
kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan dimasa yang akan datang
semoga laporan ini bermanfaat bagi penyusun khususnya bagi pembaca
pada umumnya.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Surakarta, Desember 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolismeenergi, karena itu kebutuhan energy

dan zat gizi lainya meningkat selama kehamilan.Peningkatan energy dan zat gizi tersebut

diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ

kandungan, perubahan komposisi dan metabolism tubuh ibu.Sehingga kekurangan zat gizit

ertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna

(Kristiyanasari, 2010).

Masalah giziseimbang di Indonesia masihmerupakan masalah yang cukup

berat.Kekurangan atau kelebihan makanan pada masahamil dapat berakibat kurang baik bagi ibu

danj anin (Ariga, 2012).

Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang

sedang dikandung .Bila status giziibu normal pada masa sebelum dan selama hamil

kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal.

Dengan kata lainbayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan

selama hamil (Zhulaida, 2008).

Jika ibu hamil tidak mendapat gizi yang cukup selama hamil, maka bayi yang

dikandungnya akan kekurangangizi. Meski sudah cukup bulan, bayi tersebut lahirnya BBLR

(beratbayilahirrendah).Saat menyusui juga akan kekurangan ASI. Ibu hamil dianjurkan

mengkonsumsi protein sekitar 2-2,5 gram/kg. Untuk pertumbuhan maupun aktivitas janin

memerlukan makanan yang disalurkan melalui plasenta, untuk ibu hamil harus mendapat gizi

yang cukup untukdiri dan janinnya.


Seorang wanita yang saat mulai hamil berat badannya tergolong normal, memasuki

trimester kedua ia akan membutuhkan tambahan kalori 350 kkal per hari. Jumlah energi yang

dibutuhkan memasuki trimester ketiga akan semakin meningkat, yaitu sekitar 450 kkal per hari

(National Academy of Sciences, 2004).

Menurut Pudjiadi (2005) selama kehamilan, ibu akan mengalami penambahan berat

badan sekitar 10-12 kg, dimanapada trimester I kurangdari 1 kg, trimester II sekitar 3 kg, dan

trimester III sekitar 6 kg. Ibuhamil yang memiliki berat badan normal kemungkinan tidak

memiliki masalah dalam konsumsi makan setiap hari, namun penambahan beratba dannya harus

tetap dipantau agar selama hami ltidak memiliki komplikasi.

Selain melihat penambahan berat badan selama hamil, status gizi ibu hamil dapat juga

dilihat dari ukuran Lingkar LenganAtas (LILA) dan kadar Hemaglobin (Hb) dalam darah.

Ukuran LILA yang normal adalah 23,5 cm, ibu hamil dengan ukuran LILA dibawah ini

menunjukan adanya kekurangan energi yang kronis (Miyata danProverawati, 2010).

Janin yang terganggu pertumbuhannya tidak saja dapat menyebabkan kerusakan

permanen pada pertumbuhan setelah bayi lahir, tetapi juga hingga ia dewasa. Selain itu juga

berpengaruh pada kemampuan anak untuk belajar. Lebih jauh lagi studi ini menemukan bahwa

janin yang terganggup ertumbuhannya bisa membawa pengaruh pada kualitas keturunan

selanjutnya, terutama risiko berat badan lahir rendah (Victoria, 2008).

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana asuhan kebidanan komunitas keluarga Tn.M dengan masalah gizi ibu hamil

pada Ny.K RT 05 RW XXIV Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta ?


C. MANFAAT
1. Bagi Keluarga
Sebagai sumber informasi dan bahan masukan agar keluarga lebih paham tentang Gizi

Ibu Hamil.
2. Bagi institusi
Dapat dijadikan bahan bacaan bagi yang memerlukan dan sebagai bahan pertimbangan

untuk penelitian yang akan datang.


3. Bagi penulis
Penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan bagi penulis dalam melakukan

penelitian mengenai pengetahuan tentang Gizi Ibu Hamil di dusun Bibis baru RT 05

RW XXIV Nusukan Banjarsari Surakarta.


D. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan tentang Gizi Ibu Hamil diharapkan ibu dapat mengerti

tentang Gizi Ibu Hamil


2. Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny.K dengan Gizi Ibu

Hamil dari pengkajian sampai evaluasi dengan 7 langkah varney.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Teori Keluarga
1. Pengertian

Menurut Departement Kesehatan ( 1998) dalam ( Sudiharjo, 2007). Keluarga adalah sebagai
unit terkecil dari masyarakat, terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul
dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Slameto (2006) keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan
utama bagi anak-anaknya baik pendidikan bangsa, dunia, dan negara sehingga cara
orang tua mendidik anak-anaknya akan berpengaruh terhadap belajar. Sedangkan
menurut Mubarak, dkk (2009) keluarga merupakan perkumpulan dua atau lebih
individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi, dan tiap-tiap
anggota keluarga selalu berinteraksi satu dengan yang lain.

2. Ciri-ciri Keluarga
Keluargamerupakan hubungan perkawinan
Keluarga berbentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan
perkawinan yang disengaja dibentuk atau dipelihara
Keluarga mempunyai fsystem, tata nama termasuk perhitungan garis keturunan
Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggotanya
berkaitan dengan kemampuan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan
anak
Keluarga merupakan tempat tinggal keluarga, rumah atau rumah tangga
3. Struktur Keluarga
Menurut Setiadi (2006), struktur kelurga terdiri dari bermacammacam,
antara lain:
1. Patrineal, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari anak saudara sedarah dalam beberapa
generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
2. Matrineal, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari anak saudarasedarah dalam beberapa
generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
3. Matrilokal, adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
4. Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5. Keluarga kawin, adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan
beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami
atau istri.
B. Tipe-tipe keluarga
Menurut (Sudiharto, 2007)
a. Keluarga inti (nuclear family ) adalah keluarga yang dibentuk karena ikatan
perkawinan yang direncanakan yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak baik
karena kelahiran (natural)
b. Keluarga asal (Family of origin) merupakan suatu unit keluarga tempat asal seseorang
dilahirkan
c. Keluarga besar (Extended family) adalah keluargainti ditambah keluarga yang lain
(karena hubungan darah), misalnya kakek, nenek, bibi, paman dan sepupu.
d. Keluarga berantai (social family) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria
yang menikah lebih dari satu kali dan merupakansuatu keluarga inti.
e. Keluarga duda atau janda adalah keluarga yang terbentuk karena perceraian dan atau
kematian pasangan yang dicintai.
f. Keluarga komposit (compositefamily)adalah keluarga dari perkawinan poligami dan
hidup bersama
g. Keluarga kohabitasi (cohabitasi) adalah dua orang menjadi satu keluarga tanpa
pernikaha, bias memiliki anak atau tidak
h. Keluarga inses (incest family) seiring dengan masuknya nilai-nilai global dan
pengaruh informasi yang sangat dahsyat , dijumpai bentuk keluarga yang tidak lazim,
misalnya anak perempuan menikah dengan anak kandungnya, ayah menikah dengan
anak perempuan tirinya. Walaupun tidak lazim dan melanggar nilai-nilai budaya,
jumlah keluarga inses semakin hari semakin besar.
i. Keluarga tradisional dan nontradisional, dibedakan berdasarkan ikatan perkawinan.
Keluarga tradisional diikat oleh perkawinan, sedangkan keluarga nontradisional tidak
diikat oleh perkawinan.

4. Fungsi Keluarga
Ruang lingkup tanggung jawab pendidikan dalam lingkungan
keluarga ditentukan atas fungsi-fungsi. Menurut Nuraeni (2010) ada 8
fungsi keluarga dalam tanggung jawab pendidikan, yaitu :
1. Fungsi Edukasi
Fungsi edukasi terkait dengan pendidikan anak secara khusus dan
pembinaan anggota keluarga pada umumnya. Ki Hajar Dewantara
menyebutkan bahwa keluarga adalah pusat pendidikan yang utama dan
pertama bagi anak. Fungsi pendidikan amat fundamental untuk
menanamkan nilai-nilai dan sistem perilaku manusia dalam keluarga.
2. Fungsi Sosialisasi

Fungsi sosialisasi bertujuan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota


masyarakat. Anak adalah pribadi yang memiliki sifat kemanusiaan
sebagai makhluk individu dan juga sebagai makhluk social.
3.Fungsi Proteksi
Tujuan dari fungsi proteksi yaitu untuk melindungi anak bukan saja secara
fisik, melainkan pula secara psikis. Secara fisik fungsi perlindungan
ditujukan untuk menjaga pertumbuhan biologisnya sehingga dapat
menjalankan tugas secara proporsional. Disamping itu fungsi proteksi
psikis dan spiritual yaitu dengan mengendalikan anak dari pergaulan
negatif dan sikap lingkungan yang cenderung menekan perkembangan
psikologinya.
4. Fungsi Afeksi
Fungsi ini terkait dengan emosional anak. Anak akan merasa nyaman
apabila mampu melakukan komunikasi dengan keluarganya dengan
totalitas seluruh seluruh kepribadiannya. Kasih sayang yang dicurahkan kepada anak akan
memberi kekuatan, dukungan atas kehiduapn emosionalnya yang berpengaruh pada kualitas
hidupnya di masa depan.

5. Fungsi Religius

Yang dimaksud adalah fungsi keluarga untuk mengarahkan anak ke arah pemerolehan keyakinan
keberagamaannya yang benar. Keluarga menjadi .kendali utama yang dapat menunjukkan arah
menjadi Islam yang kaffah atau sekuler.

6. Fungsi Ekonomis

Fungsi ini berkaitan dengan pemenuhan selayaknya kebutuhan yang

bersifat materi. Secara normatif anak harus dipersiapkan agar kelak

memikul tanggung jawab ekonomi keluarga, membangun kepribadian

yang mandiri bukan menjadi objek pemaksaan orang tua.

7. Fungsi Rekreasi

Memberikan wahana dan situasi yang memungkinkan terjadinya

kehangatan, keakraban, kebersamaan dan kebahagiaan bersama seluruh

anggota keluarga.

8. Fungsi Biologis

Faktor biologis adalah faktor alamiyah manusia. Faktor ini meliputi

perlindungan kesehatan, termasuk juga memperhatikan pertumbuhan

biologisnya serta perlindungan terhadap hubungan seksualnya

C. Definisi Gizi Ibu Hamil


Gizi ibu hamil adalah zat-zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan
kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan dan perkembangan bayi yang di
dalam kandungan
D. Manfaat Gizi Ibu Hamil
Manfaat gizi bagi ibu hamil diantaranya adalah:
1. Menjaga kesehatan dan gizi ibu tetap baik

2. Pertumbuhan dan perkembangan dalam kandungan sehingga bayi lahir sehar


3. Sumber tenaga
4. Mempersiapkan produksi ASI

E. Kebutuhan Gizi Pada Ibu hamil


Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi
dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut
diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kemudian sepanjang trimester
II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan selama
trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah,
pertumbuhan uterus, dan payudara, serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi
tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.
Dengan demikian makanan ibu hamil harus cukup bergizi agar janin yang dikandungnya
memperoleh makanan bergizi cukup. Makanan ibu selama hamil dan keadaan gizi ibu pada
waktu hamil berhubungan erat dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
Berikut pemenuham kebutuhan gizi pada ibu hamil, seperti : energy, karbohidrat, protein,
serat, vitamin, dan mineral.

F. Akibat Kurang Gizi Pada Ibu Hamil


Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada
ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini.3,4
1. Terhadap Ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara
lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal,penurunan daya
tahan tubuh dan terkena penyakit infeksi.
2. Terhadap Janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin ( lahir
premature),lahir meninggal, pertumbuhan volume otak, cacat bawaan.
3. Terhadap persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit
dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah persalinan, serta
persalinan dengan operasi cenderung meningkat.
G. Menu Sehari untuk ibu hamil
Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum
hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan dalam pengaturan menu makanan selama hamil.
Berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari:

Kelompok bahan makanan: Porsi:


roti, serealia, nasi dan mi 6 piring/porsi
Sayuran 3 mangkuk
Buah 4 potong
susu, yogurt, dan atau keju 2 gelas
daging, ayam, ikan, telur dan kacang- 3 potong
kacangan
lemak, minyak 5 sendok teh
Gula 2 sendok makan

Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil

Bahan Porsi hidangan Jenis hidangan


makanan sehari
Nasi 5 + 1 porsi Makan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/
Sayuran 3 mangkuk
daging 1 potong sedang (40 gram), tempe 2 potong
Buah 4 potong
Tempe 3 potong sedang (50 gram), sayur 1 mangkok dan buah 1 potong
Daging 3 potong sedang
Susu 2 gelas
Minyak 5 sendok teh Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong
Gula 2 sendok makan sedang
Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk,
sayur dan buah sama dengan pagi
Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk,
sayur dan buah sama dengan pagi/siang
Selingan: susu 1 gelas

BAB III
TINJAUAN KASUS
BAB VI

PEMBAHASAN

A. Analisa Data
Dimulai pendataan pada tanggal 15 November 2016 di dapat hasil
pengkajian yaitu berupa keluarga Tn.M selanjutnya diperoleh data keluarga
meliputi nama, umur, status, jenis kelamin, agama, hubungan keluarga,
pendidikan terakhir, pekerjaan. Kemudian diperoleh data tentang Gizi Ibu
Hamil dari pernyataan Ny.K umur 30 tahun.
Teori gizi ibu hamil adalah Gizi ibu hamil adalah zat-zat makanan yang
diperlukan untuk pertumbuhan kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan dan
perkembangan bayi yang di dalam kandungan.
Berdasarkan analisa data yang diperoleh dari pengkajian data
didapatkan masalah Gizi Ibu Hamil. Dasarnya dari rumusan masalah Ny.K
kurang mengetahui tentang Gizi Ibu Hamil. Hal ini sesuai dengan teori gizi ibu
hamil diatas, yaitu Ny.K kurang mengetahui tentang gizi ibu hamil.

B. Perumusan Masalah
Bagaimana asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn.M dengan
Gizi Ibu Hamil pada Ny.K umur 30 tahun di Bibis Baru RT 05 RW XXIV,
Nusukan, Banjarsari, Surakarta.
C. Skala Prioritas
Berdasarkan scoring prioritas masalah utama adalah Gizi Ibu Hamil 4
2/3 penentuan nilai berdasarkan sifat masalah, kemungkinan masalah dapat
diubah, potensi masalah untuk diubah, dan meninjolnya masalah.
D. Rencana Tindakan
Pada kasus Ny.K masalah gizi ibu hamil, rencananya akan diberikan
penyuluhan tentang gizi ibu hamil, yang meliputi : pengertian, manfaat,
kebutuhan, akibat/dampak, contoh menu makanan sehari bagi ibu hamil.
Menurut teori penanganan pada kasus gizi ibu hamil adalah dengan
memberikan penyluan-penyuluan dan contoh-contoh gizi yang baik selama
kehamilan.
E. Implementasi
Pelaksanaan tindakan gizi ibu hamil pada Ny.K adalah penyuluhan
tentang pengertian, manfaat, kebutuhan, akibat/dampak, contoh menu
makanan sehari bagi ibu hamil.
F. Evaluasi
Setelah dilakukan penyuluhan akan meningkatkan pengetahuan
seseorang dalam kesehatan. Dalam hal ini Ny.K diberikan penyuluhan tentang
gizi ibu hamil dan hasilnya Ny.K menegrti tentang gizi ibu hamil.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penulis dapat
menyimpulkan ibu di RT 05 RW XXIV dengan jumlah 1 orang mengalami
KEK ( kekurangan energy kronik ) atau kurang mengerti tentang gizi ibu
hamil.
Dikeluarga Tn.M pada Ny.K di Bibis baru RT 05 RW XXIV Nusukan,
Banjarsari, Surakarta ditemukan ibu tersebut yang mengalami KEK
( kekurangan energy kronik ). Telah diberikan penyuluhan tentang gizi ibu
hamil.
B. Saran
1. Bagi Keluarga
Diharapkan keluarga bisa meningkatkan penegtahuan tentang gizi
ibu hamil.
2. Bagi Mahasiswa
Diharapkan mahasiswa bisa lebih meningkatkan pengetahuan
tentang gizi ibu hamil sehingga dapat melakukan Asuhan
Kebidanan dengan baik dan benar.