Anda di halaman 1dari 8

PRE PLANNING PENYULUHAN

TENTANG DAMPAK PENGGUNAAN MSG


(PENYEDAP RASA)

DI Ds. X KECAMATAN MIJEN


KABUPATEN DEMAK SEMARANG

Oleh:

GALUH AYU PRAVITASARI

22020111110104

A.11.2

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2014

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Pada saat sekarang ini banyak makanan yang menggunakan monosodium
glutamat. Namun, pengetahuan masyarakat umum tentang monosodium
glutamat itu sendiri masih sangat minim. Hal ini dapat di lihat dari cara
penggunaan monosodium glutamat, masyarakat menggunakan monosodium
glutamat dalam makanan tanpa menggunakan takaran.

Monosodium glutamat tidak hanya tersedia dalam bentuk kemasan


tersendiri. Namun, juga tersedia dalam bentuk terlarut yang sudah dicampur
ke dalam makanan, sehingga kita tidak mengetahui bahwa makanan tersebut
mengandung monosodium glutamat. Oleh karena itu, penting diketahui
penggunaan monosodium glutamat dalam mencegah berbagai penyakit dalam
tubuh.

Pada dasarnya monosodium glutamat adalah salah satu senyawa kimia


yang pada konsentrasi tertentu tidak memiliki rasa, tetapi dapat memperkuat
atau memodifikasi rasa makanan sahingga terasa lebih nikmat (Yuliarti,
2007:100). Monosodium glutamat memiliki dampak buruk bagi
perkembangan otak apabila dikonsumsi dalam jumlah yang melampaui batas
yang telah ditentukan. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang makanan yang
mengandung monosodium glutamat sangat diperlukan untuk menghindari
terjadinya konsumsi yang berlebihan dan dampaknya dikemudian hari.

Dengan demikian, penting dipaparkan masalah tentang hubungan


pengetahuan dan pengonsumsian makanan yang mengandung monosodium
glutamat.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan diharapkan ibu-ibu Ds. X


mampu mengetahui tentang dampak penggunaan MSG.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan diharapkan ibu-ibu Ds. X
mampu:
a. Mampu menyebutkan masalah yang timbul akibat menggunakan MSG
(penyedap rasa)
b. Menyebutkan batas maksimum menggunakan MSG (penyedap rasa)
c. Menyebutkan makanan yang mengandung MSG (penyedap rasa).

C. SASARAN
Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu Ds. X

D. METODE
a. Ceramah
b. Diskusi

E. WAKTU DAN TEMPAT


Hari/tanggal : Minggu, 17 Januari 2014
Waktu : 15.00 WIB selesai

F. MEDIA DAN ALAT


a. Flipchart
b. Wireless & microphone
c. Daftar hadir

G. PROSES KEGIATAN
Persiapan lingkungan
Menjelaskan materi yang akan disampaikan
Memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya
Memberikan feed back
Menutup kegiatan

H. SETTING TEMPAT

Keterangan:

: pemberi materi : fasilitator

: media : observer

: peserta

I. STRATEGI PELAKSANAAN

Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan peserta Metode Media


kegiatan

5 Salam pembuka Menjawab salam Ceramah -


Pembukaan Perkenalan Memperhatikan
Validasi keadaan peserta Menyetujui
5 menit Menyampaikan cakupan

materi dan tujuan


pembelajaran
Kontrak waktu
Memberikanreinforcem
ent positif

Pelaksanaan 30 Penjelasan materi : Menjawab Ceramah, Flip-


menit a. Masalah yang Diskusi chart
pertanyaan
timbul akibat Memperhatikan
penggunaan MSG Mempraktikkan
b. Batas maksimum
menggunakan MSG
c. Macam-macam
mankanan yang
mengandung
banyak MSG

Penutup 5 menit Memberikan Menjawab Diskusi -


reinforcement positif pertanyaan
Memotifasi sasaran Menjawab salam
untuk meminimalisir
penggunaan MSG
dalam kehidupan
sehari-hari
Menyimpulkan kegiatan
Salam penutup

J. HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI


1. Kebosanan peserta/sasaran
2. Suasana yang kurang kondusif

K. ANTISIPASI UNTUK MEMINIMALKAN HAMBATAN


1. Waktu penjelasan materi yang cukup, tidak kurang maupun terlalu lama
2. Menggunakan media yang menarik
3. Melibatkan peran serta dari klien

L. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Preplanning sudah disiapkan 2 hari sebelum supervisi
b. Media telah dipersiapkan
c. Sasaran siap mengikuti acara penyuluhan
d. Kontrak waktu dan tempat sudah disepakati
e. Mahasiswa siap memberikan materi mengenai bahaya MSG

2. Evaluasi Proses
a. Waktu dan tempat sesuai kontrak
b. Sasaran kooperatif saat sesi diskusi
c. Lingkungan kondusif
3. Evaluasi Hasil
a. 75% sasaran mampu menyebutkan bahaya MSG
b. 75% sasaran mampu menyebutkan batas maksimum menggunakan
MSG
c. 75% sasaran mampu menyebutkan jenis makanan yang banyak
mengandung MSG
Lampiran Materi

MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) atau PENYEDAP RASA

A. Pengertian MSG
Monosodium glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang
dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes gula beet atau gula tebu.
Monosodium glutamate merupakan garam natrium (sodium) dari asam amino
non esesnsial glutamate. Bentuknya berupa Kristal putih halus, tidak berbau,
tidak beracun, dan tidak mengandung nilai gizi. Terdiri dari unsur air, sodium
dan glutamate (Winarno, 2004).
Lutfi mengungkapkan bahwa monosodium glutamate atau MSG adalah
salah satu bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menghasilkan
flavor atau cita rasa yang lebih enak dan lebih nyaman ke dalam makanan
(Lutfi, 2009).
Monosodium glutamate (MSG) atau yang sering kita kelan dengan
sebutan vetsin atau michin adalah berupa serbuk putih halus serupa gula dan
garam. MSG biasa digunakan dalam memasak makanan (Ery, Lestari, 2007).
Dapat di simpulkan bahwa monosodium glutamate adalah asam amino
yang digunakan sebagai zat tambahan makanan yang digunakan untuk
penambah rasa pada makanan sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih
enak pada makanan.

B. Bahaya Mengkonsusmsi MSG Bagi Kesehatan Tubuh


Glutamate dalam bentuk bebas seperti MSG merupakan ssenyawa beracun
yang dapat menimbulkan masalah kesehatan diantaranya: (Sugianto, H, 2008).
1. Menurunnya fungsi otak
2. Chinese Restaurant Syndrome
3. Kanker
4. Alergi
5. Adiktif
6. Hipertensi
7. Obesitas
8. Kerusakan retina
9. Diabetes
10. Kerusakan hipotalamus dan struktur otak lain, sakit kepala (migrain)
memperberat keadaan autism dan hiperefektifitas, memperkuat serangan
asma dan menimbukan menimbulkan alergi.

C. Batas Maksismum Menggunakan MSG


Jumlah kandungan monosodium glutamate yang dikonsumsi tidak boleh
melebihi 11 gram per hari. WHO menetapkan ADI (acceptable daily intake)
untuk batas seseorang dalam mengkonsusmsi MSG sebesar 120mg/kg berat
badan (Widyalita P, 2014).
Jurnal Nutritional Sciences tahun 2000 melaporkan, kadar asam glutamate
dalam darah manusia mulai meningkat setelah konsumsi MSG 30 mg/kg berat
badan/hari, yang berarti sudah mulai melampaui kemampuan metabolisme
tubuh. Bila masih dalam batas terkendali, peningkatan kadar ini akan menurun
kembali ke kadar normal atau seperti kadar semula dalam 3 jam, berarti rata-
rata dalam sehari dibatasi penambahan maksimal 2,5 - 3,5 g MSG (berat
badan 50 - 70 kg), dan tidak boleh dalam dosis tinggi sekaligus. Sementara,
satu sendok teh rata-rata berisi 4 - 6 gram MSG ( Walker, 2000 ).

D. Makanan Yang Banyak Mengandung MSG


Pada umumnya makanan jajanan dapat dibagi menjadi empat kelompok yaitu:
(Winarno, 2004).
1. Makanan utama atau main dish yaitu nasi rames, nasi rawon, nasi pecel,
dan sebagainya.
2. Panganan atau snak yaitu kue, onde-onde, pisang goreng, dan lain
sebagainya.
3. Golongan minuman yaitu es teler, es buah, the, kopi, dewet, jenang, dan
sebagainya.
4. Buah-buahan segar yaitu mangga, durian, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Hermanussugianto. 2008. Bahaya Mengancam Lewat MSG.


http://hermanussugianto.wordpress.com/2008/05/05/bahaya-mengancam-
lewat-msg/. Diakses tanggal 25 November 2014
Lutfi, Achmad. 2009. Monosodium Glutamat. http://www.chem-is-
try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/monosodium-glutamat/.
Diakses tanggal 25 November 2014
Widyalita P, Eka, dkk. 2014. Analisis Kandungan Monosodium Glutamat (MSG)
Pada Pangan Jajanan Anak Di SD.Lariangbangi Makasar. Hal.2.

Winarno. 2004. Kimia Pangan dan Gizi Jilid 2. Jakarta: PT Gramedia Pusataka
Utama.