Anda di halaman 1dari 10

Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 1 dari

Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :


Endraswari
APOTEK GENTENG PELAYANAN RESEP (UMUM) Soesanto,Apt.
FARMA
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan pelayanan terhadap permintaan
tertulis dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan

2. PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek

3. PROSEDUR
1. Melakukan pengkajian resep:
i. Persyaratan adsministrasi: nama pasien, umur, nama dokter, alamat
dan paraf, berat badan, jenis kelamin,tanggal penulisan resep.
ii. Persyaratan farmasi: bentuk sediaan, kekuatan sediaan, stabilitas,
ketersediaan, cara pemakaian, jumlah, dosis.
iii. Persyaratan klinik: dosis, interaksi, alergi, interval pemberiaan, efek
samping, efek adiktif.
Jika ada yang tidak jelas dikomunikasikan dengan dokter
2. Mengecek ketersediaan obat
3. Memberitahukan harga obat kepada pasien atau keluarganya. Jika pasien
setuju maka pasien langsung membayar sesuai harga terebut. Apabila
pasien tidak setuju maka dapat ditawarkan apakah resepnya ditebus
sebagian atau merk obat dalam resep diganti dengan merk lain yang lebih
murah atau bahkan dari bahan obat yang sama atas persetujuan dokter
4. Setelah pasien membayar obat, resep diberi nomor resep
5. Membaca secara teliti etiket pada wadah penyimpanan yang terdiri dari
nama produk, potensi obat, bentuk sediaan dan tanggal kadaluwarsa
sebelum dan setelah pengerjaan formulasi
6. Pengerjaan formulasi dan penyiapan secara teliti terutama dalam hal yang
memerlukan penghitungan, pengukuran volume dan penambahan pelarut
7. Pengecekan kesesuaian jenis dan jumlah obat dengan resep
8. Pengecekan etiket obat terhadap resep
9. Memberikan KIE pada saat penyerahan obat.

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh:


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 2 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG SWA MEDIKASI Soesanto,Apt.
FARMA
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan obat kepada
pasien yang ingin melakukan swa medikasi

2. PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek

3. PROSEDUR
a. Pasien datang dengan keluhan penyakit
i. Menggali informasi mengenai keluhan gejala penyakit, sudah berapa
lama, obat yang telah digunakan
ii. Menanyakan kondisi pasien: umur, hamil atau menyusui, adanya
penyakit lain
iii. Memilihkan obat yang sesuai dengan kondisi pasien serta
memberitahukan harganya
iv. Jika pasien setuju dengan obat yang dipilihkan serta harganya, maka
obat segera disiapkan
v. Membaca secara teliti etiket pada wadah penyimpanan yang terdiri
dari: nama produk, potensi obat, bentuk sediaan dan tanggal
kadaluwarsa
vi. Pengecekan kesesuaian jenis dan jumlah obat
vii. Memberikan KIE pada saat menyerahkan obat serta menganjurkan
pasien untuk periksa kedokter.
b. Pasien datang dengan menanyakan ketersediaan obat yang dibutuhkan
pasien
i. Apabila obat yang dibutuhkan pasien tersedia, maka pasien langsung
diberitahu harganya. Apabila pasien tidak setuju, maka dapat
ditawarkan obat dengan merk lain yang memiliki kandungan sama
dengan yang diminta pasien
ii. Menyiapkan obat dengan mengecek nama produk, potensi obat,
bentuk sediaan dan tanggal kadaluwarsa
iii. Menyerahkan obat dan menanyakan kepada pasien apakah sudah
pernah menggunakan obat tersebut dan apakah cara pakai serta
aturan pakainya sudah benar. Apabila pasien belum pernah
menggunakan obat tersebut, maka perlu diberikan KIE.

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 3 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG PEMERIKSAAN TANGGAL Soesanto,Apt.
FARMA KADALUWARSA
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk melakukan kegiatan pemeriksaan tanggal
kadaluwarsa untuk menghindari pemakaian obat yang tidak terjamin mutu,
stabilitas, potensi dan keamanannya

2. PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek

3. PROSEDUR
Periksa buku pengendalian kadaluwarsa setiap hari
Untuk obat yang mendekati tanggal kadaluwarsa (3 bulan sebelum
tanggal kadaluwarsa) dipisahkan dari obat yang lain dan dicatat dipapan
pengumuman
Setiap 10 menit sebelum apotik tutup, periksa tanggal kadaluwarsa
obat secara acak (setiap obat mewakili beberapa golongan obat)
Menghubungi distributor untuk mengambil obat tersebut
Salesman akan menukar obat-obat tersebut dengan obat baru
dengan ED yang lebih lama atau diganti dengan uang
Untuk obat-obat yang tidak bisa diretur maka obat-obat ED
dikumpulkan tersendiri dan pemusnahan dilakukan tiap tahun dan juga
obat-obat yang rusak
Pembuatan berita acara pemusnahan sediaan farmasi-alkes
Berita acara dibuat rangkap dua dan dikirim kepada:
1. Ka. Dinkes Kabupaten
2. Ka. Dinkes Provinsi

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 4 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG PENGADAAN SEDIAAN FARMASI Soesanto,Apt.
FARMA dan ALAT KESEHATAN
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk melakukan kegiatan pelaksanaan dan pengawasan
pengadaan sediaan farmasi dan alat kesehatan

2. PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek

3. PROSEDUR
1) Memeriksa sediaan farmasi-alat kesehatan yang sudah habis atau hamper
habis (diketahui melalui pengamatan visual atau dari kartu stok pada setiap
obat), dicatat di buku defecta
2) Pemesanan sediaan farmasi-alat kesehatan yang habis pada PBF dilakukan
sesuai dengan kebiasaan datangnya PBF
3) Menentukan pesanan sediaan farmasi-alat kesehatan yang meliputi jenis
(termasuk di dalamnya bentuk sediaan dan kekuatan), jumlah, dan PBF
yang dipilih
4) Menulis di blanko Surat Pesanan (SP):
Surat Pesanan obat dan alkes
a. Dibuat rangkap dua (masing-masing untuk PBF dan arsip apotik)
b. Ditulis Nomor urut lembar SP, nama dan alamat PBF, jenis dan
jumlah obat yang dipesan
Surat Pesanan narkotika
a. Ditujukan kepada PBF Kimia Farma, dibuat rangkap empat (tiga
untuk PBF Kimia Farma dan satu untuk arsip apotik)
b. Ditulis Nomor urut lembar SP, Nama, alamat dan jabatan APA
sebagai pemesan, jenis dan jumlah yang dipesan serta tujuan
penggunaan
c. Satu lembar SP hanya dapat digunakan untuk memesan satu jenis
Narkotika
Surat Pesanan Psikotropika
a. Dibuat rangkap dua (masing-masing untuk PBF dan arsip apotik)
b. Ditulis Nomor urut lembar SP, nama, Alamat dan jabatan APA
sebagai pemesan, nama dan alamat PBF, jenis dan jumlah obat
yang dipesan
c. Satu lembar SP dapat digunakan untuk memesan lebih dari satu
jenis Psikotropika. SP ditandatangani oleh APA dan diberi stempel
apotik.

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 5 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG PENERIMAAN SEDIAAN Soesanto,Apt.
FARMA FARMASI-ALAT KESEHATAN
DARI PBF Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan penerimaan sediaan
farmasi-alat kesehatan

2. PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek

3. PROSEDUR
1. Dicocokkan antara SP dengan Faktur meliputi:
a. Nama PBF
b. Jenis sediaan farmasi-alat kesehatan yang dipesan
c. Kekuatan sediaan farmasi-alat kesehatan dan bentuk sediaan yang
dipesan
d. Jumlah yang dipesan
e. Harga
Bila tidak sesuai dikonfirmasi dengan PBF
2. Dicocokkan antara isi faktur dan sediaan farmasi-alat kesehatan yang
dating, meliputi:
a. Jenis sediaan farmasi-alat kesehatan yang dipesan
b. Jumlah sediaan farmasi-alat kesehatan yang dipesan
c. Nomor batch
Bila jenis dan jumlah sediaan farmasi-alat kesehatan tidak sama,
dikembalikan dan ditukar dengan yang tertera pada faktur dan SP. Bila
No.batch tidak sesuai dengan yang tertera maka pada faktur dituliskan no.
batch barang yang diterima dan harus dimintakan tanda tangan pengirim
sebagai bukti bahwa batch yang dikirim tidak sesuai dan sudah
disesuaikan dengan sepengetahuan si pengirim
3. Sediaan farmasi-alat kesehatan diperiksa kondisi fisiknya antara lain:
a. Wadahnya harus baik dan tertutup rapat
b. Kondisi sediaan tidak rusak (bentuk, warna, bau)
c. Tanggal kadaluwarsa masih jauh
Bila rusak atau tanggal kadaluwarsa sudah dekat, diretur kepada PBF.
Setelah pemeriksaan dan pencocokan selesai, faktur ditandatangani pihak apotek
dan diberi stempel apotek. Faktur asli diberikan kepada PBF dan salinannya
disimpan sebagai arsip apotik.

ilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 6 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG PENYIMPANAN SEDIAAN Soesanto,Apt.
FARMA FARMASI-ALAT KESEHATAN
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan penyimpanan sediaan
farmasi-alat kesehatan

2. PENANGGUNG JAWAB
Asiste Apoteker Apotik Fajar Sehat

3. PROSEDUR
1. Setelah obat sesuai dengan pesanan, obat dilakukan penyimpanan sesuai
dengan spesifikasi obat tersebut (suhu dan kelembabannya) untuk
menjamin stabilitas obat
2. Obat disimpan dengan susunan sedemikian rupa sehingga memudahkan
pengambilan
3. Penataan obat dapat dilakukan dengan penggolongan antara lain:
a. Berdasarkan kelas terapi
b. Bentuk sediaan
c. Alfabetis
d. Gabungan antara ketiganya
4. Penyimpanan khusus (di lemari pendingin)
Ada beberapa sediaan yang tidak stabil/rusak jika disimpan pada suhu
kamar, antara lain: suppositoria, ovula, tablet amoksisillin dengan asam
klavulanat, sediaan dengan bakteri lactobacillus, tablet salut gula dan
selaput, sirup, beberapa sediaan injeksi, albumin, serum, insulin dan lain-
lain
5. Metode FIFO dan FEFO
Metode First in first out (FIFO) yaitu obat yang datang lebih dulu
dikeluarkan lebih dulu. Penataan juga berdasarkan metode first expired first
out (FEFO) yaitu obat yang mempunyai kadaluwarsa lebih awal dikeluarkan
lebih dulu

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 7 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG PENGELOLAAN RESEP Soesanto,Apt.
FARMA
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan kegiatan pencatatan, pengarsipan,
penyiapan laporan dan penggunaan laporan untuk mengelola resep

2. PENANGGUNG JAWAB
Asisten Apoteker Apotik Fajar Sehat

3. PROSEDUR
1) Resep asli dikumpulkan berdasarkan tanggal yang sama dan diurutkan
sesuai nomor resep
2) Resep yang berisi narkotika dipisahkan atau digaris bawah dengan tinta
merah
3) Resep yang berisi psikotropika digaris bawah dengan tinta biru
4) Resep dibendel sesuai dengan kelompoknya, setiap hari dan dibendel
perbulan
5) Bendel resep diberi tanggal, bulan dan tahun yang mudah dibaca dan
disimpan ditempat yang telah ditentukan
6) Penyimpanan bendel resep dilakukan secara berurutan dan teratur
sehingga memudahkan untuk penelusuran resep
7) Resep yang diambil dari bendel pada saat penelusuran harus
dikembalikan pada bendel semula tanpa merubah urutan
8) Resep yang telah disimpan selama 3 (tiga) tahun atau lebih,
dimusnahkan sesuai tata cara pemusnahan.

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG PATIENT MEDICATION RECORD Soesanto,Apt.
FARMA (PMR)
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk melakukan kegiatan mencatat sejarah penyakit
dan pengobatan pasien yang dapat membantu Apoteker untuk
mengidentifikasi efek samping yang potensial

2. PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotik

3. PROSEDUR
a. Memasukkan data oasien secara detail ke blanko PMR, meliputi: nama
lengkap, alamat, umur, jenis kelamin
b. Mencatat keadaan penyakit pasien
c. Mencatat secara detail obat yang dikonsumsi pasien selama setahun
terakhir atau lebih, meliputi: nama obat, potensi, dosis pemakaian,
lama pemakaian
d. Mencatat reaksi alergi atau hipersensitifitas terhadap obat tertentu
e. Mencatat adanya efek samping atau adanya drug interaction
f. Mencatat apakah ada ketergantungan obat tertentu
g. Mencatat adanya kebiasaan pasien mengkonsumsi minuman keras,
rokok, teh, kopi, dst
h. Mencatat adanya kesulitan pasien untuk mengkonsumsi bentuk sediaan
tertentu
i. Blanko PMR terus di update setiap kedatangan pasien tersebut
j. Mengarsipkan blanko PMR berdasarkan nama pasien secara alfabetis
k. Menyimpan data dan informasi yang berkaitan dengan pasien yang
sifatnya rahasia dan hanya dapat diakses oleh orang/institusi tertentu
l. Data dapat diberikan kepada dokter hanya atas permintaan pasien

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 9 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari
APOTEK GENTENG PENGELOLAAN RESEP Soesanto,Apt.
FARMA
Tanggal Terbit
16 Februari 2011
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan kegiatan pemusnahan resep yang telah
disimpan 3 (tiga) tahun atau lebih

PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu oleh personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan
pemusnahan resep

PROSEDUR
1. Menyiapkan administrasi (berupa laporan dan berita acara pemusnahan
resep)
2. Menetapkan jadwal, metode dan tempat pemusnahan
3. Menyiapkan tempat pemusnahan
4. Tata cara pemusnahan:
Resep narkotik dihitung jumlahnya
Resep lain ditimbang
Resep dihancurkan, lalu dikubur atau dibakar
5. Membuat laporan pemusnahan resep yang sekurang-kurangnya memuat
Waktu dan tempat pelaksanaan pemusnahan resep
Jumlah resep narkotika dan berat resep yang dimusnahkan
Nama Apoteker pelaksana pemusnahan resep
Nama saksi dalam pelaksanaan pemusnahan resep
6. Membuat berita acara pemusnahan (format terlampir) yang ditandatangani
oleh Apoteker dan saksi dalam pelaksanaan pemusnahan resep

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh


Disetujui Oleh
Nama Sarana STANDAR PROSEDUR Halaman 9 dari
Pelayanan OPERASIONAL Disusun Oleh :
Endraswari Soesanto,Apt.
APOTEK GENTENG PEMUSNAHAN SEDIAAN
FARMA FARMASI DAN ALAT Tanggal Terbit
KESEHATAN 16 Februari 2011

TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan pemusnahan sedian
farmasi-alat kesehatan

PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotik

PROSEDUR
1. Melakukan inventarisasi sediaan farmasi-alat kesehatan yang akan
dimusnahkan
2. Menyiapkan administrasi (berupa laporan dan berita acara pemusnahan
sediaan farmasi-alat kesehatan)
3. Menetapkan jadwal, metode dan tempat pemusnahan
4. Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan
5. Membuat laporan pemusnahan sediaan farmasi-alat kesehatan yang
sekurang-kurangnya memuat:
- Waktu dan tempat pelaksanaan pemusnahan sediaan farmasi-alat
kesehatan
- Nama dan jumlah sediaan farmasi-alat kesehatan yang dimusnahkan
- Nama Apoteker pelaksana pemusnahan sediaan farmasi-alat kesehatan
- Nama saksi dalam pelaksanaan pemusnahan sediaan farmasi-alat
kesehatan
6. Membuat laporan pemusnahan sediaan farmasi-alat kesehatan yang
ditanda tangani oleh Apoteker dan saksi dalam pelaksanaan pemusnahan
(berita acara terlampir)

Dilaksanakan oleh: Diperiksa Oleh Disetujui Oleh